» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» KRISTIANI AUSTRALIANA                                                                 John Adisubrata

 

FENOMENA AUSTRALIA
Hillsong Church, Australia
Oleh: John Adisubrata

“LAGU PENYEMBAHAN TERUNIK MASA KINI”

Pada waktu ‘Hillsong Church’ di Sydney, Australia, merekam album puji dan sembah untuk konferensi mereka di tahun 1997, yang sangat dikenal oleh dunia musik gereja: ‘All Things are Possible’, Ps Brian Huston, pendeta Gereja Hillsong menyatakan suatu ungkapan hatinya di awal video mereka.

Beliau mengatakan, bahwa Hillsong Church mempunyai suatu ambisi untuk ‘pada suatu saat menjadi sebuah gereja yang besar, terlalu besar untuk diabaikan begitu saja oleh masyarakat (sekuler) dunia’. Ternyata ungkapan hatinya tersebut adalah bagaikan nubuatan seorang Nabi Allah, yang pada waktu dikatakan olehnya, mem bekas di dalam hati banyak penggemar musik praise and worship di mana-mana.

Album tersebut dapat memadai ketenaran album tahun sebelumnya ‘God is in the House’ di dunia musik gereja, dan membuahkan banyak lagu-lagu yang sangat mengesankan. Untuk menyebutkan hanya beberapa lagu saja yang ada di dalam nya, yaitu lagu-lagu pujian dan penyembahan populer: ‘Love You So Much’, ‘In Your Hands’, ‘Glory to the King’, ‘I Know It’, dan tentu saja, yang dipergunakan sebagai judul albumnya: ‘All Things are Possible’. Lagu-lagu rohani tersebut telah melanda dunia musik praise and worship tanpa dapat dihalangi lagi.

Setahun sebelumnya Beliau mengatakan di akhir rekaman video ‘God is in the House’, bahwa semua pemusik-pemusik berbakat yang bermain instrumen dan menyanyi di dalam album tersebut bukanlah ‘pemusik-pemusik terhebat’, yang mereka miliki. Tetapi mereka adalah individu-individu Hillsong Church yang mau bersatu hati, mengorbankan segala-galanya bagi Tuhan Yesus Kristus, dan bersama-sama menjadi saksi dan meninggikan nama-Nya melalui musik karya mereka - “…, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, …” (1 Samuel 17:46c), ayat yang dipergunakan sebagai dasar tujuan produksi-produksi musik mereka, yang disesuaikan dengan keadaan umat percaya di dunia sekarang.

Jadi fokus gereja ini ialah memuliakan nama Tuhan, dan bukan untuk menciptakan primadonna-primadonna praise and worship Gereja Hillsong.

Semenjak terbitnya album pertama mereka ‘The Power of Your Love’ di tahun 1992, gereja-gereja lokal di Australia, dan juga di negara-negara sekitar benua ini, sudah tidak dapat mengabaikan musik rohani karya gereja ini. Mulai saat itu lagu-lagu yang ada di dalam album tersebut menjadi langganan gereja-gereja lainnya, dipergu nakan di dalam acara kebaktian-kebaktian mereka, diselipkan di antara lagu-lagu Hymne tradisi yang biasanya mereka pergunakan.

Setiap tahun album-album produksi Hillsong Church selalu menciptakan lagu-lagu pujian dan penyembahan unik baru, yang langsung dapat menjamah hati para peng gemar musik rohani. Produksi musik praise and worship mereka mulai menjangkau keluar daerah Asia Pasifik, dan melanda pasaran musik rohani negara-negara yang biasanya menjadi pangkalan produksi musik semacam ini.

Dari lagu ‘Jesus Lover of My Soul’ di album mereka yang kedua, sampai lagu klasik ‘I Give You My Heart’ yang terekam di album kelima ‘God is in the House’, terbitlah lagu-lagu baru lainnya yang jelas tidak dapat diabaikan oleh masyarakat Kristen dunia pada saat itu. Di dalam album ini telah diperkenalkan sebuah nama pemusik muda baru Gereja Hillsong, yang bernama Reuben Morgan, pencipta lagu ‘I Give You My Heart’, yang telah menyebabkan datangnya suatu hembusan baru yang segar di dalam haluan musik praise and worship gereja tersebut.

Tidak dapat dielakkan lagi, terjemahan lagu-lagu mereka ke bahasa-bahasa asing, baik secara resmi maupun bajakan telah menjadi suatu kebiasaan yang dilakukan oleh gereja-gereja tertentu di seluruh dunia. Album mereka ditiru dan diproduksi di mana-mana, meskipun tidak ada satupun yang dapat memadai ‘urapan’ yang Tuhan berikan kepada Hillsong Church. Ada yang meminta ijin terlebih dahulu dan memberi kan bagian hasil penjualan untuk menghargai hak cipta mereka, tetapi ada juga yang menterjemahkan dan memproduksi lagu-lagu mereka secara diam-diam, tanpa merasa sungkan sama sekali.

Di Indonesia Anda tentu mengenal lagu-lagu penyembahan yang sering dinyanyikan di dalam ibadah-ibadah gereja, seperti ‘Kub’rikan Hatiku’ dan ‘Kucinta Kau’. Itulah sebagian saja dari banyak lagu-lagu terjemahan yang berasal dari album-album mereka.

Lagu ‘Shout to the Lord’, dari album mereka yang ketiga ‘People Just Like Us’, hasil karya pena pemimpin praise and worship Hillsong Church, Ps Darlene Zschech, sangat diakui oleh dunia musik rohani sebagai salah satu lagu penyembahan terunik, yang sudah dapat dikategorikan termasuk di dalam daftar lagu-lagu Hymne dunia yang paling populer sepanjang masa.

Tahukah Anda, bahwa lagu ‘Shout to the Lord’ adalah lagu penyembahan yang paling sering dinyanyikan oleh orang-orang percaya di gereja-gereja seluruh dunia saat ini? Kedudukannya hanya berada sedikit di bawah ketenaran lagu Hymne abadi ‘Amazing Grace’, karya John Newton, semenjak lagu tersebut ditulis di abad yang lalu?

Ps Phil Pringle, seorang pendeta dari ‘Christian City Church’ di Sydney, gereja terbesar lainnya di kota metropolitan ini, mengatakan di dalam khotbahnya di TV awal tahun 2003, bahwa tidak akan memakan waktu terlampau lama lagi, ‘Shout to the Lord’ jelas akan melampaui kedudukan tertinggi lagu ‘Amazing Grace’, mengi ngat akan perbedaan jangka waktu yang telah di lalui oleh kedua lagu penyembahan ini, semenjak mereka diciptakan untuk pertama kalinya.

(Nantikan lanjutannya!)


 

 | Kumpulan Artikel |  Biodata |

 
 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi