» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» KRISTIANI AUSTRALIANA                                                                 John Adisubrata

 

BUAH MULUT (GOSIP)
Oleh: John Adisubrata

“KESIMPULAN GOSIP”

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! …, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (1 Korintus 6:9a,10b)

1. Asal Mula Gosip

Gosip adalah suatu tindakan percakapan yang bisa berbentuk lisan atau tertulis, dimana seseorang menyampaikan suatu informasi, tetapi ia tidak menjadi bagian dari informasi tersebut, dan ia juga bukan menjadi solusinya. Percakapan itu bisa berbentuk sebagai suatu perbincangan sambil lalu saja, atau perbincangan dengan tujuan untuk mendiskreditkan nama orang(-orang) lain. Gosip sering mempunyai sepercik dasar kebenaran yang dipergunakan sebagai awal percakapan oleh paling sedikit dua orang, tetapi lebih sering perbincangan tersebut berasal dari daya khayal mereka sendiri. Jadi bergunjing, terkadang bisa mempunyai sebab-musabab, dan terkadang tidak.

Gosip adalah hasil produksi dari ketidak-mampuan seseorang untuk mengendalikan lidah/mulut, ketidak-mampuan untuk menguasai diri/emosi, kesombongan, rasa unggul diri (atau kebalikannya: rasa minder), ketidak-sopanan, kekurang-ajaran, ketidak-sabaran, kemarahan, kekasaran, keinginan untuk membalas dendam, dan yang paling utama: kecemburuan/iri hati!

Gunjing sering dilontarkan dari atas mimbar-mimbar gereja di balik penyampaian firman Tuhan untuk menista dan melecehkan individu-individu tertentu yang kebetulan tidak hadir di sana, termasuk juga pencercaan hamba-hamba Tuhan lainnya yang belum tentu bersalah. Artikel-artikel tulisan yang mengandung tema-tema seperti itu dapat juga digolongkan sebagai gosip, bahkan terkadang dapat dikategorikan sebagai penggosipan firman Tuhan. Kebiasaan tidak terpuji ini sering menjadi penyebab kesedihan hati, keputus-asaan dan perpecahan-perpecahan, yang dapat mengakibatkan kehancuran persahabatan dan persekutuan kudus di dalam tubuh Kristus.

Ingatlah, ‘Kasih’ adalah lambang utama Roh Kudus, seperti yang diutarakan firman Tuhan di dalam 1 Korintus 13:4-7: “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidak adilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

Apakah Roh Kudus akan mendukung sikap-sikap di luar kasih, meskipun dilakukan oleh salah satu hamba-Nya dari atas mimbar gereja, atau melalui dunia sibernetika? Tentu saja tidak! Sikap bergunjing jelas berlawanan dengan ciri-ciri khas Roh Kudus, yang adalah Kasih itu sendiri!

Allah adalah kasih, dan barang siapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” (1 Yohanes 4:16b)

2. Gosip adalah Dosa

Pada umumnya persepsi masyarakat kristiani mengenai gosip amat berlainan. Ada yang berpendapat seperti masyarakat pada umumnya, yaitu ‘buah mulut’ adalah sesuatu hal yang lumrah terjadi di dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu kenyataan yang tidak bisa dihindari. Mereka tidak mengkategorikan gosip sebagai perbuatan dosa, atau paling sedikit, tidak sebagai dosa-dosa lain yang sudah dipandang oleh umum sebagai dosa-dosa yang nyata, seperti: percabulan, perzinahan, pembunuhan, perampokan atau pencurian harta-benda sesama, dan lain sebagainya.

Padahal gosip sebenarnya mempunyai hubungan sangat erat dengan perintah Allah yang kesembilan kepada umat Israel: “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.” (Keluaran 20:16) Di dalam kitab yang sama Tuhan berfirman: Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.” (Keluaran 23:1)

Ayat-ayat tersebut jelas menyetarakan kedudukan gosip dengan taraf dosa-dosa lain yang sudah dianggap sebagai dosa besar oleh orang-orang percaya, sebab bergunjing dapat menyebabkan konsekuensi yang sering tidak terduga sebelumnya oleh para penggemarnya, baik yang dilakukan oleh masyarakat umum, maupun yang dilakukan oleh orang-orang kristiani, entah mereka adalah jemaat biasa ataupun para pemimpin-pemimpin gereja yang terpandang.

Perbuatan gosip, beralasan ataupun tidak, adalah perbuatan dosa!

3. Iblis Selalu Bersembunyi di Balik Gosip

“karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Efesus 6:12)

Alkitab mengatakan bahwa Setan adalah ‘pendakwa saudara-saudara kita’. (Wahyu 12:10) Adalah pekerjaan Iblis untuk mempersalahkan, mengadu, dan mengkritik anggota-anggota keluarga Allah. Setiap kali kita melakukan hal yang sama, kita sedang dipakai oleh dia untuk melakukan pekerjaannya. Rasul Paulus menulis: “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.” (Roma 14:19)

Di Efesus 6:10-20, ia juga menjelaskan tentang peperangan yang sedang berlangsung di alam pikiran kita, yang merupakan medan pertempuran rohani musuh-musuh terbesar kita, roh-roh jahat di udara. Mereka terus bekerja keras untuk menaburkan bibit-bibit racun gosip yang jahat ke dalamnya, dengan memberikan informasi-informasi yang keliru kepada kita, mempergunakan segala macam tipu daya untuk melemahkan, bahkan menghancurkan iman kita. Ia selalu bersembunyi di balik setiap gosip-gosip jahat yang tersebar di mana-mana di antara orang-orang kristiani, apapun motivasinya.

Janganlah menambahkan bahan-bahan tidak bermutu di medan pertempuran rohani kita yang dapat dipergunakan oleh Iblis sebagai alat, untuk menyuapi dan mengelabui pikiran kita, yang pada akhirnya hanya akan merugikan pertumbuhan iman kita sendiri. Bahkan yang dapat mengakibatkan timbulnya perpecahan-perpecahan di antara persekutuan-persekutuan kudus gereja Tuhan, disebabkan oleh karena keterlibatan kita di dalamnya. Sebab memang itulah yang menjadi tujuan utama Iblis!

Ingatlah, orang-orang Kristen yang lain, sebagaimana pun besar perbedaan pendapat kita dengan mereka, bukanlah musuh-musuh kita yang sebenarnya. Setiap waktu yang kita pergunakan untuk membanding-bandingkan dan mengkritik orang-orang percaya lainnya, adalah waktu yang seharusnya kita pergunakan untuk membangun tubuh Kristus.

Rasul Paulus menasehati jemaat di Efesus untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, yaitu firman Tuhan, agar mereka mendapatkan kekuatan untuk bertahan melawan tipu muslihat Iblis.

Nasihat yang juga sangat berguna bagi semua umat Tuhan di akhir zaman ini. Sebab memang hanya firman-Nya saja yang harus menjadi dasar terpenting dalam kehidupan kita sehari-hari untuk dapat menelanjangi tipu daya Iblis di balik semua penggosipan-penggosipan, baik tentang umat Tuhan yang lain, maupun tentang kebenaran firman Tuhan.

4. Sikap Menghadapi Gosip

Di dalam buku kristiani terlaris di dunia saat ini ‘Purpose Driven Life’, Ps Rick Warren menulis, bahwa kita harus selalu bersikap tegas di dalam menanggapi edaran-edaran gosip. Jika seseorang mulai menceriterakan kejelekan atau ‘affairs’ orang-orang lain kepada kita, punyailah ketegasan diri untuk segera memotong percakapannya dengan berkata: “Maafkanlah! Saya tidak mempunyai hasrat untuk mendengarkannya lebih lanjut. Apakah Anda sudah berbicara secara langsung dengan orang yang bersangkutan?”

PERCAYALAH, mereka yang mau bergunjing DENGAN kita, pasti akan bergunjing MENGENAI kita! Mereka tidak akan pernah bisa dipercaya!

Nasihat bijaksana di Kitab Amsal mengatakan: “Orang yang berbuat jahat memperhatikan bibir jahat, seorang pendusta memberi telinga kepada lidah yang mencelakakan.” (Amsal 17:4)

Tuhan sering memperingati kita untuk berhenti mengkritik, membanding-bandingkan, atau menghakimi sesama kita. Surat Yakobus 5:9 mengatakan: “Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.” Jika kita mengkritik orang-orang percaya lainnya yang sedang melakukan suatu pekerjaan untuk Kerajaan-Nya, sesuai dengan iman, tugas dan beban dalam kehidupan mereka, maka kita telah ikut mencampuri urusan-urusan Tuhan.

Pandangan/tafsiran mengenai isi firman Tuhan sesuai dengan tradisi atau doktrin denominasi-denominasi tertentu janganlah dipergunakan sebagai senjata untuk menghakimi orang-orang lain yang mempunyai tafsiran yang berbeda dengan kita. Sadarilah selalu, tafsiran-tafsiran manusia biasa bukanlah suatu jaminan yang pasti bahwa itu adalah wahyu Tuhan yang sebenarnya! Kita wajib menerima kenyataan, bahwa kekristenan bukanlah nama sebuah denominasi, melainkan adalah lambang suatu hubungan pribadi yang intim (perseorangan) antara umat yang sudah diselamatkan, dengan Allah Bapa, Pencipta yang Mahakudus, melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di Kayu Salib.

Karena itu, marilah kita semua belajar untuk tidak ikut mencampuri urusan Tuhan dengan saudara-saudara seiman kita lainnya, dengan tidak menggosip, mengkritik atau menghakimi mereka. Biarlah setiap orang memikul tanggung jawab mereka masing-masing di hadapan Hakim yang adil, yang sudah berdiri di ambang pintu!

Jika kita menerima artikel-artikel yang berbau gosip, yang menyangkut nama-nama orang, meskipun dihiasi oleh banyak ayat-ayat firman Tuhan di dalamnya, siapa pun juga yang menjadi penulisnya, ambillah keputusan untuk tidak mem-forward-kannya kepada orang-orang lain. Biasakanlah diri Anda untuk menolak setiap tulisan atau artikel-artikel, yang tidak memuliakan nama Tuhan, jika Anda melihat bahwa isinya mempergunjingkan firman-Nya, atau menghakimi pendapat dan pengajaran denominasi-denominasi lain, dengan menjelek-jelekkan nama pemimpin-pemimpin mereka. Apalagi jika mengandung fitnahan-fitnahan tentang kehidupan pribadi mereka!

Artikel-artikel seperti itu, yang belum tentu terjamin keotentikannya, bukan hanya dapat meracuni pikiran, hati dan iman kita saja, tetapi juga, tanpa kita sadari sendiri, dapat membuahkan perbuatan-perbuatan dosa. Pada akhirnya, sebagai konsekuensi yang biasanya selalu terjadi pada perbuatan-perbuatan gosip, adalah efek tergulingnya domino yang akan melanda kehidupan banyak orang-orang lain yang tidak bersalah di sekitar kita.

5. Jangan Mau Terlibat Dalam Gosip

Kita semua tentu mempunyai pendapat yang sama, bahwa menyebarkan kabar angin adalah suatu tindakan yang tidak etis. Tetapi di samping itu, kita juga tidak seharusnya bersedia menerima atau mendengarkan gosip, jika kita berhasrat untuk melindungi kesejahteraan gereja Tuhan.

Mendengarkan gosip mempunyai arti yang sama seperti menerima, atau mengesahkan barang-barang curian/rampasan orang lain. Secara tidak langsung kita sudah menjadi tukang tadah bagi barang-barang yang tidak halal. Kita harus menyadari, bahwa melakukan hal tersebut telah membuat kita ikut bersalah, sama seperti seorang pencuri atau perampok yang telah melakukan suatu tindakan kriminil, dan kemudian memberikan barang-barang hasil perbuatannya tersebut kepada kita. Kesalahan yang tidak berbeda, juga berlaku bagi mereka yang sudah menjadi calo-calo barang-barang curian tersebut!

Jika kita mau mendengarkan, menerima atau meneruskan gosip-gosip dari orang-orang lain, Tuhan berkata, bahwa secara tidak langsung, kita sudah termasuk di dalam kelompok para pengacau-pengacau (troublemakers) yang menyebabkan terjadinya kerusuhan-kerusuhan di dalam persekutuan tubuh-Nya.

Raja Salomo menulis: “Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara.(Amsal 11:13)

6. Gospel versus Gossip

, seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” (Roma 3:10)

Tentu saja tidak akan ada seorang pun di dunia ini yang dapat membuktikan kepada orang lain, bahwa mereka tidak pernah terlibat di dalam dosa bergunjing. SETIAP ORANG di masa kehidupannya yang singkat, baik orang-orang penting, orang-orang biasa, orang-orang yang sudah tua/dewasa, maupun anak-anak muda/kecil, pasti pernah melakukannya, secara sadar ataupun tidak.

Pada saat kita menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi, kita sudah lahir baru, dan semenjak saat itu kita menjadi bagian di dalam tubuh Kristus. Sebagai anggota gereja Tuhan, tidak seharusnya kita membiarkan kebiasaan-kebiasaan lama yang buruk mengikuti kita. Semua perbuatan-perbuatan dosa harus kita tinggalkan, meskipun tampak sulit sekali untuk melaksanakannya. Mengandalkan kekuatan sendiri, tidak akan menjamin tujuan kita untuk menggagal kan serangan-serangan Iblis. Kita harus selalu berusaha melakukannya dengan pertolongan kekuatan yang berasal dari Roh Kudus saja. Ingatlah, ‘Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.’ (1 Tesalonika 5:24)

Jika godaan untuk bergosip sudah mulai mengganggu dan memikat pikiran kita, pergunakanlah lis di bawah ini untuk mengecek kembali etika tindakan yang akan kita lakukan:

a. Apakah kita mempunyai hak untuk melakukannya?
b. Siapakah yang memberikan ijin kepada kita untuk berbagi berita mengenai (kehidupan) orang lain?
c. Apakah tindakan kita akan memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus?
d. Siapakah sebenarnya yang paling dirugikan oleh tindakan yang akan kita lakukan?
e. Apakah keuntungan yang diperoleh, baik untuk kita, mau pun orang-orang lain, disebabkan oleh tindakan yang akan kita lakukan?
f. Apakah tindakan kita dapat membangun atau menguatkan iman orang-orang percaya lainnya?
g. Kehidupan siapakah yang dapat kita selamatkan melalui tindakan yang akan kita lakukan?

dan YANG PALING PENTING,

h. Apakah Tuhan Yesus Kristus mau melakukannya?

Jika ada salah satu poin saja yang tertera di dalam lis di atas yang dapat memperingati atau menegur hati nurani Saudara, putuskanlah dengan tegas, untuk segera berhenti memikirkan tindakan yang akan Anda lakukan tersebut. Usirlah Iblis dan antek-anteknya! Hancurkanlah semua kehendak mereka dengan kuasa yang sudah Tuhan berikan kepada kita, umat pilihan-Nya. Pergunakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, yaitu firman Tuhan!

Jika godaan untuk bergosip sudah mulai mengganggu dan memikat pikiran kita lagi, ingatlah akan perintah terakhir yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada perempuan yang berzinah, setelah semua pendakwa yang mengelilingi dan hendak merajamnya, pergi meninggalkan.

Ia berkata kepadanya: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yohanes 8:11)

Perintah Tuhan Yesus tersebut juga berlaku sampai sekarang untuk semua orang yang sudah bertobat, yang berjanji untuk selalu mengikuti langkah-langkah-Nya, dan bersedia meninggalkan segala perbuatan-perbuatan dosa yang pernah dilakukan.

Karena itu, … bukankah jauh lebih menguntungkan bagi tubuh Kristus, jika kita menjadi pembawa ‘Kabar Baik’ (GOSPEL), daripada menjadi pembawa ‘Kabar Angin’ (GOSIP).

Semoga memberkati!

Syalom,

John Adisubrata
john.m.a@optusnet.com.au
September 2004

(Nantikan artikel lainnya!)
 

 | Kumpulan Artikel |  Biodata |

 
 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi