» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» KRISTIANI AUSTRALIANA                                                                 John Adisubrata

 

BUAH MULUT (GOSIP)
Oleh: John Adisubrata

“MENGGOSIPKAN FIRMAN”

“Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; (Mazmur 34:14)

Websites kristiani di seluruh dunia bukan hanya menayangkan berita-berita yang kontroversial, kabar-kabar angin yang dapat merugikan nama baik orang-orang lain, akan tetapi juga beraneka-ragam topik dan artikel-artikel berkaitan dengan isi Alkitab, yang dengan mudah dapat mengubah, mempengaruhi dan membingungkan pengertian umat Tuhan di seluruh dunia mengenai kebenaran firman-Nya. Penulis-penulis artikel-artikel tersebut biasanya adalah orang-orang yang oleh masyarakat kristiani mereka sendiri, dianggap sebagai pakar-pakar agama, baik yang bermukim di Indonesia, maupun yang berasal dari negara-negara lainnya.

Karena kesenioran mereka di bidang kekristenan, tulisan-tulisan yang ditayangkan oleh websites Kristen yang dapat diakses di mana-mana, sering diterima oleh orang-orang percaya sebagai tulisan-tulisan yang mutlak, berwibawa, dan yang paling menguatirkan, … harus dipercaya!

Sebagai salah satu contoh, yang pada umumnya selalu menjadi bahan perdebatan paling populer oleh masyarakat di dalam milis-milis kristiani di seluruh dunia, di antara isu-isu hangat lainnya, adalah topik-topik mengenai persepuluhan atau makanan halal/haram, apapun yang telah menjadi motivasi mereka di dalam mempermasalahkan tema-tema tersebut.

Seringkali semuanya itu dimulai oleh artikel-artikel pandangan pribadi pakar-pakar agama denominasi-denominasi tertentu yang tertulis di dalam buku-buku atau yang ditayangkan oleh situs-situs kristiani. Artikel-artikel yang membahas topik-topik sensitif, ditinjau dari pengertian individu-individu tersebut mengenai isi firman Tuhan. Juga denominasi-denominasi lainnya yang saling berlomba untuk memaksakan tafsiran dan pandangan pelopor-pelopor agama mereka, agar diterima oleh masyarakat kristiani sebagai suatu kebenaran mutlak yang HARUS diikuti oleh semua orang percaya.

Bergunjing yang tercatat di awal firman Tuhan, terjadi pertama-kalinya di Taman Eden, diawali oleh Iblis, yang dijuluki oleh Tuhan Yesus sendiri sebagai ‘bapak segala dusta’ (Yohanes 8:44). Tujuan sarana gosip yang dilakukan olehnya ialah untuk menarik keluar umat ciptaan Tuhan yang pertama, dari kehidupan abadi, menuju ke dalam lumpur dosa kematian kekal, dengan mengubah seminim mungkin pengertian perkataan yang difirmankan oleh Tuhan secara langsung kepada mereka. Jika kita perhatikan dengan seksama cara-cara Iblis beroperasi pada saat itu, peristiwa yang pernah terjadi di Taman Eden tidak berbeda jauh dengan ulah yang sedang dikerjakan olehnya di antara anak-anak Tuhan di akhir zaman ini di seluruh dunia.

Kalau 6000 tahun yang lalu ia telah mempergunakan seekor ular sebagai medium untuk melakukan rencana jahatnya, orientasi di dalam melaksanakan rancangan-rancangannya sekarang disesuaikan dengan tawaran-tawaran teknologi tercanggih, yang dapat diakses oleh semua orang dari seluruh dunia dalam waktu yang bersamaan. Dunia sibernetika dipergunakan olehnya untuk mengadu-dombakan umat Tuhan secara masal, dengan tipu daya yang sudah menjadi ciri khasnya sejak dahulu kala, yaitu ‘menggosipkan firman Tuhan’.

Kitab Kejadian 3:4,5 mengatakan: Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Ayat-ayat ini memperlihatkan secara jelas, bahwa Iblis mempengaruhi Hawa dengan mempergunakan tipuan berbentuk gunjing, untuk memperbincangkan Tuhan serta firman-Nya. Dengan licin sekali, maksud firman tersebut diubah olehnya hanya sedikit saja, tetapi mengakibatkan efek pengertian yang berbeda, bahkan akhirnya berlawanan dengan maksud Tuhan yang semula.

Pada waktu saya mencari website Ps Benny Hinn, dan juga memeriksa melalui Google Search beberapa situs hamba-hamba Tuhan lainnya, saya perhatikan untuk pertama-kalinya, bahwa setiap halaman yang ditayangkan di situ memperlihatkan dua, atau kadang-kadang tiga websites, yang menjadi ‘Sponsored Links’ search engine tersebut. Halaman-halaman itu memperlihatkan di ujung sebelah kanan atas, website yang memuat sebuah artikel berjudul ‘Tithing is Un-Scriptural’ (Persepuluhan Tidaklah Alkitabiah). Kelihatannya website itu, yang selalu muncul di setiap halaman-halaman yang ditayangkan oleh Google, HANYA mempunyai hubungan sangat erat dengan semua websites yang memuat nama hamba-hamba Tuhan yang terkenal di seluruh dunia. Tampak sekali, situs ini mempunyai suatu misi jahat tertentu.

Apakah beda tindakan yang pernah dilakukan oleh si ular penipu di Taman Eden dengan tindakan mereka yang menulis artikel-artikel seperti Persepuluhan Tidaklah Alkitabiah, atau topik-topik lain yang menghakimi pandangan dan tafsiran denominasi-denominasi lainnya? Atau menghakimi mereka yang menjalankan firman yang diperintahkan Tuhan secara pribadi, dengan mengkontradiksikan perintah tersebut menggunakan ayat-ayat comotan untuk menanamkan bibit-bibit keragu-raguan di dalam hati mereka?

Jawabannya: Tidak berbeda sama sekali! Sebab kedua-duanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk merusak iman orang-orang percaya. Tindakan-tindakan tersebut sama dengan melakukan dosa gosip, tepatnya: menggosipkan firman Tuhan. Apalagi mereka yang menulis artikel-artikel dengan misi-misi tak terpuji untuk mentargetkan kehancuran pelayanan hamba-hamba Tuhan yang diberkati oleh-Nya.

Menurut Ps Charles Stanley, pembina program acara pelayanan televisi dan radio Kristen: ‘In Touch Ministries’, Iblis bekerja keras untuk menanamkan keragu-raguan di dalam benak pikiran kita. Ia menghendaki kita untuk terus mempertanyakan kebenaran firman Tuhan, bahkan supaya meragukan keselamatan yang sudah kita terima. Begitu ketidak-percayaan dan keragu-raguan meresap ke dalam hati, seperti yang sudah terjadi pada Adam dan Hawa, pikiran kita mulai memutar-balikkan kebenaran firman Tuhan, agar supaya kita mempunyai alasan-alasan untuk mengesahkan tindakan-tindakan berdosa yang telah kita kerjakan.

Tercatat di dalam keempat Injil-Injil Perjanjian Baru, bahwa pada masa pelayanan-Nya, Tuhan Yesus selalu menjadi sasaran gosip-gosip jahat para ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, yang menyebabkan Tuhan Yesus menegur dengan keras, pada waktu mereka menggunjingkan diri-Nya, oleh karena mujizat yang baru Ia lakukan di depan mereka: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.” (Matius 12:36)

Setiap orang percaya yang sudah mempunyai hubungan pribadi yang intim dengan Bapa di sorga tentu mengetahui, bahwa Tuhan, melalui Roh Kudus memberikan wahyu khusus kepada umat-Nya, yang kadang-kadang disampaikan di dalam bentuk ‘rhema’ ayat-ayat, atau percakapan langsung yang ditujukan secara pribadi, untuk membuka mata hati mereka, agar dapat memahami kebenaran firman dan perintah-perintah-Nya.

Jika anak-anak Tuhan sudah menerima secara pribadi, WAHYU LANGSUNG dari Roh Kudus, yang sesuai dengan isi firman Tuhan, mengenai isu-isu sensitif yang sering ditafsirkan simpang-siur di antara mereka, apakah hak para penggosip isi Alkitab untuk mempengaruhi atau mengakibatkan mereka meragukan perintah-perintah Tuhan yang sudah diberikan secara langsung melalui Roh Kudus kepada anak-anak-Nya? Baik itu tentang persepuluhan, tentang makanan haram/halal, ataupun isu-isu sensitif lainnya yang hanya akan menyebabkan perpecahan dan kehancuran persekutuan-persekutuan kudus umat Tuhan.

Ingatlah selalu dengan gentar, akan peringatan yang Tuhan Yesus berikan kepada mereka (para ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi) yang telah menggosipkan Firman (diri-Nya), yang tercatat di dalam Matius 12:36!

Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.” (Titus 3:2)


(Nantikan artikel lanjutannya!)
 

 | Kumpulan Artikel |  Biodata |

 
 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi