|
“Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu
terhadap ucapan-ucapan yang menipu;” (Mazmur
34:14)
Websites kristiani di seluruh dunia bukan hanya
menayangkan berita-berita yang kontroversial,
kabar-kabar angin yang dapat merugikan nama baik
orang-orang lain, akan tetapi juga beraneka-ragam topik
dan artikel-artikel berkaitan dengan isi Alkitab, yang
dengan mudah dapat mengubah, mempengaruhi dan
membingungkan pengertian umat Tuhan di seluruh dunia
mengenai kebenaran firman-Nya. Penulis-penulis
artikel-artikel tersebut biasanya adalah orang-orang yang
oleh masyarakat kristiani mereka sendiri, dianggap sebagai
pakar-pakar agama, baik yang bermukim di Indonesia,
maupun yang berasal dari negara-negara lainnya.
Karena kesenioran mereka di bidang kekristenan,
tulisan-tulisan yang ditayangkan oleh websites Kristen
yang dapat diakses di mana-mana, sering diterima oleh
orang-orang percaya sebagai tulisan-tulisan yang mutlak,
berwibawa, dan yang paling menguatirkan, … harus
dipercaya!
Sebagai salah satu contoh, yang pada umumnya selalu
menjadi bahan perdebatan paling populer oleh
masyarakat di dalam milis-milis kristiani di seluruh dunia,
di antara isu-isu hangat lainnya, adalah topik-topik
mengenai persepuluhan atau makanan halal/haram,
apapun yang telah menjadi motivasi mereka di dalam
mempermasalahkan tema-tema tersebut.
Seringkali semuanya itu dimulai oleh artikel-artikel
pandangan pribadi pakar-pakar agama
denominasi-denominasi tertentu yang tertulis di dalam
buku-buku atau yang ditayangkan oleh situs-situs kristiani.
Artikel-artikel yang membahas topik-topik sensitif,
ditinjau dari pengertian individu-individu tersebut
mengenai isi firman Tuhan. Juga denominasi-denominasi
lainnya yang saling berlomba untuk memaksakan
tafsiran dan pandangan pelopor-pelopor agama mereka,
agar diterima oleh masyarakat kristiani sebagai suatu
kebenaran mutlak yang HARUS diikuti oleh semua orang
percaya.
Bergunjing yang tercatat di awal firman Tuhan,
terjadi pertama-kalinya di Taman Eden, diawali oleh
Iblis, yang dijuluki oleh Tuhan Yesus sendiri
sebagai ‘bapak segala dusta’ (Yohanes 8:44). Tujuan
sarana gosip yang dilakukan olehnya ialah untuk menarik
keluar umat ciptaan Tuhan yang pertama, dari kehidupan
abadi, menuju ke dalam lumpur dosa kematian kekal, dengan
mengubah seminim mungkin pengertian perkataan yang
difirmankan oleh Tuhan secara langsung kepada
mereka. Jika kita perhatikan dengan seksama cara-cara
Iblis beroperasi pada saat itu, peristiwa yang pernah
terjadi di Taman Eden tidak berbeda jauh dengan ulah
yang sedang dikerjakan olehnya di antara anak-anak
Tuhan di akhir zaman ini di seluruh dunia.
Kalau 6000 tahun yang lalu ia telah mempergunakan
seekor ular sebagai medium untuk melakukan rencana
jahatnya, orientasi di dalam melaksanakan
rancangan-rancangannya sekarang disesuaikan dengan
tawaran-tawaran teknologi tercanggih, yang dapat
diakses oleh semua orang dari seluruh dunia dalam waktu
yang bersamaan. Dunia sibernetika dipergunakan olehnya
untuk mengadu-dombakan umat Tuhan secara masal, dengan
tipu daya yang sudah menjadi ciri khasnya sejak dahulu
kala, yaitu ‘menggosipkan firman Tuhan’.
Kitab Kejadian 3:4,5 mengatakan: Tetapi ular itu
berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan
mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu
memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi
seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
Ayat-ayat ini memperlihatkan secara jelas, bahwa Iblis
mempengaruhi Hawa dengan mempergunakan tipuan berbentuk
gunjing, untuk memperbincangkan Tuhan serta
firman-Nya. Dengan licin sekali, maksud firman
tersebut diubah olehnya hanya sedikit saja, tetapi
mengakibatkan efek pengertian yang berbeda, bahkan
akhirnya berlawanan dengan maksud Tuhan yang semula.
Pada waktu saya mencari website Ps Benny Hinn, dan juga
memeriksa melalui Google Search beberapa situs hamba-hamba
Tuhan lainnya, saya perhatikan untuk pertama-kalinya,
bahwa setiap halaman yang ditayangkan di situ
memperlihatkan dua, atau kadang-kadang tiga websites, yang
menjadi ‘Sponsored Links’ search engine tersebut.
Halaman-halaman itu memperlihatkan di ujung sebelah kanan
atas, website yang memuat sebuah artikel berjudul
‘Tithing is Un-Scriptural’ (Persepuluhan Tidaklah
Alkitabiah). Kelihatannya website itu, yang selalu
muncul di setiap halaman-halaman yang ditayangkan oleh
Google, HANYA mempunyai hubungan sangat erat dengan
semua websites yang memuat nama hamba-hamba Tuhan
yang terkenal di seluruh dunia. Tampak sekali, situs ini
mempunyai suatu misi jahat tertentu.
Apakah beda tindakan yang pernah dilakukan oleh si ular
penipu di Taman Eden dengan tindakan mereka yang
menulis artikel-artikel seperti Persepuluhan Tidaklah
Alkitabiah, atau topik-topik lain yang menghakimi
pandangan dan tafsiran denominasi-denominasi lainnya? Atau
menghakimi mereka yang menjalankan firman yang
diperintahkan Tuhan secara pribadi, dengan
mengkontradiksikan perintah tersebut menggunakan ayat-ayat
comotan untuk menanamkan bibit-bibit keragu-raguan di
dalam hati mereka?
Jawabannya: Tidak berbeda sama sekali! Sebab
kedua-duanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk
merusak iman orang-orang percaya. Tindakan-tindakan
tersebut sama dengan melakukan dosa gosip, tepatnya:
menggosipkan firman Tuhan. Apalagi mereka yang
menulis artikel-artikel dengan misi-misi tak terpuji
untuk mentargetkan kehancuran pelayanan hamba-hamba Tuhan
yang diberkati oleh-Nya.
Menurut Ps Charles Stanley, pembina program
acara pelayanan televisi dan radio Kristen: ‘In Touch
Ministries’, Iblis bekerja keras untuk menanamkan
keragu-raguan di dalam benak pikiran kita. Ia menghendaki
kita untuk terus mempertanyakan kebenaran firman
Tuhan, bahkan supaya meragukan keselamatan yang
sudah kita terima. Begitu ketidak-percayaan dan
keragu-raguan meresap ke dalam hati, seperti yang
sudah terjadi pada Adam dan Hawa, pikiran kita mulai
memutar-balikkan kebenaran firman Tuhan, agar supaya kita
mempunyai alasan-alasan untuk mengesahkan
tindakan-tindakan berdosa yang telah kita kerjakan.
Tercatat di dalam keempat Injil-Injil Perjanjian Baru,
bahwa pada masa pelayanan-Nya, Tuhan Yesus selalu menjadi
sasaran gosip-gosip jahat para ahli-ahli Taurat dan
orang-orang Farisi, yang menyebabkan Tuhan Yesus
menegur dengan keras, pada waktu mereka menggunjingkan
diri-Nya, oleh karena mujizat yang baru Ia lakukan di
depan mereka: “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata
sia-sia yang diucapkan orang harus
dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.” (Matius
12:36)
Setiap orang percaya yang sudah mempunyai hubungan pribadi
yang intim dengan Bapa di sorga tentu mengetahui, bahwa
Tuhan, melalui Roh Kudus memberikan wahyu khusus
kepada umat-Nya, yang kadang-kadang disampaikan di dalam
bentuk ‘rhema’ ayat-ayat, atau percakapan
langsung yang ditujukan secara pribadi, untuk membuka
mata hati mereka, agar dapat memahami kebenaran firman dan
perintah-perintah-Nya.
Jika anak-anak Tuhan sudah menerima secara pribadi, WAHYU
LANGSUNG dari Roh Kudus, yang sesuai dengan isi
firman Tuhan, mengenai isu-isu sensitif yang sering
ditafsirkan simpang-siur di antara mereka, apakah hak para
penggosip isi Alkitab untuk mempengaruhi atau
mengakibatkan mereka meragukan perintah-perintah Tuhan
yang sudah diberikan secara langsung melalui Roh Kudus
kepada anak-anak-Nya? Baik itu tentang persepuluhan,
tentang makanan haram/halal, ataupun isu-isu
sensitif lainnya yang hanya akan menyebabkan
perpecahan dan kehancuran persekutuan-persekutuan kudus
umat Tuhan.
Ingatlah selalu dengan gentar, akan peringatan yang
Tuhan Yesus berikan kepada mereka (para ahli-ahli Taurat
dan orang-orang Farisi) yang telah menggosipkan Firman
(diri-Nya), yang tercatat di dalam Matius 12:36!
“Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka
bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap
lemah lembut terhadap semua orang.” (Titus 3:2)
(Nantikan artikel lanjutannya!)
|