|
“Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan
fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah
engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.”
(Imamat 19:16)
Di zaman serba instan dengan perkembangan pesat super
komputer seperti sekarang, dunia sibernetika
juga merupakan suatu media tercanggih untuk menye barkan
kabar angin secara pesat, luas dan yang paling penting, …
anonim sekali.
Melalui e-mails dan websites, dengan mudah
para penggunjing bisa menayangkan fitnahan-fitnahan secara
bebas, yang dapat dibaca dan disaksikan oleh para pengguna
komputer di seluruh dunia dalam waktu yang bersamaan,
tanpa merasa kuatir atau gentar akan konsekuensi
yang akan terjadi selanjutnya.
Kebebasan mengungkapkan pendapat-pendapat pribadi secara
anonim di zaman modern ini menyebabkan penulis-penulis
gosip tidak perlu merasa kuatir lagi akan tanggapan umum
mengenai tindakan tak terpuji yang telah, sedang
atau akan dilakukan olehnya. Bukankah
identitasnya amat tersembunyi, dan juga wajah
aslinya tidak akan pernah diketahui oleh orang-orang
lain yang tidak mengenal dirinya secara pribadi? Para
pembaca tidak harus mengetahui latar belakang si
penggunjing, untuk dapat menerka kebenaran berita
yang sedang disebarkan olehnya.
Oleh karena itu, e-mails dapat dengan mudah dipergunakan
untuk mencerca orang-orang lain yang tidak mampu membela
nama baiknya, karena (mungkin) semuanya terjadi di
luar pengetahuan mereka.
Medium ini juga sering dipergunakan oleh para penggunjing
untuk mempengaruhi dan menghasut orang-orang percaya
lainnya, guna membingungkan dan menggon cangkan iman
kristiani mereka. Terciptalah artikel-artikel pribadi,
atau kutipan-kutipan dari berbagai-macam buku-buku dan
websites, yang jelas telah ditulis dengan sengaja oleh
para penentang denominasi-denominasi tertentu untuk menye
rang pengajaran dan pendapat mereka, bahkan kehidupan
pribadi para pemimpin nya. E-mails tersebut dikirimkan
ke arena-arena milis kristiani, dan kemudian diteruskan
oleh para anggota mereka dari satu milis ke milis yang
lain untuk mengolah keributan yang biasanya hanya
akan berakhir dengan nama baik gereja Tuhan saja yang
dipermalukan.
Tentu saja selama e-mails tersebut tidak menyangkut tema
gosip yang dapat merugikan nama baik saudara-saudara
seiman, kita mempunyai pilihan bebas untuk
membaca, atau langsung mencampakkannya ke dalam
keranjang sampah komputer.
Tetapi jika tulisan-tulisan yang belum tentu terjamin
keotentikannya, yang mengan dung racun-racun gosip
ganas, dilengkapi dengan nama-nama saudara seiman yang
dikenal umum, nama-nama denominasi, bahkan
fitnahan-fitnahan mengenai tindakan yang diduga
dilakukan oleh mereka, maka kita tidak seharusnya
berdiam diri serta membiarkan hal-hal yang jahat seperti
itu meraja-lela terus di dunia internet, meng khamiri
dan merugikan tubuh Kristus. Bukankah kita
juga merupakan bagian dari tubuh-Nya?
Beberapa tahun yang lalu ada artikel-artikel yang dikutip
dari buku-buku pengajaran seorang pendeta yang sebelumnya
tidak pernah saya ketahui namanya. Artikel-artikel dalam
bentuk elektronik tersebut telah diedarkan di beberapa
milis kristiani, dimana saya juga menerima sebagian dari
e-mails forward-an tersebut. Pengajaran yang
bersifat: ‘Hanya aku saja yang benar, dan semua
aliran-aliran Kristen yang lain adalah ajaran-ajaran yang
sesat!’ memuat nama-nama hamba Tuhan yang bertaraf
internasional dari seluruh dunia. Mereka dikritik, dikecam,
difitnah, dan dikategorikan olehnya, jika ditinjau
dari tulisan-tulisan yang ada di dalam artikel-artikel
tersebut, tidak lebih dan tidak kurang adalah
hamba-hamba Setan.
Setelah menyadari bahwa racun-racun gosip itu
terus-menerus dicantumkan olehnya tanpa berhenti di dalam
tulisan-tulisan berikutnya, saya memutuskan untuk menang
gapi artikel-artikel yang ditulis oleh orang yang tidak
mengenal etika tersebut. Secara langsung saya menulis
e-mail kepadanya, dengan tujuan pada waktu itu, hanya
untuk membela kesejahteraan tubuh Kristus yang
telah dicemarkan oleh tulisan-tulisan pendeta dari
denominasi yang tentu sangat dikagumi oleh si pengutip dan
pengirim e-mails tersebut! Anda tentu sudah dapat menduga
akan kelanjutan yang terjadi sebagai akibat tanggapan
tegas yang telah saya tulis dan kirimkan kepadanya?
Peristiwa yang lain juga pernah terjadi belum lama ini di
dalam sebuah milis Kristen Indonesia yang lain, dimana
salah seorang anggotanya menyerang kehidupan prive
seorang percaya di sana, dengan menggosipkan anggota
keluarganya secara terbuka dan terang-terangan di depan
semua pengikut milis. Fitnahan-fitnahan tanpa bukti-bukti
nyata, yang lengkap tertulis dengan menyebutkan nama-nama
orang yang tersangkut di dalamnya, disertai
tuduhan-tuduhan amat serius, telah dilontar kan ke
dalam arena diskusi milis, disaksikan oleh beratus-ratus
anggotanya. Tuduhan itu bukan saja mencemarkan nama baik
keluarga tersebut, tetapi juga telah melukai hati seorang
anggota milis yang keluarganya sudah dijadikan bahan pembi
caraan gosip jahat, dimulai hanya oleh tindakan
seseorang yang amat tidak bertang gung-jawab, … di depan
umum.
Apakah tindakan yang akan Anda lakukan, jika salah seorang
anggota keluarga Anda sudah dicemarkan namanya oleh
orang luar? Sebagai salah satu sel yang
berdiam di dalam tubuh Kristus, melihat sel yang
lain di dalam-Nya sedang diserang oleh suatu ‘VIRUS’ yang
jahat, apakah Anda akan berdiam diri? Memang kadang-kadang
secara natural, daya tahan tubuh kita bisa langsung
memproduksi sel-sel tubuh (antibody) yang sehat,
yang dapat menghancurkan keganasan serangan-serangan virus
dengan otomatis!
Seperti yang sudah saya uraikan sebelumnya, seandainya
saja, tuduhan tak bertanggung-jawab tersebut sungguh
terjadi, siapakah yang telah memberi hak kepadanya untuk
berbagi berita tentang kehidupan keluarga saudara
seimannya kepada umum? Apalagi kepada mereka yang mungkin
mengenal nama-nama orang yang tersangkut di dalam
gosip yang jahat itu? Apakah ia sudah mendapatkan ijin
dari mereka? Dan terus terang saja, … apakah keuntungan
yang dapat diperolehnya dengan melakukan tindakan tanpa
etika tersebut?
Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Tesalonika: “Kami
katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak
tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk
dengan hal-hal yang tidak berguna.” (2 Tesalonika
3:11)
(Nantikan artikel lanjutannya!)
|