|
“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: …, perseteruan,
perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri
sendiri, percideraan, roh pemecah, …” (Galatia
5:19-20)
Suatu seri malam Kebaktian Kebangunan Rohani yang
diadakan di kota Brisbane tahun 1998, telah menampilkan
seorang penginjil wanita yang datang dari
Indonesia untuk memimpin dan mengisi acara KKR tersebut.
Selama tiga malam berturut-turut, ia berkhotbah panjang
sekali, rata-rata tiga jam semalam (bahkan lebih), tanpa
mutu-mutu alkitabiah yang dapat meningkatkan
kehidupan rohani para jemaat yang hadir di situ.
Khotbahnya yang bersifat kasar dan agresif sekali,
berkisar terus sekitar pengalaman hidupnya dengan fokus
tekanan pada kehebatan dirinya sendiri, asal-usul
dan status kehidupannya dahulu, dan kedahsyatan
pelayanannya yang bertaraf seperti ‘international
celebrity’ di dunia. Semuanya itu diselingi olehnya
dengan beberapa ungkapan-ungkapan tentang kehidupan
orang-orang lain yang dikenal masyarakat, bahkan tentang
hamba-hamba Tuhan di Indonesia, di Australia, dan mereka
yang sudah dikenal dunia melalui acara TV Kristen, lengkap
dengan menyebutkan nama mereka masing-masing secara detil.
Memang tema di dalam khotbah mengenai orang-orang
lain yang disampaikan olehnya sebagai ‘firman’
kepada jemaat, tidak semuanya berbau negatif. Tetapi
sebagian besar dari tema gosip itu merangkum
pencercaan terhadap hamba-hamba Tuhan lainnya, serta
mempermalukan mereka di depan para pengunjung. Sasaran
utamanya adalah mereka yang dikenal oleh jemaat
yang mengikuti acara KKR tersebut.
Karena itu, jika kita meninjau isi presentasinya, bukanlah
sesuatu hal yang mengherankan, bahwa kemampuan untuk
berkhotbah panjang yang sangat dibangga-banggakan (menurut
dia, kadang-kadang sampai lima jam non-stop!) juga
dibuktikan olehnya sendiri sepanjang malam-malam KKR di
sana.
Mungkin (catatan: hanya mungkin!) fitnahan dan
cercaan mengenai mereka yang dilontarkan olehnya kepada
jemaat di malam-malam Kebaktian Kebangunan Rohani tersebut
mempunyai sebercak kebenaran saja. Tetapi apakah
seharusnya mimbar Tuhan dipergunakan sebagai bandar
pelontaran racun-racun gunjing yang akan diterima, dan
dianggap oleh jemaat yang belum cukup dewasa imannya,
sebagai firman kebenaran yang dapat meningkatkan
kehidupan rohani mereka? Amsal 18:8 mengatakan:
“Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan, yang masuk ke
lubuk hati.”
Yang pasti, saya jamin, Tuhan tidak pernah mendukung
‘firman’ yang jelas sekali akan memecah-belahkan
kesejahteraan hidup gereja-Nya.
KKR tersebut pada akhirnya bukanlah membangun standar
kehidupan rohani jemaat gereja tersebut, atau para
pengunjung yang lain, tetapi malah menimbulkan kekecewaan,
kemarahan dan sakit hati antar orang-orang yang hadir di
sana. Sekelompok jemaat menyangka dan menuduh, bahwa
kelompok tertentu lainnya sudah mengkhianati mereka,
dengan menyampaikan fitnahan-fitnahan berbentuk gosip
kepada penginjil tersebut, yang kemudian dipergunakan
olehnya sebagai bahan pembicaraan, dibawa-bawa di dalam
acara KKR bertamengkan firman, untuk menegur dan
mempermalukan mereka.
Setelah kepergiannya dari kota Brisbane, terjadilah
perpecahan yang cukup besar dan berarti di antara
kelompok-kelompok orang Kristen yang sudah lahir baru di
sana. Bahkan roh pemecah yang menyebabkan huru-hara
yang mirip seperti itu juga telah diwariskan dan
ditinggalkan oleh penginjil wanita tersebut di kota
Sydney.
Apakah sebenarnya guna acara seri malam Kebaktian
Kebangunan Rohani, jika setelah tiga hari berlalu, bukan
iman orang-orang kristiani yang dibangun dan dikuatkan?
Siapakah di antara orang-orang yang belum dimenangkan
jiwanya akan tertarik kepada kekristenan, jika
mendengarkan presentasi yang kasar, agresif, tanpa kasih,
penuh dengan kekurang-ajaran dan gosip-gosip jahat
selama tiga malam berturut-turut?
Tidaklah mengherankan, jika jumlah para pengunjung KKR
menyusut secara drastis pada malam kedua dan ketiga!
Roh Kudus … yang katanya, menjadi andalan dirinya
sepanjang malam-malam KKR tersebut, TENTU TIDAK AKAN
mengambil bagian di dalam presentasi yang telah
disampaikan olehnya di sana. Sebab firman Tuhan jelas
mengatakan, bahwa Allah membenci tindakan orang-orang yang
gemar mengadu-dombakan umat-umat-Nya.
“Mereka adalah pemecah-belah yang dikuasai hanya oleh
keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh
Kudus.” (Yudas 1:19)
(Nantikan artikel lanjutannya!)
|