» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» KRISTIANI AUSTRALIANA                                                                 John Adisubrata

 

BUAH MULUT (GOSIP)
Oleh: John Adisubrata

“MIMBAR GUNJING”

“… dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” (Efesus 4:31b)

Yang paling mengerikan adalah kebiasaan yang terjadi di akhir zaman ini, dimana gosip bukanlah disebarkan secara khusuk atau pribadi lagi. Seperti kebiasaan umum yang dapat dibaca di dalam majalah-majalah (bahkan koran-koran) dunia sekuler yang populer, mengenai berita-berita isapan jempol sekitar orang-orang yang sudah menjadi sorotan masyarakat, gunjing seakan-akan juga sudah sah untuk dilakukan dari atas mimbar-mimbar gereja dengan berkedokkan firman untuk mencerca dan melecehkan individu-individu tertentu yang kebetulan tidak hadir di sana.

Hal-hal seperti itu bukan hanya terjadi di kalangan gereja-gereja lokal kecil yang mandiri saja, tetapi juga sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh gereja-gereja besar yang termasyhur bertaraf internasional.

Dengan mempergunakan nama Tuhan sebagai perisainya, jemaat yang tidak berdaya membela diri, orang-orang yang dikenal masyarakat, bahkan hamba-hamba Tuhan lainnya yang belum tentu bersalah, diumpat habis-habisan dari atas mimbar dengan tuduhan-tuduhan kejam, sambil membeberkan kejelekan atau affairs yang (diduga?) telah mereka kerjakan.

Kemungkinan hal-hal seperti itu dapat terjadi, disebabkan oleh karena akhir-akhir ini di dalam presentasi-presentasi khotbah, sering kali terjadi ketidak-seimbangan prosentasi antara ayat-ayat Alkitab (isi kebenaran firman Tuhan) dengan pengalaman-pengalaman pribadi yang diuraikan di dalamnya.

Pokok-pokok pengajaran yang berfokus pada firman Tuhan di dalam khotbah denominasi-denominasi tertentu menjadi sangat berkurang, sedangkan khotbah yang mengandung tekanan pada pengalaman-pengalaman pribadi menjadi kebiasaan yang sering dibagikan di dalam ibadah-ibadah gereja. Ayat-ayat Alkitab hanya dipergunakan sebagai penghias untuk meyakinkan para jemaat, bahwa presentasi yang sedang mereka dengarkan adalah sebuah khotbah kristiani.

Khotbah yang berkisar pada pengalaman-pengalaman hidup yang dialami secara pribadi oleh pembawanya, memudahkan terbukanya celah, yang bisa tanpa disadari oleh mereka sendiri, cenderung untuk membicarakan umat-umat Tuhan tertentu, dan juga membanding-bandingkan, mengkritik, bahkan melecehkan hamba-hamba Tuhan yang lain.

Kebiasaan lain yang lebih menggelikan lagi, adalah teguran-teguran keras dari atas mimbar bertamengkan firman guna mengecam orang-orang tertentu tentang kabar angin yang sedang berhembus di dalam gereja, di antara jemaat yang ada. Biasanya firman semacam itu akan berakhir tidak jauh berbeda dengan gosip yang sedang dibahas olehnya. Sebab tanpa disadari oleh si penegur sendiri, secara tidak langsung, ia juga sedang menciptakan suatu tema gunjing yang baru dari atas mimbar, berdasarkan gosip bahasannya, yang jelas akan tersebar jauh lebih luas lagi, tidak lama sesudah ibadah itu berakhir.

Karena itu pentingnya keseimbangan prosentasi yang sehat di dalam khotbah tidak boleh dilalaikan. Firman Tuhan harus berfokus hanya pada kebenaran isi Alkitab, dan berakar kuat di dalamnya.

Tentu saja penerapan-penerapannya di dalam kehidupan masyarakat kristiani sehari-hari juga sangat penting, untuk memudahkan pengertian dalam menghayati perintah Tuhan yang sebenarnya, sebab firman-Nya adalah firman yang hidup sepanjang masa. Tetapi penerapan firman Tuhan pada kehidupan sehari-hari masa kini bukanlah berarti memberikan kepada kita lisensi, serta kebebasan untuk menyebutkan nama-nama orang lain di dalam khotbah, membanding-bandingkan mereka dengan kita, bahkan melecehkan mereka dengan tujuan melucu di atas mimbar untuk mendapatkan sambutan ria penuh tawa dari jemaat.

Kita harus berhati-hati, bahwa bukan penerapan-penerapannya yang ditekankan di dalam khotbah, oleh karena pengalaman-pengalaman pribadi kita, tetapi yang harus mutlak menjadi landasan khotbah adalah firman yang keluar dari mulut Allah!

Kalau sebelumnya telah tercantum di atas, bahwa Tuhan menista dan membenci orang-orang yang gemar bergunjing-ria atas nama mereka sendiri, apalagi kalau mereka menggosipkan umat-Nya yang lain dengan mengatas-namakan firman-Nya!

Pandangan/tafsiran mengenai isi Alkitab sesuai dengan tradisi atau doktrin juga sering dipergunakan sebagai senjata untuk menghakimi denominasi-denominasi tertentu lainnya yang mempunyai tafsiran yang berbeda. Ingatlah, tafsiran-tafsiran manusia biasa bukanlah suatu jaminan yang pasti bahwa itu adalah wahyu Tuhan yang sebenarnya! Mencari kesalahan, dan sekaligus mengecam mereka dari atas mimbar dan di depan umum, terutama terhadap hamba-hamba Tuhan yang lain, sebagai … hamba-hamba Tuhan yang palsu atau keliru adalah suatu tindakan tak terpuji yang mempermalukan Tuhan dan umat kristiani lainnya yang tidak bersalah.

Ingatlah, gosip dapat meluncur keluar dari arah bidikan dengan mudah sekali seperti lidah api yang menjalar cepat, melanda dan menghanguskan yang sebenarnya bukan menjadi sasaran utamanya. Pada akhirnya yang menerima kabar angin tersebut, umumnya adalah orang-orang yang berada di luar tubuh Kristus! Apakah reaksi yang akan mereka berikan, jika menyaksikan hal-hal seperti itu terjadi dikalangan orang-orang yang seharusnya menjadi teladan untuk memenangkan jiwa mereka bagi Kerajaan Tuhan? Apakah perbuatan-perbuatan itu tidak menjatuhkan kebesaran nama Tuhan, dan juga sekaligus mempermalukan orang-orang Kristen pada umumnya?

“…, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan …” (Yudas 1:16)

(Nantikan artikel lanjutannya!)
 

 | Kumpulan Artikel |  Biodata |

 
 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi