» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» KRISTIANI AUSTRALIANA                                                                 John Adisubrata

 

BUAH MULUT (GOSIP)
Oleh: John Adisubrata

“APAKAH GOSIP ITU?”


“TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;” (Mazmur 15:1-3)

“APAKAH GOSIP ITU?”

Gosip/Gunjing (halusnya: ‘Buah Mulut’) adalah tindakan seseorang yang melanjutkan, atau menyampaikan suatu informasi, dimana ia tidak menjadi bagian dari informasi tersebut, dan ia juga bukan menjadi solusi, atau jalan keluar untuk penyelesaian persoalan di dalam informasi yang diberitakan olehnya.

“DIHEMBUS OLEH KABAR ANGIN”

Gosip dapat berbentuk sebagai penyampaian suatu berita kepada satu atau sekelompok orang dengan tujuan untuk mendiskreditkan nama orang(-orang) lain yang bersangkutan di dalam informasi tersebut.

Gosip, yang dapat juga disebut ‘Kabar Angin’ sering mempunyai sepercik dasar kebenaran yang diketahui oleh si penerima kabar, tetapi kemudian diubahkan oleh si pemberi kabar dengan menambahkan suatu kisah khayalan seputar dasar kebenaran tersebut, dengan melebih-lebihkannya sedemikian rupa, sehingga pada akhirnya informasi yang disampaikan menjadi suatu berita yang tidak sesuai lagi dengan keadaan yang sesungguhnya.

Tanpa persetujuan atau ijin dari orang yang dipercakapkan, gunjing bisa berbentuk seperti: penganalisaan negatif paras (bentuk tubuh) seseorang, pengamatan yang kritis mengenai tingkah-lakunya, bahkan pengecaman akan perbuatan yang diduga telah dikerjakan oleh orang lain, menurut persepsi atau asumsi penyebar fitnah itu sendiri, tanpa bukti-bukti nyata yang dapat dipertanggung-jawabkan.

Gosip bisa dimulai oleh dua individu dengan suatu percakapan murni yang amat ‘innocent’ dan asal-asalan, tanpa mempunyai maksud jahat atau tujuan-tujuan tertentu untuk mempercakapkan seseorang dan ‘affairs’-nya. Tetapi tanpa mereka sadari, itulah yang menjadi akhir tema perbincangan mereka. Jika percakapan tersebut ditinjau kembali dengan teliti, hati nurani mereka akan segera menyatakan, bahwa percakapan yang mereka lakukan tersebut tidak berbeda sama sekali dengan bergunjing-ria.

Tuhan amat membenci, bahkan menista gosip, apalagi kalau hal itu sudah dihiasi secara indah dengan tipuan seperti: ‘permohonan doa bersama’, untuk pemeran utama yang ada di dalam gosip tersebut. Tuhan berkata: Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.” (Amsal 16:28)

Today's English Version/Good News Translation menterjemahkan ayat itu seperti ini: “Gossip is spread by wicked people; they stir up trouble and break up friendships.” Sungguh suatu terjemahan yang jelas mengartikan, bahwa PARA PENYEBAR GUNJING adalah ORANG-ORANG YANG JAHAT di mata Tuhan!

Gosip selalu menjadi penyebab kesedihan hati, keputus-asaan dan perpecahan-perpecahan. Dan kejahatan seperti ini dengan mudah dapat menghancurkan persahabatan dan persekutuan kudus di dalam tubuh Kristus. Dengan jelas sekali Tuhan menganjurkan kepada kita untuk menghadapi dan menegur secara pribadi orang-orang yang telah menyebabkan perpecahan-perpecahan yang terjadi di kalangan orang-orang Kristen.

Kemungkinan besar mereka akan menjadi tersinggung dan marah, dan meninggal kan persekutuan, bahkan meninggalkan tempat ibadah kita bersama, jika kita menegur tindakan-tindakan mereka yang telah menyebabkan adanya perpecahan di dalam gereja Tuhan. Tetapi yang pasti, persekutuan bersama orang-orang kristiani yang kudus jauh lebih penting dari pada mempertahankan seseorang yang jelas menjadi pemfitnah dan pengacau kesejahteraan hidup umat percaya. Apalagi yang telah menolak teguran saudaranya!

Titus 3:10 mengatakan, “Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasehati, hendaklah engkau jauhi.”


(Nantikan artikel lanjutannya!)
 

 | Kumpulan Artikel |  Biodata |

 
 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi