|
“TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?
Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia
yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil
dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang
tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak
berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan
cela kepada tetangganya;” (Mazmur 15:1-3)
“APAKAH GOSIP ITU?”
Gosip/Gunjing (halusnya: ‘Buah Mulut’) adalah tindakan
seseorang yang melanjutkan, atau menyampaikan suatu
informasi, dimana ia tidak menjadi bagian dari informasi
tersebut, dan ia juga bukan menjadi solusi, atau jalan
keluar untuk penyelesaian persoalan di dalam informasi
yang diberitakan olehnya.
“DIHEMBUS OLEH KABAR ANGIN”
Gosip dapat berbentuk sebagai penyampaian suatu
berita kepada satu atau sekelompok orang dengan tujuan
untuk mendiskreditkan nama orang(-orang) lain yang
bersangkutan di dalam informasi tersebut.
Gosip, yang dapat juga disebut ‘Kabar Angin’ sering
mempunyai sepercik dasar kebenaran yang diketahui oleh
si penerima kabar, tetapi kemudian diubahkan oleh
si pemberi kabar dengan menambahkan suatu kisah
khayalan seputar dasar kebenaran tersebut, dengan
melebih-lebihkannya sedemikian rupa, sehingga pada
akhirnya informasi yang disampaikan menjadi suatu berita
yang tidak sesuai lagi dengan keadaan yang sesungguhnya.
Tanpa persetujuan atau ijin dari orang yang dipercakapkan,
gunjing bisa berbentuk seperti: penganalisaan negatif
paras (bentuk tubuh) seseorang, pengamatan yang kritis
mengenai tingkah-lakunya, bahkan pengecaman akan perbuatan
yang diduga telah dikerjakan oleh orang lain, menurut
persepsi atau asumsi penyebar fitnah itu sendiri, tanpa
bukti-bukti nyata yang dapat dipertanggung-jawabkan.
Gosip bisa dimulai oleh dua individu dengan suatu
percakapan murni yang amat ‘innocent’ dan
asal-asalan, tanpa mempunyai maksud jahat atau
tujuan-tujuan tertentu untuk mempercakapkan seseorang dan
‘affairs’-nya. Tetapi tanpa mereka sadari, itulah
yang menjadi akhir tema perbincangan mereka. Jika
percakapan tersebut ditinjau kembali dengan teliti, hati
nurani mereka akan segera menyatakan, bahwa percakapan
yang mereka lakukan tersebut tidak berbeda sama sekali
dengan bergunjing-ria.
Tuhan amat membenci, bahkan menista gosip, apalagi kalau
hal itu sudah dihiasi secara indah dengan tipuan seperti:
‘permohonan doa bersama’, untuk pemeran utama yang
ada di dalam gosip tersebut. Tuhan berkata: “Orang
yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang
pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.” (Amsal
16:28)
Today's English Version/Good News Translation
menterjemahkan ayat itu seperti ini: “Gossip is spread
by wicked people; they stir up trouble and break up
friendships.” Sungguh suatu terjemahan yang jelas
mengartikan, bahwa PARA PENYEBAR GUNJING adalah
ORANG-ORANG YANG JAHAT di mata Tuhan!
Gosip selalu menjadi penyebab kesedihan hati,
keputus-asaan dan perpecahan-perpecahan. Dan kejahatan
seperti ini dengan mudah dapat menghancurkan persahabatan
dan persekutuan kudus di dalam tubuh Kristus.
Dengan jelas sekali Tuhan menganjurkan kepada kita untuk
menghadapi dan menegur secara pribadi orang-orang yang
telah menyebabkan perpecahan-perpecahan yang terjadi di
kalangan orang-orang Kristen.
Kemungkinan besar mereka akan menjadi tersinggung dan
marah, dan meninggal kan persekutuan, bahkan meninggalkan
tempat ibadah kita bersama, jika kita menegur
tindakan-tindakan mereka yang telah menyebabkan adanya
perpecahan di dalam gereja Tuhan. Tetapi yang pasti,
persekutuan bersama orang-orang kristiani yang kudus
jauh lebih penting dari pada mempertahankan seseorang
yang jelas menjadi pemfitnah dan pengacau kesejahteraan
hidup umat percaya. Apalagi yang telah menolak teguran
saudaranya!
Titus 3:10 mengatakan, “Seorang bidat yang sudah satu dua
kali kaunasehati, hendaklah engkau jauhi.”
(Nantikan artikel lanjutannya!)
|