|
SECARA umum ada beberapa pengertian tentang iman. Menurut
beberapa filsuf, iman adalah sesuatu hal yang ber-ada di
antara pendapat biasa dan pengetahuan. Artinya, manusia
menerima, kemudian percaya, tetapi belum tentu apa yang dia
per-cayai itu benar. Dalam pengertian ini nilai iman lebih
rendah dari pe-ngetahuan yang pasti. Ada juga yang mengatakan
kalau iman itu suatu kepercayaan yang muncul sebagai suatu
kepastian. Di sini, iman diidentikkan dengan pengetahuan. Jadi,
apa yang dipercayai itu karena apa yang diketahui. Di sini
iman sederajat dengan pengetahuan. Singkat kata, ada yang
menaruh iman di bawah penge-tahuan, ada yang membuatnya
sejajar dengan pengetahuan, ada yang membuatnya di atas
pengetahuan, dan sebagainya.
Iman di dalam pandangan umum memiliki semacam tingkat
kualifikasi. Namun perlu juga kita me-ngerti bahwa tanpa sadar,
penger-tian-pengertian seperti ini banyak sekali kita pakai
dalam kehidupan kita, bersama dengan Tuhan, da-lam kehidupan
beragama kita. Bu-kankah di antara kita banyak yang mau
percaya karena memang sudah tahu dan pasti yang dipercaya itu?
Atau mungkin juga kita percaya karena pengalaman. Mi-salnya
setelah berdoa, penyakit kita langsung sembuh. Jadi kita
percaya Tuhan itu hidup. Sebaliknya, coba seandainya penyakit
ti-dak sembuh, maka bisa jadi kita tidak akan percaya.
Masuknya pengertian-pengertian iman secara umum ini ke
pema-haman iman Kristen, jelas berbahaya, karena banyak
pemahaman ini dibalut dengan ayat-ayat Alkitab. Dengan dibalut
ayat-ayat suci, pe-mahaman seperti ini memang tam-pak manis,
tetapi sebenarnya sangat rapuh. Ini menjadi sebuah peringatan
bagi orang Kristen supaya ja-ngan sampai terjebak pada pola
pikir dunia. Kalau konsep dunia itu dikatakan sebagai iman,
betapa murahnya iman kritsiani itu. Kalau iman itu hanya
sekadar apa yang kita ketahui, kita alami, lalu di mana letak
iman yang berpusat kepada Kristus itu?
Sekarang, mari kita lihat pengertian iman secara kristiani.
Dalam pengertian khusus (kristiani) ini, iman merupakan
anugerah dari Tu-han. Iman ini dianugerahkan bagi orang yang
diperkenankan-NYA dan menjadi percaya kepada-Nya. Jadi, iman
dianugerahkan oleh Allah. Iman tidak kita bawa dari lahir,
iman bukan merupakan bakat. Iman tidak ada dengan begitu saja
dalam diri manusia. Iman adalah sesuatu yang diperkenankan,
dianu-gerahkan oleh Allah, khususnya di dalam iman mengenal
DIA, Yesus Kristus Tuhan.
(Nantikan Khotbah Populer selanjutnya!)
|