» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 














 











 
» KHOTBAH POPULER                                                                          Pdt. Bigman Sirait


IMAN YANG SEJATI
BERAWAL DAN BERAKHIR PADA KRISTUS
Oleh : Pdt. Bigman Sirait
 


SECARA umum ada beberapa pengertian tentang iman. Menurut beberapa filsuf, iman adalah sesuatu hal yang ber-ada di antara pendapat biasa dan pengetahuan. Artinya, manusia menerima, kemudian percaya, tetapi belum tentu apa yang dia per-cayai itu benar. Dalam pengertian ini nilai iman lebih rendah dari pe-ngetahuan yang pasti. Ada juga yang mengatakan kalau iman itu suatu kepercayaan yang muncul sebagai suatu kepastian. Di sini, iman diidentikkan dengan pengetahuan. Jadi, apa yang dipercayai itu karena apa yang diketahui. Di sini iman sederajat dengan pengetahuan. Singkat kata, ada yang menaruh iman di bawah penge-tahuan, ada yang membuatnya sejajar dengan pengetahuan, ada yang membuatnya di atas pengetahuan, dan sebagainya.

Iman di dalam pandangan umum memiliki semacam tingkat kualifikasi. Namun perlu juga kita me-ngerti bahwa tanpa sadar, penger-tian-pengertian seperti ini banyak sekali kita pakai dalam kehidupan kita, bersama dengan Tuhan, da-lam kehidupan beragama kita. Bu-kankah di antara kita banyak yang mau percaya karena memang sudah tahu dan pasti yang dipercaya itu? Atau mungkin juga kita percaya karena pengalaman. Mi-salnya setelah berdoa, penyakit kita langsung sembuh. Jadi kita percaya Tuhan itu hidup. Sebaliknya, coba seandainya penyakit ti-dak sembuh, maka bisa jadi kita tidak akan percaya.

Masuknya pengertian-pengertian iman secara umum ini ke pema-haman iman Kristen, jelas berbahaya, karena banyak pemahaman ini dibalut dengan ayat-ayat Alkitab. Dengan dibalut ayat-ayat suci, pe-mahaman seperti ini memang tam-pak manis, tetapi sebenarnya sangat rapuh. Ini menjadi sebuah peringatan bagi orang Kristen supaya ja-ngan sampai terjebak pada pola pikir dunia. Kalau konsep dunia itu dikatakan sebagai iman, betapa murahnya iman kritsiani itu. Kalau iman itu hanya sekadar apa yang kita ketahui, kita alami, lalu di mana letak iman yang berpusat kepada Kristus itu?

Sekarang, mari kita lihat pengertian iman secara kristiani. Dalam pengertian khusus (kristiani) ini, iman merupakan anugerah dari Tu-han. Iman ini dianugerahkan bagi orang yang diperkenankan-NYA dan menjadi percaya kepada-Nya. Jadi, iman dianugerahkan oleh Allah. Iman tidak kita bawa dari lahir, iman bukan merupakan bakat. Iman tidak ada dengan begitu saja dalam diri manusia. Iman adalah sesuatu yang diperkenankan, dianu-gerahkan oleh Allah, khususnya di dalam iman mengenal DIA, Yesus Kristus Tuhan.

                                                              (Nantikan Khotbah Populer selanjutnya!)

 

| A R S I P | BIODATA |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi