|

Ang Tek Khun
Namanya masih tiga huruf, Ang Tek Khun,
nama yang tak sempat digantinya hingga saat ini—karena
membutuhkan
kesabaran tinggi dan biaya tinggi.
Lahir di Donggala, menimba ilmu psikologi di Surabaya, dan
bergiat
di perbukuan dari kota Yogyakarta sejak tahun 1992—sebagai
bagian dari tekadnya untuk turut berkontribusi dalam
menyapa
hidup sebanyak mungkin orang, melalui buku-buku
yang touching heart, sharping mind, empowering life
Ada dua buku yang sangat mempengaruhi diri-nya,
membuat
hidupnya terarah dan selalu fokus, yaitu Book of the
books (JC & Friends) dan Catatan Seorang Demonstran
(Soe Hok Gie), di samping sangat dipengaruhi oleh
pelajaran budi pekerti di kala sekolah dasar.
Sempat bergiat di dunia sastra saat kuliah dan menulis
banyak cerpen remaja, sehingga karyanya pernah muncul di
banyak media
massa dan diundang dalam acara-acara sastra di Surabaya,
Solo, Jakarta (TIM). Puisi-puisi diikutsertakan di
beberapa
buku antologi dan terkumpul dalam Nyanyian Bukit Karang
(1987).
Namanya oleh Korrie Layun Rampan dimasukkan dalam buku
“Leksikon Susastra Indonesia” terbitan Balai Pustaka.
Setelah “cuti” menulis lebih dari 10 tahun, ia mulai (belajar)
menulis
lagi di tahun 2000-an setelah mendapat undangan
Andrias Harefa untuk menulis di Komunitas Pembelajar
Mahardika (www.pembelajar.com).
Sejak itu ia mulai terbang dengan banyak ide buku
untuk ditulis di kepala.
Dan tentu saja, sebagai editor, ia sendiri turut
“melahirkan” banyak buku dan pengarang.
Harus diakui, buku adalah istri pertamanya.
Dan toko buku adalah oase tempat ia menyegarkan pikiran,
bagai kijang dilepas di padang rumput.
Tak heran bila cita-citanya saat ini adalah ingin
mengunjungi semua toko buku Gramedia
yang ada di Indonesia.
|