Pernahkah Anda menghadapi satu situasi yang berat sampai-sampai Anda merasa sulit untuk mentaati Firman Tuhan? Atau pernahkah Anda mengalami suatu masalah yang sepertinya Anda tidak bisa atasi? Pada saat-saat inilah Anda harus meminta Tuhan untuk memberikan kasih-karuniaNya supaya Anda bisa berkemenangan atas keadaan Anda.
Banyak dari Anda yang mungkin sudah mendengar arti dari kasih-karunia Tuhan. Mungkin Anda mengerti tehtang konsep kasih-karunia. Tetapi, apakah Anda benar-benar tahu dan yakin apa arti dari kasih-karunia-Nya? Tahukah Anda bahwa ada tujuan dan maksud dibalik kasih-karunia tersebut? Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat pada perumpamaan berikut.
Ada seorang bapak yang anaknya meninggal akibat tertabrak mobil. Maka bapak tersebut mempunyai tiga pilihan. Yang pertama, dia bisa mendatangi orang yang menabrak dan membunuhnya. Ini disebut balas dendam. Kedua, si bapak bisa menyerahkan penabrak tersebut ke tangan polisi. Yang pada akhirnya orang tersebut akan diadili. Ini disebut keadilan.
Atau yang ketiga, bapak itu bisa juga melakukan sesuatu yang secara kapasitas manusia tidak mungkin dilakukan. Yaitu dengan mengampuni si penabrak tersebut dan kemudian mengadopsinya sebagai anaknya sendiri. Lalu dia memberikan semua warisannya kepada si penabrak dan menganggapnya seperti anak kandungnya sendiri. Ini yang dinamakan kasih-karunia.
Seperti gambaran di atas, Tuhan telah menghapus semua dosa-dosa kita dan mengangkat status kita sejajar dengan Yesus. Dia rela mati supaya kita bisa terbebaskan dari hidup menurut hukum taurat. Karena hukum membuat mata anda terfokus pada kegagalan Anda. Tapi kasih-karunia membuat mata anda terfokus pada kasihnya Tuhan.
Coba bayangkan apabila sang bapak di atas menyerahkan si penabrak ke pengadilan. Mungkin si penabrak akan menghabiskan sisa hidupnya menyesali perbuatannya. Tetapi bayangkan apa yang si penabrak akan rasakan sewaktu bapak tersebut mengampuninya dan mewariskannya harta kekayaan. Pastinya si penabrak tidak akan terlalu fokus dengan kesalahannya bukan?
Seperti itulah kasih-karunia yang Tuhan berikan pada kita semua. Kasih karunia memberikan Anda kekuatan untuk hidup sesuai Firman. Kasih karunia-Nya lah yang meyakinkan Anda bahwa Dia akan membuat Anda lebih dari pemenang.
| Law gives a picture of righteousness.
Grace gives the power to live a righteous life. (Hukum memberi Anda gambaran tentang hidup yang benar.
Kasih-karunia memberi Anda kekuatan untuk hidup benar.) |
Jadi, fokuskan pikiran Anda pada kasih-karunian-Nya. Ingat bahwa Tuhan memberikan kasih karunia-Nya setiap hari khusus kepada Anda. Belajar untuk menerima kasih karunia-Nya karena hanya kasih karunia-Nya yang memampukan kita hidup berkemenangan.
Katakan kepada-Nya: ”Tuhan, ampuni Aku karena selama ini Aku lebih suka hukum Taurat daripada kasih-karunia-Mu. Aku mau hidup berkemenangan dan menghasilkan buah, tetapi Aku akan butuh kasih-karunia-Mu untuk berbuat demikian. Ajari Aku untuk berjalan dalam kasih karunia-Mu. Mulai dari hari ini Aku membuat komitment untuk mem-fokuskan mata dan pikiran-Ku hanya kepada kasih karunia-Mu dan bukan kepada hukum Taurat. Dalam nama Yesus, Amin.”
Dalam kasih-Nya,
Maria Magdalena Ministries
www.mmmindo.org
Copyright 2007
Kekristenan bukanlah suatu peraturan atau hukum yang harus ditaati. Kekristenan adalah bagaimana Anda bisa berjalan dengan Tuhan di tengah – tengah badai, tantangan dan serangan, di tengah masa depan yang tidak menentu, oleh karena Kasih Karunia-Nya. Anda tidak bisa bergaul intim dengan Yesus karena mengikuti peraturan, persyaratan. Anda bergaul intim dengan Dia, oleh karena Kasih Karunia-Nya. Itu berarti jika Anda ingin melihat tangan Tuhan yang luar biasa melindungi Anda, Anda tidak bisa mengandalkan kekuatan Anda sendiri, tetapi Anda harus mengandalkan Tuhan, mengakui Tuhan dalam segala lakumu (Amsal 3:5-8).
Efesus 2:1-6
“Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita—oleh kasih karunia kamu diselamatkan— dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,”
Firman Tuhan di atas berbicara mengenai grace (kasih karunia), yang bisa diterjemahkan melalui gambaran, jika anak Anda mengalami kecelakaan (ditabrak) dan kemudian meninggal, maka ada 3 hal yang bisa dilakukan :
1. Memanggil orang yang menabrak itu dan langsung menjadi hakim sendiri dengan membunuhnya. Ini dinamakan balas dendam.
2. Atau, memberikan si pembunuh tersebut kepada hukum, kepada otoritas setempat dengan melapor pada polisi, membiarkan dia diadili dan masuk penjara. Ini namanya keadilan.
3. Atau, melakukan sesuatu yang secara kapasitas manusia tidak mungkin untuk dilakukan, yaitu dengan mengampuni si pembunuh tersebut, kemudian mengadopsinya untuk menggantikan posisi anak Anda, lalu memberikan semua tempat dan hartanya anak Anda kepada dia. Ini yang dinamakan grace (kasih karunia), rahmat.
Kasih karunia adalah sesuatu yang Anda terima, yang sebetulnya Anda tidak layak menerimanya. Dimana ada kasih karunia, disitu ada warisan. Belas kasihan (mercy) tidak sama dengan kasih karunia (grace). Belas kasihan adalah mengampuni, Anda tidak menerima hukuman yang seharusnya Anda terima. Tetapi setelah mengampuni, belum tentu akan ada hubungan lagi dengan orang tersebut. Sedangkan jika Anda penuh dengan kasih karunia, maka Anda akan mengampuni dan tetap memiliki hubungan damai dengan orang tersebut. Ini yang Tuhan lakukan pada kita setiap harinya.
Tetapi mayoritas orang Kristen lebih cenderung pada peraturan dan ketentuan, lebih suka dibelenggu oleh hukum. Padahal hukum akan memperbesar kelemahanmu, dosamu, kegagalanmu. Hukum yang diberikan Tuhan kepada orang Israel, hukum Taurat, tidak bisa menggenapi perjanjian Allah dengan Abraham, sebab hukum tersebut hanya diberikan sebagai penuntun, guru bagi orang Israel sampai Kristus muncul. Pada waktu Kristus muncul, kasih karunia dan kebenaran muncul. Dengan kata lain, selama Anda ada didalam Dia, Kasih Karunia Tuhan selalu memegang Anda, Dia tidak akan melepaskan Anda, mengijinkan setan menarik Anda (Yohanes 10:28 “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”).
Oleh karena itu, jika Anda berjalan dengan Kasih Karunia Tuhan, Anda dijamin aman dan selamat, dan Anda akan berbuah – buah banyak.
Yohanes 15:5
“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Kekristenan Anda dilihat dari buahnya. Yesus berkata bahwa Dia adalah pokok dan Anda adalah rantingnya, itu berarti ranting tidak akan bisa hidup atau menghasilkan buah, kecuali menempel pada pohon / pokoknya. Semua bahan yang Anda butuhkan untuk berbuah, ada pada pokoknya. Anda tidak berbuah karena Anda bekerja keras untuk berbuat baik, itu adalah hukum, tapi Anda berbuah karena Anda menempel pada Dia, Anda akan menerima kehidupan, vitamin, dan nutrisi dari Dia. Dan jika Anda berada diluar Dia, Anda tidak akan bisa berbuat apa – apa, sebab setiap ranting yang terpisah dari pokoknya, yang tidak berbuah, akan dipotong. Dan Kristen yang tidak berbuah adalah Kristen yang tidak berjalan, tidak menempel pada pokoknya, Kristen yang terbelenggu dengan peraturan. Orang Kristen yang 100 % tidak ada buahnya, maka akan diputus dari pokoknya. Untuk Anda bisa berbuah, Anda harus mengerti bagaimana kehidupan kekristenan itu, Anda harus mengerti bahwa Anda diselamatkan oleh karena Kasih Karunia-Nya, Anda dipegang oleh tangan-Nya, dan tidak ada satupun yang bisa merebut Anda dari tangan-Nya. Anda tidak bisa sibuk dengan keagamawianmu, dengan program pelayananmu, tetapi tidak ada buahnya. Setiap kali Anda menghidupi firman, maka ada buah yang akan Anda tuai, dan itu buah akan bisa dilihat oleh orang lain. |
Efesus 2:1 (KJV)
“And you hath he quickened, who were dead in trespasses and sins;”
Pada dasarnya, kita semua ini sebetulnya sudah mati rohani, mati karena pelanggaran – pelanggaran dan dosa – dosa kita, tetapi kemudian kita dihidupkan, dibangkitkan kembali oleh Roh Kudus. Semua dari kita, sebelum kita lahir baru, sebelum datang ke Tuhan, kita hidup dibawah murka bukan dibawah berkat, sebab kita semua adalah orang yang berdosa. Tetapi pada waktu Anda maju ke altar call, Allah Bapa mengampunimu, Dia mengadopsi Anda, dan memberikan harta warisan-Nya pada Anda. Ini yang Tuhan lakukan setiap hari sampai detik ini kepada Anda.
Mayoritas orang Kristen lebih senang hidup berdasarkan kepada hukum Taurat dan berkata bahwa Anda tidak layak, Anda sudah melanggar, melawan hukum. Selama Anda memiliki hubungan hukum Taurat dengan Tuhan, maka dasarnya Anda adalah takut. Tapi selama Anda berjalan dengan hubungan intim dengan Tuhan, dengan Kasih Karunia-Nya, sekalipun Anda maju untuk altar call dan mengakui dosamu, matamu tidak melihat ke dosamu, tapi matamu melihat ke belas kasihannya Tuhan. Setiap orang yang maju altar call akan kembali ke dosanya, jika mata mereka hanya fokus kepada kegagalan mereka dan kepada diri mereka sendiri, bukan kepada belas kasihannya Tuhan. Jadi, problemnya adalah pada mata Anda.
Jadi, apakah arti kata ‘grace’? Grace adalah kasih yang ke bawah, kasih yang diberikan pada orang yang lebih rendah derajatnya. Dan setiap hari Tuhan memberikan kasih seperti itu kepada Anda, tapi problemnya adalah orang Kristen tidak bisa menerima kasih itu, sebab mereka melihat Bapa di sorga seperti bapa dibumi, kejam dan keras. Berikut adalah kasih karunia berdasarkan alkitab :
• Kasih karunia bisa berkata sambil terpaku di kayu salib, “Bapa, ampuni mereka. Sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan kepada Dia.”
• Kasih karunia berkata kepada perempuan yang tertangkap melakukan perzinahan, “Aku tidak menghakimi kamu. Pergilah dan jangan berdosa lagi!”
Kasih karunia, kebenaran, hanya tersedia melalui Yesus, sebab Yohanes 1:14 berkata “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”, sedangkan hukum Taurat diberikan oleh Tuhan melalui Musa. Pada waktu hukum diberikan, dosamu menjadi kelihatan. Oleh karena itu, jika Anda ikut Tuhan dengan hukum Taurat, maka hukum tersebut akan membesarkan, mengkonsentrasikan Anda untuk selalu melihat kesalahan Anda atau kesalahan orang, sampai Anda tidak mampu berubah. Hukum Taurat membuat Anda menjadi sadar akan dosamu yang begitu besar, sehingga Anda tidak bisa melihat kasih karunia Tuhan pada Anda. Tetapi jika matamu tertuju kepada Yesus, maka Anda akan melihat kasih karunia-Nya lebih besar daripada dosamu. Dan oleh karena kepenuhan yang Anda terima dari kemuliaan-Nya, Anda menerima grace upon grace. Anda tidak akan menerima kasih karunia sampai Anda bertemu kemuliaan Allah. Semakin banyak Anda menerima Kasih Karunia Tuhan, maka semakin banyak kemuliaan yang Anda terima, dan Anda semakin berubah (Roma 5:18-20).
Filipi 2:12-13
“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.”
Kuncinya untuk Anda hidup dalam Kasih Karunia Tuhan adalah kemana pun Anda pergi, Anda harus menempel pada Yesus, jangan pernah melawan Tuhan. Sebab kasih karunia Tuhan itu melihatnya jauh melampaui dosamu
(Tunggu artikel selanjutnya !)
|