|
Anda adalah
generasi Yosua! Pesan Tuhan bagi gereja-Nya adalah kita harus
siap menyeberangi sungai Yordan untuk masuk ke Tanah
Perjanjian.
Tanah Perjanjian berisi segala warisan Tuhan bagi umat-Nya.
Allah mau agar umat-Nya memiliki warisan-Nya. Untuk itu kita
sebagai umat-Nya tidak bisa tetap berada di padang gurun. Kita
harus pindah dari padang gurun ke Tanah Perjanjian. Destinasi
bagi gereja Tuhan adalah Tanah Perjanjian.
Jika Anda ingin belajar kitab Yosua maka Anda harus mengerti
kitab Kejadian sampai Ulangan sebab:
1. Kitab Kejadian adalah mengenai Allah memilih manusia
sebagai partner-Nya.
2.Kitab Keluaran adalah mengenai Allah menebus manusia (dengan
cara me ngangkat Musa sebagai penebus).
3. Kitab Imamat adalah mengenai Allah memanggil manusia.
4. Kitab Bilangan adalah mengenai Allah berbicara kepada
manusia.
5. Kitab Ulangan adalah mengenai Alah memerintahkan manusia.
6. Kitab Yosua adalah mengenai Allah menaklukkan melalui
manusia.
Generasi Yosua adalah generasi yang supranatural. Ketika kita
lahir baru, dibaptis Roh Kudus, dilepaskan dari ikatan setan
dan belenggu dosa, saat itu kita bertemu dengan kuasa
supranatural. Kita menjadi orang yang supranatural, bukan lagi
manusia alami.
Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN
kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: “Hamba-Ku Musa
telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang,
seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa
ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada
orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh
telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah
Kujanjikan kepada Musa. – Yosua 1:1-3.
Bagaimana umat Tuhan masuk ke Tanah Perjanjian? Ada tujuh
langkah untuk menyeberangi sungai Yordan, yaitu Anda harus:
1. Bersiap pindah dari daging (Yosua 1:2)
Sebelum menyeberang, Anda harus bangkit dan bersiap-siap.
Bersiap artinya pindah dari Sitim – artinya hidup dalam
kedagingan (Yosua 3:1) ke sungai Yordan – artinya hidup di
alam roh, yaitu dengan berdoa. Doa mematikan daging kita dan
membawa kita masuk ke alam roh. Bangkit dari masalah dan
berdoa, berlutut dan cari wajah-Nya!
2. Menyeberang dari alam kedagingan ke alam roh (Yosua 1:2)
Yaitu melalui penyembahan. Kita mengagungkan dan membesarkan
Tuhan dengan puji-pujian dan pengagungan yang keluar dari
mulut kita. Penyembahan membawa kita masuk ke ruang kudus.
Pada waktu Anda mengalami tekanan dan tidak tahu harus berbuat
apa, maka ada satu hal yang dapat Anda lakukan yaitu memuji
dan menyembah Dia!
Kecenderungan manusia ketika menghadapi masalah adalah bingung,
kacau dan mengijinkan semua yang negatif masuk dalam pikiran.
Akibatnya perkataan yang keluar juga negatif.
Hukum pengakuan sangat besar kuasanya dalam kerajaan surga.
Jika perkataan yang negatif keluar dari mulut kita maka
perkataan negatif itu akan menguasai kita dan kita tidak akan
melihat titik terang dari Tuhan yang membawa kita keluar dari
masalah.
3. Menginjak dengan memperkatakan janji Allah (Yosua 1:8)
Di alam dunia, cara kita menginjak adalah dengan mengangkat
kaki lalu menginjak. Di alam roh, menginjak yang dimaksud
adalah menginjak ular dan kalajengking. Artinya menginjak
setan yang menguasai daerah tersebut. Kita menginjak dengan
kuasa pengakuan iman kita, yaitu memperkatakan firman Allah.
Pada waktu kita memperkatakan janji Allah dengan hati yang
percaya maka kita masuk dalam kesepakatan dengan Tuhan, maka
apa pun yang kita minta akan terjadi (Matius 18:19).
4. Kuasa kebangkitan Yesus (Yosua 1:11)
Yosua memerintahkan bangsa Israel untuk menyeberangi sungai
Yordan dalam tiga hari. Tiga hari melambangkan kebangkitan.
Dalam tiga hari, jika kita bersiap dalam doa, pindah dari alam
daging ke alam roh dengan menyembah dan memperkatakan janji
Allah, maka kita akan melihat kuasa kebangkitan Yesus. Setelah
bertemu dengan kuasa kebangkitan-Nya, kita akan menyeberangi
sungai Yordan untuk menduduki Tanah Perjanjian.
5. Menduduki dan tinggal di alam roh (Yosua 1:11)
Menduduki berarti memiliki (menjadi milik kita). Setelah satu
kali bertemu dengan kuasa supranatural yaitu kuasa
kebangkitan-Nya, tetaplah tinggal di dalam kuasa kebangkitan
itu setiap hari. Tetap tinggal dalam kuasa Roh Kudus-Nya!
Jangan hanya sekali-kali saja. Tinggallah dalam kuasa
urapanNya! Jangan hanya merasakan urapan di persekutuan doa.
Hadirat Tuhan dapat dirasakan di mana pun kita berada. Hadirat
Tuhan menyertai kita senantiasa, Jangan menjadi Kristen hanya
pada hari Sabtu dan Minggu, tetapi hari Senin sampai Jumat
berkelakuan seperti setan.
6. Bertemu dengan hadirat Tuhan (Yosua 3:2-4)
Tabut perjanjian Tuhan melambangkan hadirat Tuhan. Setelah
bangsa Israel bertemu dengan tabut perjanjian Tuhan, maka
Tuhan memerintahkan kepada bangsa Israel untuk menguduskan
diri mereka. Tuhan selalu menyatakan hadirat-Nya terlebih
dahulu untuk membuat kita menjadi kudus. Tuhan mengijinkan
hadirat-Nya turun terlebih dahulu pada kita agar kita dapat
bercermin pada diri sendiri karena kemuliaan Allah akan
menunjukkan pada diri kita betapa kotornya kita (Yesaya 6:4-5)
agar kita bertobat dan diubahkan. Oleh sebab itu, jika Anda
ingin berubah maka Anda harus membuat komitmen untuk tinggal
di hadirat Tuhan.
7. Menguduskan diri setelah bertemu dengan hadirat Tuhan (Yosua
3:5)
Hadirat Tuhan menelanjangi kekotoran kita agar kita insaf dan
bertobat. Kita menguduskan diri setelah bertemu dengan
kemuliaan Tuhan, dan kekudusan Allah dipindahkan pada kita.
Akibatnya kita akan melihat perbuatan Tuhan yang ajaib.
Jadilah generasi Yosua. Lakukan tujuh langkah tersebut, maka
Anda akan menyeberang sungai Yordan untuk memasuki Tanah
Perjanjian!
“ ....... sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah
sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju
negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel
itu. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan
teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab
TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”
(Yosua 1:2&9)
(Nantikan artikel Pengajaran
selanjutnya!) |