» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Pdt. Indri Gautama

TRANSFORMASI GEREJA (1)


“Transformasi” adalah sebuah kata yang sering didengungkan beberapa tahun belakangan ini. Kita mendengar bahwa transformasi terjadi di berbagai tempat di dunia. Kita semua mengagumi hasil transformasi di mana komunitas berubah, lingkungan berubah, desa berubah, kota berubah bahkan negara berubah. Kita semua merindukan hal itu terjadi di negara Indonesia tercinta. Secara nasional kita berdoa dan kita berpuasa. Pertanyaannya, dari mana transformasi dimulai?

Mari kita belajar mengapa gereja ada di bumi dan apa peran gereja dalam proses tranformasi. Namun sebelum kita melangkah lebih jauh, saya mau katakan kepada Anda bahwa pengajaran ini tidak ada manfaatnya bagi Anda kecuali Anda mau mengubah pola pikir kita untuk disesuaikan dengan pola pikir Allah.

Perubahan Pola Pikir
“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” – Roma 12:1-2.

Paulus memakai kata “saudara-saudara”. Yang ia maksud adalah saudara seiman, bukan orang yang tidak percaya. Saya percaya nasehat rasul Paulus ini berlaku bagi kita semua saat ini. Ia mengatakan “supaya kamu mempersembahkan tubuhmu ....”. Apakah artinya itu? Apakah kita semua menjadi hamba Tuhan full-time? Tidak, Tuhan tidak meminta itu, tetapi Ia meminta kita melakukan ayat 2 yaitu agar kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini tetapi kita memperbaharui budi. Apakah “budi” itu? Budi adalah cara atau pola berpikir atau paradigma.

Dalam Amplified Bible, Roma 12:2 ditulis demikian: “Brethren, be ye not conformed to this world but be transformed by the renewing of your mind, so that you may prove for yourselves how good, how pleasing and how perfect God’s will is for you”. Artinya, janganlah kamu konformasi atau serupa dengan dunia, tapi transformasilah, berubahlah, dengan cara memperbaharui pola berpikir supaya kamu bisa membuktikan sendiri betapa baik, betapa berkenan dan betapa sempurnanya kehendak Allah bagimu!

Kalau Anda tidak bisa membuktikan bahwa Firman itu baik bagi Anda, bahwa Firman itu berkenan, mengapa Anda harus bersaksi kepada dunia bahwa Alkitab adalah buku yang benar? Satu-satunya buku yang bisa membawa perubahan atau transformasi adalah Alkitab. Kalau hidup Anda mau berubah, pola pikir Anda harus berubah dulu, pakai pola pikir Kerajaan Sorga.

Mengapa pola pikir kita perlu berubah? Amsal 29: 18 berkata “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum”.

Dalam bahasa Inggris dikatakan “Where there is no revelation, the people cast off restraint”. Firman Allah berkata kalau umat Tuhan tidak mendapat pewahyuan yang profetis dari Dia sendiri mengenai bagaimana Allah melihat sesuatu – suatu hal, suatu situasi, suatu masa – maka umat Tuhan akan menebak-nebak dengan caranya sendiri secara liar, akibatnya binasa sebab cara pandang kita tidak sama dengan cara pandang Tuhan. Bila Anda tidak mau menjadi umat Tuhan yang liar dan binasa, maka Anda harus mengubah pola pikir dan cara pandang Anda untuk diselaraskan dengan pola pikir dan cara pandang Tuhan.

Siapa Yang Membangun Gereja?
Setelah tiba di daerah Kaisarea Filipi, Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Di tengah-tengah berbagai jawaban yang diberikan murid-murid Yesus, muncul Simon Petrus berkata: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Mendengar jawaban itu, Yesus berkata: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang mewahyukannya kepadamu, tetapi Bapa-Ku yang di sorga dan di atas pewahyuan itu Aku akan membangun jemaat-Ku”. Baca Matius 16:13-18.

Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” – Matius 16:18

Yesus sendiri dengan jelas mengatakan: “Aku akan mendirikan jemaat-Ku....”. Jadi, dari pihak Yesus lah sebenarnya ide untuk membangun gereja. Yesus yang mempunyai cetak biru bagaimana membangun gereja. Yesus yang berkomitmen untuk membangun gereja-Nya. Sampai hari ini Yesus masih melakukan bisnis, yaitu bisnis konstruksi membangun gereja.

Tuhan Yesus mati di kayu salib bukan hanya menghapus dosa manusia saja, tetapi supaya manusia berdamai dengan Allah, sehingga Dia bisa melahirkan bangsa bagi Diri-Nya sendiri, yaitu gereja-Nya.

Gereja Mula-Mula
Gereja mula-mula adalah jemaat yang pertama kali lahir di bumi setelah hari Pentakosta. Peristiwa Pentakosta dalam Kisah Para Rasul 2 menggoncangkan seluruh Yerusalem. Waktu itu di sana tinggal orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Semua orang di Yerusalem tercengang dan kaget melalui pengalaman ini.

Simon yang semula plin-plan, berubah jadi Petrus atau batu kecil. Roh Kudus yang turun atasnya membuatnya berani berbicara kepada orang banyak. Dengan lantang ia berkata bahwa Yesus, orang yang mereka bunuh dan mereka salibkan adalah Mesias.

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. – Kisah Para Rasul 2:41-42

Di gereja mula-mula, ada hubungan yang akrab antara satu dengan yang lain. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir (Kisah Para Rasul 2:46). Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Mereka bertemu di rumah-rumah dan di Bait Allah. Gereja mula-mula bertumbuh melalui sel. Begitu ada orang yang lahir baru, langsung dimuridkan. Sel di gereja mula-mula bukan program tetapi merupakan kehidupan gereja.

Dalam sel, hubungan antara sesama anggota dibangun. Pemuridan terjadi dengan cara memodelkan seperti yang dilakukan Yesus kepada keduabelas murid-Nya. Murid-murid Yesus selama 3½ tahun makan, tidur, pergi dan tinggal bersama Dia. Mereka melihat bagaimana Yesus mengajar, bagaimana Yesus memberi respon kepada orang-orang yang meng-kritik, bagaimana hati Yesus melihat orang buta, orang lumpuh dan bagaimana Ia melakukan banyak hal. Murid-murid-Nya kemudian melakukan persis seperti yang Guru mereka lakukan. Antara Yesus dan murid-murid-Nya terjalin hubungan pribadi yang erat.

Kesatuan dalam kelompok orang percaya di gereja mula-mula juga sangat erat. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. – Kisah Para Rasul 2:43-47.

Jemaat mula-mula bertumbuh dalam kekuatan kasih sebagai suatu komunitas orang percaya (Kisah Para Rasul 4:32,34), mereka kuat dalam visi dan tujuan, dikatakan mereka “sehati dan sejiwa” (Kisah Para Rasul 4:32), mereka juga kuat dalam memberitakan injil Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 4:33). Selain itu, gereja mula-mula juga bertumbuh dalam jumlah (Kisah Para Rasul 2:41,47; Kisah Para Rasul 5:14). Di sini Tuhan memperlihatkan kepada kita model gereja mula-mula, yaitu kehidupan komunitas di mana sekelompok orang saling membagi kasih. Komunitas seperti ini disukai semua orang (Kisah Para Rasul 2:47). Tuhan sama sekali tidak bicara soal organisasi atau denominasi.

Mengapa Komunitas?
Dari mana Tuhan punya ide komunitas? Allah kita adalah Allah yang berkomunitas. Ia tidak seorang diri. Dalam Kejadian 1:26, Allah berfirman: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, ......”

Allah kita tidak seorang diri, karena itu Ia berkata “Kita”. Ada Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Komunitas harus lebih dari dua. Karena Allah kita berkomunitas, maka Allah suka mengundang manusia masuk ke dalam komunitas-Nya.

Dalam Kejadian 3:8 kita bisa melihat persekutuan yang begitu akrab dan intim antara Allah dengan Adam dan isterinya. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Waktu itu Adam dan isterinya sudah berdosa dan akibat dosa mereka menyembunyikan diri dari Allah. Mereka menghindar dari hadirat Tuhan. Tetapi indahnya Allah kita, Dia turun ke bumi mencari Adam, mencari orang berdosa. Mengapa? Karena Allah suka mengundang manusia masuk ke dalam komunitas-Nya.

Allah memberi perintah pada Musa untuk membawa umat Israel keluar dari Mesir. Untuk apa? Bukan untuk menduduki tanah Kanaan, tetapi supaya mereka mengenal, beribadah dan menyembah Allah. Tuhan mengatakan hal itu berkali-kali di kitab Keluaran. Tuhan mencari hubungan dengan umat-Nya. Mengapa? Karena Allah suka mengundang manusia masuk ke dalam komunitas-Nya.

Di dalam Perjanjian Lama, Allah mengundang bangsa Israel menjadi komunitas-Nya. Dalam Keluaran 19:5-6 dikatakan “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.”
 


Belajar lebih banyak mengenai Firman Tuhan melalui kaset dan CD / VCD khotbah yang diajarkan dengan praktis dan jelas. Hubungi bagian media MMM di (021) 631 7875. Dengan senang hati kami membantu Anda untuk memilih topik yang Anda perlukan. Tuhan tidak pernah kehabisan ide untuk menolong Anda.

Untuk menjadi mitra kerja dari Maria Magdalena Ministries, hubungi bagian MITRA KERJA di (021) 631 7875 dengan Yoan atau Linda. Kami rindu Anda menerima impartasi berkat dan urapan yang ibu Indri terima dari Tuhan.


(Nantikan artikel lainnya minggu depan!)
 

:: A R S I P ::


 

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi