|
“Transformasi” adalah sebuah kata yang sering didengungkan
beberapa tahun belakangan ini. Kita mendengar bahwa
transformasi terjadi di berbagai tempat di dunia. Kita semua
mengagumi hasil transformasi di mana komunitas berubah,
lingkungan berubah, desa berubah, kota berubah bahkan negara
berubah. Kita semua merindukan hal itu terjadi di negara
Indonesia tercinta. Secara nasional kita berdoa dan kita
berpuasa. Pertanyaannya, dari mana transformasi dimulai?
Mari kita belajar mengapa gereja ada di bumi dan apa peran
gereja dalam proses tranformasi. Namun sebelum kita melangkah
lebih jauh, saya mau katakan kepada Anda bahwa pengajaran ini
tidak ada manfaatnya bagi Anda kecuali Anda mau mengubah pola
pikir kita untuk disesuaikan dengan pola pikir Allah.
Perubahan Pola Pikir
“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku
menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai
persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada
Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi
serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan
budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:
apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
– Roma 12:1-2.
Paulus memakai kata “saudara-saudara”. Yang ia maksud adalah
saudara seiman, bukan orang yang tidak percaya. Saya percaya
nasehat rasul Paulus ini berlaku bagi kita semua saat ini. Ia
mengatakan “supaya kamu mempersembahkan tubuhmu ....”. Apakah
artinya itu? Apakah kita semua menjadi hamba Tuhan
full-time? Tidak, Tuhan tidak meminta itu, tetapi Ia
meminta kita melakukan ayat 2 yaitu agar kita tidak menjadi
serupa dengan dunia ini tetapi kita memperbaharui budi. Apakah
“budi” itu? Budi adalah cara atau pola berpikir atau paradigma.
Dalam Amplified Bible, Roma 12:2 ditulis demikian:
“Brethren, be ye not conformed to this world but be
transformed by the renewing of your mind, so that you may
prove for yourselves how good, how pleasing and how perfect
God’s will is for you”. Artinya, janganlah kamu konformasi
atau serupa dengan dunia, tapi transformasilah, berubahlah,
dengan cara memperbaharui pola berpikir supaya kamu bisa
membuktikan sendiri betapa baik, betapa berkenan dan betapa
sempurnanya kehendak Allah bagimu!
Kalau Anda tidak bisa membuktikan bahwa Firman itu baik bagi
Anda, bahwa Firman itu berkenan, mengapa Anda harus bersaksi
kepada dunia bahwa Alkitab adalah buku yang benar?
Satu-satunya buku yang bisa membawa perubahan atau
transformasi adalah Alkitab. Kalau hidup Anda mau berubah,
pola pikir Anda harus berubah dulu, pakai pola pikir Kerajaan
Sorga.
Mengapa pola pikir kita perlu berubah? Amsal 29: 18 berkata
“Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah
orang yang berpegang pada hukum”.
Dalam bahasa Inggris dikatakan “Where there is no
revelation, the people cast off restraint”. Firman Allah
berkata kalau umat Tuhan tidak mendapat pewahyuan yang
profetis dari Dia sendiri mengenai bagaimana Allah melihat
sesuatu – suatu hal, suatu situasi, suatu masa – maka umat
Tuhan akan menebak-nebak dengan caranya sendiri secara liar,
akibatnya binasa sebab cara pandang kita tidak sama dengan
cara pandang Tuhan. Bila Anda tidak mau menjadi umat Tuhan
yang liar dan binasa, maka Anda harus mengubah pola pikir dan
cara pandang Anda untuk diselaraskan dengan pola pikir dan
cara pandang Tuhan.
Siapa Yang Membangun Gereja?
Setelah tiba di daerah Kaisarea Filipi, Yesus bertanya kepada
murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Di
tengah-tengah berbagai jawaban yang diberikan murid-murid
Yesus, muncul Simon Petrus berkata: “Engkau adalah Mesias,
Anak Allah yang hidup!” Mendengar jawaban itu, Yesus berkata:
“Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang
mewahyukannya kepadamu, tetapi Bapa-Ku yang di sorga dan di
atas pewahyuan itu Aku akan membangun jemaat-Ku”. Baca Matius
16:13-18.
Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di
atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan
alam maut tidak akan menguasainya.” – Matius 16:18
Yesus sendiri dengan jelas mengatakan: “Aku akan
mendirikan jemaat-Ku....”. Jadi, dari pihak Yesus lah
sebenarnya ide untuk membangun gereja. Yesus yang mempunyai
cetak biru bagaimana membangun gereja. Yesus yang berkomitmen
untuk membangun gereja-Nya. Sampai hari ini Yesus masih
melakukan bisnis, yaitu bisnis konstruksi membangun gereja.
Tuhan Yesus mati di kayu salib bukan hanya menghapus dosa
manusia saja, tetapi supaya manusia berdamai dengan Allah,
sehingga Dia bisa melahirkan bangsa bagi Diri-Nya sendiri,
yaitu gereja-Nya.
Gereja Mula-Mula
Gereja mula-mula adalah jemaat yang pertama kali lahir di bumi
setelah hari Pentakosta. Peristiwa Pentakosta dalam Kisah Para
Rasul 2 menggoncangkan seluruh Yerusalem. Waktu itu di sana
tinggal orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di
bawah kolong langit. Semua orang di Yerusalem tercengang dan
kaget melalui pengalaman ini.
Simon yang semula plin-plan, berubah jadi Petrus atau batu
kecil. Roh Kudus yang turun atasnya membuatnya berani
berbicara kepada orang banyak. Dengan lantang ia berkata bahwa
Yesus, orang yang mereka bunuh dan mereka salibkan adalah
Mesias.
Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri
dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah
kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam
pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka
selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
– Kisah Para Rasul 2:41-42
Di gereja mula-mula, ada hubungan yang akrab antara satu
dengan yang lain. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan
roti di rumah masing-masing secara bergilir (Kisah Para Rasul
2:46). Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Mereka
bertemu di rumah-rumah dan di Bait Allah. Gereja
mula-mula bertumbuh melalui sel. Begitu ada orang yang lahir
baru, langsung dimuridkan. Sel di gereja mula-mula bukan
program tetapi merupakan kehidupan gereja.
Dalam sel, hubungan antara sesama anggota dibangun. Pemuridan
terjadi dengan cara memodelkan seperti yang dilakukan Yesus
kepada keduabelas murid-Nya. Murid-murid Yesus selama 3½ tahun
makan, tidur, pergi dan tinggal bersama Dia. Mereka melihat
bagaimana Yesus mengajar, bagaimana Yesus memberi respon
kepada orang-orang yang meng-kritik, bagaimana hati Yesus
melihat orang buta, orang lumpuh dan bagaimana Ia melakukan
banyak hal. Murid-murid-Nya kemudian melakukan persis seperti
yang Guru mereka lakukan. Antara Yesus dan murid-murid-Nya
terjalin hubungan pribadi yang erat.
Kesatuan dalam kelompok orang percaya di gereja mula-mula juga
sangat erat. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang
rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua
orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan
segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan
selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu
membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan
masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka
berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan
roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan
bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil
memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan
tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan
orang yang diselamatkan. – Kisah Para Rasul 2:43-47.
Jemaat mula-mula bertumbuh dalam kekuatan kasih sebagai suatu
komunitas orang percaya (Kisah Para Rasul 4:32,34), mereka
kuat dalam visi dan tujuan, dikatakan mereka “sehati dan
sejiwa” (Kisah Para Rasul 4:32), mereka juga kuat dalam
memberitakan injil Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 4:33).
Selain itu, gereja mula-mula juga bertumbuh dalam jumlah (Kisah
Para Rasul 2:41,47; Kisah Para Rasul 5:14). Di sini Tuhan
memperlihatkan kepada kita model gereja mula-mula, yaitu
kehidupan komunitas di mana sekelompok orang saling membagi
kasih. Komunitas seperti ini disukai semua orang (Kisah Para
Rasul 2:47). Tuhan sama sekali tidak bicara soal organisasi
atau denominasi.
Mengapa Komunitas?
Dari mana Tuhan punya ide komunitas? Allah kita adalah Allah
yang berkomunitas. Ia tidak seorang diri. Dalam Kejadian 1:26,
Allah berfirman: “Baiklah Kita menjadikan manusia
menurut gambar dan rupa Kita, ......”
Allah kita tidak seorang diri, karena itu Ia berkata
“Kita”. Ada Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus.
Komunitas harus lebih dari dua. Karena Allah kita berkomunitas,
maka Allah suka mengundang manusia masuk ke dalam
komunitas-Nya.
Dalam Kejadian 3:8 kita bisa melihat persekutuan yang begitu
akrab dan intim antara Allah dengan Adam dan isterinya.
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang
berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk,
bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah
di antara pohon-pohonan dalam taman. Waktu itu Adam dan
isterinya sudah berdosa dan akibat dosa mereka menyembunyikan
diri dari Allah. Mereka menghindar dari hadirat Tuhan. Tetapi
indahnya Allah kita, Dia turun ke bumi mencari Adam, mencari
orang berdosa. Mengapa? Karena Allah suka mengundang manusia
masuk ke dalam komunitas-Nya.
Allah memberi perintah pada Musa untuk membawa umat Israel
keluar dari Mesir. Untuk apa? Bukan untuk menduduki tanah
Kanaan, tetapi supaya mereka mengenal, beribadah dan menyembah
Allah. Tuhan mengatakan hal itu berkali-kali di kitab Keluaran.
Tuhan mencari hubungan dengan umat-Nya. Mengapa? Karena Allah
suka mengundang manusia masuk ke dalam komunitas-Nya.
Di dalam Perjanjian Lama, Allah mengundang bangsa Israel
menjadi komunitas-Nya. Dalam Keluaran 19:5-6 dikatakan
“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku
dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta
kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah
yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku
kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya
firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.”
Belajar lebih
banyak mengenai Firman Tuhan melalui kaset dan CD / VCD
khotbah yang diajarkan dengan praktis dan jelas. Hubungi
bagian media MMM di (021) 631 7875. Dengan senang hati kami
membantu Anda untuk memilih topik yang Anda perlukan. Tuhan
tidak pernah kehabisan ide untuk menolong Anda.
Untuk menjadi mitra kerja dari Maria Magdalena Ministries,
hubungi bagian MITRA KERJA di (021) 631 7875 dengan Yoan atau
Linda. Kami rindu Anda menerima impartasi berkat dan urapan
yang ibu Indri terima dari Tuhan.
(Nantikan artikel lainnya minggu depan!)
|