|
|
"Apa Isi
Gereja Tuhan Saat Ini?" |
Mari kita
melihat pada gereja mula-mula, ada perbedaan antara orang
yang datang ke gereja karena pertobatan murni dan sekedar
bergabung dengan organisasi. Ini dapat terlihat dengan
jelas pada gereja mula-mula sebab kemuliaan Allah dalam
kepenuhan-Nya hadir dalam setiap pertemuan orang-orang
percaya. Dalam Kisah para Rasul 4:32-37 dijelaskan gaya
hidup jemaat mula-mula, pada masa itu ada kesehatian,
sejiwa dan sepikir dengan firman Tuhan. Mereka hidup
dengan kasih karunia Tuhan yang melimpah dan dengan kuasa
yang besar. Kisah Para Rasul 4:33 "
Dan dengan kuasa
yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang
kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih
karunia yang melimpah-limpah." Akibat kesatuan itu ada
kuasa Tuhan dan kasih karunia yang berlimpah (34) Sebab
tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka;
karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah,
menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka
bawa (35) dan mereka letakkan di depan kaki
rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang
sesuai dengan keperluannya."
Yusuf yang disebut Barnabas, ia menjalani gaya hidup
seperti ini, ia menyerahkan seluruh penjualan ladangnya di
depan kaki para rasul. Mari kita melihat lebih jelas apa
yang dilakukan Barnabas dengan uangnya. Barnabas
memberikan seratus persen hasil penjualan ladangnya.
(36) Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul
disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi
dari Siprus.
(37) Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu
dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Kisah Para
Rasul 4:36-37
Ada juga pasangan suami istri yang bernama Ananias dan
Safira yang melakukan hal tersebut, mereka mempersembahkan
uang hasil penjualan dari tanah mereka kepada rasul
Petrus. Bedanya pasangan suami istri Ananias dan Safira
melakukan hal ini bukan dari perintah Tuhan tetapi dari
keinginan mereka sendiri untuk mendapatkan kehormatan dari
manusia. Dengan munafik dan licik mereka bergaya
memberikan semua hasil dari penjualan tanah tersebut
tetapi yang sebenarnya masih ditahan separuh dari hasil
penjualan itu untuk diri mereka sendiri. Mereka berdusta
dan pada waktu Ananias membawa sebagian dari hasil
penjualan itu kepada rasul Petrus yang penuh dengan
kemuliaan Allah, atas dorongan dari Roh Kudus Rasul Petrus
menyingkapkan kondisi hati Ananias yang sesungguhnya.
Kisah Rasul 5:3-4
(3)Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu
dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan
menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
(4)Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap
kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu
tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan
itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia,
tetapi mendustai Allah."
Kisah para Rasul 5:8-9
(8)Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan
harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu:
"Betul sekian."
(9)Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk
mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru
mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan
mengusung engkau juga ke luar."
Kita bisa melihat perbedaan antara orang yang melakukan
firman Tuhan dengan ketaatan dan mereka yang mentaati
karena untuk reputasinya sendiri?
Dalam hadirat Tuhan kondisi hati manusia ditelanjangi.
Kenapa ini bisa terjadi, sebab seperti yang telah
dijelaskan dalam Matius 10:26 Yesus berkata
"Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena
tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka
dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan
diketahui."
Ibrani 4:12-13
(12) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam
dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat
dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan
sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran
hati kita.
(13)Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di
hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di
depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan
pertanggungan jawab.
Dikatakan pada Kisah Para Rasul 5:11-15
(11) Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan
semua orang yang mendengar hal itu.
(12) Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan
mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu
berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat.
(13) Orang-orang lain tidak ada yang berani
menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat
dihormati orang banyak.
(14)Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang
percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan,
(15) bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke
jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan
tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya
bayangannya mengenai salah seorang dari mereka.
Kita perhatikan pada ayat-ayat di atas ini walaupun
seluruh jemaat sangat ketakutan tetapi semakin lama jumlah
orang yang percaya kepada Tuhan semakin bertambah. Sebab
orang-orang yang bertobat murni kepada Tuhan dilahirkan
dalam kemuliaan Allah yang luar biasa.
Nyawa Ananias dan Safira putus seketika itu juga dan
mereka langsung dikuburkan. Di hadapan hadirat Allah semua
dosa tersembunyi akan terbongkar. Ananias dan Safira tidak
dapat bertahan dalam alam kemuliaan Allah yang begitu kuat
dan faktanya orang-orang yang sakit di tengah jalan
dibangkitkan karena terkena bayangan Petrus, mereka
menerima kesembuhan secara instan. Dan bagi mereka yang
tidak mengenal hati Allah juga bisa mati instan karena
mereka mencoba masuk dalam hadirat-Nya dengan hati yang
berdosa. Tetapi dalam alam mujizat dan berkat yang
berkelimpahan dosa tersembunyi di hati manusia bisa lolos.
Contohnya, selama orang Israel hidup di padang
gurun mereka berada di bawah alam berkat tetapi Allah
menyembunyikan kemuliaan-Nya di gunung Sinai. Dan mereka
tidak bisa mendekat, berbeda dengan Musa yang suka bergaul
dengan Allah di gunung Sinai karena hati Musa takut akan
Allah sehingga hatinya menjadi suci.
Saudara-saudara pada waktu dosa bertemu dengan kemuliaan
Allah pasti ada reaksi yang terjadi, dikatakan
dalam Ibrani 12:29
"Sebab Allah kita adalah api yang
menghanguskan."
Kita bisa lolos saat ini dari
penghakiman Tuhan bukan berarti Tuhan lalai dengan
penghakiman-Nya. 2 Petrus 3:9
"Tuhan tidak lalai
menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya
sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena
Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan
supaya semua orang berbalik dan bertobat." Allah itu
panjang sabar dan kebaikan-Nya menuntun kita pada
pertobatan (Roma 2:4) Kita, sebagai orang yang sudah
bertobat harus hidup semakin saleh dan suci untuk
mempercepat kedatangan Yesus. Ingat hari Tuhan akan segera
tiba Ia datang seperti pencuri.
2 Petrus 3:10-11
(10) Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada
hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat
dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan
bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
(11) Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara
demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
Kami percaya ada pemulihan yang dibawa Tuhan pada
gereja-Nya dan berita ini harus terus disampaikan kepada
banyak orang untuk mempersiapkan kedatangan Yesus kedua
kalinya. Beritakanlah firman Tuhan dengan tidak jemu-jemu.
Umat Tuhan harus mengenal sisi kemurahan dan kekerasan-Nya
karena kekudusan kita disempurnakan dalam takut akan
Allah.
Pesan Tuhan di akhir pelajaran ini!
Kisah Para Rasul 3:19-21
(19) Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu
dihapuskan,
(20) agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus
Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.
(21) Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu
pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah
dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman
dahulu.
|