|
|
Hidup yang berkenan
kepada Allah harus di awali dengan
"takut akan Tuhan" |
"Takut akan
TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada
kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan
mulut penuh tipu muslihat…" Amsal 8:13
Hidup dengan takut akan Tuhan membuat kita taat dan suci
dihadapan-Nya yang juga akan membawa kita menjauhi
kejahatan. Setelah menerima kepenuhan Roh Kudus, sikap
hormat dan takut akan pribadi Allah akan ada pada kita.
Ketaatan pada jalan-jalan-Nya timbul di hati tanpa harus
diperintahkannya. Bergaul secara intim dengan Roh Kudus
membuat kita selalu memiliki rasa hormat dan takut kepada
Tuhan yang akan semakin bertambah dalam. Tanpa kepenuhan
Roh Kudus dan tanpa pergaulan intim dengan-Nya, kita tidak
bisa memiliki rasa takut akan Tuhan.
Dalam nubuatannya, nabi Yesaya menjelaskan siapa Yesus
Raja damai kita.
Yesaya 11:1-3
(1) …"Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk
yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
(2)Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian,
roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut
akan TUHAN;
(3) ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia
tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau
menjatuhkan keputusan menurut kata orang."…
Yesus diurapi dengan begitu dahsyatnya dengan urapan tanpa
batas sehingga setiap mujizat yang luar biasa terjadi,
bahkan Rasul Yohanes berkata dalam
Yohanes 20:30-31
(30) Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di
depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam
kitab ini,
(31) tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat,
supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah,
dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam
nama-Nya.
Yohanes 21:25 …"Masih banyak hal-hal lain lagi yang
diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus
dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak
dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu."…
Mujizat-mujizat yang dahsyat seperti membangkitkan orang
mati, menghardik badai, menyembuhkan orang sakit dan
melepaskan orang yang kerasukan bisa terjadi bukan karena
dilakukan semaunya oleh Yesus, tetapi Ia melakukannya
berdasarkan apa yang diperintahkan Bapa kepada-Nya,
seperti yang dikatakan-Nya dalam Yohanes 5:19
…"kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak
dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau
tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang
dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak."…
Semua mujizat yang Yesus lakukan di bumi dapat terjadi
karena Yesus mendapat instruksi dari Allah Bapa dan
melihat Allah Bapa mengerjakannya. Hal ini bisa terjadi
karena Yesus mempunyai sikap takut dan hormat kepada
Bapa-Nya. Dalam Ibrani 1:8-9 dijelaskan bahwa karena
ketaatan Yesus maka Allah Bapa mempromosikan-Nya.
Ibrani 1:8-9
(8) Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah,
tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat
kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
(9) Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan;
sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan
minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman
sekutu-Mu."
Pada ayat-ayat di atas ini Allah Bapa menjelaskan apa
rahasia dari keberhasilan Yesus memiliki urapan tak
terbatas. Yesus mencintai keadilan dan Ia membenci
kefasikan. Ia mencintai kebenaran (perintah Allah) sedalam
Ia membenci kefasikan (melanggar perintah Allah). Dalam
Matius 7:21-23 Yesus berfirman: (21) Bukan setiap
orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke
dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan
kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Selama Yesus berada di bumi semua mujizat yang
dilakukan-Nya berhasil karena Ia melakukan mujizat
tersebut atas dasar perintah Bapa-Nya yang secara instan
ditaati-Nya. Pada saat itu memang dibutuhkan urapan kuasa
Roh Kudus untuk menghancur kan belenggu setan, tetapi
kapan dan di mana urapan itu bisa bekerja harus menanti
perintah Bapa, oleh sebab itu Yesus berkata pada ayat
berikut di bawah ini,
(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi
nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan
banyak mujizat demi nama-Mu juga?
(23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada
mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!
Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat
kejahatan!" Kata pembuat kejahatan, artinya
orang-orang ini biasa hidup melanggar kehendak Tuhan (I
Yohanes 3:4). Orang-orang percaya yang diurapi ini memang
melakukan tanda-tanda sebagaimana seharusnya orang percaya
lakukan, tetapi bagaimana dengan kehidupan mereka
sehari-hari, apakah hidup mentaati kehendak Bapa?
Karunia-karunia Roh Kudus yang bekerja melalui kita bukan
jaminan bahwa Tuhan mengenal kita. Mari kita lihat lagi
kehidupan Yesus di Yohanes 11.
Pada waktu saudara-saudara Lazarus memberi kabar kepada
Yesus bahwa Lazarus sedang sakit keras Yohanes 11:3
"…Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan,
dia yang Engkau kasihi, sakit." dan mereka minta Yesus
untuk mendoakan Lazarus di Bethania supaya ia tidak mati.
Tetapi Yesus tidak melakukan permintaan mereka, melainkan
Ia sengaja menunda sampai dua hari padahal dikata kan
dalam kitab Yohanes 11:5 bahwa Yesus sangat mengasihi
Lazarus, Martha dan kakaknya. Kenapa Yesus tidak langsung
meresponi untuk mendoakan sahabatnya sendiri? Bahkan Yesus
kembali ke Yudea untuk pelayanan di sana dan permohonan
temannya tidak dihiraukan sebab Yesus tahu bahwa semua
mujizat itu dilakukan oleh Allah Bapa. Dia belum melihat
Bapa-Nya melakukan apa-apa bagi Lazarus saat itu.
Perhatikan 1 Korintus 12:4-6
(4) Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
(5) Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
(6) Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah
adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
Yesus hanya melayani apa yang dikerjakan oleh Bapa-Nya dan
Roh Kudus memanifestasikan perkerjaan tersebut
melalui-Nya. Selama Yesus di bumi tugas utama yang Ia
lakukan adalah memuliakan Bapa-Nya dan bukan mempromosi
diri-Nya dengan mujizat-mujizat tersebut. Yohanes 11:4
"Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit
itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan
kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan
dimuliakan."
Yesus mempunyai sikap hormat dan takut akan Allah,
sekalipun Ia berada di bumi tetapi hidup-Nya selalu
berhubungan dengan Allah Bapa di surga dua puluh empat jam
perhari. Seperti Paulus berkata
kita ada di dunia tetapi tidak serupa dunia. Kalau kita
belajar hidup seperti Yesus maka kita semua akan mencapai
tempat seperti yang Yesus katakan dalam Yohanes 14:12
"…Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya
kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang
Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar
dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;.." Kita
bisa menjadi saksi-Nya yang efektif jika kita taat
melakukan perintah-Nya. Dalam Ibrani 5:8 Yesus belajar
taat dari penderitaan yang dialami-Nya. Kedewasaan rohani
kita juga diukur dari ketaatan kita melakukan perintah
Allah tanpa kompromi dengan situasi, lingkungan atau apa
yang panca indera kita katakan. Di situasi yang tidak
nyaman kita harus tunduk dengan perintah Tuhan yang masih
berbicara kepada kita melalui Roh Kudus, Wahyu 2:17
…"Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang
dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat…"
|