|
|
Sikap apa yang
harus kita miliki terhadap pemimpin
yang di pandangan kita tidak bijaksana
dalam membuat keputusan. |
Tempat di mana
kita semua tersandung dalam kehidupan kita sebagai orang
Kristen adalah pada waktu kita kecewa pada figur pemimpin
yang karakternya tidak menjadi contoh atau panutan menurut
ukuran mata kita. Kalau Saudara ingat pelajaran bulan lalu
pada edisi Mei 2002, kami jelaskan bahwa kita harus tunduk
pada otoritas di gereja karena semua lima jawatan
pelayanan tersebut di bawah otoritas Tuhan Yesus. 1
Korintus 12:5 "Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu
Tuhan." Jadi kita harus tunduk kepada lima jawatan
di gereja karena Tuhan Yesus adalah atasan dari kelima
pelayanan tersebut. Jadi barangsiapa melawan
pemimpin/otoritas gereja, keluarga atau Pemerintah,
sebetulnya melawan Tuhan Yesus langsung sebab yang memilih
mereka adalah Dia. Efesus 5:22-23 "Hai isteri,
tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, (23) karena
suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah
kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh."
dan Efesus 6:1-3 "Hai anak-anak, taatilah orang
tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. (2)
Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah
yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: (3)
supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi."
Disamping itu ada perintah untuk tidak mengusik orang yang
diurapi. Mazmur 105:15 "Jangan mengusik orang-orang
yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada
nabi-nabi-Ku!" Cara yang paling cepat dan tidak
disadari bahwa kita sudah mengusik orang yang diurapi
yaitu dengan mulut kita.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita dalam Matius
5:25-26; Matius 5:29-30 ayat-ayat ini keras sekali
tegurannya. Jangan sampai salah memakai anggota tubuh kita
yang adalah bait Allah tempat di mana Roh Allah berdiam.
Hukumannya kita bisa kehilangan keselamatan!
Kunci dari hidup sebagai orang benar yaitu dengan menaati
Tuhan di hadapan segala situasi hanyalah satu: TAKUT AKAN
ALLAH!
1 Petrus 2:17 "Hormatilah semua orang, kasihilah
saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!"
Sebab Amsal 8:13a berkata "Takut akan
TUHAN ialah membenci kejahatan;…"
Jangan membuka pintu bagi roh Absalom, kita harus
mengoreksi sikap hati kita setiap hari dan kalau berdosa
di hadapan Allah, cepat bertobat dan berbalik ke jalan
Tuhan. Ini demi kebahagiaan kita sendiri.
Setiap kali kita merenungkan firman Allah pakai firman
Allah sebagai cermin hati kita, dan buat keputusan yang
sejalan dengan firman di hadapan segala situasi maka kasih
karunia Allah akan dilimpahkan kepada kita untuk
memampukan kita melakukan firman-Nya.
Kasih karunia Allah adalah kemampuan ilahi yang memampukan
kita untuk melakukan kebenaran di tengah cobaan dan ujian.
|