» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA

Sikap terhadap pemimpin yang tidak bijaksana

Pdt. Indri Gautama

 

Sikap apa yang harus kita miliki terhadap pemimpin
yang di pandangan kita tidak bijaksana
dalam membuat keputusan.

Setiap kali kita disakiti orang selalu ada orang yang mau membela kita dengan mem bumbui kejelekan orang itu. Hati-hati dengan orang seperti ini, karena mereka tidak menolong Saudara keluar dari situasi Saudara tetapi menjerumuskan seperti Abisai terhadap Daud. Saudara-saudara perhatikan baik-baik di sini kerajaan Israel pecah akibat "kepahitan!" Karena Absalom kecewa dengan ayahnya yang tidak mengoreksi Amnon setelah ia memperkosa Tamar. Gereja Tuhan juga bisa pecah akibat adanya kepahitan jemaat pada otoritas dan karena tidak ada komunikasi yang baik maupun keterbukaan, maka terjadi perang dingin. Ahitofel ikut membelot terhadap Daud karena ia juga mempunyai dendam terhadap raja Daud karena apa yang Daud lakukan pada Batsyeba ibunya Salomo, yang adalah cucu dari Ahitofel. Ada perumpamaan bunyinya "Burung yang bulunya sama (sejenis) selalu berkumpul bersama." Orang kepahitan selalu berkumpul dengan orang kepahitan.

Hati-hati dengan kepahitan! Kehancuran ujungnya bagi yang kecewa bukan bagi yang mengecewakan! Sebab belum tentu orang yang dianggap mengecewakan itu tahu dan sadar bahwa ia telah mengecewakan. Saudara-saudara, akhirnya Absalom yang mati terbunuh bukan raja Daud yang dipandang sebagai pemimpin yang tidak adil dan bijaksana cara kepemimpinannya.

Penghakiman itu milik Tuhan bukan milik kita, Roma 12:19 "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan."

Kadang-kadang kita tidak mengerti kenapa pemimpin tidak bertindak sesuai pendapat kita. Saya belajar dari pendeta Creflo Dollar Jr., jemaat tidak bisa menghardik, meng oreksi atau mengkritik pemimpin, jemaat hanya bisa mendoakan pemimpin seperti Daud terhadap raja Saul.

Pemimpin Saudara akan dikoreksi oleh yang menaungi mereka, seseorang yang lebih senior dan dihormati. Ibrani 13:17 berkata "Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduk lah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu." Saudara tidak diminta untuk tunduk kepada otoritas yang manis, yang cocok atau yang baik di pandangan Saudara! Firman Allah berkata tunduklah pada otoritas, pemimpinmu! Bahkan di Kitab 1 Petrus 2:18 berkata: "Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis."

Otoritas adalah: Presiden suatu negara, Lembaga manusia, Orang tua, Guru sekolah Pemimpin gereja dan kelima jawatan pelayanan dalam Tubuh Kristus.


Allah tidak berkata hormati kepribadiannya atau karakternya yang cocok dengan Saudara, tetapi hormatilah jabatannya sebagai pemimpin sebab Tuhan Yesus yang mengangkat dan menetapkan mereka dalam jemaat! Saudara tahu bahwa Allah yang mengangkat Firaun sebagai penguasa Mesir, baca Roma 9:17 "Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi."

Dalam pertemuan Allah dengan Abram pada Kejadian 15, Allah sudah bernubuat pada Abram bahwa nanti keturunannya akan diperbudak oleh Firaun di Mesir selama 400 tahun, baca Kejadian 15:13 "Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya." Saya percaya saudara-saudara semua kalau mendapat nubuatan seperti ini akan berkata "sesat" atau "nubuatan apa ini?" Nubuatan seharus nya sesuai 1 Korintus 14:3 yaitu untuk menghibur, membangun dan menasehati. Nubuatan Allah kepada Abraham dalam Kejadian 15:13 tidak menghibur tetapi mena kuti. Nabi yang bernubuat seperti ini tidak laku di gereja-gereja saat ini, pasti diusir dan diberi persembahan kasih yang kecil dan dijamin tidak akan diundang untuk kedua kalinya.

Saudara harus tunduk kepada pemimpin-pemimpin yang Tuhan tempatkan, Roma 13:1 "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah." Bukan karena mereka baik, ramah dan selalu manis dengan Saudara dan mengikuti kemauan Saudara! Tunduk di sini artinya hormati. Hormat itu berhubungan dengan sikap hati Yesaya 1:19 berkata "Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu." Menurut artinya rela hati tidak terpaksa. Anak-anak sering menaati perintah otoritas atau ayah mereka tetapi dengan sikap yang busuk, di mata Tuhan sikap seperti ini adalah dosa. Atasan Saudara bisa salah terhadap hukum Allah dan firman-Nya tetapi tidak membuat Saudara berhak menghakimi pemimpin, menggosipkan di belakangnya, mendendam dan bersikap cuek. Pada waktu Saudara sudah menghakimi pemimpin karena kele mahan dan dosa-dosanya, Saudara sudah melanggar hukum Tuhan dan berdosa. Sebab yang dimaksud dengan dosa adalah 1 Yohanes 3:4 "Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah." Kita melanggar Roma 13:1, Ibrani 13:17, Efesus 6:1-3, Kolose 3:22-23 dan 1 Petrus 2:13-15. Kita mungkin merasa benar mengoreksi mereka, tetapi sebenarnya salah di pandangan Tuhan, sebab jalan Tuhan bukanlah jalan kita. Yesaya 55:8-9 "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. (9) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."

 

(Nantikan lanjutannya!)


 
 

ARSIP

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi