|
|
Sikap apa yang
harus kita miliki terhadap pemimpin
yang di pandangan kita tidak bijaksana
dalam membuat keputusan. |
Setiap kali
kita disakiti orang selalu ada orang yang mau membela kita
dengan mem bumbui kejelekan orang itu. Hati-hati dengan
orang seperti ini, karena mereka tidak menolong Saudara
keluar dari situasi Saudara tetapi menjerumuskan seperti
Abisai terhadap Daud. Saudara-saudara perhatikan baik-baik
di sini kerajaan Israel pecah akibat "kepahitan!"
Karena Absalom kecewa dengan ayahnya yang tidak mengoreksi
Amnon setelah ia memperkosa Tamar. Gereja Tuhan juga bisa
pecah akibat adanya kepahitan jemaat pada otoritas dan
karena tidak ada komunikasi yang baik maupun keterbukaan,
maka terjadi perang dingin. Ahitofel ikut membelot
terhadap Daud karena ia juga mempunyai dendam terhadap
raja Daud karena apa yang Daud lakukan pada Batsyeba
ibunya Salomo, yang adalah cucu dari Ahitofel. Ada
perumpamaan bunyinya "Burung yang bulunya sama
(sejenis) selalu berkumpul bersama." Orang
kepahitan selalu berkumpul dengan orang kepahitan.
Hati-hati dengan kepahitan! Kehancuran ujungnya bagi yang
kecewa bukan bagi yang mengecewakan! Sebab belum tentu
orang yang dianggap mengecewakan itu tahu dan sadar bahwa
ia telah mengecewakan. Saudara-saudara, akhirnya Absalom
yang mati terbunuh bukan raja Daud yang dipandang sebagai
pemimpin yang tidak adil dan bijaksana cara
kepemimpinannya.
Penghakiman itu milik Tuhan bukan milik kita, Roma
12:19 "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu
sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada
murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah
hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman
Tuhan."
Kadang-kadang kita tidak mengerti kenapa pemimpin tidak
bertindak sesuai pendapat kita. Saya belajar dari pendeta
Creflo Dollar Jr., jemaat tidak bisa menghardik, meng
oreksi atau mengkritik pemimpin, jemaat hanya bisa
mendoakan pemimpin seperti Daud terhadap raja Saul.
Pemimpin Saudara akan dikoreksi oleh yang menaungi mereka,
seseorang yang lebih senior dan dihormati. Ibrani
13:17 berkata "Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduk lah
kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu,
sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.
Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira,
bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa
keuntungan bagimu." Saudara tidak diminta untuk
tunduk kepada otoritas yang manis, yang cocok atau yang
baik di pandangan Saudara! Firman Allah berkata tunduklah
pada otoritas, pemimpinmu! Bahkan di Kitab 1 Petrus
2:18 berkata: "Hai kamu, hamba-hamba,
tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja
kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang
bengis."
Otoritas adalah: Presiden suatu negara, Lembaga manusia,
Orang tua, Guru sekolah Pemimpin gereja dan kelima jawatan
pelayanan dalam Tubuh Kristus.
Allah tidak berkata hormati kepribadiannya atau
karakternya yang cocok dengan Saudara, tetapi
hormatilah jabatannya sebagai pemimpin sebab
Tuhan Yesus yang mengangkat dan menetapkan mereka dalam
jemaat! Saudara tahu bahwa Allah yang mengangkat Firaun
sebagai penguasa Mesir, baca Roma 9:17 "Sebab Kitab
Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku
membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan
kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan
di seluruh bumi."
Dalam pertemuan Allah dengan Abram pada Kejadian 15,
Allah sudah bernubuat pada Abram bahwa nanti keturunannya
akan diperbudak oleh Firaun di Mesir selama 400 tahun,
baca Kejadian 15:13 "Firman TUHAN kepada Abram:
"Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan
menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan
kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan
dianiaya, empat ratus tahun lamanya." Saya
percaya saudara-saudara semua kalau mendapat nubuatan
seperti ini akan berkata "sesat" atau "nubuatan apa ini?"
Nubuatan seharus nya sesuai 1 Korintus 14:3
yaitu untuk menghibur, membangun dan menasehati. Nubuatan
Allah kepada Abraham dalam Kejadian 15:13
tidak menghibur tetapi mena kuti. Nabi yang bernubuat
seperti ini tidak laku di gereja-gereja saat ini, pasti
diusir dan diberi persembahan kasih yang kecil dan dijamin
tidak akan diundang untuk kedua kalinya.
Saudara harus tunduk kepada pemimpin-pemimpin yang Tuhan
tempatkan, Roma 13:1 "Tiap-tiap orang harus takluk
kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada
pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan
pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah."
Bukan karena mereka baik, ramah dan selalu manis
dengan Saudara dan mengikuti kemauan Saudara! Tunduk di
sini artinya hormati. Hormat itu berhubungan
dengan sikap hati Yesaya 1:19 berkata
"Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan
memakan hasil baik dari negeri itu."
Menurut artinya rela hati tidak
terpaksa. Anak-anak sering menaati perintah
otoritas atau ayah mereka tetapi dengan sikap yang busuk,
di mata Tuhan sikap seperti ini adalah dosa. Atasan
Saudara bisa salah terhadap hukum Allah dan firman-Nya
tetapi tidak membuat Saudara berhak menghakimi pemimpin,
menggosipkan di belakangnya, mendendam dan bersikap cuek.
Pada waktu Saudara sudah menghakimi pemimpin karena kele
mahan dan dosa-dosanya, Saudara sudah melanggar hukum
Tuhan dan berdosa. Sebab yang dimaksud dengan dosa adalah
1 Yohanes 3:4 "Setiap orang yang berbuat dosa,
melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran
hukum Allah." Kita melanggar Roma 13:1,
Ibrani 13:17, Efesus 6:1-3, Kolose 3:22-23 dan
1 Petrus 2:13-15. Kita mungkin merasa benar
mengoreksi mereka, tetapi sebenarnya salah di pandangan
Tuhan, sebab jalan Tuhan bukanlah jalan kita. Yesaya
55:8-9 "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan
jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. (9)
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya
jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."
|