|
|
Sikap apa yang
harus kita miliki terhadap pemimpin
yang di pandangan kita tidak bijaksana
dalam membuat keputusan. |
Setelah empat
tahun Absalom dengan manis membangun pengikut-pengikutnya
yang semuanya adalah rakyat raja Daud. Suatu hari ia
berpura-pura mau pergi berdoa untuk menggenapi nazarnya
seizin raja Daud. Semuanya berbau rohani, sehingga tidak
ada satu pun rakyat raja Daud yang curiga akan adanya
siasat busuk Absalom. Tiba-tiba Absalom menyuruh rakyat
untuk berseru ketika sangkakala berbunyi "Absalom sudah
menjadi raja di Hebron". Bahkan orang tangan kanan
raja Daud yang menjadi penasehat pribadinya, Ahitofel,
seperti "tersihir" oleh Absalom yang manis mulutnya serta
rohani, ia ikut bersepakat dengan Absalom untuk membelot
terhadap raja Daud dan melakukan coup d'tat (merebut tahta
kerajaan dengan tidak terhormat). Tetapi raja Daud, karena
aman hubungannya dengan Tuhan, ia pergi meninggalkan
istananya sekalipun hatinya sedih sekali. Anaknya sendiri
yang melakukan hal ini bersama penasehat pribadinya, yang
mengangkat tumitnya terhadap raja - lihat Mazmur 55,
ini adalah ratapan Daud kepada Tuhan mengenai penasehatnya
Ahitofel.
Mazmur 55:13-15
(13) Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat
menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri
terhadap aku, aku masih dapat menyem bunyikan diri
terhadap dia.
(14) Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku
dan orang keperca yaanku:
(15) kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk
rumah Allah di tengah-tengah keramaian.
Raja Daud berbicara kepada semua pegawainya yang ada
bersama-sama dengannya untuk keluar dari istana sebelum
dibunuh oleh Absalom (2 Samuel 15:13-14).
Seluruh rakyat menangis melihat raja lewat (2 Samuel
15:23). Daud tidak membela dirinya. Raja Daud
mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya
berselubung 2 Samuel 15:30-31 "Daud mendaki bukit
Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia
berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang
bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung
kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis. Ketika
kepada Daud dikabarkan, demikian: "Ahitofel ada di antara
orang-orang yang bersepakat dengan Absalom," maka
berkatalah Daud: "Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel
itu, ya TUHAN."
Semua sahabat raja Daud membelakanginya, termasuk
Mefiboset bin Yonathan bin Saul yang dikasihinya (2
Samuel 9) bahkan di tengah jalan ia dikutuki oleh
Simei, dan raja Daud hanya berkata: baca 2 Samuel
16:9-12
(9) Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja:
"Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah
aku menyeberang dan memenggal kepala nya."
(10) Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai
anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN
berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan
bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?"
(11) Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua
pegawainya: "Sedangkan anak kandungku ingin mencabut
nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini!
Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang
telah berfirman kepadanya demikian.
(12) Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini
dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk
orang itu pada hari ini."
|