» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA

Sikap terhadap pemimpin yang tidak bijaksana

Pdt. Indri Gautama

 

Sikap apa yang harus kita miliki terhadap pemimpin
yang di pandangan kita tidak bijaksana
dalam membuat keputusan.

Setelah empat tahun Absalom dengan manis membangun pengikut-pengikutnya yang semuanya adalah rakyat raja Daud. Suatu hari ia berpura-pura mau pergi berdoa untuk menggenapi nazarnya seizin raja Daud. Semuanya berbau rohani, sehingga tidak ada satu pun rakyat raja Daud yang curiga akan adanya siasat busuk Absalom. Tiba-tiba Absalom menyuruh rakyat untuk berseru ketika sangkakala berbunyi "Absalom sudah menjadi raja di Hebron". Bahkan orang tangan kanan raja Daud yang menjadi penasehat pribadinya, Ahitofel, seperti "tersihir" oleh Absalom yang manis mulutnya serta rohani, ia ikut bersepakat dengan Absalom untuk membelot terhadap raja Daud dan melakukan coup d'tat (merebut tahta kerajaan dengan tidak terhormat). Tetapi raja Daud, karena aman hubungannya dengan Tuhan, ia pergi meninggalkan istananya sekalipun hatinya sedih sekali. Anaknya sendiri yang melakukan hal ini bersama penasehat pribadinya, yang mengangkat tumitnya terhadap raja - lihat Mazmur 55, ini adalah ratapan Daud kepada Tuhan mengenai penasehatnya Ahitofel.
Mazmur 55:13-15
(13) Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyem bunyikan diri terhadap dia.
(14) Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang keperca yaanku:
(15) kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian.


Raja Daud berbicara kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengannya untuk keluar dari istana sebelum dibunuh oleh Absalom (2 Samuel 15:13-14). Seluruh rakyat menangis melihat raja lewat (2 Samuel 15:23). Daud tidak membela dirinya. Raja Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung 2 Samuel 15:30-31 "Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis. Ketika kepada Daud dikabarkan, demikian: "Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersepakat dengan Absalom," maka berkatalah Daud: "Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN."

Semua sahabat raja Daud membelakanginya, termasuk Mefiboset bin Yonathan bin Saul yang dikasihinya (2 Samuel 9) bahkan di tengah jalan ia dikutuki oleh Simei, dan raja Daud hanya berkata: baca 2 Samuel 16:9-12
(9) Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepala nya."
(10) Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?"
(11) Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua pegawainya: "Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian.
(12) Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini."


 

(Nantikan lanjutannya!)


 
 

ARSIP

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi