|
|
Sikap apa yang
harus kita miliki terhadap pemimpin
yang di pandangan kita tidak bijaksana
dalam membuat keputusan. |
"Hati orang
kepahitan penuh siasat busuk"
Setelah dua tahun berlalu, Absalom membuat suatu acara
pengguntingan bulu domba di mana dengan "sopan" ia meminta
izin kepada raja Daud (figur otoritas) agar raja dan
pegawainya bisa menghadiri acara tersebut. Tetapi Daud
menolak dan Absalom minta agar Amnon kakaknya diizinkan
pergi, sebenarnya raja Daud tidak begitu setuju, tetapi
karena didesak akhirnya Amnon dan anak-anak raja yang lain
pergi. Semuanya ini atas seizin raja Daud, ini semuanya
memakai izin OTORITAS!
Orang yang hatinya dikecewakan oleh figur otoritas secara
langsung atau tidak, jika ia menyimpan kebencian secara
diam-diam sangat membahayakan! Mereka bisa nampaknya
tunduk pada otoritas bahkan nampak rohani, mulut mereka
penuh dengan kata-kata yang manis bahkan bisa merayu
sehingga pemimpin yang tidak dihormati berpikir: "Oh,
masalah sudah selesai, sudah mulai membaik" tetapi
ternyata ada motivasi jahat terselubung di belakangnya.
Cara mereka membereskan masalah ialah dengan menangani
sendiri tanpa mengikuti jalannya Tuhan yaitu dengan
mengampuni dan berdoa menjadi pembangun tembok
(Yehezkiel 22:30) dan berdamai. Di pandangan
Absalom, raja Daud sebagai pemimpin tidak mampu dan tidak
rohani oleh sebab itu secara diam-diam ia membuat siasat
untuk menyingkirkan raja Daud. Absalom tidak menghormati
Daud.
Dalam acara pengguntingan bulu domba tersebut di mana
semua anak-anak raja atas undangan Absalom harus hadir
seizin raja Daud, ternyata ini adalah suatu skenario untuk
Absalom membalas dendam kepada Amnon. Absalom menangani
pembenahan pemerkosaan Tamar ke tangannya sendiri dengan
menyuruh orang-orangnya membunuh Amnon. Karena sudah masak
kebenciannya, ia tidak tahan lagi melihat ayahnya tidak
berbuat apa-apa mengenai masalah ini, ia bertindak
sendiri, ia tidak peduli bahwa pembalasan itu milik Allah.
(Roma 12:19)
Ketika raja Daud mendengarnya, raja berduka atas kematian
Amnon dan Absalom melarikan diri selama tiga tahun.
Setelah raja Daud surut amarahnya pada Absalom dan
diketahui oleh para pegawainya, maka mereka menguji hati
raja Daud, apakah raja merindukan kembalinya Absalom atau
tidak? (2 Samuel 14). Setelah dirayu
pegawainya, raja Daud setuju agar Absalom pulang kembali
ke Yerusalem (2 Samuel 14:21) hanya ia tidak
diperkenankan menemui raja melainkan ia harus kembali ke
rumahnya sendiri. Hati-hati dengan oknum ketiga yang
selalu mau menjadi roh kudus junior dengan tujuan
mendamaikan hubungan yang renggang. Saya panggil
orang-orang ini dengan julukan "pahlawan kecil."
Setelah dua tahun Absalom diam di Yerusalem, ia tidak
digubris oleh raja Daud. Lalu ia memanggil anak Zeruya
(Yoab), yang memprakarsai kepulangannya ke Yerusalem, agar
mengatur ia bisa bertemu dengan raja. Karena Yoab tidak
muncul-muncul maka Absalom membakar rumahnya. Absalom
marah kepada Yoab bin Zeruya: "Buat apa aku pulang kalau
tidak bisa menemui raja? Kalau tahu demikian aku tidak
kembali, aku mau diapakan di sini, kalau mau dihukum
beritahu terus terang, jangan didiamkan seperti ini!" Yoab
melaporkan kepada raja Daud dan raja Daud mengizinkan
Absalom menghadapnya. Ketika mereka bertemu raja Daud
mencium Absalom, tetapi raja Daud tidak membicarakan kasus
Tamar maupun kasus kematian Amnon. Absalom tidak bisa
mengerti pikiran ayahnya, raja Israel itu.
Suatu hari ia berpikir bahwa ayahnya "tidak becus menjadi
pemimpin dan tidak bijaksana" lalu ia membuat persepakatan
gelap untuk memecahkan kerajaan ayahnya dan menendangnya
keluar dari tahta raja. Dengan cara mencuri hati rakyat
ayahnya, agar memihak kepada Absalom, Absalom menjelekkan
ayahnya di hadapan rakyat "Percuma kamu datang ke raja
tidak didengar problemmu, ia terlalu sibuk, ke saya saja,
saya juga bisa!"
Baca 2 Samuel 15:3-6
(3) maka berkatalah Absalom kepadanya: "Lihat, perkaramu
itu baik dan benar, tetapi dari pihak raja tidak ada
seorangpun yang mau mendengarkan engkau."
(4) Lagi kata Absalom: "Sekiranya aku diangkat menjadi
hakim di negeri ini! Maka setiap orang yang mempunyai
perkara atau pertikaian hukum boleh datang kepadaku, dan
aku akan menyelesaikan perkaranya dengan adil."
(5) Apabila seseorang datang mendekat untuk sujud
menyembah kepadanya, maka diulurkannyalah tangannya,
dipegangnya orang itu dan diciumnya.
(6) Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua
orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili
perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati
orang-orang Israel.
|