» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA

Sikap terhadap pemimpin yang tidak bijaksana

Pdt. Indri Gautama

 

Sikap apa yang harus kita miliki terhadap pemimpin
yang di pandangan kita tidak bijaksana
dalam membuat keputusan.

"Hati orang kepahitan penuh siasat busuk"
Setelah dua tahun berlalu, Absalom membuat suatu acara pengguntingan bulu domba di mana dengan "sopan" ia meminta izin kepada raja Daud (figur otoritas) agar raja dan pegawainya bisa menghadiri acara tersebut. Tetapi Daud menolak dan Absalom minta agar Amnon kakaknya diizinkan pergi, sebenarnya raja Daud tidak begitu setuju, tetapi karena didesak akhirnya Amnon dan anak-anak raja yang lain pergi. Semuanya ini atas seizin raja Daud, ini semuanya memakai izin OTORITAS!

Orang yang hatinya dikecewakan oleh figur otoritas secara langsung atau tidak, jika ia menyimpan kebencian secara diam-diam sangat membahayakan! Mereka bisa nampaknya tunduk pada otoritas bahkan nampak rohani, mulut mereka penuh dengan kata-kata yang manis bahkan bisa merayu sehingga pemimpin yang tidak dihormati berpikir: "Oh, masalah sudah selesai, sudah mulai membaik" tetapi ternyata ada motivasi jahat terselubung di belakangnya. Cara mereka membereskan masalah ialah dengan menangani sendiri tanpa mengikuti jalannya Tuhan yaitu dengan mengampuni dan berdoa menjadi pembangun tembok (Yehezkiel 22:30) dan berdamai. Di pandangan Absalom, raja Daud sebagai pemimpin tidak mampu dan tidak rohani oleh sebab itu secara diam-diam ia membuat siasat untuk menyingkirkan raja Daud. Absalom tidak menghormati Daud.

Dalam acara pengguntingan bulu domba tersebut di mana semua anak-anak raja atas undangan Absalom harus hadir seizin raja Daud, ternyata ini adalah suatu skenario untuk Absalom membalas dendam kepada Amnon. Absalom menangani pembenahan pemerkosaan Tamar ke tangannya sendiri dengan menyuruh orang-orangnya membunuh Amnon. Karena sudah masak kebenciannya, ia tidak tahan lagi melihat ayahnya tidak berbuat apa-apa mengenai masalah ini, ia bertindak sendiri, ia tidak peduli bahwa pembalasan itu milik Allah. (Roma 12:19)

Ketika raja Daud mendengarnya, raja berduka atas kematian Amnon dan Absalom melarikan diri selama tiga tahun. Setelah raja Daud surut amarahnya pada Absalom dan diketahui oleh para pegawainya, maka mereka menguji hati raja Daud, apakah raja merindukan kembalinya Absalom atau tidak? (2 Samuel 14). Setelah dirayu pegawainya, raja Daud setuju agar Absalom pulang kembali ke Yerusalem (2 Samuel 14:21) hanya ia tidak diperkenankan menemui raja melainkan ia harus kembali ke rumahnya sendiri. Hati-hati dengan oknum ketiga yang selalu mau menjadi roh kudus junior dengan tujuan mendamaikan hubungan yang renggang. Saya panggil orang-orang ini dengan julukan "pahlawan kecil."

Setelah dua tahun Absalom diam di Yerusalem, ia tidak digubris oleh raja Daud. Lalu ia memanggil anak Zeruya (Yoab), yang memprakarsai kepulangannya ke Yerusalem, agar mengatur ia bisa bertemu dengan raja. Karena Yoab tidak muncul-muncul maka Absalom membakar rumahnya. Absalom marah kepada Yoab bin Zeruya: "Buat apa aku pulang kalau tidak bisa menemui raja? Kalau tahu demikian aku tidak kembali, aku mau diapakan di sini, kalau mau dihukum beritahu terus terang, jangan didiamkan seperti ini!" Yoab melaporkan kepada raja Daud dan raja Daud mengizinkan Absalom menghadapnya. Ketika mereka bertemu raja Daud mencium Absalom, tetapi raja Daud tidak membicarakan kasus Tamar maupun kasus kematian Amnon. Absalom tidak bisa mengerti pikiran ayahnya, raja Israel itu.

Suatu hari ia berpikir bahwa ayahnya "tidak becus menjadi pemimpin dan tidak bijaksana" lalu ia membuat persepakatan gelap untuk memecahkan kerajaan ayahnya dan menendangnya keluar dari tahta raja. Dengan cara mencuri hati rakyat ayahnya, agar memihak kepada Absalom, Absalom menjelekkan ayahnya di hadapan rakyat "Percuma kamu datang ke raja tidak didengar problemmu, ia terlalu sibuk, ke saya saja, saya juga bisa!"
Baca 2 Samuel 15:3-6
(3) maka berkatalah Absalom kepadanya: "Lihat, perkaramu itu baik dan benar, tetapi dari pihak raja tidak ada seorangpun yang mau mendengarkan engkau."
(4) Lagi kata Absalom: "Sekiranya aku diangkat menjadi hakim di negeri ini! Maka setiap orang yang mempunyai perkara atau pertikaian hukum boleh datang kepadaku, dan aku akan menyelesaikan perkaranya dengan adil."
(5) Apabila seseorang datang mendekat untuk sujud menyembah kepadanya, maka diulurkannyalah tangannya, dipegangnya orang itu dan diciumnya.
(6) Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel.



 

(Nantikan lanjutannya!)


 
 

ARSIP

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi