» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA

Sikap terhadap pemimpin yang tidak bijaksana

Pdt. Indri Gautama

 

Sikap apa yang harus kita miliki terhadap pemimpin
yang di pandangan kita tidak bijaksana
dalam membuat keputusan.

2 Samuel 13:1-2, 5-7
(1)"Sesudah itu terjadilah yang berikut. Absalom bin Daud mempunyai seorang adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepada nya.
(2) Hati Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar, saudaranya itu, sebab anak perempuan itu masih perawan dan menurut anggapan Amnon mustahil untuk melakukan sesuatu terhadap dia.
(5) Lalu berkatalah Yonadab kepadanya: "Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya: Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan makanan di depan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya."
(6) Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit. Ketika raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada raja: "Izinkanlah adikku Tamar datang membuat barang dua kue di depan mataku, supaya aku memakannya dari tangan nya."
(7) Lalu Daud menyuruh orang kepada Tamar, ke rumahnya, dengan pesan: "Pergilah ke rumah Amnon, kakakmu dan sediakanlah makanan baginya."


Suatu hari Amnon anak raja Daud jatuh cinta kepada Tamar adik Absalom anak raja Daud dari istri yang berbeda. Dibantu oleh Yonadab sepupunya, Amnon membuat persepakatan licik untuk menangkap Tamar dengan berpura-pura sakit. Pada waktu Daud membesuk Amnon yang sedang sakit, Amnon meminta pada ayahnya agar adiknya Tamar datang untuk memberinya makan, kalau bukan Tamar yang melayaninya, ia tidak mau makan.

Tanpa rasa curiga raja Daud memanggil Tamar, untuk menyuapi Amnon yang sakit. Begitu Tamar masuk ke biliknya, semua orang diusir keluar. Dan ketika Tamar mulai memberi makan, Amnon merenggut tangan Tamar dan diperkosanya. (2 Samuel 13:14)

Setelah selesai memperkosa, Amnon menjadi benci kepada Tamar dan diusirlah ia sambil diseret keluar oleh bujang Amnon. Merataplah Tamar dengan suara nyaring, dengan mempergunakan abu di atas kepalanya dan baju kurung puteri raja yang masih perawan dikoyakkannya. Absalom, kakaknya, menebak: "Apakah kakakmu Amnon bersetubuh dengan engkau?"

Ini suatu tragedi keluarga! Raja Daud mendengar hal itu dan menjadi sangat marah
(2 Samuel 13:21) tetapi ia tidak bertindak apa-apa untuk memberi hukuman/sanksi terhadap Amnon. Absalom melihat respon ayahnya seperti itu dan ia tidak bisa menerimanya, tetapi ia menyimpan semua hal ini di dalam hatinya dan diam-diam ia membenci Amnon, sebab Amnon telah memperkosa adiknya. Orang yang diam-diam kecewa dan memendam kekecewaannya, hatinya akan penuh dengan kebencian, ini racun yang bisa membawa kehancuran dalam keluarga, kerajaan, bisnis bahkan gereja Tuhan Yesus.

 

(Nantikan lanjutannya!)


 
 

ARSIP

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi