» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Pdt. Indri Gautama

 Pengajaran:

BERPOLA PIKIR
PERJANJIAN ALLAH
DAN ABRAHAM
(Bagian 2)
 


Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah - Galatia 3:29.

Ringkasan Pengajaran bagian 1

Abraham tetap teguh memegang janji Allah bagi dirinya. Ia percaya bahwa janji Allah untuk memberikan keturunan kepadanya pasti digenapi. Sekali pun pada awalnya ia sempat tidak percaya, bimbang, pesimis.

Untuk menghentikan ketidak-percayaan Abram, Allah memerintahkannya keluar dari kemah, melihat ke atas dan menghitung bintang-bintang di langit. Abram mengikuti perintah Tuhan dan dikatakan bahwa Abram menjadi percaya (Kejadian 15:1-19).

Allah berjanji akan menjadikan Abram bapa segala bangsa, memberikan kepadanya negeri yang berlimpah susu dan madu sebagai warisan agar keturunannya hidup dalam damai sejahtera di negeri itu dan bahwa Abram dan keturunannya akan hidup sebagai bangsa yang perkasa, sehat, berkelimpahan dan berkemenangan.

Detik kita lahir baru, kita sah menjadi umat perjanjian Allah, dan juga keturunan Abraham yang mewarisi semua janji Allah kepada Abraham.


Bagian 2:
Inti perjanjian Allah dan Abraham

Inti perjanjian Allah dengan Abraham adalah bahwa kemakmuran dan kekayaan menjadi bagian keturunan Abraham. Kita diberkati untuk memberkati (Kejadian 12:1-3). Ulangan 8:17-18 berkata ”ingat kepada Tuhan”. Kata ”ingat” selalu berhubungan dengan suatu perjanjian, supaya kita tidak melupakan janji itu.

Kekuatan atau kuasa untuk mengambil kekayaan itu sudah diberikan Allah kepada kita ketika kita lahir baru. Jadi kuasa yang Allah berikan bukan hanya untuk menengking setan, tetapi untuk mengambil kekayaan dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu (Ulangan 8:18b). Yaitu perjanjian bahwa ”Olehmu segala bangsa akan diberkati.” (Galatia 3:8b).

Sebagai umat perjanjian Allah, kita memiliki perjanjian yang dimeteraikan oleh darah Yesus. Dan ketika kita lahir baru, kita ”disunat” sebagai tanda sah perjanjian kedua belah pihak. “Sunat” perjanjian baru adalah sunat hati. ”Karena itu ingatlah bahwa dahulu kamu – sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya ”sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan tangan manusia …” (Efesus 2:11). Detik itu, perjanjian Allah kepada Abraham berlaku atas kita. Satu-satunya perjanjian Allah yang kekal sampai ke anak-cucu kita adalah perjanjian Abraham, sebab semuanya digenapi melalui Yesus.

Mengapa orang Kristen tidak memiliki janji Allah pada Abraham?

Sebagai umat perjanjian Allah, kita memiliki perjanjian yang serius di mana ada berkat tetapi ada juga kutuk (Ulangan 28:1-68). Tetapi melalui Yesus semua kutuk disingkirkan karena Yesus menjadi kutuk kita. Yesus menanggung segala kutuk dan hukuman akibat dosa kita supaya kita bisa mewarisi janji-janji Allah pada Abraham melalui iman dalam Yesus Kristus. Di perjanjian baru tidak ada kutuk lagi karena Yesus sudah menanggung semuanya.

Tetapi kenapa kenyataannya banyak orang Kristen yang sudah lahir baru, berbahasa roh, pelepasan, namun hidup miskin di bawah kutuk? Kenapa mereka tidak menjadi berkat bagi orang lain. Sebab mereka tidak mengerti perjanjian Allah. Orang Kristen yang tidak mengerti janji-janji Allah pada Abraham sama dengan orang ”asing”. Ia seperti pendatang di bumi, tanpa pengharapan, tanpa Allah (Efesus 2:12).

Padahal Firman Tuhan di Efesus 2:19 berkata: Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,... Jadi bila kita sudah lahir baru, seharusnya kita bukan orang asing atau pendatang.

Bagaimana pikiran kita mengerti dan dikontrol oleh perjanjian Allah?

Roma 12:2 mengatakan: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Kita harus memperbaharui pikiran kita dengan janji-janji Allah sehingga seluruh pikiran kita dikontrol oleh perjanjian tersebut. Pikiran Allah selalu dan selamanya ada pada perjanjian-Nya. Pikiran kita juga harus fokus kepada perjanjian-Nya. Kita dituntut untuk berpikir sama dengan Tuhan karena ada kuasa dalam kesepakatan. Karenanya kita harus rajin memperbaharui pikiran setiap hari. Pertobatan (= metanoia) adalah perubahan pikiran.

Penuhi pikiran Anda dengan janji Allah dan pegang janji Allah. Efesus 6:8 berkata: “Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.” Ini adalah hukum resiprokal, artinya kalau satu pihak mentaati persyaratan dari perjanjian tersebut, maka pihak yang lainnya mempunyai kewajiban untuk melakukan bagiannya.

Fokus pada Allah dan perjanjian-Nya

Tuhan tidak pernah melakukan apa pun tanpa membuat janji dan menyampaikan Firman-Nya terlebih dahulu. Tuhan tidak akan melakukan apa pun di luar Firman-Nya karena Ia dibatasi oleh Firman-Nya sendiri. Ketika kita berdoa, kita mengingatkan Allah akan janji-janji-Nya. Tuhan hanya ingat akan perjanjian-Nya sebagaimana dikatakan Mazmur 111:5 ”Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya”.

Taruh fokus Anda pada perjanjian Allah dengan manusia, dan bukan pada permasalahan yang Anda hadapi. Ingat bagaimana Abram keluar dari kemah dan memandang ke arah bintang-bintang di langit. Abram tidak fokus pada kelemahan dirinya, tetapi ia fokus pada janji Allah! Ia kemudian percaya dan sesuatu yang luar biasa terjadi. Kalau pikiran kita fokus dan sejalan dengan pikiran Tuhan, maka kuasa perjanjian Tuhan dimanifestasikan dalam kehidupan kita.

Sikap perjanjian

Kalau Anda mengerti kuasa perjanjian, maka Anda percaya bahwa Tuhan pasti menepati doa Anda karena Anda mendoakan sesuatu yang sesuai dengan kehendak-Nya. Anda akan mempunyai sikap perjanjian: sikap sukses, berani, optimis, berkemenangan sekali pun situasi sedang tidak baik bahkan bisa tertawa dalam keadaan buruk. Anda akan percaya dengan teguh karena tahu Allah tidak bisa melanggar janji-Nya.

Belajar dari sikap orang-orang di Alkitab yang benar-benar bermental perjanjian. Kelakuan mereka luar biasa, berani, kuat, tidak takut sama sekali, tidak bingung, tidak frustrasi, tidak ragu-ragu. Lihat bagaimana Sadrakh, Mesakh dan Abednego masuk ke api seolah-olah tidak ada api. Mereka masuk dengan tenang dan berani. Daniel di hadapan singa yang lapar, sangat tenang, seperti tidak ada singa. Mereka tahu, mengerti dan percaya akan perjanjian Allah.

Kalau Anda hidup berdasarkan perjanjian Allah dengan Anda, Anda bisa berjalan dalam kemenangan Allah dalam hidup Anda dan menyaksikan dan menyatakannya bahwa perjanjian Allah itu benar.

Kunci manifestasi janji-janji Allah dalam hidup Anda

Ketika kita lahir baru, yang ditebus baru roh kita. Jiwa kita sedang ditebus dengan cara memperbarui pikiran. Ini merupakan proses terus-menerus sampai kita serupa dengan Kristus. Semakin pikiran kita diperbaharui, semakin kita seperti Yesus. Karena itu jangan puas dengan keselamatan roh saja, tetapi bertumbuh dewasa dengan memperbaharui pikiran dengan perjanjian Allah.

Kunci agar janji-janji Allah dimanifestasikan dalam hidup Anda adalah:

1. Kenali isi perjanjian Allah dengan Abraham dan keturunannya yaitu kita
2. Perbaharui pikiran Anda senantiasa dengan pengertian akan perjanjian Allah (Roma 12:1-2), sebab DIA selamanya ingat akan janji-janjiNya!!!! (Mazmur 111:5)

Allah sangat ingin memberkati kita melalui penggenapan janji-janji-Nya. Dan Ia hanya dapat melakukan itu semua ketika Ia menemukan partner di bumi, yaitu umat yang percaya dan tidak bimbang akan Firman-Nya. Tuhan tidak bisa melakukan apa-apa dengan umat yang tidak percaya. Ketika Anda bimbang, Anda mencuri kesempatan Tuhan untuk memberkati Anda. Jadilah seperti Maria yang berkata: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:38).
 


Untuk mengerti betapa dahsyatnya KUASA PERJANJIAN agar Anda dapat hidup sebagai umat perjanjian-Nya, belajar dengan lebih mendalam dari kaset dengan judul yang sama. Hubungi bagian media MMM di (021) 631 7875.

 

:: A R S I P ::


 

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi