» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Pdt. Indri Gautama

MASUK KE TEMPAT YANG LEBIH DALAM & TEMUKAN DESTINASI ALLAH DI 2006
(1)


Allah bernubuat melalu nabi Yehezkiel di Yehezkiel 47:1-12.

1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.
4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.
5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.
6 Lalu ia berkata kepadaku: “Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
8 Ia berkata kepadaku: “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.
11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.
12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”

Utara selalu melambangkan kota Tuhan. Air melambangkan Roh Kudus yang selalu mencari tempat di mana Ia bisa mengalir. Tuhan berkata, “Aku mencari tempat, kalau sampai tidak ada yang menampung, Aku akan ke laut.” Laut lambang bangsa-bangsa atau umat manusia.

Air Setinggi Pergelangan Kaki
Ketika Anda lahir baru, Tuhan Yesus membawa Anda masuk ke dalam air hidup-Nya. Anda tidak berjalan di tanah kering. Anda merasakan kesegaran, tetapi Anda tidak bisa berenang karena kedalaman air itu hanya setinggi pergelangan kaki (ayat 3). Roh Kudus berkata: “Masuk lebih dalam lagi.”

Seperti orang berenang, ketika pertama kali masuk kolam, Anda turun ke tempat yang dangkal terlebih dahulu. Anda tidak merasa takut sebab ada dasar berpijak. Anda merasa aman sekali pun airnya dingin. Lalu Tuhan berkata: “Masuk lagi ……, masuk lagi ….!”

Untuk mengalami pertumbuhan rohani, jangan pernah keluar dari air. Tuhan akan membawa Anda ke tempat yang lebih dalam. Anda tidak bisa berenang sambil memegangi tepi kolam. Anda harus ke tengah aliran dan membiarkan air mengangkat Anda. Kalau Anda mau berenang bersama Tuhan, jangan pernah pegang apa pun kecuali Tuhan dan mengalir bersama-Nya. Selama Anda masih mencari tempat pijakan, Anda tidak akan bisa take-off.

Paulus berkata: “Dari iman ke iman kita bertumbuh.” Kapan Anda mengalir dalam hadirat Tuhan? Kapan Anda bisa masuk dalam kegerakan Roh Kudus? Jika anda hidup dengan iman.

Roma 1:16-17 berkata .....Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Gesekan, pertengkaran, goncangan dengan sesama, bahkan dengan saudara seiman dan pendeta mendorong Anda keluar dari zona kenyamanan dan melangkah semakin dekat ke destinasi Anda.

Air Setinggi Lutut
Dari air sepergelangan kaki, yaitu iman tingkat pertama, sekarang Allah berkata: “Aku sudah mengukur seribu hasta, masuk lebih dalam lagi.” Anda harus bertumbuh dan masuk ke tempat yang airnya setinggi lutut, yaitu iman tingkat kedua.

Setiap kegerakan Roh Kudus selalu membawa kengerian. Sebab Roh Kudus selalu melahirkan yang baru dan setiap kelahiran pasti berantakan dan kotor. Anda masuk ke tempat yang Anda tidak pernah lalui sebelumnya. Anda belum terbiasa dan belum punya pengalaman.

Mungkin Anda pikir lebih baik diam daripada salah bicara dan ditertawakan. Tetapi lebih baik Anda melakukan sesuatu dan salah daripada Anda tidak melakukan apa-apa sama sekali. Anda harus mencoba. Kalau pun Anda melakukan kesalahan, paling tidak Anda belajar sesuatu dari kesalahan itu.

Banyak hal besar yang Tuhan mau lakukan bagi Anda. Jangan fokus pada hal-hal di masa lalu yang menyakiti anda. Bagaimana Anda melupakannya? Dengan cara fokus ke destinasi Allah bagi Anda dan apa yang Allah mau kerjakan bagi Anda.

Anda tidak bisa maju ke depan, masuk ke tempat yang lebih dalam kalau Anda memakai mental korban. Pakailah mental pemenang, sebab setiap tempat baru yang Anda masuki akan ada luka dan sakit yang baru. Kenapa bisa sakit? Karena di tempat yang baru, Anda tidak mengerti apa dan bagaimana segalanya bekerja. Apa yang Anda lalui di masa lampau, hanya untuk mempersiapkan iman Anda di tempat yang baru. Tetapi tidak mempersiapkan strategi untuk tempat yang baru. Anda baru menemukan strateginya ketika Anda masuk ke dalamnya.

Keindahan Baru Di Tempat Yang Semakin Dalam
Semakin dalam Anda masuk dengan Tuhan, ada keindahan baru yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya. Ada kenikmatan baru yang belum pernah Anda alami sebelumnya. Dari air sepergelangan kaki, kolam, aliran, menjadi sungai. Sungai yang dalam dan deras alirannya. Firman Allah itu seperti air hidup, seperti aliran sungai yang jernih yang mengalir deras sekali.

Mula-mula Yehezkiel melihat air, tetapi ia belum melihat berkat Tuhan karena air masih setinggi pergelangan kaki, kemudian setinggi lutut lalu setinggi pinggang. Kemudian Yehezkiel masuk terus sampai ia tidak tahu bagaimana harus bereaksi di dalam air yang makin dalam. Pada waktu ia menyerahkan kehendaknya dan mengalir mengikuti Roh Kudus, ia harus berenang. Ia tidak bisa berjalan kaki lagi. Pada saat ia berenang dalam sungai itu, ia melihat pohon kehidupan di sana-sini dan segala sesuatu yang surga sediakan baginya.

Akan tiba saatnya Anda mengikuti Tuhan dari tingkatan pergelangan kaki yaitu ketika Anda lahir baru, naik ke lutut yaitu ketika Anda menerima baptisan Roh Kudus. Naik lagi ke pinggang yaitu Anda mengalir dengan iman, dan air naik lagi menjadi sungai di mana bukan Anda lagi yang hidup tetapi Kristus yang hidup di dalam Anda.

Pada waktu Kristus hidup di dalam Anda, Anda tidak perlu minta berkat dan kesembuhan lagi. Dikatakan sungai tersebut mengalir menuju wilayah timur dimana Bait Allah menghadap dan menurun ke Araba-Yordan dan bermuara di laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar dan memberi kehidupan (ayat 8 dan 9). Buah-buah pohon di sepanjang tepi sungai menjadi makanan dan daunnya menjadi obat (ayat 12).

Anda harus masuk ke tempat yang lebih dalam lagi. Jangan puas menjadi Kristen pergelangan kaki. Maju terus dan masuk lebih dalam menjadi Kristen lutut, terus ke pinggang dan berenang. Begitu Anda berenang, tersedia pohon kehidupan, pohon pengobatan, pohon makanan. Anda tidak perlu minta berkat, tetapi berkat-Nya akan membanjiri Anda. Siapa yang Anda jamah akan sembuh, siapa yang bertemu dengan Anda akan mengalami perubahan dalam hidupnya.

Ulangan 28:8… berkata TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Dalam terjemahan bahasa Inggris dikatakan bahwa Tuhan akan memberkati Anda sampai berkat mengejar dan menaklukkan Anda.

Ini terjadi ketika Anda masuk dan ikut aliran sungai tersebut. Anda harus masuk ke sungai dan tetap berada di sungai, jangan pernah keluar dari sungai itu. Sungai lambang kehidupan, sungai lambang firman, sungai lambang kasih Allah.


(Bersambung minggu depan!)
 

:: A R S I P ::


 

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi