|
Apakah masa lampau dan latar belakang seseorang menentukan
masa depannya? Mari kita belajar dari Rut.
Rut dari suku Moab, suku yang dikutuk oleh Tuhan karena bangsa
ini lahir akibat hubungan incest antara anak dengan
ayahnya. Rut berasal dari keluarga dan bangsa yang tidak
menghargai nyawa manusia. Bangsa Moab membunuh anak-anak
mereka untuk dipersembahkan kepada dewa-dewa. Alam kematian
menggantung di mana-mana, tidak ada kasih dalam keluarga.
Rut adalah menantu Naomi yang berasal dari Betlehem. Betlehem
artinya rumah roti. Setelah suami dan kedua anak lakinya
meninggal, Naomi memutuskan untuk pulang ke Betlehem. Kedua
menantunya mengikutinya. Sampai di perbatasan, Naomi meminta
kedua menantunya untuk kembali ke negeri mereka masing-masing.
Dua kali Naomi menekan menantunya untuk kembali ke bangsanya.
Kedua-duanya menangis pada saat Naomi menantang mereka untuk
pulang.
Setelah dua kali ditantang, Orpa menyerah. Ia mencium pipi
Naomi dan memutuskan kembali ke bangsanya. Pada dasarnya Orpa
berkata, “Baiklah aku pulang kembali ke tradisiku, ke
tuhanku, ke adat istiadat dan kebudayaanku.”
Tetapi Rut berani membuat perbedaan. Ia bertahan dari tekanan
Naomi dan membuat pilihan yang tepat.
Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau
dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau
pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam,
di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan
Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana,
dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN
menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau
sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada
maut!” – Rut 1:16-17.
Sebenarnya Rut berkata bahwa ia menyayangi Naomi, bukan karena
apa yang dapat Naomi berikan pada Rut, bukan karena Naomi bisa
memberikan aku seorang suami, tetapi Rut sayang Naomi karena
ia tahu melalui Naomi dia bisa kenal Tuhan Allah-nya Naomi.
Pertanyaan-pertanyaan Naomi kepada Rut adalah
pertanyaan-pertanyaan yang akan kita hadapi dalam perjalanan
kita dengan Tuhan. Kita akan mengalami ujian iman. Pilihan
kita akan memperlihatkan apakah kita dipengaruhi oleh orang
lain atau betul-betul gigih dan kenal siapa Tuhan yang kita
sembah.
Kalau Anda memilih Allah, Anda akan lihat diri Anda masuk
dalam rencana-Nya. Yang membuat seseorang berbeda adalah
keputusan / pilihan yang ia buat. Rut membuat keputusan yang
sangat radikal untuk mentaati Tuhan dengan sepenuh hati.
Radikal tidak berarti eksentrik. Keputusan mentaati Tuhan
dengan radikal seperti yang dibuat Rut ini mempersiapkan
posisi untuk menerima segala berkat kesuksesan yang telah
disediakan Allah bagi setiap manusia yang diciptakan oleh
Allah.
Tuhan menciptakan manusia – laki-laki dan perempuan – dengan
kehendak bebas untuk memilih. Pilihan Anda menentukan
bagaimana kehidupan Anda. Kalau Anda menjalani kehidupan yang
buruk, jangan salahkan Tuhan! Jangan salahkan lingkungan Anda!
Semuanya itu pilihan Anda sendiri!
Jutaan orang di Aceh dan di seluruh Indonesia, mempunyai masa
lampau dan latar belakang seperti Rut. Banyak dari kita yang
tidak ingin mengingat latar belakang kita, ingin menguburnya
dalam-dalam supaya tidak ada seorang pun tahu.
Sekali pun Anda lahir baru, bertobat dipenuhi Roh Kudus, tidak
berarti otomatis hidup Anda masuk dalam rencana Tuhan, sebab
Tuhan memberikan kepada kita kehendak bebas. Untuk bisa masuk
dalam seluruh rencana-Nya, Anda harus dengan paksa dan sengaja
memperbaharui pikiran Anda dengan memakai pikiran Kristus.
Kenapa pikiran Anda harus diperbaharui? Sebab pada saat Anda
lahir baru, hanya roh Anda yang baru. Jiwa dan tubuh Anda
tidak baru. Anda masih memakai cara berpikir yang lama yang
penuh dengan kepahitan, trauma dan segala kekecewaan yang Anda
bawa kemana pun Anda pergi. Anda bisa berbahasa roh tetapi
pikiran Anda negatif, ketakutan. Apa yang sebenarnya Tuhan
katakan di sini?
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi
berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat
membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang
berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” – Roma 12:2.
Selama Anda terus menerus melihat masa lampau Anda, Anda tidak
akan bisa melihat hari esok yang penuh harapan. Maukah Anda
melihat masa depan yang sudah Allah sediakan bagi kita? Atau
Anda mau tetap hidup di bawah kutuk dan problem nenek moyang
nenek moyang?
Kalau Anda di dalam Kristus, semua itu tidak ada lagi. Kutuk
telah dipatahkan, dosa telah diampuni. Kita tidak mungkin maju
ke depan sementara mata kita terus melihat ke belakang. Sama
seperti orang yang mengendarai mobil, jika ia terus melihat
kaca spion maka ia akan menabrak. Jadi jika Anda ingin sampai
ke tujuan tanpa menabrak, Anda harus fokus melihat ke depan.
Sesekali kita bisa melihat kaca spion, pada saat kita akan
belok misalnya.
Sama dengan perjalanan Anda mengikuti Tuhan. Anda tidak akan
pernah maju kalau Anda selalu melihat ke belakang.
Rut adalah perempuan yang luar biasa, yang mengambil keputusan
yang tepat. Dia berkata, dia tidak akan melihat Moab, dia
tidak akan ingat lagi tuhan yang disembah orang moab, dia
tidak akan ingat lagi keluarganya yang berantakan, yang mati
dibakar hidup-hidup. Sebaliknya dia mengatakan akan melihat ke
depan, fokus pada Allah yang disembah Naomi, Allah yang bisa
memberikan masa depan yang penuh pengharapan dan hidup damai
sejahtera.
Lukas 9:62 – Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap
untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk
Kerajaan Allah.”
Jadi bagaimana kita bisa mengejar masa depan yang penuh
pengharapan?
1. Buat keputusan yang dengan sengaja dan dengan tekad bahwa
Anda mau melupakan masa lampaumu. Tuhan pun tidak
mengingat-ingat kembali masa lampau Anda. Begitu Anda mengaku
dosa, Allah setia dan adil mengapus semua dosa Anda. Tuhan
tidak pernah berkonsultasi dengan masa lampau Anda, jadi Anda
jangan ingat-ingat lagi masa lampau Anda.
2. Anda harus berlari mengejar apa yang di depan Anda.
Berlarilah dengan cara Filipi 4:8, “Jadi akhirnya,
saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua
yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap
didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,
pikirkanlah semuanya itu.”
Arahkan diri Anda kepada tujuan itu! Mengarahkan diri artinya
melawan segala pikiran negatif, dan jangan pernah kompromi!
3. Fokus pada janji Allah bagi Anda! Kenapa? Kalau Anda tidak
memperbaharui pikiran Anda, akan sangat berbahaya. Anda akan
dihancurkan oleh dinamit “sayang diri”. Anda sayang diri dari
pikiran yang salah. Sebab pikiran yang dilayani akan menjadi
perkataan. Perkataan akan menjadi perbuatan. Perbuatan akan
menjadi kebiasaan. Kebiasaan akan menjadi karakter dan
karakter akan menjadi destinasi.
Karena itu penting memakai pikiran Allah supaya Anda masuk ke
destinasi yang Allah sediakan bagi Anda.
Kalau kita mau terjadi Indonesia yang baru, kita harus
mengambil keputusan untuk melupakan yang telah lalu. Lupakan
tsunami, dan bayangkan Indonesia baru! Di 2005 ini jangan
ingat lagi masa lampau, tetapi ingat masa depan yang Tuhan
sediakan bagi Anda dan bagi Indonesia, masa depan yang penuh
pengharapan!
( Nantikan artikel
selanjutnya !)
|