|
Kata “krisis” bagi kebanyakan orang berarti musibah atau
bencana, tetapi pengertian “krisis” akan sangat berbeda jika
pandangan kita terfokus kepada Tuhan. Krisis bisa menjadi
stimulator atau katalisator yang mempercepat perjalanan
kita ke tempat yang jauh lebih baik yang tidak pernah kita
bayangkan sebelumnya.
Setiap orang Kristen bisa mengalami krisis. Krisis yang
terjadi bisa menjadi titik balik apakah keadaan menjadi lebih
baik atau lebih buruk. Krisis adalah stimulator atau
katalisator, yaitu alat bagi Tuhan untuk mempercepat janji-Nya
terjadi, sehingga kita masuk ke peranan tinggi yang Tuhan
janjikan.
Daud tidak bisa duduk di tahtanya jika ia tidak mengalami
krisis dengan Saul. Daud tidak pernah kepahitan pada Tuhan
ketika Saul mengejar hendak membunuhnya. Daud mengerti krisis
yang dihadapinya adalah “sekolah” yang akan membawa dia sampai
ke tahta dan ia bisa memakai mahkota dari Tuhan.
Krisis yang terjadi pada Yusuf juga merupakan “sekolah” di
mana ia belajar menjadi seorang pemimpin besar, karena seorang
pemimpin tidak dilahirkan melainkan dibentuk melalui krisis.
Karakter terbentuk sehingga pemimpin dijadikan.
Demikian juga Ester. Pada waktu ia dan bangsanya mengalami
krisis, ia melakukan kehendak Allah sehingga seluruh Israel
diselamatkan. Ester adalah wanita extra ordinary yang
berarti. Ia adalah wanita yang rela hidup di luar
kenyamanannya. Ia menjadi orang besar dan terhormat karena
Tuhan telah memanggilnya keluar dari kubangan dosa dan masa
lalunya. Ia dahsyat bagi Tuhan. Ia wanita berdestinasi yang
mengerti bahwa Tuhan mempunyai tujuan besar dalam hidupnya.
Masa lalu Ester bukan masa lalu yang menyenangkan. Ia
ditinggal mati oleh orang tuanya dan ia dibawa ke pembuangan
bersama dengan Mordekhai sepupunya yang mengangkatnya sebagai
anak (Ester 2:5-7). Firman Tuhan mengatakan bahwa Ia mempunyai
rancangan yang indah bagi setiap kita anak-Nya. Yeremia 29:11
berkata “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan
apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN,
yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan,
untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Ester mengerti bahwa tidak ada yang bisa mencuri destinasi
yang telah Tuhan persiapkan baginya.
Ester yang elok perawakannya dan cantik parasnya mendapat
kasih sayang Raja Ahasyweros melebihi gadis-gadis lain yang
dipersiapkan untuk menggantikan Ratu Wasti yang dipecat karena
tidak menuruti permintaan Raja Ahasyweros untuk memamerkan
kecantikannya. Raja sangat mengasihi Ester dan mengenakan
mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi
ratu ganti Wasti.
Orang yang luar biasa tidak bebas krisis.
Sekali pun Ester wanita extra ordinary, bukan berarti
ia luput dari krisis. Suatu hari bangsa Yahudi di Persia
diancam untuk dipunahkan oleh Haman, asisten Raja Ahasyweros
karena Mordekhai – sepupu Ester – tidak mau berlutut menyembah
Haman yang setiap pagi melewati semua pegawai Raja di pintu
gerbang Istana. Perintah untuk berlutut dan sujud kepada Haman
ini adalah perintah Raja Ahasyweros atas permintaan Haman.
Bagi yang tidak melakukannya akan dihukum.
Sebagai pejabat istana raja, Mordekhai tidak mau menyembah
manusia. Ia hanya mau menyembah Allah yang hidup. Ketika Haman
melihat bahwa ada seorang Yahudi yang tidak mau berlutut dan
menyembahnya, maka sangat panaslah hati Haman dan ia
menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai
saja. Haman ingin memunahkan seluruh orang Yahudi di kerajaan
Ahasyweros. Haman menyampaikan maksud hatinya yang jahat ini
kepada raja dan raja memberikan cincin meterai sebagai tanda
setuju atas permintaan Haman.
Kemudian Haman memanggil para panitera raja. Sesuai dengan
permintaan Haman, ditulislah surat kepada wakil-wakil raja,
kepada setiap bupati dan setiap pembesar bangsa dengan
perintah untuk membunuh semua orang Yahudi dari yang muda
sampai yang tua. Surat perintah itu dibuat atas nama raja
Ahasyweros dan dimeteraikan dengan cincin meterai raja.
Mengetahui itu, Mordekhai mengoyak pakaiannya, memakai kain
kabung dan abu; kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota
sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih. Sampailah
berita ini kepada Ester. Ester mengirim dayang-dayangnya
kepada Mordekhai untuk bertanya apa arti dan penyebab hal ini.
Mordekhai menceritakan apa yang akan dilakukan Haman untuk
memunahkan orang Yahudi.
Mordekhai menantang Ratu Ester
Mordekhai meminta Ester menghadap Raja untuk membatalkan
rencana Haman dan membela bangsanya. Mordekhai menantang Ratu
Ester, katanya: “…. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat
seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu!” Ester
berada dalam krisis pada waktu ditantang mentornya – Mordekhai
yang sangat dihormatinya.
Peraturan kerajaan Persia menentukan jika laki-laki atau
perempuan menghadap Raja tanpa dipanggil, dan raja tidak
mengulurkan tongkat emasnya maka akan mendapat hukuman mati.
Pada saat itu Ester sudah 30 hari tidak dipanggil menghadap
raja. Mordekhai mengatakan: “Sekali pun Engkau berdiam diri di
dalam istana, bagi orang Yahudi akan ada pertolongan dan
kelepasan dari pihak lain dan engkau dan keluargamu akan
binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat seperti ini
engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” Bukan kebetulan
Ester menjadi ratu, tetapi ada rencana Allah untuk
menyelamatkan bangsa Yahudi dari ancaman Haman melaluinya.
Ester mau melakukan kehendak Allah bagi bangsanya. Ada 7
rahasia besar yang membuat krisis yang dihadapinya menjadi
katalisator bagi Ester untuk menjadi wanita besar di Alkitab.
1. Ester tidak pernah menyesali apa yang telah terjadi
dalam hidupnya. Ia tidak fokus pada masa lampaunya yang
hancur-hancuran sebagai orang buangan, tawanan dan yatim piatu,
tetapi ia fokus pada Tuhan yang bisa memulihkan kehancurannya.
Jangan izinkan masa lampau memegang Anda, sehingga Anda tidak
bisa mencapai masa depan yang cemerlang yang Tuhan telah
siapkan bagi Anda.
2. Ester tunduk pada otoritas, ia tunduk pada Hegai dan
walau pun ia sudah menjadi ratu ia tetap tunduk pada Mordekhai.
Ester tidak lupa darimana ia berasal. Jika tunduk pada
otoritas menjadi masalah bagi Anda, Anda adalah pemberontak
dan akarnya adalah kesombongan.
3. Ester memiliki keyakinan batin dalam menghadapi
tekanan, 1 Petrus 3:4 berkata “tetapi perhiasanmu ialah
manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak
binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram,
yang sangat berharga di mata Allah.”
Manusia batiniah adalah manusia roh yang harus tenang di
tengah badai dan kenal siapa Tuhan kita. Tuhan akan turun
tangan menolong kita pada saat kita sepakat dengan-Nya.
4. Ester rela melalui proses persiapan. Ia mengerti
bahwa krisis akan membawanya ke tempat yang tidak pernah ia
bayangkan. Persiapan adalah proses dari dimulainya suatu janji
dan diakhiri dengan penggenapan janji itu. Cara penggenapan
janji itu adalah kita melewati serangkaian proses. Dan melalui
proses, kita akan mengerti adanya “tujuan ilahi” sehingga kita
mengerti perkataan Yusuf di Kejadian 50:20, “Memang kamu
telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah
telah mereka-rekakannya untuk kebaikan,…”
5. Ester berhasil karena dia mencari hikmat Allah.
Yakobus 1:5, “Tetapi apabila di antara kamu ada yang
kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah –
yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan
dengan tidak membangkit-bangkit -, maka hal itu akan diberikan
kepadanya.”
Apakah hikmat itu? Hikmat adalah karunia yang Tuhan berikan
pada kita semua untuk mengetahui bagaimana memakai pengetahuan
yang kita terima. Hikmat hanya diperoleh dengan kita
memintanya kepada Allah. Pengetahuan kita peroleh dari
pendidikan, tetapi diperlukan hikmat Allah untuk memakai
pengetahuan itu dalam kehidupan kita sehari-hari.
6. Ester mengumpulkan semua informasi yang diperlukan
sehingga ia mengetahui bagaimana ia harus bertindak. Kita
harus mengetahui banyak mengenai situasi yang sedang kita
hadapi.
7. Ester terbeban bagi bangsanya. Kalau Anda mau
menjadi orang yang luar biasa Anda harus mau terbeban bagi
orang yang sedang terkena beban. Penuh belas kasihan dengan
sesama!
Di tengah krisis, di mana Ester diminta Mordekhai untuk
menghadap raja padahal raja belum memanggilnya yang bisa
berakibat fatal bagi dirinya, Ester berkata: “Sekalipun ia
terpaksa mati biarlah ia mati”. Ester bisa berkata
demikian karena ia adalah wanita yang mengerti bahwa melalui
krisis ini ia bisa mencapai destinasinya.
Ester meminta Mordekhai untuk menggerakkan umat Israel
berpuasa selama 3 hari 3 malam bersama dengannya. Ia berpuasa
dengan tujuan bisa mendengar instruksi dari Tuhan, apa yang
harus ia lakukan. Yang dilakukan Ester menggerakkan surga,
membuat hati Tuhan terjamah.
Suatu malam raja Ahasyweros tidak bisa tidur sehingga raja
meminta dibacakan kitab pencatatan sejarah. Di dalam kitab itu
tercatat tentang perbuatan Mordekhai yang pernah
memberitahukan bahwa ada dua orang sida-sida raja yang mau
membunuh raja Ahasyweros (Ester 6:1 & Ester 2:19-23).
Mengetahui perbuatan baik Mordekhai, maka raja memikirkan
kehormatan dan anugerah untuk diberikan kepada Mordekhai.
Pada waktu Mordekhai menghormati jalan-jalan Tuhan, maka Tuhan
menghormati Mordekhai dan membawanya ke tempat yang tidak
pernah terpikirkan olehnya. Dengan memakai pakaian yang biasa
dipakai raja dan kuda yang biasa dikendarai raja serta mahkota
kerajaan di kepalanya, Mordekhai diarak melalui lapangan kota
oleh Haman – seteru bangsanya – dengan menyerukan:
“Beginilah kepada orang yang Raja berkenan menghormatinya.”
(Ester 6)
Allah bekerja sama dengan kita untuk melakukan kebaikan bagi
kita. Pada waktu umat Tuhan mengalami peperangan atau krisis,
Tuhan menyediakan kemenangan bagi umat-Nya dengan cara kita
mengangkat puji-pujian bagi Allah, menyatakan Dia besar,
deklarasikan Dia lah Tuhan pemberi kemenangan. Kita diam di
hadirat-Nya, mencari wajah-Nya dan menantikan Dia dengan
Firman-Nya, karena firman yang memberikan kehidupan kepada
kita.
Di tengah badai, Tuhan menyertai kita. Kita menghadapi krisis
bukan dengan kekuatan sendiri tetapi dengan Dia yang memberi
kekuatan kepada kita. Jika kita fokus kepada diri sendiri dan
masalah yang dihadapi, maka kehancuran yang terjadi. Tetapi
kalau kita fokus kepada-Nya, maka pemulihan akan terjadi. Iman
kita kepada Tuhan bisa mengubah fakta yang kacau dan hancur
menjadi baik.
Krisis yang dihadapi merupakan saat kita memilih. Pilihan yang
benar bisa menjadi titik balik untuk yang baik terjadi. Kita
perlu memiliki hikmat dari Tuhan yang akan membawa berkat bagi
kita. Melalui krisis yang dihadapi Ester – wanita extra
ordinary yang mau melakukan kehendak Allah dalam dirinya –
ia menjadi alat bagi Tuhan untuk keselamatan bangsa Yahudi.
Siapa sangka ratu kecantikan dapat membawa keselamatan bagi
suatu bangsa? Bagaimana dengan Anda? Apa yang menghalangi Anda
untuk dipakai Tuhan secara luar biasa?
Pelajari lebih
dalam mengenai Ester, bagaimana seseorang dengan latar
belakang seperti dia akhirnya dipakai Tuhan dengan luar biasa.
Beli kaset-kaset dan VCD mengenai Ester. Hubungi Maria
Magdalena Ministries, bagian penjualan, di (021) 631 8305
(Nantikan artikel Pengajaran
selanjutnya!) |