|
KELUAR
DARI PANDANGAN YANG SALAH! |
 |
|
Pdt.
Indri Gautama |
Firman Allah baru berfungsi
sebagai pedang jika diperkatakan dari mulut seorang Kristen
yang hatinya percaya akan firman Allah yang diucapkan itu
yaitu firman yang keluar dari hati yang penuh iman dan mulut
yang penuh iman. Iman anda baru bekerja jika anda lepaskan,
jangan dimiliki saja tetapi harus dilepaskan, anda melepaskan
iman anda waktu anda perkatakan di mulut anda dengan hati
percaya dan tidak bimbang bahwa apa yang dikatakan anda pasti
terjadi dan hal itu akan terjadi.
Markus 11:23
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya
barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan
tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi
percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka
hal itu akan terjadi baginya."
Charles Capps, guru pengucapan firman yang sukses mengatakan
bahwa iman adalah kekuatan rohani. Iman anda akan datang lebih
cepat bila anda mengucapkan firman Allah keluar dari mulut
anda sendiri daripada melalui mulut orang lain. Anda butuh
iman untuk mengharapkan mujizat terjadi.
Ibrani 11:1
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu
yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang
tidak kita lihat."
Ingat Rasul Paulus berkata: Jadi, iman timbul dari
pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Roma
10:17
Roh Kudus melalui Rasul Paulus, di sini berbicara mengenai
iman dalam Allah dan dalam firman-Nya. Rasul Paulus berkata
iman timbul dari PENDENGARAN AKAN FIRMAN TUHAN. Jadi, karena
ini adalah kebenaran, firman itu harus diucapkan agar dapat
didengar. Saudara tidak dapat mendengar apa-apa tanpa
diperkatakan.
Saya yakin Rasul Paulus menghimbau kita untuk mendengar suara
kita sendiri memperkatakan firman Allah dan mendengar diri
kita mengulangi perkataan firman dari mulut kita sendiri.
Saudara akan memiliki iman jauh lebih besar jikalau anda
memperkatakan firman itu sendiri daripada dari mulut orang
lain. Allah sudah mendesainnya seperti ini.
Ibrani 11:1 berkata
1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan
2. Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak bisa kita
lihat.
Selama ini kita berpendapat bahwa kita pakai iman untuk
hal-hal yang dapat dilihat. Tetapi ini seratus persen bertolak
belakang dengan alkitab.
Iman itu adalah bukti dari apa yang tidak bisa kita
lihat dengan panca indera jasmani kita! Jadi ini menegur kita
untuk tidak mengandalkan apa kata panca indera kita!
Pengakuan mulut kita selama ini berdasarkan apa yang kita
dapat lihat dan sembilan puluh persen apa yang negatif bukan
yang sesuai janji Allah yang positif. Ini semua karena pikiran
kita tidak diprogram sesuai pengetahuan firman Allah yang
berkata bahwa, "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka
menggemakannya, akan memakan buahnya."
Amsal 18:21
Kita berpikir seperti orang duniawi bukan sebagai ciptaan baru
dalam Kristus dan kita berbicara seperti orang duniawi.
Semua jenis perkataan yang negatif adalah pengakuan yang
salah! Ini memegahkan musuh kita iblis. Pengakuan ini tanpa
disadari mendeklarasikan kekalahan Allah Bapa kita. Kebanyakan
perkataan orang-orang yang kita dengar saat ini membesarkan si
iblis. Perkataan semacam ini menghancurkan iman dan
membelenggu anda.
Pengakuan dari bibir dan yang bertumbuh dari iman dalam
hati anda akan mengalahkan lawan kita secara total dalam
setiap peperangan.
Pengakuan akan kekuatan iblis yang menghalangi kemenangan
anda, akan memberi kekuatan pada iblis atas hidup saudara dan
akan membawa ketakutan dan kelemahan. Tetapi jika anda
mengakui dengan berani dan yakin akan pemeliharaan dan kuasa
tangan Allah Bapa kita dan dengan yakin mendeklarasikan bahwa
Roh Allah dalam kita jauh lebih besar daripada kekuatan apapun
di sekitar kita, kita akan berada di atas segala pengaruh
setan.
Setiap kali kita mengutarakan kecemasan dan ketakutan kita dan
kita mengutarakan kelemahan dan penyakit kita, kita sedang
dengan blak-blakan mengakui bahwa firman Allah itu tidak benar
dan bahwa Allah sudah gagal menggenapi janji-Nya. Dia
menyatakan bahwa "Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah
sembuh" dan "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung
penyakit kita" Bukannya kita mengakui bahwa Dia telah
menanggung penyakit-penyakit kita dan membuangnya, kita
membuat pengakuan "aku masih ada sakitnya" Kita memakai
kesaksian dari panca indera kita bukannya kesaksian dari
firman Allah. Selama kita berpegang teguh pada pengakuan dari
sakit penyakit kita dan penderitaan kita, kita akan tetap
sakit. Kita bisa cari pendeta terus untuk mendoakan doa-iman
untuk kita dan tidak akan ada hasilnya sebab ketidak percayaan
kita menghancurkan iman pendeta itu.
Orang percaya yang selalu membuat pengakuan akan dosa-dosanya
dan kelemahannya adalah orang yang sedang membangun kelemahan
dan kegagalan dan dosa ke dalam hati nuraninya.
Kalau kita jatuh dalam dosa, waktu kita insyaf dan mengakui
dosa-dosa kita, Allah itu setia dan adil mengampuni kita dan
menyucikan kita dari segala kejahatan.
1 Yohanes 1:9
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah
setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita
dan menyucikan kita dari segala kejahatan."
Setelah kita membuat pengakuan dosa tersebut yang keluar dari
hati yang menyesal dan berduka terhadap Tuhan, jangan kita
pikirkan, bicarakan atau diskusikan lagi. Hal itu bukan
sejarah kuno, karena sejarah dapat dikenang. Tetapi sewaktu
kita mentaati 1 Yohanes 1:9, dosa itu seperti tidak pernah ada
atau seperti tidak pernah terjadi. Jangan kita mengingatkan
diri kita akan dosa-dosa yang pernah kita lakukan ITU TIDAK
ADA LAGI! Kalau saudara mau mengatakan apapun,
katakanlah bahwa di dalam Kristus kita sempurna, Kolose
2:10
"dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah
kepala semua pemerintah dan penguasa."
Bahwa apa yang
Allah katakan mengenai kesalahan-kesalahan kita dan dosa-dosa
kita adalah mutlak benar. Kita tidak boleh mengakui dosa-dosa
kita kepada orang-orang. Kita dapat mengatakannya waktu kita
minta maaf, tetapi sesudah itu kita harus melupakannya.
Markus 11:25
"Dan sewaktu
kamu berdiri untuk berdoa, jika kamu mempunyai sesuatu dalam
hatimu yang bertentangan dengan orang lain, ampunilah dia dan
lepaskan kesalahan itu, tinggalkan dan buang, supaya Bapamu
yang di sorga juga mengampuni semua kesalahan-kesalahanmu dan
kelemahan-kelemahanmu dan membuang semuanya itu."
(Amp.
Bible)
Jangan pernah utarakan kepada semua orang akan kesalahan kita,
kelemahan kita dan kejahatan-kejahatan kita di masa lampau.
Kalau anda mau mengatakannya katakan hanya kepada Tuhan saja,
karena hanya Tuhan yang bisa menyembuhkan luka sakitnya bukan
orang yang menyakitkan anda (Matius 18:25)
BERANI MEMBUAT PENGAKUAN YANG BENAR
Ingat: Keberhasilan kita sebagai orang percaya
tergantung pada pengakuan mulut kita.
Atau "Kita hanya seberhasil pengakuan mulut kita!"
Mulai sekarang anda dapat keluar dari masalah anda dengan
berhasil, jika mulut anda mengeluarkan yang positif.
Anda akui bahwa Tuhan adalah Tuhan dari hidup anda; bahwa Dia
adalah Tuhan yang mengatasi segala sakit penyakit dan
mengatasi segala setan. Anda berpegang teguh pada pengakuan
akan ke Tuhanan dari Yesus Kristus atas segala apapun yang
bisa membelenggu dan menghalangi anda sehingga anda dapat
menikmati pekerjaan yang sudah diselesaikan Yesus Kristus di
kayu salib.
Di hadapan setiap kebutuhan, anda mengatakan bahwa Tuhanlah
gembalaku, aku tidak kekurangan (selalu pengakuan ini dibuat
dalam bentuk kalimat masa ini, sekarang) Dialah yang
menyediakan segala kebutuhanku. Dialah kesehatanku,
kekuatanku, Dialah kekuatan dalam kehidupanku; kepada siapa
aku harus takut?
Waktu anda membuat pengakuan firman anda sedang mengakui
keyakinan anda dalam firman Allah. Ini perlu latihan dengan
penuh kedisiplinan setiap hari.
Contoh pengakuan yang harus dikatakan setiap orang percaya
setiap hari:
Pengakuan kesatu:
1 Petrus 5:7
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,
sebab Ia yang memelihara kamu."
Saya mengakui bahwa saya tidak memiliki kekuatiran, kecemasan
dan beban-beban. Saya tidak akan mengalami kelemahan jiwa.
Saya akan selalu sehat dan cakap untuk bekerja dan tidak
bingung. Pikiran saya jernih dan sempurna, roh saya merdeka.
Kesaksian saya diurapi oleh Roh Kudus karena DIA yang
menanggung segala beban, menopang segala tekanan jiwa dan
memenuhi segala kebutuhanku.
Pengakuan kedua:
"Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku" Saya tidak
kekurangan uang, saya tidak kekurangan istirahat atau
kesehatan. Saya tak kekurangan kekuatan. Saya tidak kekurangan
apapun. Dialah segalanya yang aku perlukan. Ini adalah realita
hidup. Sungguh luar biasa hidupku. Aku memiliki rasa aman yang
luar biasa, penuh dengan kuasa dan kemenangan! Saya tidak
takut untuk berdiri di atas Filipi 4:19
"Allahku akan
memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya
dalam Kristus Yesus."
Ibrani 4:14 "
baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan
iman kita.
"
Hidup kita baru berhasil menjadi kesaksian dan berguna bagi
dunia ini diukur dari pengakuan dan ketekunan kita dalam
memegang teguh pengakuan kita. Dalam segala situasi atau di
hadapan segala pendapat dan komentar orang, saudara tidak
boleh pernah berserah kepada ketakutan atau mendengar pada
suara dari panca indera kita. Kita harus berdiri teguh pada
pengakuan kita karena kita tahu dan sadar bahwa Tuhan tidak
pernah membiarkan kita.
Dibutuhkan kedisplinan untuk memperkatakan apa yang Tuhan
telah firmankan mengenai kita untuk menghilangkan kebiasaan
membuat pengakuan yang salah, akan kegagalan, kelemahan, dosa,
penyakit dan kekurangan. Ingat kita sudah terlatih sejak lahir
untuk bicara yang negatif.
Sekarang anda harus membuat pengakuan firman dan berdiri di
atas apa kata Tuhan akan diri anda. Jangan buat 2 macam
pengakuan karena pengakuan yang dikontrol panca indera kita
akan menghancurkan pernyataan "siapa anda dalam Kristus" atau
siapa Yesus bagi kita/saudara.
Roma 1:16
"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam
Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan
setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi
juga orang Yunani."
|
Firman
Allah akan menelan pernyataan negatif dan iman
dapat merubah fakta. |
|
(Nantikan
topik baru minggu depan !) |
|