» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA

KELUAR DARI PANDANGAN YANG SALAH!

Pdt. Indri Gautama

Firman Allah baru berfungsi sebagai pedang jika diperkatakan dari mulut seorang Kristen yang hatinya percaya akan firman Allah yang diucapkan itu yaitu firman yang keluar dari hati yang penuh iman dan mulut yang penuh iman. Iman anda baru bekerja jika anda lepaskan, jangan dimiliki saja tetapi harus dilepaskan, anda melepaskan iman anda waktu anda perkatakan di mulut anda dengan hati percaya dan tidak bimbang bahwa apa yang dikatakan anda pasti terjadi dan hal itu akan terjadi.
Markus 11:23…"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya."…

Charles Capps, guru pengucapan firman yang sukses mengatakan bahwa iman adalah kekuatan rohani. Iman anda akan datang lebih cepat bila anda mengucapkan firman Allah keluar dari mulut anda sendiri daripada melalui mulut orang lain. Anda butuh iman untuk mengharapkan mujizat terjadi.
Ibrani 11:1…"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."…

Ingat Rasul Paulus berkata: Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Roma 10:17
Roh Kudus melalui Rasul Paulus, di sini berbicara mengenai iman dalam Allah dan dalam firman-Nya. Rasul Paulus berkata iman timbul dari PENDENGARAN AKAN FIRMAN TUHAN. Jadi, karena ini adalah kebenaran, firman itu harus diucapkan agar dapat didengar. Saudara tidak dapat mendengar apa-apa tanpa diperkatakan.

Saya yakin Rasul Paulus menghimbau kita untuk mendengar suara kita sendiri memperkatakan firman Allah dan mendengar diri kita mengulangi perkataan firman dari mulut kita sendiri. Saudara akan memiliki iman jauh lebih besar jikalau anda memperkatakan firman itu sendiri daripada dari mulut orang lain. Allah sudah mendesainnya seperti ini.

Ibrani 11:1 berkata
1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan
2. Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak bisa kita lihat.
Selama ini kita berpendapat bahwa kita pakai iman untuk hal-hal yang dapat dilihat. Tetapi ini seratus persen bertolak belakang dengan alkitab.
Iman itu adalah bukti dari apa yang tidak bisa kita lihat dengan panca indera jasmani kita! Jadi ini menegur kita untuk tidak mengandalkan apa kata panca indera kita!
Pengakuan mulut kita selama ini berdasarkan apa yang kita dapat lihat dan sembilan puluh persen apa yang negatif bukan yang sesuai janji Allah yang positif. Ini semua karena pikiran kita tidak diprogram sesuai pengetahuan firman Allah yang berkata bahwa, "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya."…Amsal 18:21
Kita berpikir seperti orang duniawi bukan sebagai ciptaan baru dalam Kristus dan kita berbicara seperti orang duniawi.

Semua jenis perkataan yang negatif adalah pengakuan yang salah! Ini memegahkan musuh kita iblis. Pengakuan ini tanpa disadari mendeklarasikan kekalahan Allah Bapa kita. Kebanyakan perkataan orang-orang yang kita dengar saat ini membesarkan si iblis. Perkataan semacam ini menghancurkan iman dan membelenggu anda.

Pengakuan dari bibir dan yang bertumbuh dari iman dalam hati anda akan mengalahkan lawan kita secara total dalam setiap peperangan.

Pengakuan akan kekuatan iblis yang menghalangi kemenangan anda, akan memberi kekuatan pada iblis atas hidup saudara dan akan membawa ketakutan dan kelemahan. Tetapi jika anda mengakui dengan berani dan yakin akan pemeliharaan dan kuasa tangan Allah Bapa kita dan dengan yakin mendeklarasikan bahwa Roh Allah dalam kita jauh lebih besar daripada kekuatan apapun di sekitar kita, kita akan berada di atas segala pengaruh setan.

Setiap kali kita mengutarakan kecemasan dan ketakutan kita dan kita mengutarakan kelemahan dan penyakit kita, kita sedang dengan blak-blakan mengakui bahwa firman Allah itu tidak benar dan bahwa Allah sudah gagal menggenapi janji-Nya. Dia menyatakan bahwa "Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh" dan "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita" Bukannya kita mengakui bahwa Dia telah menanggung penyakit-penyakit kita dan membuangnya, kita membuat pengakuan "aku masih ada sakitnya" Kita memakai kesaksian dari panca indera kita bukannya kesaksian dari firman Allah. Selama kita berpegang teguh pada pengakuan dari sakit penyakit kita dan penderitaan kita, kita akan tetap sakit. Kita bisa cari pendeta terus untuk mendoakan doa-iman untuk kita dan tidak akan ada hasilnya sebab ketidak percayaan kita menghancurkan iman pendeta itu.

Orang percaya yang selalu membuat pengakuan akan dosa-dosanya dan kelemahannya adalah orang yang sedang membangun kelemahan dan kegagalan dan dosa ke dalam hati nuraninya.

Kalau kita jatuh dalam dosa, waktu kita insyaf dan mengakui dosa-dosa kita, Allah itu setia dan adil mengampuni kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
1 Yohanes 1:9…"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."…

Setelah kita membuat pengakuan dosa tersebut yang keluar dari hati yang menyesal dan berduka terhadap Tuhan, jangan kita pikirkan, bicarakan atau diskusikan lagi. Hal itu bukan sejarah kuno, karena sejarah dapat dikenang. Tetapi sewaktu kita mentaati 1 Yohanes 1:9, dosa itu seperti tidak pernah ada atau seperti tidak pernah terjadi. Jangan kita mengingatkan diri kita akan dosa-dosa yang pernah kita lakukan ITU TIDAK ADA LAGI! Kalau saudara mau mengatakan apapun, katakanlah bahwa di dalam Kristus kita sempurna, Kolose 2:10 …"dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa."… Bahwa apa yang Allah katakan mengenai kesalahan-kesalahan kita dan dosa-dosa kita adalah mutlak benar. Kita tidak boleh mengakui dosa-dosa kita kepada orang-orang. Kita dapat mengatakannya waktu kita minta maaf, tetapi sesudah itu kita harus melupakannya.

AMPUNI dan LUPAKAN

Markus 11:25 …"Dan sewaktu kamu berdiri untuk berdoa, jika kamu mempunyai sesuatu dalam hatimu yang bertentangan dengan orang lain, ampunilah dia dan lepaskan kesalahan itu, tinggalkan dan buang, supaya Bapamu yang di sorga juga mengampuni semua kesalahan-kesalahanmu dan kelemahan-kelemahanmu dan membuang semuanya itu."… (Amp. Bible)

Jangan pernah utarakan kepada semua orang akan kesalahan kita, kelemahan kita dan kejahatan-kejahatan kita di masa lampau. Kalau anda mau mengatakannya katakan hanya kepada Tuhan saja, karena hanya Tuhan yang bisa menyembuhkan luka sakitnya bukan orang yang menyakitkan anda (Matius 18:25)

BERANI MEMBUAT PENGAKUAN YANG BENAR

Ingat: Keberhasilan kita sebagai orang percaya tergantung pada pengakuan mulut kita.
Atau "Kita hanya seberhasil pengakuan mulut kita!"
Mulai sekarang anda dapat keluar dari masalah anda dengan berhasil, jika mulut anda mengeluarkan yang positif.

Anda akui bahwa Tuhan adalah Tuhan dari hidup anda; bahwa Dia adalah Tuhan yang mengatasi segala sakit penyakit dan mengatasi segala setan. Anda berpegang teguh pada pengakuan akan ke Tuhanan dari Yesus Kristus atas segala apapun yang bisa membelenggu dan menghalangi anda sehingga anda dapat menikmati pekerjaan yang sudah diselesaikan Yesus Kristus di kayu salib.

Di hadapan setiap kebutuhan, anda mengatakan bahwa Tuhanlah gembalaku, aku tidak kekurangan (selalu pengakuan ini dibuat dalam bentuk kalimat masa ini, sekarang) Dialah yang menyediakan segala kebutuhanku. Dialah kesehatanku, kekuatanku, Dialah kekuatan dalam kehidupanku; kepada siapa aku harus takut?

Waktu anda membuat pengakuan firman anda sedang mengakui keyakinan anda dalam firman Allah. Ini perlu latihan dengan penuh kedisiplinan setiap hari.
Contoh pengakuan yang harus dikatakan setiap orang percaya setiap hari:
Pengakuan kesatu:
1 Petrus 5:7 …"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."…
Saya mengakui bahwa saya tidak memiliki kekuatiran, kecemasan dan beban-beban. Saya tidak akan mengalami kelemahan jiwa. Saya akan selalu sehat dan cakap untuk bekerja dan tidak bingung. Pikiran saya jernih dan sempurna, roh saya merdeka. Kesaksian saya diurapi oleh Roh Kudus karena DIA yang menanggung segala beban, menopang segala tekanan jiwa dan memenuhi segala kebutuhanku.

Pengakuan kedua:
"Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku" Saya tidak kekurangan uang, saya tidak kekurangan istirahat atau kesehatan. Saya tak kekurangan kekuatan. Saya tidak kekurangan apapun. Dialah segalanya yang aku perlukan. Ini adalah realita hidup. Sungguh luar biasa hidupku. Aku memiliki rasa aman yang luar biasa, penuh dengan kuasa dan kemenangan! Saya tidak takut untuk berdiri di atas Filipi 4:19…"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."…

Ibrani 4:14 "… baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. …"


Hidup kita baru berhasil menjadi kesaksian dan berguna bagi dunia ini diukur dari pengakuan dan ketekunan kita dalam memegang teguh pengakuan kita. Dalam segala situasi atau di hadapan segala pendapat dan komentar orang, saudara tidak boleh pernah berserah kepada ketakutan atau mendengar pada suara dari panca indera kita. Kita harus berdiri teguh pada pengakuan kita karena kita tahu dan sadar bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita.

Dibutuhkan kedisplinan untuk memperkatakan apa yang Tuhan telah firmankan mengenai kita untuk menghilangkan kebiasaan membuat pengakuan yang salah, akan kegagalan, kelemahan, dosa, penyakit dan kekurangan. Ingat kita sudah terlatih sejak lahir untuk bicara yang negatif.

Sekarang anda harus membuat pengakuan firman dan berdiri di atas apa kata Tuhan akan diri anda. Jangan buat 2 macam pengakuan karena pengakuan yang dikontrol panca indera kita akan menghancurkan pernyataan "siapa anda dalam Kristus" atau siapa Yesus bagi kita/saudara.

Roma 1:16 …"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani."…

Firman Allah akan menelan pernyataan negatif dan iman
dapat merubah fakta.

 

(Nantikan topik baru minggu depan !)


 
 

ARSIP

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi