|
3. Serakah
1 Timotius 6:7-9 “Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke
dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang
ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke
dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan,
yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.”
Keinginan untuk kaya membuat orang mengejar kekayaan, lalu
menghalalkan segala cara supaya cepat kaya. Semua itu hampa
dan akan membawa celaka dan kebinasaan pada diri sendiri.
Kisah Akhan (Yosua 7) yang mengingini barang-barang jarahan
kemudian mencurinya padahal Tuhan telah melarangnya, berakhir
dengan kematian Akhan.
Bagaimana mengalahkan keserakahan? Amsal 11:24-25 mengajarkan
bahwa “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada
yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi
minum, ia sendiri akan diberi minum.” Karena itu teruslah
memberi, maka Anda akan kelimpahan.
4. Ketidak-taatan.
Ketidak-taatan mengundang kutuk yang mendatangkan kemiskinan.
Ulangan 28:15-17 – “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan
suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala
perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada
hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan
mencapai engkau: Terkutuklah engkau di kota dan terkutuklah
engkau di ladang. Terkutuklah bakulmu dan tempat adonanmu.”
5. Kemalasan.
Kemalasan mengundang kemiskinan karena “Jalan si pemalas
seperti pagar duri, tetapi jalan orang jujur adalah rata.” (Amsal
15:19) dan “Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang
yang lamban akan menderita lapar.” (Amsal 19:15)
Orang yang menderita lapar adalah orang miskin. Bagaimana cara
melepaskannya? Bekerjalah dengan rajin, jujur dan tulus. Amsal
10:4 “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan
orang rajin menjadikan kaya.”
6. Kikir.
Ada orang yang punya uang tetapi berlaku seperti orang miskin,
tidak bisa menabur, tidak bisa memberi. Jangan berpikir bila
Anda menghemat, maka Anda akan kaya karena firman Tuhan
mengajarkan “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya,
ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu
berkekurangan.” – Amsal 11:24. Ini hukum tabur dan tuai.
Bila Anda mau lepas dari kemiskinan, kelaparan dan kekurangan,
mulailah memberi.
Semua taburan Anda adalah benih. Benih hanya akan menghasilkan
tuaian bila ditabur, tetapi yang memberikan tuaian adalah
Tuhan.
Anda pengurus, Allah pemilik
Bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan (1 Korintus
10:26). Berarti tidak ada satu pun – termasuk uang hasil kerja
keras kita – yang menjadi milik kita. Kita hanya pengurus
harta kekayaan Allah di bumi. Ketika Anda memandang kekayaan
dengan cara pandang Tuhan, Anda akan menyadari bahwa
kelimpahan adalah mengenai prioritas. Bila prioritas dalam
hidup Anda sejalan dengan prioritas Allah; maka Ia bisa
mempercayakan kekayaan-Nya kepada Anda.
Prioritas Yang Benar
Harta benda tidak membuat Anda dan saya kaya. Kelimpahan
sesungguhnya adalah keselamatan oleh darah Anak Domba yang
membuat Anda bisa berhubungan langsung dengan sumbernya.
Karena sumber itu – yaitu Allah – tidak akan pernah berhenti.
Sumber itu akan terus mengalirkan aliran-aliran air hidup,
yaitu Roh Kudus yang memberi kekuatan kepada kita untuk
mengambil kekayaan orang fasik. Kekuatan itu akan terus Tuhan
limpahkan, selama prioritas kita sama dengan prioritas Allah.
Prioritas Allah adalah untuk menggenapi perjanjianNya dengan
Abraham, yaitu agar melalui keturunan Abraham semua bangsa di
muka bumi ini diberkati. Diberkati dengan apa? Dengan Injil
dan berkat materi.
Hidup kelimpahan bukan hidup bergelimang harta kekayaan,
tetapi hidup dengan prioritas Allah. Pertanyaannya sekarang,
apa prioritas dalam hidup Anda?
( Nantikan artikel
selanjutnya !)
|