» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA

Kenapa Tuhan ijinkan
kita melihat kelemahan pemimpin?

Pdt. Indri Gautama

 

DOSA YANG TIDAK DISADARI TERHADAP OTORITAS

Dalam kitab Bilangan 12 terjadi perbantahan dari Miriam dan Harun kepada Musa, adik kecil mereka "Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kusy yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kusy." Bilangan 12:1 Secara mata jasmaniah berdasarkan hukum perkawinan dalam perjanjian lama, Musa berdosa karena mengawini wanita Kusy. Kemudian Miriam dan Harun mengatai Musa dan Tuhan mendengar lalu Miriam dan Harun ditegur oleh Tuhan. Setelah ditegur Tuhan Miriam terkena kusta. Kenapa Musa yang berdosa tidak terkena kusta melainkan Miriam yang terkena? Jawabannya ada dalam Bilangan 12:2 Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN. Miriam dengan sombong berkata: "Apakah yang peka dengan suara Tuhan hanya Musa? Aku juga punya karunia mendengar suara Tuhan" Jadi tanpa disadari ia merasa berhak untuk mengkritik Musa. Memang apa yang dipersoalkan itu benar tetapi salah! Dosa dari Miriam adalah mengusik orang yang diurapi Tuhan sekalipun itu adik kecilnya, namun Musa adalah hamba Allah.
Roma 12:19 …"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan."…

Saudara-saudari, seorang tidak dihormati sebagai hamba Tuhan karena karunia-karunianya tetapi karena jabatannya. Dalam 1 Korintus 12:4-6 dijelaskan sebagai berikut
(4) Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
(5) Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
(6) Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.


Perhatikan Allah berfirman bahwa Tuhan ada di atas segala pelayanan. Ada lima jawatan pelayanan dan Yesus adalah Tuan atas semua jawatan tersebut. Sedangkan Roh Kudus ada di atas kesembilan karunia-karunia. Yang diberi otoritas oleh Allah untuk memerintah jemaat Allah, pada 1 Korintus 12 ayat 28 dijelaskan yang pertama adalah rasul, kedua adalah nabi, ketiga adalah guru baru penginjil dan gembala. Kita harus tunduk dalam otoritas karena jawatan pelayanan bukan karena banyaknya karunia Roh Kudus dalam seorang hamba Tuhan. Di sinilah letak dosa Miriam dan Harun, memang di mata manusia apa yang dilakukan mereka dipandang betul dan baik karena itu membongkar dosa supaya tidak ada dosa dalam perkemahan. Mereka betul tetapi salah, karena kalau mereka benar tidak mungkin mereka terkena kusta. Seringkali kita menghormati hamba Tuhan karena karunia yang ada pada mereka, tetapi firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menghormati hamba Tuhan bukan karena faktor karunia melainkan karena faktor jabatan.
Tuhan berada di atas pelayanan dan Efesus 4:11-12 menyatakan Allah memberikan rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar. Ada macam-macam pelayanan tetapi Tuhan yang mengerjakannya. Kalau saudara menghormati seseorang karena karunianya, saudara bisa membanding-bandingkan hamba Tuhan dan memilih-milih hamba Tuhan yang paling banyak karunianya dan membuat mereka yang paling sering diundang dalam acara kebaktian. Anda akan menjadi pengkritik yang akhirnya bisa membuat anda kecewa dengan hamba Tuhan dan tanpa sadar mulai menghakimi mereka. Sebenarnya waktu kita mulai membanding-bandingkan hamba Tuhan kita sudah menghakimi dan berdosa di hadapan Tuhan akibatnya terkena sakit penyakit, kepahitan, bertengkar dengan orang lain, tidak ada sukacita, timbul banyak masalah dan sebagainya. Waspadalah terhadap hati kita dan cepatlah bertobat kepada Tuhan atas sikap hati yang sombong setelah anda bercermin di hadapan Firman Allah. Lihat Raja Daud, kenapa Tuhan sampai mempromosinya begitu luar biasa? sebab ia selalu bertanya kepada Tuhan - rendah hati - pandai bertobat - takut akan Allah dan bergaul intim dengan Allah. Kita harus melatih diri kita untuk belajar taat pada kitab suci seperti Daud. Ini merupakan kunci kemenangan kita.

 

(Nantikan topik lainnya!)


 
 

ARSIP

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi