|
|
DOSA YANG TIDAK
DISADARI TERHADAP OTORITAS |
Dalam kitab
Bilangan 12 terjadi perbantahan dari Miriam dan Harun
kepada Musa, adik kecil mereka "Miryam serta Harun
mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kusy yang
diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang
perempuan Kusy." Bilangan 12:1 Secara mata jasmaniah
berdasarkan hukum perkawinan dalam perjanjian lama, Musa
berdosa karena mengawini wanita Kusy. Kemudian Miriam dan
Harun mengatai Musa dan Tuhan mendengar lalu Miriam dan
Harun ditegur oleh Tuhan. Setelah ditegur Tuhan Miriam
terkena kusta. Kenapa Musa yang berdosa tidak terkena
kusta melainkan Miriam yang terkena? Jawabannya ada dalam
Bilangan 12:2 Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman
dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan
kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu
kepada TUHAN. Miriam dengan sombong berkata: "Apakah yang
peka dengan suara Tuhan hanya Musa? Aku juga punya karunia
mendengar suara Tuhan" Jadi tanpa disadari ia merasa
berhak untuk mengkritik Musa. Memang apa yang dipersoalkan
itu benar tetapi salah! Dosa dari Miriam adalah
mengusik orang yang diurapi Tuhan sekalipun itu adik
kecilnya, namun Musa adalah hamba Allah.
Roma 12:19 …"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah
kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat
kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu
adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan,
firman Tuhan."…
Saudara-saudari, seorang tidak dihormati sebagai hamba
Tuhan karena karunia-karunianya tetapi karena
jabatannya. Dalam 1 Korintus 12:4-6 dijelaskan
sebagai berikut
(4) Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
(5) Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
(6) Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah
adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
Perhatikan Allah berfirman bahwa Tuhan ada di atas segala
pelayanan. Ada lima jawatan pelayanan dan Yesus adalah
Tuan atas semua jawatan tersebut. Sedangkan Roh Kudus ada
di atas kesembilan karunia-karunia. Yang diberi otoritas
oleh Allah untuk memerintah jemaat Allah, pada 1
Korintus 12 ayat 28 dijelaskan yang pertama adalah
rasul, kedua adalah nabi, ketiga adalah guru baru
penginjil dan gembala. Kita harus tunduk dalam otoritas
karena jawatan pelayanan bukan karena banyaknya karunia
Roh Kudus dalam seorang hamba Tuhan. Di sinilah letak dosa
Miriam dan Harun, memang di mata manusia apa yang
dilakukan mereka dipandang betul dan baik karena itu
membongkar dosa supaya tidak ada dosa dalam perkemahan.
Mereka betul tetapi salah, karena kalau mereka benar
tidak mungkin mereka terkena kusta. Seringkali kita
menghormati hamba Tuhan karena karunia yang ada pada
mereka, tetapi firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk
menghormati hamba Tuhan bukan karena faktor karunia
melainkan karena faktor jabatan.
Tuhan berada di atas pelayanan dan Efesus 4:11-12
menyatakan Allah memberikan rasul-rasul, nabi-nabi,
pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala dan
pengajar-pengajar. Ada macam-macam pelayanan tetapi Tuhan
yang mengerjakannya. Kalau saudara menghormati seseorang
karena karunianya, saudara bisa membanding-bandingkan
hamba Tuhan dan memilih-milih hamba Tuhan yang paling
banyak karunianya dan membuat mereka yang paling sering
diundang dalam acara kebaktian. Anda akan menjadi
pengkritik yang akhirnya bisa membuat anda kecewa dengan
hamba Tuhan dan tanpa sadar mulai menghakimi mereka.
Sebenarnya waktu kita mulai membanding-bandingkan hamba
Tuhan kita sudah menghakimi dan berdosa di hadapan Tuhan
akibatnya terkena sakit penyakit, kepahitan, bertengkar
dengan orang lain, tidak ada sukacita, timbul banyak
masalah dan sebagainya. Waspadalah terhadap hati kita dan
cepatlah bertobat kepada Tuhan atas sikap hati yang
sombong setelah anda bercermin di hadapan Firman Allah.
Lihat Raja Daud, kenapa Tuhan sampai mempromosinya begitu
luar biasa? sebab ia selalu bertanya kepada Tuhan - rendah
hati - pandai bertobat - takut akan Allah dan bergaul
intim dengan Allah. Kita harus melatih diri kita untuk
belajar taat pada kitab suci seperti Daud. Ini merupakan
kunci kemenangan kita.
|