» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» PENGAJARAN : PDT. INDRI GAUTAMA

Kenapa Tuhan ijinkan
kita melihat kelemahan pemimpin?

Pdt. Indri Gautama

 

"Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?"
1 Samuel 26:9

Kiranya TUHAN menjauhkan dari padaku untuk menjamah
orang yang diurapi TUHAN."…
1 Samuel 26:11

Kedua ayat di atas ini adalah cetusan hati Daud di depan ancaman Raja Saul yang ingin membunuhnya. Raja Saul memberi tugas kepada tiga ribu tentara terbaik Israel untuk membunuh Daud, karena secara pribadi Raja Saul iri hati kepadanya. Dan Raja Saul melibatkan semua orang untuk membenci Daud tanpa alasan yang jelas, dikatakan dalam I Samuel 18:11, Raja Saul iri hati karena rakyat lebih menyanjung Daud daripadanya.

Pada saat kita berada di tengah ujian, Tuhan bisa ijinkan kita melihat semua kelemahan-kelemahan pemimpin atau otoritas di atas kita. Semua ini tidak lain adalah untuk melihat apakah ada pemberontakan di dalam hati kita terhadap Tuhan atau tidak? Bisa terlihat dari respon kita. Bisa saja otoritas di atas kita melakukan perbuatan yang salah total tetapi tidak membuat kita menjadi benar di hadapan Tuhan dengan menghina atau mengkritiknya. Penghinaan atau kritikan dalam hati sudah merupakan dosa di hadapan Tuhan. Karena itu merupakan sikap hati yang salah, memang dosa seperti ini tidak terlihat, oleh sebab itu dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 7:21-23
(21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
(23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


"Pembuat kejahatan" memiliki arti seseorang yang terus menerus terbiasa atau sudah menjadi kebiasaan dalam hidupnya berbuat kejahatan tetapi tidak menyadari nya. Kejahatan dalam konteks ayat ini artinya orang yang terbiasa tidak mengindah kan apalagi melakukan kehendak Allah Bapa di surga (lihat ayat 21). Melawan kehendak Tuhan secara disengaja atau tidak sudah merupakan pemberontakan terhadap Tuhan. Dalam 1 Yohanes 3:4 Tuhan menjelaskan bahwa pemberontakkan ini adalah "dosa" jadi arti dari pembuat kejahatan adalah sama dengan pembuat dosa. "Pembuat dosa" artinya terbiasa berdosa tetapi tidak menyadarinya. Di sini baru jelas apa makna yang tertulis dalam Yakobus 1:22 …"Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri."… Seringkali kita merasa posisi kita sudah benar di hadapan Allah karena sudah menjadi hamba Tuhan atau sudah masuk dalam pelayanan. Dan kita melakukan dosa yang tidak disadari. Karena tidak disadari dosa sudah terjadi, namun hukum Allah tetap bekerja dan upah dosa adalah maut dan tanpa disadari kita mengalami problem, tekanan di hati, tidak ada damai tanpa mengerti kenapa? Kita pikir kita sudah mentaati Firman Tuhan dalam kehidupan kita, lalu kenapa tidak ada breakthrough dan sukacita yang meluap dari dalam hati tetapi yang ada hanyalah kekristenan rutinitas atau biasa-biasa saja? Ini semua terjadi karena ada dosa yang tidak disadari, sedangkan kebahagiaan dan sukacita yang meluap akan terjadi bila kita melakukan seperti dalam Yakobus 1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. Dan kita bisa hidup tanpa dosa; hidup tanpa dosa? Mungkin Anda bertanya apakah ini bisa? Ya! 1 Petrus 4:1 menjelaskan rahasianya, "Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--, Telah berhenti berbuat dosa artinya telah mencapai kedewasaan rohani. Kunci mencapai kedewasaan rohani adalah persenjatai pikiran kita artinya kita sukses mengikuti Kristus jika kita berpikir seperti Yesus sewaktu Ia berada di bumi "Ada di dunia tetapi tidak seperti dunia" kehidupan-Nya. Yohanes 5:19 menjelaskan gaya hidup Yesus sewaktu di bumi … "Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak."…

Rasul Paulus menjelaskan dalam Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Kuncinya pikiran kita diperbarui dari sistim dunia yang egosentris, menjadi pikiran sistim Kerajaan Allah supaya pada waktu kita mengalami pencobaan kita tidak shock, heran dan murtad. Sistim Kerajaan surga itu tunduk dan hormat pada OTORITAS
Roma 13:1-2
1) Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
(2) Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.
1 Petrus 2:17
(17) Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!
(18) Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.

Ibrani 13:17 "Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu."

Efesus 6:1-3;
(1) Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
(2) Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
(3) supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Yakobus 4:7
…"Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!"…


Iblis adalah pemberontak terhadap Allah dan sistim Kerajaan Allah, ia bekerja untuk menyesatkan dunia agar tidak tunduk kepada Allah. Wahyu 12:9, Yesaya 14:12-15

 

(Nantikan kelanjutannya !)


 
 

ARSIP

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi