|
|
"Jangan
musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah
orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?"
1 Samuel 26:9
Kiranya TUHAN menjauhkan dari padaku untuk menjamah
orang yang diurapi TUHAN."…
1 Samuel 26:11 |
Kedua ayat di
atas ini adalah cetusan hati Daud di depan ancaman Raja
Saul yang ingin membunuhnya. Raja Saul memberi tugas
kepada tiga ribu tentara terbaik Israel untuk membunuh
Daud, karena secara pribadi Raja Saul iri hati kepadanya.
Dan Raja Saul melibatkan semua orang untuk membenci Daud
tanpa alasan yang jelas, dikatakan dalam I Samuel 18:11,
Raja Saul iri hati karena rakyat lebih menyanjung Daud
daripadanya.
Pada saat kita berada di tengah ujian, Tuhan bisa ijinkan
kita melihat semua kelemahan-kelemahan pemimpin atau
otoritas di atas kita. Semua ini tidak lain adalah untuk
melihat apakah ada pemberontakan di dalam hati kita
terhadap Tuhan atau tidak? Bisa terlihat dari respon kita.
Bisa saja otoritas di atas kita melakukan perbuatan yang
salah total tetapi tidak membuat kita menjadi benar di
hadapan Tuhan dengan menghina atau mengkritiknya.
Penghinaan atau kritikan dalam hati sudah merupakan dosa
di hadapan Tuhan. Karena itu merupakan sikap hati yang
salah, memang dosa seperti ini tidak terlihat, oleh sebab
itu dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 7:21-23
(21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia
yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi
nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan
banyak mujizat demi nama-Mu juga?
(23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada
mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!
Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat
kejahatan!"
"Pembuat kejahatan" memiliki arti seseorang yang
terus menerus terbiasa atau sudah menjadi kebiasaan dalam
hidupnya berbuat kejahatan tetapi tidak menyadari nya.
Kejahatan dalam konteks ayat ini artinya orang yang
terbiasa tidak mengindah kan apalagi melakukan kehendak
Allah Bapa di surga (lihat ayat 21). Melawan
kehendak Tuhan secara disengaja atau tidak sudah merupakan
pemberontakan terhadap Tuhan. Dalam 1 Yohanes 3:4
Tuhan menjelaskan bahwa pemberontakkan ini adalah
"dosa" jadi arti dari pembuat kejahatan adalah
sama dengan pembuat dosa. "Pembuat dosa"
artinya terbiasa berdosa tetapi tidak menyadarinya. Di
sini baru jelas apa makna yang tertulis dalam Yakobus
1:22 …"Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan
bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu
menipu diri sendiri."… Seringkali kita merasa posisi
kita sudah benar di hadapan Allah karena sudah menjadi
hamba Tuhan atau sudah masuk dalam pelayanan. Dan kita
melakukan dosa yang tidak disadari. Karena tidak disadari
dosa sudah terjadi, namun hukum Allah tetap bekerja dan
upah dosa adalah maut dan tanpa disadari kita mengalami
problem, tekanan di hati, tidak ada damai tanpa mengerti
kenapa? Kita pikir kita sudah mentaati Firman Tuhan dalam
kehidupan kita, lalu kenapa tidak ada breakthrough dan
sukacita yang meluap dari dalam hati tetapi yang ada
hanyalah kekristenan rutinitas atau biasa-biasa saja? Ini
semua terjadi karena ada dosa yang tidak disadari,
sedangkan kebahagiaan dan sukacita yang meluap akan
terjadi bila kita melakukan seperti dalam Yakobus 1:25
Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu
hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di
dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya,
tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia
oleh perbuatannya. Dan kita bisa hidup tanpa dosa;
hidup tanpa dosa? Mungkin Anda bertanya apakah ini bisa?
Ya! 1 Petrus 4:1 menjelaskan rahasianya, "Jadi, karena
Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus
juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang
demikian, --karena barangsiapa telah menderita
penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
Telah berhenti berbuat dosa artinya telah mencapai
kedewasaan rohani. Kunci mencapai kedewasaan rohani adalah
persenjatai pikiran kita artinya kita sukses mengikuti
Kristus jika kita berpikir seperti Yesus sewaktu Ia berada
di bumi "Ada di dunia tetapi tidak seperti dunia"
kehidupan-Nya. Yohanes 5:19 menjelaskan gaya hidup
Yesus sewaktu di bumi … "Maka Yesus menjawab mereka,
kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak
tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri,
jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa
yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak."…
Rasul Paulus menjelaskan dalam Filipi 2:5 Hendaklah kamu
dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang
terdapat juga dalam Kristus Yesus. Kuncinya pikiran
kita diperbarui dari sistim dunia yang egosentris, menjadi
pikiran sistim Kerajaan Allah supaya pada waktu kita
mengalami pencobaan kita tidak shock, heran dan murtad.
Sistim Kerajaan surga itu tunduk dan hormat pada OTORITAS
Roma 13:1-2
1) Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di
atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal
dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan
oleh Allah.
(2) Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan
ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan
mendatangkan hukuman atas dirinya.
1 Petrus 2:17
(17) Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu,
takutlah akan Allah, hormatilah raja!
(18) Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh
ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan
peramah, tetapi juga kepada yang bengis.
Ibrani 13:17 "Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah
kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu,
sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.
Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira,
bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa
keuntungan bagimu."
Efesus 6:1-3;
(1) Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan,
karena haruslah demikian.
(2) Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah
yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
(3) supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
Yakobus 4:7
…"Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis,
maka ia akan lari dari padamu!"…
Iblis adalah pemberontak terhadap Allah dan sistim
Kerajaan Allah, ia bekerja untuk menyesatkan dunia agar
tidak tunduk kepada Allah. Wahyu 12:9, Yesaya 14:12-15
|