» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Pdt. Indri Gautama

KEBAIKAN ALLAH MEMAHKOTAI ANDA
(Bagian 2)


“Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, …..” (Mazmur 65:12)

Ringkasan minggu lalu:
Janji-janji Tuhan seharusnya menjadi kenyataan dalam kehidupan Anda setiap hari. Daud adalah seorang gembala yang dilecehkan kakak-kakaknya tetapi akhirnya menjadi raja Israel yang berhasil yang sampai sekarang tetap dikenang orang sebagai raja Israel yang besar. Ada rahasia di balik keberhasilan raja Daud.

Daud percaya akan kebaikan Allah, ia selalu memperkatakan apa yang ia percayai hingga kebaikan Allah dinyatakan. Tuhan menganugerahkan kebaikan-Nya kepada kita agar kita berhasil dan memuliakan nama-Nya (Mazmur 35:27b). Keberhasilan kita membuat Tuhan tampak baik dan menarik di mata orang lain sehingga orang lain ingin mengenal Tuhan kita.

Agar kebaikan dan kemurahan Tuhan menjadi kenyataan. Maka perkataan mulut Anda sangat penting. Mazmur 35:27b, “Biarlah mereka tetap / terus berkata: ……” Juga jelas tertulis dalam Mazmur 91:1-3 dan Mazmur 107:1-2 bahwa memperkatakan janji Tuhan dengan hati yang percaya itu sangat penting. Hati yang percaya itu seperti apa? Ikuti lanjutan pengajaran berikut ini.
 


Lepaskan iman jenisnya Allah, God’s kind of faith

Ingat ketika Yesus mengutuk pohon ara? (Matius 21:18-19, 20-26 dan Markus 11:12-14, 20-26). Murid-murid tercengang melihat pohon ara itu kering: “Bagaimana mungkin? Dahsyat betul! Koq bisa? Di Markus 11:22 Yesus menjawab “Percayalah kepada Allah!” Dalam bahasa aslinya yaitu Yunani dikatakan “Miliki iman jenisnya Allah” atau “have the God kind of faith.”

Apakah kita memilikinya? Ya! Roma 12:3 mengatakan “…..menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah….” Berarti iman yang ada pada diri kita berasal dari Allah, dikaruniakan oleh Allah. Waktu orang lahir baru, Allah menaruh iman-Nya dihati orang itu. Jadi Anda yang lahir baru sudah punya “deposit” yang benar yaitu iman jenisnya Allah. Kalau apa yang dikatakan Allah dan Yesus terjadi, maka Anda yang punya jenis iman yang sama, dapat melakukan hal yang sama. Kalau Anda berkata, pasti juga terjadi. Ketika kita memperkatakan firman itulah saat kita melepasakn iman.

Karakter iman adalah seperti “biji” atau “benih”. Biji tidak memberi manfaat apa-apa bila disimpan terus. Tetapi bila biji dilepas ke tanah, ia akan memberi buah. Demikian pula halnya dengan iman, tidak ada gunanya Anda berkata, “Saya percaya koq di dalam hati saya” tetapi Anda tidak pernah melepaskannya. Iman yang tidak diperkatakan adalah sama seperti biji yang disimpan. Tidak akan memberi buah sama sekali.

Berapa lama kita memperkatakannya?

Waktu kita melepaskan iman, maka hal itu terjadi di alam roh. Yang kita tunggu adalah manifestasi di alam jasmani. Masalahnya orang Kristen kedagingan lebih percaya pada panca inderanya – apa yang dilihat, apa yang didengar dan dirasa – daripada janji Allah. Hidup yang dikontrol oleh panca indera, tidak benar di hadapan Tuhan, karena orang benar hidup karena iman, bukan karena melihat (2 Korintus 5:7).

Iman mengubah fakta yang negatif, kenyataan yang hancur-hancuran menjadi seperti apa kata Tuhan. Kebenaran mengubah situasi. Jadi saudara harus membedakan antara FAKTA dan KEBENARAN. Fakta adalah segala sesuatu yang dilihat oleh panca indera, sedangkan kebenaran adalah segala sesuatu yang dikatakan Tuhan.

Kalau Saudara lebih percaya fakta, hidup Anda hancur. Sebaliknya kalau Saudara percaya kebenaran, percaya janji Allah, hidup Saudara berkemenangan.

Sebelum manifestasi terjadi di alam jasmani, jangan berhenti memperkatakannya. Setiap kali Saudara memperkatakan, Saudara sedang menabur iman. Anda menabur iman terus dan terus, dan terus sampai suatu saat iman itu cukup ….. dan manifestasi terjadi. Semua janji Allah digenapi dengan iman dan ketekunan / kesabaran. Tidak ada yang instan.

Posisi Saudara setara dengan Yesus Kristus

Tahukan Saudara bahwa orang Kristen lahir baru mempunyai posisi yang setara dengan Yesus Kristus? Efesus 2:6 mengatakan: Dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga.

Kalau Saudara duduk bersama Kristus, Saudara tidak dapat dikalahkan sedetik pun oleh iblis. Iblis bisa menyerang, tetapi dia tidak mungkin menang. Tetapi kalau Saudara dikuasai masalah dan berkata: “Masalahku terlalu besar, saya tidak sanggup, saya tidak kuat…” berarti Saudara mengatakan bahwa setan lebih kuat dari Saudara, setan berada di atas Saudara dan saudara di bawahnya. Orang Kristen yang rohaninya duduk bersama-sama Kristus akan berkata, “Saya bukan orang rata-rata. Apa yang Yesus lakukan, saya dapat lakukan juga. Bagaimana Yesus hidup waktu di bumi, demikian juga hidup saya.” Itu yang dikatakan Efesus 2:6 – didudukkan bersama-sama Dia di sorga.

Mazmur 41:12 – Dengan demikian aku tahu, bahwa Engkau berkenan kepadaku, apabila musuhku tidak bersorak-sorai karena aku.

Dalam Mazmur tersebut, raja Daud berkata bahwa tidak ada musuh yang bisa menang atas dirinya, tidak ada problem yang bisa mengalahkan dia karena Allah berkenan kepadanya, karena kebaikan Allah ada padanya.

Sebagai umat perjanjian Allah, Anda bisa mengatakan yang sama seperti yang dikatakan raja Daud. Kemurahan Allah, kebaikan Allah atas hidup Anda memampukan Anda melakukan hal-hal di luar kemanusiawian Saudara, hal-hal yang adikodrati, yang supranatural. Kalau Anda hidup dengan kebaikan Allah, Anda akan melihat adikodratinya Tuhan ditambahkan di alamiahnya Saudara sehingga Saudara menjadi umat yang adikodrati. If you live with the favor of God, you will see God’ super on top of your natural.

Jadi yang membuat Saudara dan saya berhasil bukanlah intelektual atau modal atau koneksi kita; tetapi kebaikan Tuhan. Kalau kebaikan Tuhan ada pada kita, kita pasti berhasil. Bukan APA yang kita miliki tetapi SIAPA yang bersama kita yang menentukan kita berhasil atau tidak.

Ayub 10:12 – “Hidup dan kasih setia (favor and goodness) Kau karuniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.” Ayub berkata bahwa ia akan melihat kebaikan Tuhan, ia tidak akan binasa dan mati, tetapi akan melihat pemulihan. Ayub bicara positif di tengah masalah yang bertubi-tubi menimpanya: anak-anaknya mati, kekayaannya habis, kulitnya penuh penyakit. Apakah perkataan Ayub tersebut ada hubungannya dengan kelepasannya 9 bulan kemudian? Ya, ada. Dan kita semua tahu pemulihan yang dialami Ayub benar-benar adikodrati, di luar kemampuan manusiawi Ayub.

Sebagai umat perjanjian Allah, Saudara bisa claim kebaikan Allah. Setiap bangun pagi, katakan: “Di dalam Kristus aku umat perjanjian Allah, aku milik Allah, aku dimeteraikan dengan darah Yesus dan Roh KudusNya. Di dalam Kristus, kebaikan Allah turun atasku. Aku memakai mahkota kemurahan Allah. Kebaikan Allah berjalan di depanku. Kebajikan dan kemurahan selalu mengikuti aku kemana pun aku pergi seumur hidupku. Aku percaya akan melihat kebaikan Allah dinyatakan tahun ini dalam hidupku, dalam keluargaku, dalam bisnisku, dalam pabrik dan proyek-proyekku, dalam tabunganku, dalam jasmaniku. Alkitab berkata orang yang benar dipagari Tuhan dengan kebaikan Allah seperti perisai. Sekarang, sementara aku memperkatakannya, kebaikan Allah berupa perisai sedang memagari aku. Biarlah aku – orang yang ditebus Tuhan berkata seperti itu. Dan terjadilah sesuai apa yang aku katakan.”

Praktekkan dan deklarasikan setiap pagi …. dan harapkan mujizat, harapkan yang luar biasa, yang suprantural.

Saya berdoa tidak satu pun mitra kerja yang melihat hari malapetaka, hari yang mengerikan, sebab Saudara duduk dalam lindungan yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Makakuasa dan saudara berkata kepada Tuhan: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
 


Belajar lebih banyak mengenai Firman Tuhan melalui kaset dan CD / VCD khotbah yang diajarkan dengan praktis dan jelas. Hubungi bagian media MMM di (021) 631 7875. Dengan senang hati kami membantu Anda untuk memilih topik yang Anda perlukan. Tuhan tidak pernah kehabisan ide untuk menolong Anda.

Untuk menjadi mitra kerja dari Maria Magdalena Ministries, hubungi bagian MITRA KERJA di (021) 631 7875 dengan Yoan atau Linda. Kami rindu Anda menerima impartasi berkat dan urapan yang ibu Indri terima dari Tuhan.

 

:: A R S I P ::


 

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi