|
“Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, …..”
(Mazmur 65:12)
Ringkasan minggu lalu:
Janji-janji Tuhan seharusnya menjadi kenyataan dalam kehidupan
Anda setiap hari. Daud adalah seorang gembala yang dilecehkan
kakak-kakaknya tetapi akhirnya menjadi raja Israel yang
berhasil yang sampai sekarang tetap dikenang orang sebagai
raja Israel yang besar. Ada rahasia di balik keberhasilan raja
Daud.
Daud percaya akan kebaikan Allah, ia selalu memperkatakan
apa yang ia percayai hingga kebaikan Allah dinyatakan. Tuhan
menganugerahkan kebaikan-Nya kepada kita agar kita berhasil
dan memuliakan nama-Nya (Mazmur 35:27b). Keberhasilan kita
membuat Tuhan tampak baik dan menarik di mata orang lain
sehingga orang lain ingin mengenal Tuhan kita.
Agar kebaikan dan kemurahan Tuhan menjadi kenyataan. Maka
perkataan mulut Anda sangat penting. Mazmur 35:27b, “Biarlah
mereka tetap / terus berkata: ……” Juga jelas tertulis dalam
Mazmur 91:1-3 dan Mazmur 107:1-2 bahwa memperkatakan
janji Tuhan dengan hati yang percaya itu sangat penting. Hati
yang percaya itu seperti apa? Ikuti lanjutan pengajaran
berikut ini.
Lepaskan
iman jenisnya Allah, God’s kind of faith
Ingat ketika Yesus mengutuk pohon ara? (Matius 21:18-19, 20-26
dan Markus 11:12-14, 20-26). Murid-murid tercengang melihat
pohon ara itu kering: “Bagaimana mungkin? Dahsyat betul! Koq
bisa? Di Markus 11:22 Yesus menjawab “Percayalah kepada
Allah!” Dalam bahasa aslinya yaitu Yunani dikatakan “Miliki
iman jenisnya Allah” atau “have the God kind of faith.”
Apakah kita memilikinya? Ya! Roma 12:3 mengatakan “…..menurut
ukuran iman yang dikaruniakan Allah….” Berarti iman yang ada
pada diri kita berasal dari Allah, dikaruniakan oleh Allah.
Waktu orang lahir baru, Allah menaruh iman-Nya dihati orang
itu. Jadi Anda yang lahir baru sudah punya “deposit” yang
benar yaitu iman jenisnya Allah. Kalau apa yang dikatakan
Allah dan Yesus terjadi, maka Anda yang punya jenis iman yang
sama, dapat melakukan hal yang sama. Kalau Anda berkata, pasti
juga terjadi. Ketika kita memperkatakan firman itulah saat
kita melepasakn iman.
Karakter iman adalah seperti “biji” atau “benih”. Biji tidak
memberi manfaat apa-apa bila disimpan terus. Tetapi bila biji
dilepas ke tanah, ia akan memberi buah. Demikian pula halnya
dengan iman, tidak ada gunanya Anda berkata, “Saya percaya koq
di dalam hati saya” tetapi Anda tidak pernah melepaskannya.
Iman yang tidak diperkatakan adalah sama seperti biji yang
disimpan. Tidak akan memberi buah sama sekali.
Berapa lama kita memperkatakannya?
Waktu kita melepaskan iman, maka hal itu terjadi di alam roh.
Yang kita tunggu adalah manifestasi di alam jasmani.
Masalahnya orang Kristen kedagingan lebih percaya pada panca
inderanya – apa yang dilihat, apa yang didengar dan dirasa –
daripada janji Allah. Hidup yang dikontrol oleh panca indera,
tidak benar di hadapan Tuhan, karena orang benar hidup karena
iman, bukan karena melihat (2 Korintus 5:7).
Iman mengubah fakta yang negatif, kenyataan yang
hancur-hancuran menjadi seperti apa kata Tuhan. Kebenaran
mengubah situasi. Jadi saudara harus membedakan antara FAKTA
dan KEBENARAN. Fakta adalah segala sesuatu yang dilihat oleh
panca indera, sedangkan kebenaran adalah segala sesuatu yang
dikatakan Tuhan.
Kalau Saudara lebih percaya fakta, hidup Anda hancur.
Sebaliknya kalau Saudara percaya kebenaran, percaya janji
Allah, hidup Saudara berkemenangan.
Sebelum manifestasi terjadi di alam jasmani, jangan berhenti
memperkatakannya. Setiap kali Saudara memperkatakan, Saudara
sedang menabur iman. Anda menabur iman terus dan terus, dan
terus sampai suatu saat iman itu cukup ….. dan manifestasi
terjadi. Semua janji Allah digenapi dengan iman dan ketekunan
/ kesabaran. Tidak ada yang instan.
Posisi Saudara setara dengan Yesus Kristus
Tahukan Saudara bahwa orang Kristen lahir baru mempunyai
posisi yang setara dengan Yesus Kristus? Efesus 2:6 mengatakan:
Dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga
dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga.
Kalau Saudara duduk bersama Kristus, Saudara tidak dapat
dikalahkan sedetik pun oleh iblis. Iblis bisa menyerang,
tetapi dia tidak mungkin menang. Tetapi kalau Saudara dikuasai
masalah dan berkata: “Masalahku terlalu besar, saya tidak
sanggup, saya tidak kuat…” berarti Saudara mengatakan bahwa
setan lebih kuat dari Saudara, setan berada di atas Saudara
dan saudara di bawahnya. Orang Kristen yang rohaninya duduk
bersama-sama Kristus akan berkata, “Saya bukan orang
rata-rata. Apa yang Yesus lakukan, saya dapat lakukan juga.
Bagaimana Yesus hidup waktu di bumi, demikian juga hidup saya.”
Itu yang dikatakan Efesus 2:6 – didudukkan bersama-sama Dia di
sorga.
Mazmur 41:12 – Dengan demikian aku tahu, bahwa Engkau berkenan
kepadaku, apabila musuhku tidak bersorak-sorai karena aku.
Dalam Mazmur tersebut, raja Daud berkata bahwa tidak ada musuh
yang bisa menang atas dirinya, tidak ada problem yang bisa
mengalahkan dia karena Allah berkenan kepadanya, karena
kebaikan Allah ada padanya.
Sebagai umat perjanjian Allah, Anda bisa mengatakan yang sama
seperti yang dikatakan raja Daud. Kemurahan Allah, kebaikan
Allah atas hidup Anda memampukan Anda melakukan hal-hal di
luar kemanusiawian Saudara, hal-hal yang adikodrati, yang
supranatural. Kalau Anda hidup dengan kebaikan Allah, Anda
akan melihat adikodratinya Tuhan ditambahkan di alamiahnya
Saudara sehingga Saudara menjadi umat yang adikodrati. If you
live with the favor of God, you will see God’ super on top of
your natural.
Jadi yang membuat Saudara dan saya berhasil bukanlah
intelektual atau modal atau koneksi kita; tetapi kebaikan
Tuhan. Kalau kebaikan Tuhan ada pada kita, kita pasti berhasil.
Bukan APA yang kita miliki tetapi SIAPA yang bersama kita yang
menentukan kita berhasil atau tidak.
Ayub 10:12 – “Hidup dan kasih setia (favor and goodness)
Kau karuniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.”
Ayub berkata bahwa ia akan melihat kebaikan Tuhan, ia tidak
akan binasa dan mati, tetapi akan melihat pemulihan. Ayub
bicara positif di tengah masalah yang bertubi-tubi menimpanya:
anak-anaknya mati, kekayaannya habis, kulitnya penuh penyakit.
Apakah perkataan Ayub tersebut ada hubungannya dengan
kelepasannya 9 bulan kemudian? Ya, ada. Dan kita semua tahu
pemulihan yang dialami Ayub benar-benar adikodrati, di luar
kemampuan manusiawi Ayub.
Sebagai umat perjanjian Allah, Saudara bisa claim kebaikan
Allah. Setiap bangun pagi, katakan: “Di dalam Kristus aku umat
perjanjian Allah, aku milik Allah, aku dimeteraikan dengan
darah Yesus dan Roh KudusNya. Di dalam Kristus, kebaikan Allah
turun atasku. Aku memakai mahkota kemurahan Allah. Kebaikan
Allah berjalan di depanku. Kebajikan dan kemurahan selalu
mengikuti aku kemana pun aku pergi seumur hidupku. Aku percaya
akan melihat kebaikan Allah dinyatakan tahun ini dalam hidupku,
dalam keluargaku, dalam bisnisku, dalam pabrik dan
proyek-proyekku, dalam tabunganku, dalam jasmaniku. Alkitab
berkata orang yang benar dipagari Tuhan dengan kebaikan Allah
seperti perisai. Sekarang, sementara aku memperkatakannya,
kebaikan Allah berupa perisai sedang memagari aku. Biarlah aku
– orang yang ditebus Tuhan berkata seperti itu. Dan terjadilah
sesuai apa yang aku katakan.”
Praktekkan dan deklarasikan setiap pagi …. dan harapkan
mujizat, harapkan yang luar biasa, yang suprantural.
Saya berdoa tidak satu pun mitra kerja yang melihat hari
malapetaka, hari yang mengerikan, sebab Saudara duduk dalam
lindungan yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang
Makakuasa dan saudara berkata kepada Tuhan: “Tempat
perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Belajar lebih
banyak mengenai Firman Tuhan melalui kaset dan CD / VCD
khotbah yang diajarkan dengan praktis dan jelas. Hubungi
bagian media MMM di (021) 631 7875. Dengan senang hati kami
membantu Anda untuk memilih topik yang Anda perlukan. Tuhan
tidak pernah kehabisan ide untuk menolong Anda.
Untuk menjadi mitra kerja dari Maria Magdalena Ministries,
hubungi bagian MITRA KERJA di (021) 631 7875 dengan Yoan atau
Linda. Kami rindu Anda menerima impartasi berkat dan urapan
yang ibu Indri terima dari Tuhan.
|