» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Pdt. Indri Gautama

KEBAIKAN ALLAH MEMAHKOTAI ANDA
(Bagian 1)


“Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, …..” (Mazmur 65:12)

Saya rindu terjadi terobosan bagi para semua mitra kerja Maria Magdalena Ministries di mana Allah memahkotai tahun dengan kebaikan-Nya (Mazmur 65:12). Saya rindu janji-janji Allah tidak sekedar kata-kata yang tertulis di buku, tetapi menjadi kenyataan dalam kehidupan saudara setiap hari. Saya rindu Anda hidup dalam hujan berkat Allah, bukan sekedar percikan berkat-Nya.

Mari kita belajar dari seorang raja Israel yang selalu berhasil – ia cuma gagal sekali – yaitu raja Daud. Dari seorang gembala yang dilecehkan kakak-kakaknya, tidak diperhitungkan oleh keluarganya; menjadi raja Israel yang berhasil yang namanya dipromosi Tuhan sedemikian rupa, yang sampai sekarang tetap dikenang orang sebagai raja Israel yang besar. Apa rahasia di balik keberhasilan raja Daud?

Mazmur 5:13 – Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

Mazmur 44:4 – Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya wajah-Mu, sebab Engkau berkenan kepada mereka.

Dalam bahasa Inggris dipakai kata “favor” untuk “berkenan”. Kata-kata “anugerah” (Maz. 5:13) dan “berkenan” (Maz. 44:4) atau “favor” artinya suatu kebaikan atau kemurahan yang sebenarnya tidak layak kita terima.

Mazmur 23:6 – Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku mau diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Mazmur 27:12 – Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!

Daud berhasil karena ia percaya (“aku percaya”) akan kebaikan Allah, ia selalu memperkatakan apa yang ia percayai hingga kebaikan Allah dinyatakan. Bila kebaikan Allah ada pada kita, serumit apa pun masalah yang kita hadapi, kita pasti akan keluar dari masalah dengan berhasil, selalu menang, selalu lepas. Daud sungguh-sungguh mempunyai iman dalam kebaikan Allah. Justru di tengah kesulitan, ia berkata aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan.

Selama hampir 17 tahun saya ikut Tuhan, tidak pernah saya melihat satu hari buruk. Bukan berarti saya tidak mengalami tantangan sama sekali; tetapi justru dalam tantangan itu saya melihat kemurahan Tuhan dan tangan-Nya turun menolong saya. Bila Saudara dalam masalah, fokus pada Tuhan dan kebaikan-Nya maka Tuhan Yesus akan membela Anda. Ketika Sadrakh, Mesakh dan Abednego dilempar ke dapur api, raja Nebukadnezar melihat orang ke-empat. Ini terjadi karena Sadrakh, Mesakh dan Abednego tetap fokus pada Tuhan dalam keadaan apa pun. Bila Anda fokus pada Tuhan di tengah masalah, maka setan melihat Anda berdua. Dengan siapa? Dengan Pengacara kita, Pembela kita yaitu Yesus Kristus dari Nazaret (Ibrani 7:25 – Yesus hidup selamanya sebagai Perantara / Pengacara kita – yaitu orang di antara hakim dan penuduh kita yaitu setan). Jadi sebenarnya orang Kristen tidak mungkin kalah karena punya Pembela / Pengacara yang paling hebat.

Mengapa Tuhan menganugerahkan kebaikan-Nya kepada kita?

Tujuan utama Tuhan menganugerahkan kebaikan-Nya kepada kita adalah agar kita berhasil. Mazmur 35:27b – Biarlah mereka tetap berkata: “TUHAN itu besar, Dia menginginkan keselamatan hamba-Nya!” Dalam bahasa Inggris ayat itu berkata: And let them say continually, “Let the LORD be magnified, Who has pleasure in the prosperity of His servant.”

Tuhan senang melihat anak-anak-Nya berhasil. Karena ketika kita berhasil secara supranatural – dalam bisnis, dalam mengatasi masalah dan lain-lain – orang bertanya rahasia keberhasilan kita. Katakan saja: “Saya bisa berhasil karena kebaikan Allah!!” Kalau Saudara mengatakan bahwa Dia yang membuat Saudara sukses, maka Saudara memuliakan nama-Nya. Orang akan terheran-heran melihat Saudara berhasil dalam bisnis yang menurut logika mestinya Anda tidak bisa kerjakan. Orang akan kagum melihat wajah Anda bersukacita dan perkataan mulut Anda tetap positif sekali pun Anda di tengah masalah. Itu menunjukkan bahwa Anda menguasai masalah, bukan sebaliknya dikontrol oleh masalah. Keberhasilan kita membuat Tuhan tampak baik dan menarik di mata orang lain. Mereka lalu ingin mengenal Tuhan kita.

Bagaimana agar kebaikan dan kemurahan Tuhan menjadi kenyataan?

Perkataan mulut berhubungan dengan manifestasi yang akan Anda alami. Hanya tahu mengenai kebaikan Allah, tahu mengenai keselamatan dari Tuhan, dan tahu ada kelepasan dari Tuhan tidak otomatis membuat apa yang Anda ketahui tersebut menjadi kenyataan. Perhatikan kembali Mazmur 35:27b, “Biarlah mereka tetap / terus berkata: ……” Ada hubungan yang sangat erat antara perkataan mulut dan mujizat.

Hal memperkatakan ini jelas tertulis dalam Mazmur 91:1-3 dan Mazmur 107:1-2. Mazmur 91:1-3 – Orang yang duduk dalam naungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.

Mazmur 107:1-2 – Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan.

Jadi mengetahui saja tidak cukup. Anda perlu memperkatakannya dengan hati yang percaya, karena yang diucapkan mulut keluar dari hati (Matius 12:34b). Markus 11:23 – Yesus berkata: “Barangsiapa berkata kepada gunung ini …… Asal tidak bimbang hatinya ……. dst” Tidak bimbang hatinya, artinya percaya. Jika bimbang Anda tidak akan melihat kebaikan-Nya.

Dalam Bilangan 14:28 Tuhan sendiri bersumpah akan melakukan apa yang diucapkan mulut kita. Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan dihadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.

Mujizat terletak di mulut Anda, karena perkataan Anda yang sesuai Firman membuat surga bekerja. Demikian berkuasanya mulut, karena itu jaga hatimu, isi setiap hari dengan firman. Tulis firman di hatimu supaya bisa spontan memperkatakannya. Bagaimana menulis firman di hati kita? Daud berkata: “….lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir” (Mazmur 45:2). Jadi setiap kali Anda memperkatakan firman, lidah yang memperkatakan itu menuliskannya di hatimu.

(Ikuti lanjutan pengajaran ini minggu depan)
 


Belajar lebih banyak mengenai Firman Tuhan melalui kaset dan CD / VCD khotbah yang diajarkan dengan praktis dan jelas. Hubungi bagian media MMM di (021) 631 7875. Dengan senang hati kami membantu Anda untuk memilih topik yang Anda perlukan. Tuhan tidak pernah kehabisan ide untuk menolong Anda.

Untuk menjadi mitra kerja dari Maria Magdalena Ministries, hubungi bagian MITRA KERJA di (021) 631 7875 dengan Yoan atau Linda. Kami rindu Anda menerima impartasi berkat dan urapan yang ibu Indri terima dari Tuhan.
 

:: A R S I P ::


 

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi