Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA 2011

Derap Remaja Edisi 30.
Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 25.000,-
 

Cara penggunaan Derap Remaja

Anatomi Materi

September 2011


1. Berbahagialah!
Matius 4:23-5:2

2. Miskin di Hadapan Allah
Matius 5:3

3. Berdukacita
Matius 5:4

4. Berbahagialah Orang yang Lemah Lembut
Matius 5:5, Bilangan 12:1-12

 

Berbahagialah Orang Yang Lemah Lembut


Bacaan: Matius 5:5, Bilangan 12:1 -12
Bahan yang diperlukan: -

 

Kata lemah lembut sering dipersepsikan dan dipahami sebagai sebuah kata yang menunjukkan sikap tidak tegas, kalahan, klelar-kleler, dan tidak punya semangat. Orang yang lemah lembut dipahami sebagai orang yang kurang terampil, kurang cekatan dan lamban. Tetapi kata lemah lembut (Yunani: praus) adalah kata yang mengandung makna yang besar. Melalui sabda bahagia ini, orang yang lemah lembut dimaknai sebagai orang yang hidupnya dikendalikan oleh Allah, bukan oleh nafsunya sendiri. Melalui pelajaran ini remaja diajak untuk bersikap lemah lembut dalam arti menyerahkan dirinya dalam kendali Allah.


Penjelasan Teks
Aristoteles menerangkan arti kata lemah lembut dengan mempertentangkan dua pendapat atau dua pengertian yang ekstrim untuk mendapatkan nilai-nilai kehidupan. Di antara dua sikap ekstrim tersebut terdapat jalan tengah yang menggembirakan. Misalnya ada orang yang pada satu sisi bersikap boros tetapi pada sisi yang lain ada orang yang bersikap kikir. Di antara dua sikap ekstrim ini terdapat nilai yang sangat baik, yaitu sikap murah hati. Pada satu sisi ada orang yang sangat gampang marah tetapi pada sisi yang lain ada orang yang tidak bisa marah. Lemah lembut berarti sikap tengah yang selalu gembira. "Berbahagialah orang yang selalu marah tepat pada waktunya, dan tidak pernah marah pada waktu yang salah." Kapan waktu yang tepat dan waktu yang salah itu? Secara umum dikatakan bahwa tidaklah benar bagi seorang untuk marah karena penghinaan, luka, atau hal-hal negatif lain yang berhubungan dengan diri sendiri. Sebaliknya kita perlu marah dan hal itu dianggap benar, kalau ada penghinaan, luka atau sakit hati, yang ditujukan kepada orang lain. Marah untuk kepentingan diri sendiri adalah egois tetapi marah karena kepentingan orang lain adalah salah satu sikap moral yang besar di dunia.

Musa pemimpin besar yang memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dilukiskan oleh penulis kitab Bilangan sebagai berikut: "Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi" (Bil. 12:3). Musa bukanlah tokoh yang mudah goyah dan gampang menyerah. Sekalipun ia harus menghadapi bangsa Israel yang tegar tengkuk, mudah bersungut-sungut dan sulit diatur. la juga bukan tokoh yang loyo. la memiliki energi, semangat dan kekuatan untuk menghadapi segala tantangan yang menghadang di depannya. la dapat marah dengan hebat, tetapi ia adalah seorang yang dapat mengendalikan amarahnya dengan baik. la hanya akan marah pada waktu-waktu yang tepat. Pada Bilangan 12 ini ditunjukkan bagaimana Musa mengendalikan dirinya dengan luar biasa ketika menghadapi pemberontakan saudara-saudaranya sendiri, Harun dan Miryam. Mereka mempertanyakan dan meragukan keistimewaan Musa sebagai nabi dibandingkan dengan mereka. Apa istimewanya Musa sebagai nabi dibandingkan dengan yang lainnya? Bukankah Tuhan juga memakai mereka sama seperti Tuhan memakai Musa? (ay.2)

Menghadapi situasi seperti itu Musa tidaklah pertama-tama bereaksi membela diri atau marah. la diam, sekalipun tentunya hatinya galau dan marah. Tuhan yang mendengar apa yang dikatakan Miryam dan Harun datang untuk membela Musa hambaNya. Tuhan menegur Miryam dan Harun. Kemudian Tuhan menghukum Miryam dan Harun dengan penyakit kusta. Pada saat itu Musa menunjukkan kelembutan hatinya, ia memintakan kesembuhan untuk Miryam dan Harun (ay.13). la tidak menaruh dendam kepada kedua saudaranya bahkan ia meminta Tuhan mengampuni mereka. Musa memiliki kemampuan untuk mengendalikan dirinya dengan baik.

Tidak mengherankan bila Musa dikenal sebagai seorang pemimpin yang berhati lembut. Tidak seorangpun yang dapat memimpin orang lain sebelum ia menguasai dirinya sendiri. Dan tidak seorangpun yang dapat melayani orang lain sebelum ia sendiri merendahkan dirinya kepada dirinya sendiri. Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengendalikan orang lain sebelum ia sendiri belajar untuk mengendalikan dirinya sendiri. Orang yang bersedia menyerahkan dirinya kepada pengendalian dirinya kepada pengendalian Allah secara sempurna akan memperoleh kelemahlembutan yang memampukannya untuk memiliki bumi.

Pengenaan

♦ Orang yang lemah lembut adalah orang yang selalu marah pada waktu yang tepat dan tidak pernah marah pada waktu yang salah. Jadi lemah lembut bukan
berarti orang yang tidak bisa marah, tetapi ia marah pada waktu dan tempat yang tepat.
♦ Orang yang lemah lembut adalah orang yang memiliki sikap tanggap, kesabaran dan perasaan yang terkendalikan karena ia menyadari bahwa hidupnya ada di bawah kendali Tuhan Allah. Hidupnya tidak dikendalikan emosi, perasaan atau nafsu duniawi yang seringkali keliru.
♦ Orang yang lemah lembut adalah orang yang mempunyai kerendahan hati, sehingga mereka tidak akan terjatuh pada sikap sombong dan menganggap diri tidak mempunyai kelemahan atau kekurangan.

Langkah-langkah Penyampaian

1. Awali renungan dengan ilustrasi "Angin Barat dan Angin Timur". Kemenangan tidak harus selalu digapai dengan cara adu kekuatan atau kekerasan. Kelembutan sering diperlukan dalam menjalani hidup ini. Kemukakan beberapa contoh tindak kekerasan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari sebagai pertanda makin sedikit orang yang bersikap lemah lembut dalam kehidupan sehari-hari.
2. Masuk pada penjelasan teks. Persepsi yang keliru membuat remaja tidak suka disebut sebagai remaja yang lemah lembut, Jelaskan arti kata lemah lembut yang dimaksud dalam Alkitab. Berikanlah contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Jelaskan bagaimana Musa menghadapi dan menyelesaikan perma-salahan yang terjadi dengan saudara-saudaranya sehingga kitab Bilangan melukiskan Musa sebagai orang yang sangat lembut hatinya. Lihat penjelasan teks.
3. Akhiri dengan permainan: "Strategi vs Kekuatan".
4. Tegaskan dengan pengenaan yang tersedia.

Kegiatan
"STRATEGI VERSUS KEKUATAN"

1. Bagi remaja menjadi dua kelompok. Atur agar kedua kelompok ini saling berhadapan dengan jarak yang diatur jangan terlalu dekat dan jangan terlalu jauh.
2. Jelaskan bahwa mereka akan memeran-kan tokoh Simson, Singa dan Delila. Ajari mereka memeragakan tokok-tokoh tersebut. Simson dua tangan terkepal. Singa dua tangan mencakar, Delila tan¬gan melambai lembut. Peraturannya: Simson dapat mengalah Singa; Singa dapat mengalahkan Delila; dan Delila dapat mengalahkan Simson. Jadi setiap kelompok harus dapat menemukan peran yang pas agar dapat memenangkan perlombaan.
3. Setiap kelompok saling membelakangi dan memikirkan bersama tokoh apa yang akan mereka perankan, tentu saja sambil menebak peran apa yang akan diambil oleh kelompok yang lain. Kelompok yang menang adalah kelompok yang paling banyak memerankan tokoh yang dapat mengalahkan musuhnya.
4. Jelaskan kepada remaja bahwa yang menjadi pemenang dalah hidup ini bukanlah selalu orang yang kuat. Kuncinya adalah kemampuan mengendalikan diri.

Ilustrasi
"ANGIN BARAT DAN ANGIN TIMUR"

Pada suatu hari angin angin barat dan angin timur bertemu. Angin barat berkata bahwa dirinya lebih kuat dibandingkan dengan angin timur. Hal ini terbukti di manapun angin barat berjalan maka semua orang merasa takut, karena angin barat sering menimbulkan kerusakan bahkan kematian. Angin barat menyombongkan dirinya dan merendahkan angin timur. Angin timur menanggapi kesombongan angin barat dengan tersenyum dan berkata, "Benarkah engkau yang paling kuat?" Jawab angin barat, “Apakah engkau meragukan kekuatanku? Apakah engkau ingin melihat buktinya? Mari kita bertanding kalau kau berani!" Angin timur menyetujui tantangan angin barat. Katanya, "Lihatkan seekor kera yang ada di pohon itu siapa yang dapat menjatuhkan kera itu dialah pemenangnya." "Apa, menjatuhkan kera itu, itu adalah hal yang sangatmudah bagiku," sahut angin barat dengan sombongnya. Angin barat mulai menyiapkan dirinya. la mulai bertiup, makin lama makin keras. Tetapi semakin keras ia bertiup kera itu semakin erat berpegangan pada pohon yang dinaikinya. Angin barat semakin penasaran maka ia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menjatuhkan kera itu. Usahanya sia-sia karena kera itu semakin kuat dan erat memeluk pohon agar ia tidak jatuh. Maka menyerahlah angin barat. Angin timur mulai berhembus, ia berhembus dengan lembut dan pelan. Kera yang ada di atas pohon itu mulai mengantuk ketika ia merasakan semilir angin lembut membelai dirinya. Angin timur terus berembus dengan lembut. Sepoi-sepoi angin yang berhembus sungguh membuat kera itu terkantuk-kantuk, tanpa ia sadari ia melepaskan pegangannya dan ia pun terjatuh.

A R S I P



 
Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999
Tim Sahabat Surgawi