Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA 2009


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun XIII
para penulis derap remaja 2008 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko, pdt. wisnu sapto nugroho,
pdt. tabita kartika christiani, margaritifera lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank
.
 

Cara penggunaan Derap Remaja

Anatomi Materi

November 2009


Minggu 1: Fundamentalisme
Matius 15:1-20

Minggu 2: Militant For …?

Hakim-Hakim 12:1-7

Minggu 3: Spiritualisme
I Korintus 14:10-19

Minggu 4: Kapitalisme
Lukas 12:15-21, 48b

Minggu 5: Budaya Populer

I Korintus 8:4-13


Budaya Populer



Bacaan: I Korintus 8:4-13 (nas ayat 8)
Bahan yang diperlukan: fotocopy lembar kegiatan (terlampir) sebanyak remaja yang hadir

FOKUS



Budaya populer adalah budaya yang dipraktikkan oleh masyarakat. Ada banyak teori tentang budaya populer; ada yang menekankan budaya populer berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, ada pula yang menekankan pengaruh media masa terhadap masyarakat. Budaya populer juga terkait dengan budaya industri (misalnya industri musik) dan budaya instan. Semua ini terkait juga dengan kapitalisme (lihat bahan Minggu lalu). Budaya populer sangat mempengaruhi remaja. Misalnya dalam hal cara berpakaian, lagu-lagu pop, bahasa pergaulan, penggunaan internet dsb. Semua ini tidak dapat dihindarkan. Namun demikian remaja perlu mengetahui batasannya, agar tidak merugikan atau merusak diri sendiri. Melalui pelajaran ini remaja menyadari adanya praktik budaya populer dalam dirinya, agar ia memutuskan batasan mana yang tepat bagi dirinya.


Penjelasan Teks

Kota Korintus adalah kota pelabuhan yang besar. Di dalamnya ada banyak kuil pemujaan dewa-dewi. Salah satu persembahan kepada dewa-dewi adalah daging. Sebagian dari persembahan itu kemudian dijual di pasar-pasar. Orang yang membeli daging di pasar tidak dapat membedakan mana daging bekas persem-bahan berhala dan mana yang tidak. Maka timbullah persoalan di kalangan orang Kristen di kota Korintus.
Sebagian dari orang Kristen Korintus berpendapat seharusnya orang Kristen tidak makan daging yang dijual di pasar, karena daging bekas persembahan berhala itu dapat berpengaruh buruk terhadap imannya. Sebaliknya, sebagian lagi berpendapat tidak apa-apa makan daging bekas persembahan berhala karena tidak ada pengaruh atau khasiat di dalamnya. Kedua kelompok ini bersitegang, sehingga Paulus perlu menuliskan topik ini dalam suratnya.
Paulus menjelaskan bahwa pada prinsipnya makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Makan daging bekas persembahan berhala tidak memberi keuntungan; begitu juga tidak makan daging bekas persembahan berhala tidak merugikan. jadi mau makan silahkan, tidak pun tidak apa-apa. Namun Paulus menyadari ada orang-orang yang mempunyai pemahaman yang berbeda-beda. Bisa jadi orang yang lemah ketika melihat ada saudara yang makan daging bekas persembahan berhala lalu ikut-ikutan, dengan pemahaman akan ada "berkah" dari makanan itu. Padahal saudara yang sedang makan daging bekas persembahan berhala itu merasa tidak ada pengaruh apa-apa dari makanan itu. Maka Paulus menasihatkan: dari pada menjadi batu sandungan bagi iman orang lain, sebaiknya tidak usah makan. Toh tidak makan juga tidak rugi apa-apa.
Prinsip ini dapat pula diterapkan pada budaya popular : boleh-boleh saja terpengaruh budaya populer, asal tahu batasannya jangan sampai merusak dan merugikan diri sendiri. Misalnya jadi bersikap materialistis dan konsumtif; memaksakan diri mengikuti mode, padahal kemampuan ekonomi orang tua terbatas; terbelenggu dunia maya sehingga lupa dunia nyata, bahkan lupa Tuhan.

Langkah-langkah Penyampaian
1. Tanyakan kepada remaja: lagu-lagu apa yang mereka sukai; apa kegiatan mereka sehari-hari di luar jam sekolah dan belajar (misalnya internet, email, game online); bagaimana penampilan (misalnya baju, model rambut) yang mereka pilih dsb. Tujuan dari pertanyaan-pertanyaan ini adalah untuk menunjukkan betapa budaya populer sangat mempengaruhi remaja. Seringkali prinsipnya adalah "trend" agar tidak menjadi kuno dan ketinggalan zaman. Jika memungkinkan, pakailah tayangan slide gaya hidup remaja - cari gambar-gambarnya di internet.

2. Ajak remaja berpikir: apakah semua yang mereka ikuti adalah haI yang baik dan tepat bagi mereka? Minta mereka menunjukkan hal-hal yang baik dan yang tidak baik dalam rangka mengikuti tren (pakailah lembar kegiatan). Jelaskan bahwa budaya populer terkait dengan media masa (info dan iklan) -lihat penjelasan dalam "box" tentang budaya populer di bawah ini. Orang merasa hebat jika sudah mengikuti perkembangan trend.

3. Ajak remaja membaca 1 Korintus 8:4-13. Jelaskan soal makan atau tidak daging bekas persembahan berhala di kota Korintus. Kaitkan dengan budaya populer (lihat Penjelasan Teks).
Ajak remaja melihat kembali lembar kegiatan yang sudah mereka isi. Minta mereka mengambil keputusan: kebiasaan mana yang masih dalam batas wajar dan mana yang perlu diubah. Misalnya: rambut dicat warna-warni; laki-laki pakai anting sebelah apakah perlu? untuk apa? Arahkan pada batasan: trend dapat di ikuti sejauh wajar diterima dalam masyarakat, tidak mengganggu orang lain, dan berguna untuk diri sendiri. Jangan sampai remaja Kristen menjadi batu sandungan karena penampilannya!

4. Tekankan kepada remaja bahwa budaya populer tidak dapat dihindari sama sekali. Ada juga segi positifnya (misalnya mengenai teknologi informasi, merasakan kesatuan dengan orang-orang di seluruh dunia). Namun demikian, kita dapat bersikap bijak dan bertanggung jawab untuk mengambil batas sejauh mana kita mau dipengaruhinya. Jika sudah melewati batas, remaja mesti berani berkata "tidak" walaupun diajak teman-temannya.

Kegiatan Kreatif
Buatlah fotokopi tabel di bagian bawah halaman ini.

Ilustrasi
Banyak anak muda mengenal kata "gaul" dan "jadul." Orang yang "gaul" berarti orang yang mengikuti trend, baik itu mode, gaya hidup maupun trend lainnya. Sedangkan "jadul" merupakan singkatan dari "jaman dulu" yang menunjuk pada orang yang penampilan dan gaya hidupnya kuno. Duo kartunis tetap harian Kompas Minggu, Benny dan Mice, menggambarkannya sebagai orang yang "terjebak masa lalu." (gambar ini ada dalam buku "100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta") Bagaimanakah menurut remaja?

Apakah Budaya Populer itu?
(Ringkasan ini disusun oleh Pdt. Yahya Wijaya, dosen Etika di Fakultas Theologia Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta)
• Budaya yang dihasilkan secara masaI dengan teknologi oleh dunia industri, dipasarkan secara profesional, untuk mendatangkan profit, ditujukan bagi massa publik konsumen.
• Budaya yang tersebar secara global, menembus batas-batas geografis, bahasa dan perbedaan-perbedaan primordial maupun sosial.
• Budaya yang penyebarannya terkait erat dengan perkembangan teknologi informasi,khususnya media massa elektronik dan internet.
• Budaya generasi muda masa kini yang ciri-cirinya dapat dibedakan dari budaya tradisional (klasik) maupun budaya rakyat (folk culture).
• Budaya yang mempengaruhi hampir semua orang dan hampir segala aspek kehidupan. Budaya yang tercermin dalam MTV, Madonna, Cafe, fast food, pakaian casual (misalnya jeans dan T-shirl), shopping mall.

Gaya hidup budaya popular yang kamu ikuti Penilaianmu sendiri
Penampilan (pakaian, rambut, asesori):
...........
...........
...........
 
Musik:..........  
Internet:
Email, blogspot, facebook, game
online...........
 
Gaya berbahasa:
...........
 

| derap desember 0408 | derap januari 0109 | derap januari 0209 |
| derap januari 0309 | derap januari 0409 | derap februari 0109 |
| derap februari 0209|derap februari 0309 | derap februari 0409 |
| derap maret 0109 | derap maret 0209 | derap maret 0309 |
| derap maret 0409| derap maret 0509 | derap april 0109 | derap april 0209 |
| derap april 0309 | derap april 0409 | derap april 0509 |
| derap juni 0109
| derap juni 0209 | derap juni 0309 | derap juni 0409 |
| derap juli 0109 | derap juli 0209 | derap juli 0309 | derap juli 0409 |
| derap agustus 0109 | derap agustus 0209 | derap agustus 0309 |
| derap agustus 0409 | derap agustus 0509 | derap september 0109 |
| derap september 0209 | derap september 0309 | derap september 0409 |
| derap oktober 0109 | derap oktober 0209 |derap oktober 0309 |
| derap oktober 0409 | derap november 0109 |derap november 0209 |
| derap november 0309 | derap november 0409 |

 
 
 
Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999
Tim Sahabat Surgawi