 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun
XIII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
maret 2009 |
Minggu 1: Dosa adalah Sebuah Pilihan
Kejadian 3:1-19
Minggu 2: Kesombongan Rohani
Roma 3:9-20
Minggu 3: Dan Kematian Menuju Kehidupan
Efesus 2:1-10
Minggu 4: Allah Bapa dengan Nyeri Hati
Yeremia 31:18-20
Minggu 5: Kristus Menderita Demi Manusia
Ibrani 5:1-7
|
Kristus Menderita Demi Manusia
|
Bacaan: Ibrani 5:1-7
Bahan yang diperlukan: teks lagu "Seperti yang Kau Ingini"
|
FOKUS |
|
Berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang kemudian. Ungkapan ini indah untuk dinasihatkan bagi setiap generasi manusia. Tetapi apakah mudah dalam pelaksanaannya? Me-lalui pelajaran ini remaja berani belajar dari penderitaan yang mereka alami, sebagaimana Tuhan Yesus yang rela menderita untuk mendatangkan keselamatan bagi umat manusia. Dengan menaruh normal pada penderitaan yang la alami, Yesus bisa mendengar dan mengerti maksud Allah dalam hidupNya.
|
Penjelasan Teks
a. Bukan Yesus yang memilih, melainkan Allah
Jabatan imam bukanlah pilihan dari pihak manusia, Allah yang menentukan dan memilih siapa yang layak menerima kehormatan ini. Hal inilah yang dipahami dan diterima di kalangan umat Israel. Dalam tradisi Israel, hanya keturunan suku Lewi yang dapat menjadi seorang imam, orang Israel dari suku yang lain tidak dapat menjadi imam, walaupun mungkin ia memiliki kehidupan yang begitu saleh.
Pengangkatan Tuhan Yesus sebagai imam juga terjadi dari pihak Allah (ay. 6). Tuhan Yesus diangkat sebagai imam bukan karena keturunan suku Lewi, melainkan menurut peraturan Melkisedek. Apakah yang dimaksud dengan peraturan Melkisedek? Melkisedek adalah adalah seorang raja dari Salem (Yerusalem). Namanya berarti "raja keadilan". Dialah imam Allah Yang Mahatinggi, yang pernah memberkati Abraham (Kej. 14:18-20). Raja Israel disebut "imam menurut peraturan Melkisedek" (Mzm. 110:4). Gelar ini ditetapkan kepada Yesus Kristus, sehingga la menjadi Imam yang lebih tinggi dari pada Lewi atau Harun (Ibrani 7).
Perlu disadari oleh setiap orang bahwa tak ada se¬orang pun yang dapat mengangkat dirinya sendiri menjadi seorang imam. Pengangkatan itu datang dari Allah. Jabatan imam bukanlah sesuatu yang dapat diduduki begitu saja. Kedudukan itu merupakan hak istimewa dan suatu kehormatan yang diperoleh karena panggilan. Karya pelayanan Allah di antara manusia bukanlah suatu pekerjaan atau karier, melainkan suatu panggilan. Setiap orang sebaiknya dapat melihat dirinya kembali dan tidak berkata,”Akulah yang memilih pekerjaan ini” melainkan, "Allahlah yang memilih aku dan memberikan pekerjaan ini untuk aku lakukan." Inilah yang terjadi pada Tuhan Yesus, sehingga Allah memuliakan-Nya.
b. Menjadi Sang Korban.
Tugas seorang Imam adalah menjadi perantara antara Allah dan manusia. la bertugas membawa korban persembahan dari umat kepada Allah. Korban dari umat biasanya berupa binatang yang tak bercacat, yang disembelih dan kemudian dibakar. Melalui persembahan korban inilah umat mendapatkan pengampunan dosa dari Allah.
Lalu apa yang membedakan Tuhan Yesus sebagai Imam Agung dan para imam yang lain? Bila para imam yang lain membutuhkan binatang yang tak bercacat sebagai korban bakaran, Tuhan Yesus mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban yang tak bercacat. la tidak membawa binatang sebagai korban tetapi la mengorbankan diri-Nya sendiri. Seluruh kehidupan Tuhan Yesus adalah persembahan kepada Allah demi manusia yang berpuncak di kayu salib. la bisa melakukan itu karena la memiliki kehidupan yang tak bercacat (Ibrani 4:5). la tidak meminta manusia membawa sesuatu kepada-Nya, tetapi la menyerahkan diri-Nya kepada Allah demi keselamatan manusia. Bukan darah binatang yang la tumpahkan, melainkan darah-Nya sendiri. Bukan keluhan dan teriakan binatang yang mati karena disembelih, melainkan keluhan dan ratapan pilu dari penderitaan yang dijalani-Nya. Imam Agung yang sungguh mengerti sepenuhnya apa arti berkorban, dan bukan sekedar membawa korban.
c. Pengorbanan yang Sempurna
Sebagai Imam Besar, Tuhan Yesus sungguh mengerti apa itu penderitaan. Penderitaan yang dialami oleh umat dan kelemahan yang mereka miliki sungguh la rasakan. Tuhan Yesus belajar dari semua pengalaman-Nya. la belajar dari apa yang la derita. Dari penderitaan yang telah la alami, Ia sungguh bisa mendengar suara Allah dan mengerti rencana Allah dalam hidup-Nya. Jika kita menerima semua penderitaan yang terjadi dengan rasa benci, maka teriakan pemberontakan yang ada dalam hati kita akan membuat kita tuli terhadap suara Allah. Justru Allah berfirman kepada manusia melalui berbagai pengalaman hidup, terutama pengalaman yang menyentuh hati dan mengancam jiwa.
Tuhan Yesus belajar dari apa yang diderita (ay.8). Tuhan Yesus tidak hanya setia dan taat menderita sebagai Imam Besar, melainkan belajar menjadi taat. "Belajar" berarti suatu proses yang dijalani tahap demi tahap secara sadar dan terus menerus. Ada kerelaan dan keikhlasan dari Sang Imam Agung untuk belajar menaati kehendak Allah dalam hidup-Nya. la sadar dan bergumul. Proses demi proses la jalani, hingga akhirnya la berkata, "Bukan kehendak-Ku, ya Bapa, melainkan kehendak-Mu yang jadi." Bukan keputusasaan, tetapi keikhlasan.
Lewat pengalaman dan pergumulan yang la lalui itulah pengorbanan Yesus mencapai kesempurnaan. Bukan kesempurnaan yang abstrak atau khayal, melainkan sempurna karena tercapai fungsinya. Kesediaan Tuhan Yesus untuk melewati semua penderitaan dalam hidup-Nya sungguh tepat untuk menjadikan Dia Juruselamat manusia. Penyelamatan yang dibawa oleh Tuhan Yesus adalah penyelamatan yang abadi. Sekali untuk selamanya. Penyelamatan itulah yang membuat manusia tetap selamat, baik di dunia atau di alam baka.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Tanyakan kepada remaja mana yang lebih mereka sukai: ungkapan pertama atau ke-dua. Pertama, "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian." Atau, "Kalau bisa gampang ngapain dibikin repot; kalau bisa nyontek ngapain belajar."
2. Jelaskan kepada remaja bahwa pengampunan dan keselamatan yang sekarang ini mereka nikmati dan rasakan bukan lahir dari kemudahan tetapi dari pergumulan panjang yang penuh penderitaan. Ajak remaja untuk membaca perikop yang menjadi dasar renungan hari ini yaitu dari Ibrani 5:1-7.
3. Jelaskan perikop dengan melihat Penjelasan Teks. Pertama, Tuhan Yesus dipilih Allah untuk menjadi Imam Besar Agung - panggilan pelayanan yang sungguh-sungguh harus dihayati sepanjang hidup-Nya. Kedua, Imam Besar Agung yang menjadi Sang Korban. Tuhan Yesus tidak membawa korban dari umat, tetapi mengorbankan diri-Nya untuk umat di hadapan Allah. Ketiga, Pengorbanan yang Yesus persembahkan sungguhlah sempurna - baik di hadapan Allah maupun bagi manusia; sekali untuk selamanya,
4. Tegaskan kepada remaja bahwa kesediaan Tuhan Yesus sebagai Imam Besar Agung yang bersedia belajar dari penderitaan adalah alternatif yang juga bisa remaja pilih dalam menjalani hidup ini.
5. Akhiri pertemuan dengan kegiatan kreatif telaah lagu "Seperti Yang Kau Ingini," yang dapat dilihat pada album Nikita "Kubrikan Syukurku."
Kegiatan Kreatif
a) Bagikan kepada remaja syair lagu seperti di bawah ini.
Seperti yang Kau Ingini
Bukan dengan barang fana
Kau membayar dosaku
Dengan darah yang mahal
Tiada noda dan cela
Bukan dengan emas perak
Kau menebus hidupku
Oleh segenap kasih
dan pengorbanan-Mu
Ku telah mati dan tinggalkan
cara hidupku yang lama
Semuanya sia-sia
dan tak berarti lagi
Hidup ini kuletakkan
pada mezbah-Mu ya Tuhan
jadilah padaku seperti
yang Kau ingini
b)Ajak remaja menyanyikan lagu dalam suasana teduh. Lagu ini bisa dinyanyikan 1-3 kali, tergantung situasi dan kondisi.
c)
Bagi remaja dalam kelompok kecil 1-3 orang dalam satu kelompok. Bagikan kepada setiap kelompok kertas dan alat tulis. Ajak remaja untuk menelaah lagu di atas dengan teliti. Apa yang telah Tuhan Yesus lakukan untuk mereka? Dengan apa Tuhan Yesus. menebus dosa manusia? Apa yang telah mereka lakukan untuk menghargai pengorbanan Tuhan Yesus?
d) Setiap kelompok menyampaikan hasil telaah mereka di hadapan semua peserta. Akhiri kegiatan dengan menyanyikan lagu di atas secara bersama-sama.
Ilustrasi
Satu Hari Lagi
Berikut ini percakapan seorang pemuda yang selalu pintar mencari alasan untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri, bahkan ketika ia bertemu dengan Tuhan.
Pemuda: Tuhan apakah benar di hadapan-Mu
seribu tahun itu sama dengan satu
hari?
Tuhan: Benar anak-Ku.
Pemuda: Wah hebat dong, kalau begitu seratus juta di hadapan-Mu berapa?
Tuhan: Satu rupiah!
Pemuda: Tuhan, kalau begitu beri aku satu
rupiah saja, aku kan anak-Mu?
Tuhan: Oh begitu. Boleh, tapi satu hari lagi
ya...
| derap desember 0408 | derap januari 0109 | derap januari 0209 |
| derap januari 0309 |
derap januari 0409 | derap februari 0109 |
|
derap februari 0209|derap februari 0309 | derap februari 0409 |
| derap maret 0109 |
derap maret 0209 | derap maret 0309 |
|
derap maret 0409|
|
|
|
 |
 |
|
|
|
|