Penjelasan Teks
1. Surat Efesus ditulis oleh seorang Kristen keturunan Yahudi dan dialamatkan kepada orang-orang Kristen bukan Yahudi (Ef. 2:11). Penulis menggunakan kata "kamu" untuk menyebut orang-orang Kristen bukan Yahudi dan "kami" untuk dirinya dan orang-orang Kristen Yahudi lainnya.
2. Baik "kamu" maupun "kami" kondisinya dahulu sama, yakni hidup dalam dosa.
a. "Kamu" dahulu berdosa dengan cara: mengikuti jalan dunia ini (ayat 2).
Artinya, orang-orang bukan Yahudi dulu sebelum mengikut Kristus hidup menurut adat kebiasaan yang berlaku di masyarakat jamannya. Adat kebiasaan tersebut adalah menaati penguasa kerajaan angkasa. Dalam alam pemikiran Yunani, angkasa dianggap sebagai tempat berkumpulnya roh-roh jahat. Jadi penguasa kerajaan angkasa adalah roh-roh jahat. Dari tempatnya yang berada di atas roh-roh jahat tersebut mengendalikan manusia agar manusia berbuat dosa. Manusiapun kemudian berbuat dosa.
b. "Kami" dahulu berdosa dengan cara: hidup di dalam hawa nafsu daging dan kehendak daging dan pikiran pikiran jahat (ayat 3).
Artinya orang Yahudi dahulu sebelum mengikut Kristus hidupnya dikuasai hawa nafsu dan kehendak daging yakni keinginan-keinginan yang begitu kuat menguasa manusia untuk memuaskan tubuh (daging)nya. Mereka juga dikuasai pikiran-pikiran jahat. Tidak disebutkan di sini perbuatan-perbuatan yang merupakan wujud dari hawa nafsu dan kehendak daging serta pikiran-pikiran jahat tersebut. Yang jelas, hawa nafsu dan kehendak daging serta pikiran-pikiran jahat selalu akan menuntun manusia pada perilaku egois, mementingkan kepentingan, kesenangan dan kenikmatannya sendiri. Perilaku yang menunjukkan kehidupan dalam dosa.
Jadi, baik orang-orang bukan Yahudi maupun orang-orang Yahudi sebenarnya dulu sudah "mati" (mati rohani) karena hidup di luar Allah dengan melakukan perbuatan-perbuatan dosa.
3. Allah tidak menghendaki manusia hidup dikuasai dosa, sebab dosa membawa manusia pada kematian. Dengan kasih-Nya yang besar, Allah menyelamatkan manusia dari kematian melalui diri Yesus Kristus (ayat 4). Allah mengangkat manusia dari kematian menuju kehidupan (ayat 5). Dalam Kristus, manusia menjadi ciptaan yang baru. Dan sebagai ciptaan yang baru, Allah menghen¬daki manusia melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang telah dipersiapkan-Nya bagi manusia (ayat 10). Artinya, Allah menghendaki manusia melakukan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan kehidupan sebagai ciptaan baru dalam Kristus.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Awali penyampaian dengan ilustrasi ini: Ada seorang anak kecil jatuh ke dalam sumur. Orang-orang yang mengetahuinya segera berusaha menolong anak itu, Mereka mengambil sebuah tangga, namun ternyata tangga tersebut kurang panjang. Kemudian seseorang mengulurkan tali ke dalam sumur, namun ternyata anak tersebut tidak cukup kuat untuk berpegangan pada tali yang diulurkan. Akhirnya ayah dari anak tersebut mengatakan, "Tidak ada jalan lain. Satu-satunya jalan adalah aku harus turun ke dalam sumur dan menolong anakku." Akhirnya anak itu selamat.
2. Sampaikanlah bahwa kondisi manusia ibaratnya seperti anak yang jatuh ke dalam sumur tersebut. Dosa menguasai kehidupan manusia dan telah membawa manusia kepada kematian. Usaha apapun dari pihak manusia tak dapat menyelamatkannya. Maka Allah sendiri turun tangan menyelamatkan manusia.
3. Terangkan perikop hari ini. Sampaikan bahwa keadaan orang-orang Yahudi dan bukan Yahudi pun dahulu demikian. Sebelum mengenal Kristus dan menjadi Kristen, mereka hidup dalam dosa; sehingga pada dasarnya mereka sudah mati (ayat 1). Namun Allah berkenan menyelamatkan mereka melalui Tuhan Yesus Kristus, sehingga mereka diangkat dari kematian menuju kehidupan (lihat selengkapnya dalam Penjelasan Teks).
4. Sampaikan bahwa kitapun berada dalam kematian jika saja Tuhan Yesus tidak menyelamatkan kita. Jelaskan bahwa yang dimaksud dengan kematian di sini adalah mati secara rohani. Artinya, kita hidup di luar Allah dan tidak ada hubungan dengan Allah, Namun pengorbanan Tuhan Yesus bagi kita membuat kita mungkin untuk berhubungan dengan Allah.
5. Tegaskan bahwa setelah menerima anugerah keselamatan, kita adalah ciptaan yang baru dalam Kristus. Oleh sebab itu segala peri-laku kita juga harus mencerminkan nilai-nilai kehidupan baru dalam Kristus. Tinggalkanlah perbuatan-perbuatan seperti: men-contek, malas, suka berkelahi/tawuran, merokok, mencoba narkoba, ketagihan membaca atau membuka situs-situs porno, melakukan seks bebas, tidak sopan/bersikap kurang ajar pada orang tua, mengkhianati teman, menghina dan merendahkan orang lain, tidak peduli pada orang lain, sombong, iri hati, benci, dendam (dapat dilengkapi dengan contoh-contoh yang lain). Semua perbuatan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai kehidupan dalam Kristus.
6. Akhiri penyampaian dengan mengajak remaja melakukan kegiatan kreatif. Diskusikan makna permainan bersama dengan remaja dikaitkan dengan tema hari ini.
Kegiatan Kreatif
Permainan "Dari Kematian Menuju Kehidupan"
Persiapan
1. Persiapkanlah sebuah kertas manila berwarna putih berbentuk orang-orangan. Buatlah dengan ukuran yang cukup besar.
2. Dengan menggunakan lilin, tulislah di tengah-tengah badan orang-orang-an tersebut, dengan huruf besar-besar, kata-kata: MATI.
3. Sediakanlah bahan pewarna yang larut dalam air (misalnya cat air, tinta spidol, pigmen warna, sumba/wenter atau pewarna makanan). Bahan pewarna ini nantinya akan dipergunakan untuk mewarnai seluruh permukaan orang-orangan.
4. Sediakanlah kuas untuk menyapukan bahan pewarna ke permukaan orang-orangan. Pilihlah kuas yang bulunya lembut agar tidak menghilangkan lilin saat disapukan ke atas kertas. Bisa juga menggunakan spons yang lembut.
5. Siapkanlah kertas manila putih lagi.
6. Tuliskanlah kata HIDUP secara menurun tepat di bagian tengah kertas.
Pelaksanaan
1. Mintalah remaja menulis perbuatan-perbuatan dosa yang pernah dilakukan dengan menggunakan alat tulis yang anti air, seperti pensil, bolpoint, crayon. Minta mereka menulis dengan huruf besar / huruf kapital. Minta mereka menulis sampai seluruh permukaan orang-orangan penuh tulisan perbuatan dosa. Usahakan remaja tidak menyadari bahwa di dalam orang-orang-an tersebut ada tulisan MATI yang ditulis dengan lilin. Apabila ada diantara mereka yang merasa alat tulisnya menabrak lilin, minta untuk menulis di bagian yang lain.
2. Setelah itu mintalah remaja menyapu seluruh permukaan orang-orangan dengan bahan pewarna mempergunakan kuas atau spons lembut yang telah dipersiapkan. Maka tulisan MATI akan muncul dengan sendiri-nya. Gambarannya kira-kira seperti ini:
3.Tempatkanlah orang-orangan berseberangan dengan tulisan kata HIDUP dengan jarak 5 meter. Kemudian mintalah remaja berdiri di atas orang-orangan dan suruhlah mereka satu per satu melompat ke atas kertas manila bertuliskan kata HIDUP. Tentunya tidak ada seorang remaja pun yang dapat melakukannya.
4. Mintalah remaja melipat kertas manila yang masih utuh menjadi dua bagian yang tidak sama panjangnya. Kemudian lipat lagi menjadi dua bagian yang sama panjangnya, Setelah Itu sobek ujungnya sehingga menjadi sebuah bentuk salib seperti terlihat dalam gambar di halaman berikut.
5. Mintalah remaja meletakkan salib diantara orang-orangan dan kertas bertuliskan HIDUP. Kemudian mintalah remaja satu persatu berjalan dari orang-orangan menuju ke tulisan HIDUP dengan menginjak salib.
| derap desember 0408 | derap januari 0109 | derap januari 0209 |
| derap januari 0309 |
derap januari 0409 | derap februari 0109 |
|
derap februari 0209|derap februari 0309 | derap februari 0409 |
| derap maret 0109 |
derap maret 0209 |