 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
|
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun
XIII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
Maret 2010 |
1 - Aku Haus
Yohanes 19:28-30
2 - Berserah Nyawa Kepada Tuhan
Lukas 23:44-46
3 - Done and Finished
Yohanes 19:28-30
4 - Together, but Lonely
Yohanes 20:19-23
|
Aku Haus
|
Bacaan:Yohanes 19:28-30, nas 28.
Bahan yang diperlukan: Fotokopi "Kebutuhan Remaja”
|
FOKUS |
|
Rasa haus dimiliki semua orang. Yesus pun pernah merasa haus. Di atas salib Yesus berkata, "Aku haus." Perkataan Yesus itu kerap menimbulkan pertanyaan, benarkah Yesus sungguh-sungguh merasa haus setelah mengalami derita panjang? Atau, adakah makna lain dari kata-kata itu? Pelajaran ini dibuat agar remaja memahami makna kata "Aku haus" itu; sekaligus mengajak re¬maja melihat rasa "haus" pada dirinya, kemudian dapat memuaskan rasa "haus" itu dengan cara yang benar.
|
Penjelasan Teks
Salah satu persoalan yang dihadapi penginjil Yohanes adalah aliran gnostik. Menurut aliran ini, tubuh tidak dianggap penting; yang penting adalah roh. Tubuh dipandang sebagai penjara roh. Itu berarti kebutuhan-kebutuhan tubuh harus dilawan. Karenanya jalan mati raga - seperti puasa, tidak kawin dan Iain-Iain - menjadi praktik ritual aliran ini. Dalam kerangka itu, penginjil menegaskan betapa pentingnya tubuh dan kebutuhannya. Itulah sebabnya di awal Injil Yohanes ditegaskan: "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita" (Yoh 1:14a). Bahasa Yunani yang dipakai untuk manusia adalah sarx yang berarti daging. Dengan demikian daging dengan segala kebutuhannya adalah juga penting.
Dalam kerangka itu, kata "Aku haus" harus dilihat. Artinya, dalam diri Yesus ada kebutuhan daging juga, sekalipun la adalah Sang Firman itu sendiri. Sebagaimana manusia pada umumnya, Yesus juga membutuhkan air saat dahaga datang.
Yang menarik, anggur asam diberikan dengan menggunakan alat yang disebut dengan hisop. Apa itu hisop? Kel 12:22 menjelaskan bahwa hisop digunakan untuk mengolesi ambang pintu rumah dengan darah anak domba Paskah. Dengan demikian, Yohanes mau mengingatkan ada Anak Domba Allah yang baru dalam diri Yesus yang disalibkan itu! Itu berarti, darah Yesus memberi keselamatan, sama seperti darah yang dioleskan di ambang pintu rumah.
Selain itu, dalam Alkitab setidaknya disebutkan 10 kali tentang hisop, dan kebanyakan berkaitan dengan konteks persembahan kurban (lihat
Bil 19:6, 18; Im 14:4, 6; 49: 51-52). Dengan digunakannya hisop sebagai alat pemberi minum, seakan-akan mau dikatakan oleh Yesus bahwa tidak ada yang dapat menghilangkan dahaga kecuali Allah sendiri. Tidak ada yang dapat dilakukan manusia untuk memuaskan dahaga-Nya. Itulah sebabnya Yesus pernah berkata kepada perempuan Samaria, "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi; tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya" (Yoh 4:13-14). Pemuas dahaga dalam hidup ini ada pada Sang Firman itu.
Pengenaan
"Kehausan" banyak melanda manusia di dunia ini, juga remaja. Kehausan akan kasih sayang, perhatian, dan sebagainya makin hari makin menguat. Tak tertahan dengan rasa haus itu membuat banyak remaja mencari "air" yang ditawarkan dunia ini. Air itu bisa berupa pergaulan bebas, narkoba dan sebagainya. Namun, semakin air itu direguk, semakin terasa haus. Itulah sebabnya pernyataan Yesus, "Aku haus" menjadi pelajaran penting buat remaja. Yesus haus, dan tidak ada yang dapat memuaskan dahaga-Nya, kecuali Allah sendiri.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Mulailah dengan kegiatan di bawah. Beri penekanan bahwa semua manusia merasakan kehausan. Mereka mencarinya di dunia ini. Namun, makin dicari, makin terasa hauslah mereka (ceritakan ilustrasi 1 di bawah).
2. Masuklah dalam teks Alkitab. Pokok yang perlu mendapat tekanan adalah Yesus juga merasakan kehausan. Menariknya, salah satu alat yang dipakai untuk memberi minum Yesus adalah hisop. Dalam peraturan kurban bakaran, hisop disebut sebagai salah satu alat yang digunakan. Hisop mendapat tempat khusus dalam pemahaman orang Yahudi karena melambangkan kekudusan Allah. Itu berarti, yang dapat memberikan kepuasan atas dahaga Yesus adalah Allah sendiri.
3, Ajak remaja merenungkan, hidup dalam "kehausan" memang tidak menyenangkan. Semua orang membutuhkan cara untuk memuaskan dahaganya. Ternyata cara yang ditawarkan dunia ini tidak akan pernah memuaskan dahaga mereka. Hanya sang Firman - Yesus itu sendiri - yang mampu memberikannya. Tekankan kepada remaja agar senantiasa datang kepada Tuhan kala merasa haus.
4. Masuklah dalam contoh-contoh praktis yang sesuai dengan kebutuhan remaja lokal. Pakailah ilustrasi 2 di bawah. Jelaskan, justru ketika dalam kehausan kita memberi minum orang lain yang haus, di situlah kita juga mendapatkan kelegaan.
Kegiatan
Bagikan lembar di bawah ini dan minta remaja mengisinya. Ajak mereka melihat, benarkah mereka mampu memenuhi semua kebutuhannya? Tentu saja tidak. Sebab remaja adalah manusia yang lemah. Kebutuhan kita dapat dipenuhi ketika kita membangun relasi dengan yang dekat dengan Tuhan dan sesama.
! "#$%?&' ()*"+ ',' |
Kebutuhanku |
Bagaimana Aku memenuhinya |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
Ilustrasi 1
Seorang ibu, mantan direksi perusahan internasional, menuturkan sebuah cerita tragis yang dialaminya. Secara status, pencapaian ibu ini luar biasa. Suaminya pun bekerja dengan kedudukan yang mantap. Punya sepasang anak, perempuan dan laki-laki. Tapi jalan hidupnya berubah drastis, ketika anak perempuannya over dosis dan meninggal dunia. Suaminya stroke karena terkejut dengan kejadian itu. Anak lelakinya dirawat di Rumah Sakit Jiwa karena depresi berat. Apa sebabnya? Sebabnya, pembantu mereka Bi Inah - yang telah bersama-sama semenjak anak-anak masih kecil - meninggal akibat kanker. Keadaan itu mengguncangkan hati anak-anak. Sebab mereka amat dekat dengan pembantu ini. Dalam buku harian putrinya tertulis, "Ya Tuhan, kenapa Bi Inah meninggalkan aku, terus siapa yang bangunin aku, siapa yang nyiapin sarapan aku, siapa yang nyambut aku kalau pulang sekolah, siapa yang ngingetin aku buat berdoa, siapa yang aku ceritain kalau lagi kesel di sekolah, siapa yang nemenin aku kalo nggak bisa tidur Ya Tuhan, aku kangen banget sama bik Inah." Ibu mana yang tidak terpukul melihat tulisan itu? Ini membuktikan, uang tidak identik dengan kebahagiaan. Justru uang itu bagai candu yang senantiasa membuat kita dahaga.
Ilustrasi 2
Seorang ibu yang sudah lanjut usia tampak terlihat segar. Padahal ia hidup sendirian. Sebenarnya ketika ia pensiun dari kerjanya, ia merasakan kehampaan juga. Anak-anaknya telah berkeluarga dan tinggal di luar kota. la kadang merasa kesepian, tidak berarti, dan itu membuatnya mengalami kesedihan yang berkepanjangan. Sampai suatu ketika tetangganya, yang juga setua dirinya sakit. la pun mulai rajin mengunjungi ibu tua tetangganya itu. Setiap hari ia menghibur, menguatkan, menceritakan berbagai macam hal. Lama kelamaan rasa sedihnya hilang. la pun bertekad akan mengunjungi setiap orang lanjut usia di kampungnya. Hal itulah yang membuatnya terlihat senantiasa segar dan bersemangat.
A R S I P
| derap desember 0409 |
derap januari 0110 |derap januari 0210 |
| derap januari 0310 | derap januari 0410 | derap januari 0510 |
| derap februari 0110 |
derap februari 0210 | derap februari 0310 |
| derap februari 0410 |
|
 |
 |
|
|
|
|