 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun
XIII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
Juni 2009 |
Minggu 1: Relasi Baru Bersama Allah
1 Yohanes 3:1-6
Minggu 2: Relasi Baru Bersama Umat Percaya
Kisah Para Rasul 9:19b-31
Minggu 3: Relasi Baru dengan Sesama Manusia
Efesus 4:20-32
Minggu 4: Relasi Baru dengan Seluruh Ciptaan
Kolose 1:15-23
|
Relasi Baru dengan Seluruh Ciptaan
|
Bacaan: Kolose 1:15-23
Bahan yang diperlukan: gambar-gambar tentang pemanasan global (global warming - terlampir), kertas manila, spidol,
cat air (untuk membuat poster),
bibit pohon/
tanaman sanseviera.
|
FOKUS |
|
Pemanasan global atau global warming merupakan hal yang tidak asing bagi remaja, sebab biasanya sudah banyak dibahas di sekolah (bahkan pada siswa SD pun sudah diajarkan). Namun demikian, biasanya global warming dibahas dalam rangka mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dan tidak dikaitkan dengan iman Kristen. Melalui pelajaran ini remaja menyadari bahwa ancaman global warming mesti dijawab juga secara iman, yakni dengan memiliki relasi baru dengan seluruh ciptaan Tuhan, dengan cara menjaga kelestarian alam dengan penuh kasih dan tanggung jawab.
|
Penjelasan Teks
(sumber: Deane-Drummond, Teologi dan Ekologi, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001, p. 34-37)
1. Surat Kolose ditujukan kepada jemaat Kristen Yunani dan Yahudi. Kota Kolose terkenal dengan perdagangan wol, namun saat surat Kolose ini ditulis mereka sedang mengalami kemunduran. Barangkali karena itulah jemaat itu mengalami berbagai persoalan tentang pengajaran iman. Salah satunya adalah ajaran bahwa malaikat adalah bagian dari ciptaan. Agar malaikat tidak marah, orang harus memelihara disiplin dengan seksama. Untuk menghadapi ajaran yang seperti itu, surat Kolose menekankan agar jemaat memandang hanya kepada Kristus.
2. Kolose 1:15-23 ini membahas tentang makna Kristus bagi ciptaan. Kristus adalah "gambar" dari Allah yang tidak kelihatan (ayat 15). Allah dapat menjadi manusia, yaitu Yesus, sebab manusia adalah gambar Allah (Kejadian 1:26-27). Kristus lebih unggul dan lebih utama dari segala ciptaan, sebab di dalam Dia segala sesuatu diciptakan: "oleh dan untuk Dia" (ayat 16) dan "segala sesuatu ada di dalam Dia" (ayat 1 7).
3. Ayat 20-23 menekankan Kristus sebagai pendamai ketidakharmonisan ciptaan. Pendamaian ini terjadi melalui kematian-Nya. Manusia diperdamaikan dengan Allah, dan melalui pendamaian ini seluruh ciptaan - baik yang ada di bumi maupun yang ada di surga - juga diperdamaikan dengan Allah dalam Kristus.
4. Seringkali gereja hanya menekankan pendamaian Allah dengan manusia, dan hampir tidak ada kaitannya dengan seluruh ciptaan. Akibatnya jemaat seringkali kurang menyadari peran alam semesta dalam karya penyelamatan Allah bagi "segala sesuatu." Padahal aspek ini sangat penting untuk menjadi dasar sikap kristiani terhadap alam semesta, termasuk dalam menghadapi isu global warming. Penebusan Kristus berarti pendamaian manusia dengan alam semesta, agar manusia mencegah makin parahnya global warming.
Global Warming
Pemanasan global atau global warming adalah proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Suhu rata-rata global ini meningkat dengan tajam selama seratus tahun terakhir (selama abad 20). Kita pun telah mengalaminya secara langsung. Banyak kota yang dulunya terkenal sejuk (misalnya Malang, Bandung, Temanggung, Salatiga), sekarang ini sudah tidak sesejuk dulu.
Mengapa terjadi pemanasan global? Pemanasan global disebabkan meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca, yaitu uap air, karbon dioksida (CO2), khlorofluorokarbon (CFC), metana (CH4), nitrogen oksida (NO), dan karbon monoksida (CO). CO2 antara lain berasal dari letusan gunung berapi, sisa pernafasan (hewan dan manusia), dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan). CO2 dapat berkurang jika terserap air atau terserap tanaman dalam proses fotosintesisnya. Metana berasal dari pembakaran batu bara, gas alam, dan minyak bumi; juga dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah, dan sisa pencernaan hewan tertentu seperti sapi. Berbagai zat yang menambah pemanasan global bisa berasal dari pembuatan furniture dan barang-barang elektronik (misalnya lemari es, AC model kuno).
Akibat-akibat dari pemanasan global antara lain adalah pemanasan dan kenaikan permukaan laut, meningkatnya suhu udara, terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya es di kutub (gletser), dan punahnya berbagai jenis hewan.
Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi pemanasan global?
- menanam pohon-pohon dan tanaman yang menyerap CO2
- mencegah penggundulan hutan
- membatasi sampah (3R: reduce, recycle, reuse - mengurangi, mendaur ulang, menggunakan kembali)
- jangan sembarangan membakar sampah
- membatasi penggunaan listrik
- mengurangi pemakaian BBM
- mengurangi konsumsi daging, terutama sapi
- jangan menggunakan produk-produk yang merusak (aerosol pada deodorant dan obat pembasmi serangga; alat-alat elektronik tertentu)
- membatasi penggunaan plastik, styro-foam, kertas, tissue, tas kresek
- membatasi penggunaan pupuk dan zat-zat kimia
Langkah-langkah Penyampaian
1. Tanyakan kepada remaja apa itu global warming dan apa akibat-akibatnya bagi dunia (gunakan gambar terlampir atau cari sendiri). Kebanyakan remaja sudah mempelajarinya di sekolah. Tetapi seandainya ada yang belum tahu, silahkan pembimbing menjelaskannya (lihat penjelasan tentang Global Warming di atas).
2. Tanyakan kepada remaja apakah ada kaitan global warming dengan Firman Tuhan. Diharapkan mereka menjawab ada. Ajak remaja membaca Kolose 1:15-23
3. Jelaskan kepada remaja bahwa penebusan Kristus tidak hanya untuk manusia tetapi juga untuk seluruh alam (lihat Penjelasan Teks). Tekankan bagaimana pendamaian Allah dengan manusia juga diikuti pendamaian dengan alam semesta.
4. Ajak remaja memikirkan apa yang akan mereka lakukan untuk tidak memperparah global warming, baik komitmen pribadi maupun bersama. Gunakan contoh-contoh yang ada pada bagian penjelasan Global Warming di atas.
Kegiatan Kreatif
- Persilahkan remaja membuat poster tentang apa yang dapat dilakukan untuk tidak memperparah global warming. Selanjutnya poster ini dapat ditempelkan di papan pengumuman atau majalah dinding gereja, agar dapat dilihat dan dibaca seluruh anggota jemaat.
- Ajak remaja membiasakan diri hidup sehat sesuai dengan upaya mencegah bertambah parahnya pemanasan global.
- Ajak remaja menanam pohon di daerah tertentu (bekerja sama dengan Dinas Kehutanan) atau menanam sansevieria di lingkungan gereja dan rumah masing-masing.
Ilustrasi
Berhenti atau Kurangilah Makan Daging!
Dalam laporannya yang berjudul Livestock's Long Shadow: Environmental Issues and Options (dirilis November 2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh industri peternakan, yang mana lebih besar dari pada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia digabungkan! PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih. Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida. Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya! Seorang vegetarian yang mengendarai SUV Hummer masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan daging yang mengendarai sepeda!
(dikutip dari "Global Warming Mengancam Keselamatan Planet Bumi!!!" yang disadur oleh Agus R. Dan Rudy S. Edisi Pertama: April 2008, p. 18-19)
| derap desember 0408 | derap januari 0109 | derap januari 0209 |
| derap januari 0309 |
derap januari 0409 | derap februari 0109 |
|
derap februari 0209|derap februari 0309 | derap februari 0409 |
| derap maret 0109 |
derap maret 0209 | derap maret 0309 |
|
derap maret 0409| derap maret 0509 | derap april 0109 | derap april 0209 |
| derap april 0309 | derap april 0409 | derap april 0509 |
|
derap juni 0109 | derap juni 0209 | derap juni 0309 |
|
|
|
 |
 |
|
|
|
|