Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA 2009


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun XIII
para penulis derap remaja 2008 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko, pdt. wisnu sapto nugroho,
pdt. tabita kartika christiani, margaritifera lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank
.
 

Cara penggunaan Derap Remaja

Anatomi Materi

Juni 2009


Minggu 1: Relasi Baru Bersama Allah
1 Yohanes 3:1-6

Minggu 2: Relasi Baru Bersama Umat Percaya
Kisah Para Rasul 9:19b-31

Minggu 3: Relasi Baru dengan Sesama Manusia
Efesus 4:20-32

Minggu 4: Relasi Baru dengan Seluruh Ciptaan
Kolose 1:15-23




Relasi Baru Bersama Allah


Bacaan: I Yohanes 3:1 -6
Bahan yang diperlukan: kertas koran


FOKUS



Allah telah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya. Itulah relasi baru dengan Allah. Jika kita adalah anak-anak Allah, maka kita pun harus hidup dalam Kristus. Melalui pelajaran ini remaja mengerti dan dapat hidup sesuai dengan relasi baru dengan Allah.

Penjelasan Teks
Teks 1 Yohanes 3 ditulis dalam rangka Antikristus (1 Yoh, 2:18-27). Siapakah yang disebut Antikristus itu? Berbeda dengan pandangan umum masyarakat masa kini, Yohanes mengatakan bahwa Antikristus justru datang dari kalangan Kristen sendiri, yaitu orang(-orang) yang merasa diri hebat, pintar, baik, kuat, dan/atau mampu, sehingga akhirnya lupa diri dan ingin menggantikan posisi Kristus sebagai kepala gereja. Seringkali kita juga merasa lupa diri, sehingga kita dengan sengaja melanggar hukum Allah, misalnya dengan mencontek, membolos, ikut tawuran, menggunakan narkoba, tidak menghormati orang tua, dll. Apalagi bila kita lalu memaksa teman-teman untuk ikut mencontek, membolos, ikut tawuran, dll.
Yohanes mengatakan bahwa oleh karunia Allah kita disebut sebagai anak-anak Allah (ayat 1), bukan oleh kebaikan, kepintaran, kemampuan, atau kekuatan kita. Jadi, kita seharusnya tidak lagi menjadi orang yang merasa serba tahu dan serba mampu sehingga tidak merasa membutuhkan Allah, atau bahkan ingin menggantikan posisi Kristus. Itulah relasi baru kita dengan Allah.
Lalu, bagaimanakah hidup anak-anak Allah seharusnya? Dengan menaruh pengharapan pada Allah (ayat 3), dan mengingat bahwa kita memiliki hutang budi pada Kristus yang telah disalibkan untuk menghapus dosa-dosa kita (ayat 5). Kita harus tetap berada "dalam Kristus" (ayat 6). Dengan menaruh pengharapan kita pada Allah dan mengingat "hutang" kita pada Kristus, kita pasti(!) akan selalu berusaha untuk hidup dalam Kristus dan tidak sok merasa diri hebat. Bahkan perasaan "berhutang" pada Kristus itu membuat kita semakin mengasihi dan hidup bagi Kristus.
Tentu saja masih ada kemungkinan bahwa kita berbuat salah, tetapi tidak mungkin kita melanggar hukum Allah (berbuat dosa). Apakah perbedaan antara kesalahan dan pelanggaran? Kesalahan adalah sesuatu yang tidak disengaja. Kita pasti akan menyesali kesalahan kita dan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaikinya dan tidak mengulanginya kembali. Berbeda dengan pelanggaran. Pelanggaran adalah sesuatu yang dilakukan secara sadar dan sengaja. Terus jalan pada saat lampu lalu lintas menyala merah karena rem blong adalah suatu kesalahan, tetapi melakukannya secara sadar dan sengaja karena kita sedang kebut-kebutan dengan teman adalah sebuah pelanggaran. (Bedanya, kalau Allah pasti memaafkan kesalahan kita, sedangkan pak polisi pasti tidak mau tahu alasannya).

Jadi, sekali lagi, dengan menaruh pengharapan pada Allah, mengingat hutang kita pada Kristus, dan hidup di dalam Kristus, semestinya kita tidak berbuat dosa atau melanggar hukum Allah secara sadar dan sengaja! Begitulah seharusnya hidup seorang anak Allah.

Langkah-langkah Penyampaian
1. Tanyakan kepada remaja, apakah mereka pernah mencontek, membolos, ikut tawuran, dll. Tanyakan juga apakah mereka pernah mengajak atau memaksa teman untuk ikut melakukannya. Tanyakan apakah mereka melakukannya secara sadar dan sengaja atau tidak. Kaitkan hal ini dengan sikap Antikris, yaitu menggantikan Kristus dengan sesuatu yang lain (lihat Penjelasan Teks).
2. Jelaskan kepada remaja bagaimana semestinya relasi manusia yang "berhutang" kepada Kristus dengan Sang Pemberi Hutang itu: tidak merasa diri hebat, melainkan tunduk kepada Kristus. Kaitkan dengan dosa yang semestinya tidak dilakukan dengan sengaja dan sadar. Masuklah pada ilustrasi.
3. Sampaikan kepada remaja bahwa hari ini adalah hari Pentakosta, untuk memperingati turunnya Roh Kudus. Bagaimanakah semestinya kita merayakan Pentakosta? Semangat kita pada masa Pentakosta adalah semangat untuk hidup sesuai dengan relasi baru kita dengan Allah, dimana kita selalu berusaha untuk berada dalam Kristus (ayat 6) dan hidup sesuai dengan Firman Allah.
4. Ajak remaja untuk melakukan kegiatan di bawah.

Kegiatan Kreatif
Berada dalam lingkaran.
1. Siapkan selembar koran.
2. Minta dua orang remaja untuk berdiri di atas koran.
3. Remaja lain secara bergantian melipat/ merobek koran sehingga menjadi semakin kecil.
4. Dua remaja yang berada di atas koran harus terus berusaha untuk berdiri di dalam batas koran tersebut.
5. Pada akhir kegiatan, sampaikan kepada remaja bahwa terus berada dalam Kristus itu seperti berdiri di atas koran yang semakin sempit. Banyak godaan yang mengganggu kita untuk melangkah keluar, tetapi kita harus tetap berusaha dan mohon bimbingan Allah, sehingga kita dapat melakukannya.

Ilustrasi
Ada orang yang suka berdoa, "Tuhan, ampunilah dosa-dosa saya, baik yang disengaja maupun tidak." Setujukah Anda? Bolehkah kita sengaja berbuat dosa, lalu mohon ampun?

| derap desember 0408 | derap januari 0109 | derap januari 0209 |
| derap januari 0309 | derap
januari 0409 | derap februari 0109 |
| derap februari 0
209|derap februari 0309 | derap februari 0409 |
| derap maret 0109 | derap maret 0209 | derap maret 0309 |

| derap maret 0409| derap maret 0509 | derap april 0109 | derap april 0209 |
|
derap april 0309 |
derap april 0409 | derap april 0509 |



 
 
 
Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi