Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA 2009


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun XIII
para penulis derap remaja 2008 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko, pdt. wisnu sapto nugroho,
pdt. tabita kartika christiani, margaritifera lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank
.
 

Cara penggunaan Derap Remaja

Anatomi Materi

Juli 2009


Minggu 1: Yang Nomor Satu Hanya Satu
Matius 6:19-24

Minggu 2: Bergumul dengan Allah, Bergumul dengan Sesama
Kejadian 32:22-33

Minggu 3: Berjuang Bersama Allah
Keluaran 17:8-16

Minggu 4: Menjejak Bumi
2 Samuel 12:15-25



Yang Nomor Satu Hanya Satu


Bacaan:Matius 6:19-24
Bahan yang diperlukan: lembar berisi gambar segitiga,
papan tulis atau sejenisnya


FOKUS



Dalam kehidupan manusia, termasuk remaja, terdapat banyak hal yang bernilai. Godaan bagi kita adalah menomorsatukan hal sekunder atau yang sebenarnya cuma pelengkap dan tambahan. Hal yang sekunder itu kemudian diandalkan sebagai sumber dan tujuan hidup. Iman dapat dipahami sebagai sikap dan keyakinan kepada yang dinomorsatukan. Seharusnya yang dinomorsatukan itu Tuhan; namun dalam kenyataan ada orang yang menomorsatukan uang, harta, kepandaian, kekuasaan dan lain-lainnya. Remaja yang mulai mengenal nilai-nilai dalam hidup ini perlu memahami dan menghayati iman sebagai sikap dan keyakinan kepada Allah sebagai sumber dan tujuan hidup yang akan menolong remaja mengatur nilai-nilai yang lain. Melalui pelajaran ini remaja belajar menomorsatukan Tuhan dalam hidupnya.

Penjelasan Teks
1. Ay. 19-21. Uang dan harta benda sudah menjadi primadona atau "primadosa" sejak dahulu. Manusia begitu terkesima terhadap uang dan harta sehingga "mengumpulkan harta" dianggap jalan atau cara untuk bisa sukses dan bahagia. Di dunia ini, manusia mengumpulkannya dan berusaha untuk terus memiliki dan memiliki sebanyak-banyaknya. Uang dan harta itu baik pada dirinya sendiri; tetapi kalau dijadikan tujuan maka mereka akan menjadi harta duniawi. Harta duniawi itu akan menyilaukan hati dan mata manusia. Manusia menjadi serakah dan terjerumus ke dalam kehancuran. Sebaliknya, ada cara lain untuk sungguh-sungguh hidup yaitu mengumpulkan harta di sorga atau harta sorgawi. Apa yang dimaksudkan dengan harta sorgawi? Yang dimaksud Yesus adalah cinta kasih itu sendiri. Mengapa? Karena harta sorgawi dapat dimiliki manusia bila manusia mengabdi kepada Allah (lihat ay. 24). Mengabdi berarti melaksanakan kehendak Allah yang dilayaninya itu. Kehendak Allah yang paling utama adalah cinta kasih (Mat. 22:37-41). Manusia yang hidup dalam cinta kasih dan berjuang melaksanakannya adalah manusia yang sedang mengumpulkan harta di sorga. Cinta kasih itu bersifat kekal (bandingkan 1 Kor. 13:8). Makna kekal di Alkitab bukanlah dalam arti waktu (sesudah mati atau di seberang sana/lobang kubur) melainkan dalam arti mutu atau kualitas. Orang yang hidup dalam cinta kasih adalah orang yang mengalami hidup kekal, hidup yang bermutu, berkualitas, bermakna dan akan mengalami sukacita yang terdalam.
Mana yang dianggap paling penting oleh manusia? Harta duniawi atau harta surgawi? Keserakahan akan uang dan harta atau cinta kasih? Pilihan ini adalah pilihan hati sebagai pusat kehendak, keputusan dan keinginan manusia. Pili¬han ini adalah pilihan iman karena iman itu memilih; memilih apa yang dianggap paling penting. Setelah pilihan diambil, hati dan seluruh hidup manusia akan berada di sana. Orang yang memilih harta duniawi akan masuk dalam perjalanan hidup yang diwarnai pengumpulan sia-sia atas segala sesuatu bagi dirinya sendiri. Egoisme atau keseraka¬han menjadi senjata hidup satu-satunya. Itulah iman kepada uang dan harta. Orang yang memilih harta surgawi akan berjalan bersama Tuhan dan orang lain untuk bersama-sama menikmati anugerah Tuhan dengan cinta yang saling berbagi. Itulah iman kepada Tuhan, sang Cinta Kasih itu.

2. Ay. 22-23. Iman itu bukan masalah rohani saja tetapi juga berkaitan dengan mata dan tubuh. Manusia yang telah memilih jalan iman kepada Tuhan juga punya mata iman, mata yang terang, la akan mampu melihat hidup ini dengan terang, bening, jernih! Sebaliknya, manusia yang memilih jalan iman kepada uang dan harta akan mempunyai mata yang jahat, mata gelap! Demikian juga tubuh dan pengendalian terhadap tubuh.

3. Ay. 24, Sekarang makin jelas, iman adalah menomorsatukan apa yang dianggap paling penting dalam hidup ini: bisa Tuhan, tapi bisa juga Mamon (yang melambangkan uang dan harta). Orang tidak bisa menomorsatukan dua hal. Nomor satu hanya satu! Yesus menggambarkannya seperti orang yang menjadi hamba. la tidak mungkin mengabdi kepada dua tuan. Juga seperti seorang yang menyeberang dengan perahu, ia tidak mungkin dengan satu kaki di perahu yang ini dan kaki lain di perahu yang itu.

Langkah-langkah Penyampaian
1. Tanyakan kepada remaja, apa yang sering mereka dengar tentang harta duniawi dan harta surgawi itu?
2. Manfaatkan penjelasan teks di atas untuk melengkapi atau membetulkan pemahaman yang mereka dengan tentang harta duniawi dan harta surgawi.
3. Berdasarkan penjelasan teks, ajaklah remaja untuk membedakan orang yang beriman kepada uang dan beriman kepada Tuhan. Manfaatkan tabel di bawah.
4. Perbedaan kedua macam iman itu akan tampak dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang beriman kepada uang dan harta akan memandang Tuhan sebagai alat untuk mendatangkan uang atau harta benda bagi dirinya sendiri. Sedangkan orang yang beriman kepada Tuhan akan memandang uang hanya sebagai alat atau sarana yang diberikan Tuhan untuk kecukupan dirinya dan orang lain di sekitarnya.

IMAN KEPADA UANG DAN HARTA
! Berusaha memiliki uang dan harta
sebanyak-banyaknya.
! Percaya uang & harta dapat
memberi kebahagiaan dan
menentukan hidup ini
! Mengandalkan uang & harta untuk
menghadapi kesulitan hidup.
! Uang dan harta menjadi tujuan
hidup.
! Hidup ini diatur dan dinilai dengan dan atas dasar uang & harta.
! Moto hidupnya: to have more, memiliki sebanyak-banyaknya.
IMAN KEPADA TUHAN
1.Berusaha untuk menemukan, mempercayai dan mengandalkan Tuhan.
2. Percaya hanya Tuhan yang dapat memberikan kebahagiaan hidup sejati.
3. Mengandalkan kekuatan dari Tuhan dalam menghadapi kesulitan hidup.
4. Cinta kasih sebagai kehendak Tuhan yang paling utama adalah cara dan tujuan hidup ini.
5. Cinta kasih menjadi hukum atau aturan hidup yang utama, juga dalam menilai manusia (dirinya dan orang lain).
6. Moto hidup: to be more, makin menjadi manusia.

Kegiatan Kreatif
Segitiga Mana yang Paling Penting?
1. Bagikan lembar berisi segitiga-segitiga (lihat lampiran) kepada setiap remaja yang hadir. Sebelumnya kutip/tulis gambar itu di atas papan tulis.
2. Mintalah remaja menghitung, "Ada berapa segitiga dalam gambar ini?" melalui dua tahap. Tahap pertama, menghitung secara pribadi dan sesudah itu kumpulkan jawaban-jawaban pribadi itu dan catat di papan tulis. Tahap kedua, menghitung dalam kelompok kecil (dengan orang yang saling berdekatan) dan sesudah itu kumpulkan jawaban-jawaban kelompok.
3. Beritahukanlah jumlah segitiga yang ada dalam gambar itu (jawabnya yang benar: 27), sambil memperhatikan mungkin ada individu atau kelompok yang telah menjawab dengan benar.
4. Tanyakan kepada mereka semua, "Segitiga mana yang paling penting?" Arahkan mereka untuk melihat bahwa segitiga yang paling besar adalah segitiga yang paling penting karena membentuk dan merangkum gambar itu menjadi utuh serta menghubungkan segitiga-segitiga lainnya yang lebih kecil.
5. Sampaikan maksud dari permainan/kegiatan ini:
a. Segitiga-segitiga itu menggambarkan begitu banyak nilai-nilai dalam kehidupan ini, misalnya: keluarga, persahabatan, kepandaian, uang & harta, negara, gereja atau Tuhan dan lain-lainnya.
b. Segitiga yang ukurannya paling besar menggambarkan Tuhan yang akan me
nolong manusia yang percaya kepada (menomorsatukan) Tuhan untuk mengatur, menempatkan, menghargai dan membuat prioritas atas nilai-nilai lain
nya. Misalnya, Tuhan akan memberitahu dan menolong kita untuk memahami apa hakikat uang itu, bagaimana mendapatkan dan menggunakannya. la juga akan menolong kita untuk menentukan nilai mana yang lebih penting: keluarga
atau uang, gereja atau Tuhan, dan lain-lainnya.
c. Tegaskan kembali bahwa beriman kepada Tuhan berarti menomorsatukan Tuhan di atas yang lain karena Tuhan dapat dipercaya dan diandalkan. Tuhan adalah sumber kehidupan dan semua hal yang kita anggap bernilai dalam hidup ini.
Catatan: Ada kemungkinan remaja menjawab bahwa segitiga yang paling penting adalah segitiga yang ukurannya paling kecil atau segitiga yang ada di tengah atau jawaban yang lain lagi. Tampunglah jawaban-jawaban itu dan jangan disalahkan karena bisa jadi benar dalam maksud dan tujuan yang berbeda (misalnya dalam diskusi mengenai kesetiaan terhadap hal yang kecil dan sederhana). Namun demikian, jelaskan bahwa untuk kesempatan ini, segitiga yang ukurannya paling besar adalah yang paling penting untuk menjelaskan tujuan dari pelajaran ini.


Ilustrasi
Untuk Apa Semua Itu?
Namanya Pak Andre. Rumahnya cukup mewah di kawasan elit. Istrinya cantik dan masih muda, belum sampai 40 tahun. Mereka punya 2 anak, yang sulung baru kelas 1 SMA. Pak Andre sendiri baru berusia 42 tahun. Pak Andre adalah pekerja yang sangat gigih dan giat. Lokasi kerjanya yang jauh dari rumah mengharuskan dia berangkat sangat awal ke kantor. Walau jam kantornya pukul 09.00, dia sudah harus berangkat dari rumah pukul 06.00 untuk menghindari kemacetan. Usai jam kerja pukul 17.00, dia masih rajin menyambangi kantor-kantor koleganya yang ada di jalan arah pulang untuk menanyakan order. Sampai rumah, biasanya sudah pukul 21.00.
la jarang olah raga dan jarang bermain dengan keluarga serta jarang beristirahat. Yang dia pikirkan adalah kerja dan kerja serta bagaimana membesarkan omzet. Bahkan di hari libur pun, dia sering mampir ke pabrik, memeriksa dan melakukan follow up order.

Makan tidak teratur dan jarang minum, membuat Pak Andre mengalami gangguan ginjal, diabetes, dan jantung. Tekanan darah pun tidak stabil karena dia sering stres dan kurang istirahat. Istrinya beberapa kali meminta dia mengambil cuti tetapi dia tidak mau. Yang dia pikirkan adalah omzet, omzet, dan omzet. Kerja, kerja, dan kerja. Pokoknya totalitas hidupnya untuk kerja dan omzet.
Puncaknya adalah pada suatu hari ketika tubuhnya sudah tidak mampu lagi menahan beban berat, dia tersungkur saat akan membetulkan tali sepatu di depan kantornya. Dia membungkuk untuk memperbaikinya tetapi tiba-tiba pandangannya kabur dan dia terjatuh. Tidak lama, ketika ditolong teman-temannya, dia sudah meninggal. Sebegitu mudahnya dia meninggal.
Dia punya rumah mewah, uang dan harta yang banyak serta keluarga yang baik. Tapi semuanya tidak bisa ia nikmati karena dia telah menetapkan tujuan hidupnya: hidup adalah untuk bekerja dan mencari uang. Lalu, setelah semuanya didapat, buat apa? Kini dia tertidur kaku di liang lahat, meninggalkan kepedihan mendalam bagi keluarga, sahabat dan rekan-rekan sekerjanya. Tidak ada lagi yang bisa dia berikan selain kenangan.

| derap desember 0408 | derap januari 0109 | derap januari 0209 |
| derap januari 0309 | derap
januari 0409 | derap februari 0109 |
| derap februari 0
209|derap februari 0309 | derap februari 0409 |
| derap maret 0109 | derap maret 0209 | derap maret 0309 |

| derap maret 0409| derap maret 0509 | derap april 0109 | derap april 0209 |
|
derap april 0309 |
derap april 0409 | derap april 0509 |
| derap juni 0109
| derap juni 0209 | derap juni 0309 | derap juni 0409 |



 
 
 
Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi