Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA 2009


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun XIII
para penulis derap remaja 2008 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko, pdt. wisnu sapto nugroho,
pdt. tabita kartika christiani, margaritifera lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank
.
 

Cara penggunaan Derap Remaja

Anatomi Materi

Januari 2010


1 - Tambah Usia? Siapa Takut?
Mazmur 90

2 - New Earth: New Hope?
Yesaya 65:17-25

3 - Keabadian: Kini dan Di Sini
Matius 19:16-30

4 - Tujuan Hidup
Matius 2:34-40

5 - Tua Pasti, Dewasa Pilihan
Mazmur 119:9-27


Tua Pasti, Dewasa Pilihan


Bacaan: Mazmur 119 : 9-27
Bahan yang diperlukan: Fotokopi tabel-tabel terlampir.

FOKUS



Bertambah usia adalah bagian tahapan kehidupan manusia. Umumnya orang beranggapan bahwa bertambah usia berarti bertambah pula kedewasaan seseorang. Tak heran orang yang lanjut usia biasanya dianggap dapat memberikan nasihat-nasihat yang bijaksana kepada orang yang lebih muda. Realitanya pertambahan usia tidak dapat dijadikan patokan bahwa seseorang bertambah dewasa. Ada orang yang usianya sudah lanjut namun bersikap kekanak-kanakan, sebaliknya ada orang muda yang tutur dan perilakunya dewasa. Artinya, menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa adalah pilihan. Melalui pelajaran ini diharapkan remaja memilih untuk mengembangkan sikap dewasa seiring pertambahan usia mereka.


Penjelasan Teks
1. Berdasarkan bacaan Mazmur 119: 9-27, dapat dilihat sebuah kesadaran dari pemazmur bahwa setiap makhluk, khususnya manusia, pasti menghadapi masalah, godaan dan kesulitan dalam hidupnya. Dalam penghayatan pemazmur, hidup manusia bagaikan seorang asing di dunia (ayat 19). Manusia tidak tahu akan masa dan kejadian apa yang akan berlangsung di masa depan hidupnya. Oleh karena itu, sikap yang paling utama dalam hidup adalah tidak membiarkan hidupnya terombang-ambing oleh situasi dunia, yang dapat menggoda dan menjerumuskannya pada pelanggaran (ayat 9-11). Agar seseorang tidak terombang-ambing, maka sejak sedari muda, sudah seharusnyalah ia membekali dirinya dengan Firman dan Hikmat Tuhan. Bekal Hikmat dan Firman Tuhan adalah seumpama warisan yang tak dapat habis dalam hidup manusia, lebih daripada harta benda dunia (ayat 14). Harta benda dapat habis berhambur; sedangkan kematangan dan pengenalan akan Hikmat Tuhan akan selalu menjadi milik tetap dari setiap orang yang memilih untuk selalu mencari-Nya.

2. Pencarian dan pengenalan akan Hikmat Tuhan tidak didapatkan oleh seseorang dalam semalam (secara instan), tapi dengan suatu proses untuk memilih bergumul dalam pengalaman dan masalah hidup di dunia bersama Tuhan hingga akhir hayat. Proses bergumul bersama Tuhan ini menjadi dasar bagi manusia untuk mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan semasa hidupnya di dunia. Orang yang mendasari kepandaian dan ilmunya dari Hikmat Tuhan tidak sekadar akan memperoleh pengenalan Tuhan, tapi juga pengenalan akan diri sendiri (kekurangan, kelebihan, bakat, keunikan, dll.), dan kemampuan menjalin relasi yang sehat dengan orang lain. Keunggulan (yang membuat orang lain salut) dalam relasi terhadap sesama ini dicerminkan oleh pemazmur dengan kemampuan untuk mengungguli prestasi (atau juga rencana busuk) para cerdik-cendekia dan orang-orang "terhormat"(para pemuka) dalam ayat 23.

3. Semua makhluk yang lahir dan hidup di dunia pasti bertumbuh dan berkembang secara fisik. Manusia menyusun suatu sistem pengukuran tingkat perkembangan fisik tersebut dengan ukuran waktu yang disebut usia. Semakin banyak jumlah umur suatu mahluk, maka semakin tua pula ia. Karena sistem perhitungan waktu tersebut selalu berjalan maju, maka secara otomatis semua makhluk hidup pasti bertambah tua. Selain mengukur tumbuh kembang secara fisik, manusia juga mengukur tingkat perkembangan non-fisik, yang sering disebut dengan tingkat kematangan pribadi atau yang disebut dengan istilah: kedewasaan. Ukuran ini hanya diterapkan bagi manusia, sebab hanya manusialah yang dianggap memiliki kriteria perkembangan non-fisik. Tingkat kedewasaan manusia diukur berdasarkan beberapa aspek, seperti:
a. perkembangan kemampuan berpikir(kognitif);
b. perkembangan kemampuan mengelola emosi (afektif- konatif);
c. perkembangan kemampuan mengelola gerak (psiko- motoris);
d. perkembangan kemampuan mengelola relasi sosial; dan
e. perkembangan kemampuan penghayatan spiritual

4. Manusia yang dapat mengembangkan aspek-aspek tersebut di atas secara maksimal akan disebut sebagai seorang pribadi yang dewasa. Sedangkan manusia yang gagaI mengembangkan berbagai aspek tersebut secara maksimal akan dinilai sebagai pribadi yang tidak matang atau kekanak-kanakan. Ukuran kematangan/ kedewasaan pribadi ini tidak berlangsung sejalan dengan pertambahan usia (secara otomatis), tetapi terjadi dari proses pembelajaran sepanjang hayat dan tergantung pada kemauan seseorang. Proses pembelajaran ini terjadi saat seseorang mengalami masalah, godaan, tantangan, dan kesulitan hidup. Jika seseorang memilih untuk tidak mau menghadapi masalah, godaan dan kesulitan selama hidupnya, maka ia tidak akan terlatih untuk memecahkan masalah atau mengembangkan dan mengasah kemampuan tersebut. Maka, usianya holeh jadi bertambah tua; namun kedewasaannya tidak berkembang.

Langkah-langkah Penyampaian
1. Awali penyampaian dengan ilustrasi "Cucu dan Kakek Masuk Angin". Kemudian minta remaja membandingkan sikap kakek dan cucunya. Beri penjelasan bahwa sikap kakek tidak dewasa sementara sikap cucunya lebih dewasa.
2. jelaskanlah bagaimana pemazmur memandang kedewasaan dari penderitaan yang dialami dan pencarian akan Hikmat Tuhan (lihat Penjelasan Teks no. 1 dan 2)
3. Jabarkan aspek apa saja yang menjadikan seseorang dinilai sebagai pribadi yang dewasa (lihat Penjelasan Teks no. 3 dan 4).
4. Akhiri penyampaian dengan melakukan kegiatan.

Kegiatan
Mengisi Tabel "Tingkat Kedewasaanku"

• Buatlah komitmen untuk melaksanakannya, minimal untuk seminggu yang akan datang.
• Gunakanlah lembar lampiran sebagai referensi untuk memudahkan remaja mengisi tabel.

Ilustrasi

Cucu dan Kakek Masuk Angin
Sepulang dari sekolah seorang remaja berusia 15 tahun berkata kepada ibunya, "Bu, rasanya badanku masuk angin, nih." "Sebentar, Nak, nanti ibu carikan obat di warung Bu Santi ya" sahut ibunya. Pada saat yang bersamaan sang kakek yang sedang duduk-duduk di teras rumah mendengar bahwa sang cucu masuk angin dan meminta obat. lapun segera masuk dan berkata pada anaknya, "Nak, aku juga masuk angin, nih. Badanku rasanya tidak enak. Ayo, Nak, bawa aku ke Rumah Sakit Budi Mulia. Aku harus bertemu dokter supaya sakitku tidak bertambah parah." Sang anak yang sudah hafal kebiasaan sang kakek, yang sekalipun tidak sakit suka mengaku sakit saat ada anggota keluarga lain yang sakit, menjawab, "Ah, kakek, ke rumah sakit kan biayanya mahal. Siapa yang mau bayar?" Sang kakek pun menyahut, "Aku tidak mau tahu. Badanku sakit semua, Kalau kamu tidak mau membawa aku ke rumah sakit, panggilkan tukang pijat langgananku. Aku mau dikerik dan dipijat sekarang juga!" Sang cucu yang melihat gelagat tidak enak dan mengerti benar kondisi keuangan keluarga yang tidak mampu, segera mendekati ibunya dan berbisik, "Sudah, Bu. Obat untuk aku tidak usah saja. Masuk anginnya sudah sembuh, kok. Biar aku panggil tukang pijatnya, ya." Sang ibu hanya mendesah susah.

Tabel Tingkat Kedewasaanku
 
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Minggu
Berpikir &
mengambil
keputusan
moral
             
Berkata &
bertindak
             
Mengelola
waktu
             
Mengelola
uang
             
Menghayati
Hubungan
dengan
Tuhan
             

 

RANAH RINGKAS KEDEWASAAN PRIBADI MANUSIA
Pengembangan Ranah
Ranah Ringkas Perkembangan Kepribadian Menurut Aspek:
Kategori
Berpikir
(kognitif)
Pengambilan Keputusan Mora
Emosi & Relasi Sosial
Membangun
Sistem Kepercayaan (terhadap diri,
sesama, & Tuhan)
Belum Dewasa 1. Asal-asalan
meniru.
2. Menurut kata
orang tanpa
mempertanyakan
alasan atau disertai
kekritisan.
3. Menangkap
pesan mentah-
mentah dan
menyebar-
nyebarkannya
tanpa berpikir akan akibat
yang akan terjadi.
4. Menyimpulkan
informasi dengan
ditambahi imbuhan
yang tak d pat
dipertanggung
jawabkan,
seperti: "kata orang...".

5. Menurut
karena disuruh,
tanpa bertanya/
mempertanyak
an kebenaran
alasannya.
6. Melakukan
tindakan agar
mendapat
pujian orang
lain.
7. Taat
peraturan jika
ada yang
mengawasi
(takut
mendapat
hukuman).
8. Membalas
tindakan orang
lain sesuai
dengan yang
diterimanya.
"Mata ganti
mata, gigi ganti
Gigi."
9. Tergantung
pada orang
lain.
10. Minta
diperhatikan /
dikasihani
orang lain.
Egosentris.
11. Malu-
malu mengakui
kekurangan
pribadinya
(atau juga
ditambahi
dalih).
12.Minder
dan bersikap
tertutup (yang
tidak pada
tempatnya).
13. Mudah
berprasangka
buruk terhadap
pihak lain. (*)
14. Berani
karena rame-rame,
takut bertindak
secara mandiri.
15. Kurang
inisiatif/
mudah
berpangku
tangan.
16. Mudah
berputus asa.
17. Tidak
percaya diri,
selalu
memandang
kekurangan diri.
18. Mudah
berprasangka
buruk dan tidak
menaruh rasa
percaya pada
pihak lain.
(mirip (*)
19. Single
Fighter tanpa
kenal situasi,
sebagai
cerminan kurang
percaya pada
pihak lain.
20. Membangun
rasa percaya
hanya berdasar
dari apa yang
pernah dilihat/
dialaminya.
21. Fanatisme
sempit.
Tidak merasa aman
di tengah perbedaan
Dewasa 1. Mengikuti panduan cara kerja dengan teliti agar mencegah kerusakan yang mungkin akan terjadi.
2. Menuruti nasi hat setelah merenungkan dengan sungguh-sungguh.
3. Menerima informasi dan memeriksa kebenarannya dari berbagai sumber.
4. Mampu membedakan antara kenyataan yang terjadi dan kesan/penilaian pribadi (yang bukan kenyataan) dan menyatakannya dengan
pertimbangan yang masak.
5. Menyimpulkan
informasi tanpa
mengurangi isinya.
6. Menuruti perintah setelah bertanya atau menggali secara kritis alasan perintah tersebut.
7. Melakukan suatu tindakan terpuji, sekalipun tidak
mendapatkan pujian dari orang lain.
8. Taat
peraturan
sekalipun tidak
ada yang
mengawasi
(bukan karena
takut
mendapatkan hukuman, tapi karena sadar akan akibat luas dari suatu pelanggaran).
9. Rela untuk tidak membalas suatu perlakuan, demi alasan kasih.
10. Memberi tanpa
mengharapkan balasan.
11. Berani
menyatakan
kebenaran
sekalipun tak ada
orang yang mau
menyatakan/
mengusahakannya.
12. Mandiri/ berani dalam bertindak karena sadar akan sesuatu yang harus dilakukannya.
13. Proaktif untuk
memperhatikan/ mengasihi orang lain; tapi juga mampu menerima/ menghargai perhatian/ kasih orang lain dengan sewajarnya,
14. Berani
mengakui
kesalahan/
kelemahan
pribadinya, dan
berkomitmen
untuk
memperbaikiny a.
15. Bersikap terbuka/ bersahabat kepada siapa saja sesuai batas relasi/ kewajaran.
16. Cenderung menilai masalah dari sisi
positif nya, sehingga dapat masih bersedia memberi kesempatan/ kepercayaan pada pihak lain.
17. Tidak
mudah berputus
asa.

18.Percaya diri, tetapi juga menyadari akan beberapa kekurangan dirinya.
18. Percaya bahwa ada pihak lain yang dapat membantunya untuk melengkapi kekurangan dirinya.
19. Percaya bahwa pihak yang membantu memperlengkapinya memiliki itikat baik/ tidak bermaksud mempermalukan dirinya.
20. Mendelegasikan tugas pada orang lain atas dasar kepercayaan pada kemampuan pihak lain.
21.Menghargai perbedaan sebagai sesuatu yang unik sehingga dapat saling melengkapi.
22.Tidak mudah berputus asa, karena percaya bahwa Tuhan pasti akan memberi 23. pertolongan/ jalan keluar yang baik dan indah.



A R S I P
| derap desember 0409 | derap januari 0110 |derap januari 0210 |
| derap januari 0310 | derap januari 0410 |

 
 
Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999
Tim Sahabat Surgawi