 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun
XIII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
januari 2009 |
Minggu 1: Firman Allah: Pelita dan Terang Hidup
Mazmur 119:105-112
Minggu 2: Firman Allah Menguatkan dan Mendewasakan
2 Timotius 3:1-17
Minggu 3: Kitab yang Agung
Ibrani 1:1-4 dan Yohanes 1:1-5, 14
Minggu 4: Bergaul dengan Alkitab Setiap Hari
Mazmur 1:1-6
|
Bergaul dengan Alkitab Setiap Hari
|
Bacaan: Mazmur 1:1-6
Bahan yang diperlukan: Sebuah tanaman dalam pot yang tanahnya
kering, sebuah tanaman dalam pot yang tanahnya basah, kertas karton atau papan tulis dan spidol, kertas atau fotokopian
kegiatan dan alat tulis.
|
FOKUS |
|
Kebiasaan yang baik jika dilakukan berulang-ulang melahirkan karakter yang baik. Sebaliknya, kebi¬asaan buruk yang dilaku¬kan berulang-ulang akan melahirkan karakter yang buruk. Membaca Alkitab dan merenungkannya adalah hal yang baik. Jika dilakukan berulang-ulang akan menimbulkan hal yang baik bagi hidup kita. Apakah remaja memiliki kebiasaan baik ini? Me-lalui pelajaran ini, remaja belajar untuk mencintai Alkitab, merenungkan¬nya, serta bergaul akrab dengan Alkitab agar makin bertumbuh, ber-buah dan hidupnya tidak menjadi layu.
|
Penjelasan Teks
Mazmur 1 diawali dengan kata "berbahagialah." Kata ini berarti ajakan untuk hidup bahagia. Mengapa pemazmur mengajak kita hidup bahagia? Sebab kebahagiaan merupakan tujuan hidup semua orang, Kebahagiaan macam apa yang diajarkan pemazmur? Kebahagiaan yang diajarkan adalah kebahagiaan karena hidup dalam kebenaran. Untuk melihat seperti apakah hidup benar itu, sang pemazmur menunjukkan 2 kelompok orang yang hidup dengan prinsip mereka masing-masing: orang saleh dan orang fasik. Orang saleh digambarkan sebagai orang-orang yang hidup benar karena ketaatannya terhadap firman. Sedangkan orang-orang fasik digambarkan sebagai orang yang tidak tinggal dalam firman Allah. Masing-masing kelompok ini hidup dalam kebiasaan masing-masing dan hasil yang mereka dapatkan juga berlainan. Secara sederhana pemazmur membaginya seperti dalam diagram berikut:
Orang yang berjalan menurut nasihat orang fasik, berdosa, pencemooh |
Orang yang menyukai Taurat dan merenungkannya
|
- Mereka seperti sekam yang
-
Tidak akan tahan dalam penghakiman
-
Menuju kebinasaan |
- Berbahagia
- Seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air
- Menghasilkan buahnya pada musimnya
- tidak layu daunnya
- Apa saja yang diperbuatnya berhasil
- Jalannya dikenal TUHAN |
Mazmur 1 ini digolongkan sebagai mazmur kebijaksanaan. Yang dimaksud dengan kebijaksanaan dalam Mazmur ini adalah ajaran bagi setiap orang untuk mencintai dan merenungkan Taurat Tuhan tanpa batas waktu (siang dan malam). Maksud dari merenungkan Taurat Tuhan bukan sekedar membaca Alkitab saja tetapi lebih dari itu yakni menjalankan firman dalam kehidupan sehari-hari dengan sukacita. Dengan demikian hidup manusia dibentuk, diarahkan dan selalu dijiwai oleh kebenaran firman. Dari sinilah karakter dibentuk. Ketika karakter terbentuk dengan baik dengan dijiwai kebenaran firman, hidup orang benar akan seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air. Selalu segar sekalipun musim kemarau melanda. Karena selalu segar maka setiap musim berbuah, pohon itu menga-hasilkan buahnya. Sebaliknya jalan orang fasik yang hidupnya jauh dari ajaran firman Tuhan menuju kebinasaan.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Tunjukkan 2 buah tanaman dalam pot yang berbeda. Satu tanaman dalam pot dengan tanah yang kering dan sebuah tanaman da¬lam pot yang tanahnya basah. Mintalah remaja membandingkan kualitas tanaman dari 2 pot itu. Agar hasil diskusi dipahami lebih jelas, mintalah seorang remaja menjadi notulis yang menuliskan dalam kertas karton atau papan tulis (lihat tabel di bawah).
2. Jelaskan kepada remaja siapakah yang dimaksud dengan tanaman yang berada di tepi aliran air dan tanaman yang tidak berada di aliran air. Pemazmur memaksudkannya sebagai perumpamaan orang-orang yang menyukai Taurat serta merenungkannya, dan orang-orang yang duduk di sekitar orang fasik dan pencemooh (lihat Penjelasan Teks).
3. Ajaklah remaja membiasakan diri dengan kebiasaan yang baik setiap hari yaitu membaca Alkitab, merenungkan dan melaku-kannya. Pembimbing dapat memberikan cara-cara sederhana dalam merenungkan Alkitab seperti dengan bantuan buku renungan harian atau jika memungkinkan re¬maja diajak melakukan PA dengan metode "Swedia "(lihat bagian kegiatan).
4. Tegaskan kembali kepada remaja pentingnya bergaul dengan Alkitab setiap hari.
5. Akhiri penyampaian bahan dengan menyanyikan lagu:"Aku Mengasihi Engkau Yesus"
Aku mengasihi Engkau Yesus dengan segenap hatiku
Aku mengasihi Engkau Yesus dengan segenap jiwaku
Refr. 'Ku renungkan firmanMu siang dan malam
'Ku pegang p'rintahMu dan 'ku lakukan
Engkau tahu ya Tuhan tujuan hidupku,
hanyalah untuk menyenangkan hatiMu.
Kegiatan Kreatif
Pemahaman Alkitab metode "Vasteras" atau metode "Swedia".
Metode ini berasal dari sebuah kota kecil bernama "Vasteras" di Swedia. Oleh karena itu kadang-kadang disebut sebagai metode "Vasteras" atau 'Swedia".
Metode ini dipakai dengan menggunakan tiga tanda, yaitu:
? tanda tanya, yang berarti belum mengerti
tanda matahari, yang berarti: ada keterangan yang baru
tanda panah, yang berarti: ada sesuatu yang berkenan dihati
Cara melakukan PA dengan metode ini:
a. Masing-masing remaja diberi kertas atau fotokopian dan pensil (kalau mereka tidak membawa pensil). Kalau mereka tidak membawa Alkitab, maka bagian Alkitab yang akan dibahas harus dimuat (diketik atau di foto copy). Kalau mereka membawa Alkitab, cukup kalau mereka menuliskan angka-angka dari ayat-ayat secara berurutan di atas kertas.
b. Bagian Alkitab dibaca, oleh pemimpin, atau oleh salah satu peserta, atau bersama-sama.
c. Para anggota kelompok secara pribadi mencantumkan tanda-tanda itu dibelakang ayat.
Seorang peserta yang belum mengerti mencantumkan tanda tanya. Yang mendapat pemahaman baru mencantumkan tanda matahari. Tidak menutup kemungkinan seorang mencantumkan tanda panah dan tanda tanya bersama atau ketiga tanda itu bersama.
d. Setelah semua selesai mencantumkan tanda-tanda, pembimbing bertanya:"Siapa yang mencantumkan tanda tanya dibelakang ayat pertama?" Lalu semua yang mencantumkan tanda tanya menunjukkan ketidak tahuan mereka dari ayat yang ditandai. Semua mendiskusikan setiap ketidaktahuan mereka bersama-sama. Demikian seterusnya dengan ayat berikutnya.
c. Setelah tanda tanya selesai dibahas, pem-bimbing bertanya "Siapa yang mengisi tanda matahari" (juga per ayat). Remaja diminta menjelaskan tanda matahari, apakah yang mereka temukan.
f. Kemudian pembimbing meminta remaja menjelaskan tanda panah mereka serta mintalah mereka berbagi penghayatan, Mengapa ayat tertentu itu berkesan bagi mereka.
| Tanaman dalam pot bertanah kering |
Tanaman dalam pot bertanah basah |
| 1. |
1. |
| 2. |
2. |
| 3. |
3. |
| Dst... |
|
Catatan:
Menurut pengalaman, metode ini tepat untuk perikop-perikop yang pendek. Kalau perikopnya panjang, maka metode ini akan memakan waktu berjam-jam lamanya.
(Diambil dari buku Bagaimana Memimpin Kelompok Pemahaman Alkitab? Lembaga Pendidikan Kader Sinode GKj dan GKI Jateng Yogyakarta hal. 44-48 dengan beberapa perubahan).
Kalau tidak membawa Alkitab
Ayat |
Seluruh isi ayat ditulis |
|
1 |
|
|
2 |
|
|
3 |
|
|
4 |
|
|
5 |
|
|
Kalau Membawa Alkitab:
llustrasi
Peter adalah seorang remaja disebuah jemaat GKI. Sebagai seorang pelajar sekaligus aktivis komisi remaja gerejanya, ia memiliki kebiasaan yang baik sejak kecil yaitu setiap bangun tidur membaca Alkitab dan merenungkannya dalam buku renungan harian yang dibelinya di toko buku Kristen. Demikian juga menjelang tidur di malam hari, Peter membiasakan diri membaca Alkitab. Dari kebiasaan yang dilakukan itu, ia menemukan ajaran-ajaran Alkitab yang baik dan benar. Hal ini dialaminya dengan nyata ketika suatu kali ia difitnah oleh teman sekelasnya dengan tuduhan yang sangat menyakitkan. la merenung apakah fitnahan itu akan dibalas dengan fitnahan atau dengan menjelek-jelekkan orang lain untuk membela diri? la teringat ajaran Tuhan melalui Alkitab bahwa pembalasan kejahatan dengan kejahatan tidak akan menyelesaikan masalah. lapun teringat ajaran Alkitab untuk mengasihi orang yang paling jahat sekalipun. Peter meyakini bahwa apa yang ditulis dalam Alkitab itu baik dan benar, maka iapun semakin rajin membacanya serta melakukan dalam hidupnya karena ia merasakan pertumbuhan iman, kepribadian dan karakter yang makin dewasa.
| derap desember 0408 | derap januari 0109 | derap januari 0209 |
| derap januari 0309 |
|
|
|
 |
 |
|
|
|
|