 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
|
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun
XIII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
Februari 2010 |
1- "Ya Bapa, Ampunilah Mereka, Sebab Mereka
Tidak Tahu Apa yang Mereka Perbuat"
Lukas 23:33-43
2 - Sekarang Juga Engkau Bersama Aku di
Firdaus
Lukas 23:33-43
3 - Ibu, Inilah Anakmu! Inilah Ibumu!
Yohanes 19:25-27
4 • Mungkinkah Allah Meninggalkan Kita?
Matius 27:45-50
|
Mungkinkah Allah Meninggalkan Kita ?
|
Bacaan: Matius 27:45-50
Bahan yang diperlukan: Kado kecil untuk remaja yang
menjadi tokoh dalam kegiatan.
|
FOKUS |
|
Perasaan ditinggalkan seseorang/semua orang, bahkan ditinggalkan Tuhan, sering menghinggapi orang yang sedang mengalami kesusahan dan persoalan yang sangat berat dan tidak tertanggungkan. Apakah ia boleh bertanya kepada Tuhan, mengapa la meninggalkannya? Sebagian orang Kristen menganggap pertanyaan itu menunjukkan kurang kuatnya iman orang itu. Namun bercermin dari sabda Yesus, "Eli, Eli, lama sabakhtani" kita dapat melihat bahwa pengalaman Yesus merasa ditinggalkan Allah justru menunjukkan iman dan kedekatan-Nya kepada Allah. Pelajaran ini dirancang agar remaja memiliki iman yang hidup, yang boleh mempertanyakan sesuatu kepada Allah, karena justru itulah iman yang kuat kepada Allah yang mahamendengar.
|
Penjelasan Teks
Dalam Injil Matius, hanya satu kali Yesus bersabda di kayu salib. la bersabda, "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Injil Matius juga menjelaskan artinya dalam bahasa Yunani, yaitu "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Mungkin penulis Injil Matius kuatir pembacanya tidak mengerti arti sabda Yesus itu, sebab diucapkan-Nya dalam bahasa Aram.
Kita sering bertanya-tanya apa makna kalimat Yesus itu. Betulkah Allah (Bapa) telah meninggalkan Yesus? Atau Yesus merasa ditinggalkan Allah dan la menyesal telah bersedia disalib? Sebenarnya kalimat Yesus ini diambil dari Mazmur 22:2. Jika kita membacanya dalam terang pemahaman Perjanjian Lama, merupakan hal yang biasa jika dalam pergumulannya manusia bertanya, bahkan berargumentasi, dengan Tuhan. Misalnya Ayub mempertanyakan di hadapan Tuhan tentang keadilan (Ayub 9:13-35). Demikian pula pemazmur dalam Mazmur 22:2 berseru dan bertanya kepada Allah, bukan karena ia tidak beriman melainkan karena ia percaya kepada-Nya. la menjadi kecewa ketika mendapati Allah tidak segera bertindak. Maka ia berseru "Allahku" - suatu pernyataan iman bahwa Allah adalah Allah dari si pemazmur.
Memang sabda Yesus di kayu salib yang berupa pertanyaan ini menunjukkan pergumulan Yesus yang sangat berat. Inilah misteri terdalam dari peristiwa penyelamatan itu. Mengapa Allah meninggalkan Yesus? Bukankah dalam Ulangan 31:17 dinyatakan bahwa Allah memalingkan muka terhadap orang berdosa? Bukankah kalau demikian Yesus juga berdosa? Padahal Matius 3:13-15 (peristiwa pembaptisan Yesus) menunjukkan bahwa Yesus tidak berdosa - maka Yohanes merasa tidak perlu membaptis Yesus. Jawabannya terletak pada Matius 20:28, Yesus memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Keterpisahan manusia dari Allah disebabkan oleh dosa, dan Yesus menanggungnya bagi manusia. Kegelapan selama tiga jam menggambarkan kedalaman dosa manusia, dan penghakiman Allah atas dosa manusia itu.
Bagaimana reaksi orang-orang yang mendengar sabda-Nya? Terjadi salah paham. Mereka mengira Yesus memanggil Elia, nabi Perjanjian Lama yang diyakini memiliki peran penting pada akhir zaman yaitu mendahului Mesias (bandingkan Matius 11:14; 17:10-Yesus menunjuk Yohanes Pembaptis sebagai figur "Elia" itu). Padahal kata "Eli" artinya "Allahku," bukan nama "Elia" atau "Eliyahu" (kata Eliya berarti Allahku Yahwe). Pemberian minum anggur asam kepada Yesus (kalau pada Mazmur 69:22 dilakukan oleh musuh) dapat dimaksudkan sebagai perpanjangan waktu bagi Yesus yang sedang menderita, guna memberikan waktu yang cukup bagi Elia untuk datang menolong-Nya.
Pengenaan: remaja sering merasa sendirian, ditinggalkan oleh semua orang, bahkan ditinggalkan oleh Tuhan, saat begitu banyak persoalan dan beban dihadapinya. Padahal sesungguhnya Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Namun demikian, sah-sah saja remaja berseru kepada Tuhan, asal seruan itu menunjukkan iman mereka kepada Tuhan. Iman bukan berarti "tidak boleh bertanya." Melainkan iman dapat mempertanyakan hal-hal yang tidak adil, yang dapat menolong manusia untuk hidup lebih benar di hadapan Tuhan.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Mulailah dengan melakukan kegiatan di bawah ini.
2. Lanjutkan dengan penjelasan tentang Yesus di kayu salib yang juga mengalami kesendirian - bahkan la bertanya mengapa Allah meninggalkan-Nya. Terangkan lebih lanjut arti, "Eli, Eli, lama sabakhtani" yang dikaitkan dengan Mazmur 22:2 (lihat Penjelasan Teks).
3. Tanyakan kepada remaja apakah mereka pernah merasakan ditinggalkan Allah: kapankah itu dan mengapa demikian. Apakah remaja merasa tidak boleh bertanya kepada Allah? Tunjukkan apa yang dilakukan Ayub ketika ia minta keadilan (lihat Penjelasan Teks). Jadi, bertanya kepada Tuhan itu sah-sah saja. Namun mesti dilakukan dalam rangka iman kepada-Nya.
4. Jelaskan bahwa saat itu Yesus sedang menggantikan manusia yang berdosa, sehingga la merasakan pengalaman ditinggalkan Allah. Kaitkan juga dengan kegelapan selama tiga jam dan ayat-ayat yang menyatakan Yesus tidak berdosa namun la menggantikan manusia berdosa agar la dapat menebus dosa manusia (lihat Penjelasan Teks).
5. Tunjukkan reaksi orang banyak yang salah paham terhadap kata-kata Yesus, sehingga mereka memberikan-Nya anggur asam (lihat Penjelasan Teks). Pakailah juga ilustrasi di bawah ini. Tutup penyampaian Firman ini dengan menekankan kesediaan Yesus menggantikan manusia sehingga la harus menga¬lami keterpisahan dari Allah.
Kegiatan
1. Carilah seorang remaja yang pada hari pelajaran ini disampaikan sedang mengalami saat istimewa, misalnya berulang tahun.
2. Karanglah suatu cerita, dan tuduhkan kepadanya suatu kesalahan yang sebenarnya tidak ia lakukan. Remaja itu diminta maju ke depan dan tanyakan kepadanya hal-hal yang berkaitan dengan kesalahan yang dituduhkan kepadanya. Minta agar ia mau mengaku. Tidak ada orang lain yang boleh membelanya.
3. Setelah beberapa saat - sedapat mungkin mencapai klimaks tuduhan, jelaskan bahwa sebenarnya tuduhan itu hanya karangan saja sebagai kejutan ("surprise!") di hari istimewanya. Lalu berikan kado kecil serta ucapan selamat.
4. Selanjutnya, tanyakan kepadanya bagaimana rasanya dituduh melakukan suatu kesalahan yang tidak ia lakukan, yang harus ia hadapi sendirian tanpa pembela. Mintalah ia mengungkapkan perasaannya.
Ilustrasi
Di Indonesia ada banyak cerita lucu yang berkenaan dengan bahasa daerah tertentu yang dapat disalah mengerti orang dari daerah lain. Misalnya "tulang ada di dapur" atau "ada bayi lahir tak ada tulangnya, tapi ibunya tenang-tenang saja" - dalam bahasa Indonesia "tulang" adalah bagian dari tubuh manusia atau hewan; tapi bagi orang Batak, "tulang" berarti paman. Contoh lain, "malam itu Petrus menyangkali tiga kali" - bagi orang Jawa dapat dikira Petrus sedang diare, karena "menyang kali" dapat berarti pergi ke kali.
A R S I P
| derap desember 0409 |
derap januari 0110 |derap januari 0210 |
| derap januari 0310 | derap januari 0410 | derap januari 0510 |
| derap februari 0110 |
derap februari 0210 | derap februari 0310 |
|
 |
 |
|
|
|
|