Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA 2009


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun XIII
para penulis derap remaja 2008 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko, pdt. wisnu sapto nugroho,
pdt. tabita kartika christiani, margaritifera lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001

Harga per eksemplar Rp. 25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank
.
 

Cara penggunaan Derap Remaja

Anatomi Materi

februari 2009


Minggu 1: Made in Heaven
Kejadian 2:4b-7

Minggu 2: Dia Memeliharaku dengan Sefia
I Petrus 5:7-11

Minggu 3: Dia Mengenalku Seutuhnya
Mazmur 139:1-18

Minggu 4: Aku Berharga
Yesaya 43:1-7



Dia Mengenalku Seutuhnya


Bacaan: Mazmur 139:1-18

FOKUS



Remaja seringkali merasa tidak ada orang yang memahami dirinya, termasuk orangtuanya. Itu benar sekali. Mana ada orang yang mampu mengenal orang lain secara utuh? Bahkan dirinya sendiri pun belum tentu. Namun, jangan di-lupakan, manusia diciptakan Tuhan secara khusus. Tuhan mengenal setiap orang sebagai mahluk ciptaan-Nya. Melalui pelajaran ini remaja diingatkan bahwa Tuhan mengenal dirinya secara utuh. Untuk itu berelasi dengan Tuhan sangat diperlukan oleh remaja, agar ia makin mengenal dirinya sendiri.


Penjelasan Teks
Mazmur 139 berisi doa pengakuan pemazmur akan Tuhan yang luar biasa. la senantiasa mengetahui hakikat manusia. la senantiasa hadir dalam hidup manusia. Karena dari awal Dialah pencipta manusia.

Tuhan yang Mahatahu (ay 1 -6)
Dalam bagian ini pemazmur mengakui kemahatahuan Tu¬han. Segala sesuatu dari manusia diketahui Tuhan dengan sebenar-benarnya dan sedalam-dalamnya. Kata "menyelidiki" (ay 1a) dan "memeriksa" (ay 3a) menunjukkan bahwa Tuhan membutuhkan penyelidikan dan pemeriksaan dalam mengenal manusia. Terjemahan BIS untuk kata "menyelidiki" adalah "menyelami" dan untuk kata "memeriksa" adalah "melihat." Jadi Allah dapat menyelami dan melihat manusia. Sekalipun ada jarak antara manusia dan Allah (ay 2a), dalam segala keadaan entah berdiri atau duduk (ay 2a), berjalan atau berbaring (ay 3a) - bahkan sebelum manusia mengatakan sesuatupun, Tuhan sudah tahu (ay 4). Kemahatahuan Allah itu dipakai untuk "mengurung" manusia. Kata ini tidak dapat dimaknai sebagai pembatasan manusia, seolah manusia adalah robot yang tidak dapat melakukan apapun. Kata ini menunjukkan kemahatahuan Allah dipakai-Nya untuk melindungi manusia (terjemahan BIS: mengelilingi).

Tuhan yang Mahaada (ay 7-12)
Perlindungan Tuhan itu menunjuk pada kehadiran-Nya yang tanpa batas. Beberapa pernyataan memakai kata "jika" (ay 8, 9, 11), yang menunjukkan bahwa manusia tidak dapat melarikan dari kehadiran Allah. Seperti yang diimani pemazmur, jika aku mendaki ke langit, lambang tempat tertinggi, di situ pun ada Tuhan. Jika aku ada di tempat orang mati - yang menunjuk pada dasar bumi, tempat yang paling bawah - di situ pun ada Tuhan. Di ujung laut pun Tuhan ada. Manusia tidak mungkin menghindari kehadiran Tuhan. Manusia tidak mungkin dapat bersembunyi dari Tuhan. Tuhan senantiasa hadir, sebab Dialah yang memiliki segala sesuatu.

Tuhan yang menciptaku (ay 13-18)
Pengenalan Tuhan atas manusia semakin jelas karena Dia¬lah Seniman yang membentuk manusia. Dengan kepiawaian-Nya la menenun manusia semenjak dari kandungan ibu (ay 13). Seluruh proses pembentukan manusia berada dalam kekuatan tangan-Nya (ay 16).
Kedahsyatan Allah membuat pemazmur membandingkan pemikiran Allah yang begitu dalam dan luas. Bahkan pasir di laut pun tidak mampu menandinginya. Kedahsyatan Allah itu yang membuat pemazmur senantiasa rindu hidup dekat bersama dengan Tuhan.

Langkah-langkah Penyampaian
1, Ajak remaja menyanyikan lagu "Mata Tuhan Melihat."

Mata Tuhan melihat apa yang kita perbuat
Baik yang baik, maupun yang jahat.
Oleh sebab itulah jangan berbuat jahat,
Tuhan melihat.

Tanyakan apakah benar Tuhan tahu segala sesuatu dalam diri kita? jika memang Tuhan tahu, apa konsekuensinya? Ajak mereka membandingkan. Misalnya, apakah mungkin mereka mencontek kalau guru selalu memperhatikan mereka?
2, Beri penekanan, bahwa Tuhan senantiasa mengetahui. Karena la ada di mana-mana dan la yang menciptakan kita. la tahu tentang kita. Beri penjelasan lebih lanjut tentang kemahatuan Tuhan dengan memperhatikan Penjelasan Teks. Tegaskan Tuhan yang menciptakan kita adalah Tuhan yang Mahatahu dan Mahaada.
3. Jelaskan bahwa secara positif kemahatahuan Tuhan berdampak baik dalam hidup kita. Sebab Tuhan mengerti kita, bahkan la juga tahu masa depan kita. Cobalah rasakan, bagaimana tidak enaknya tidak dimengerti oleh orang Iain. Satu yang pasti, tidak ada seorang pun yang bisa mengerti kita. Bahkan kita pun tidak mampu memahami diri kita sendiri. Padahal memahami diri kita membuat hidup kita jauh lebih mudah. Misalnya ketika remaja mau memutuskan mau masuk IPA atau IPS, kadang tidak mudah bukan?
4. Tunjukkan bahwa hal itu berarti remaja diundang untuk senantiasa hidup dekat Tuhan, yang amat mengerti tentang kita. Kedekatan dengan Tuhan memberikan kekuatan dan kejelasan dalam melangkah menjalani hidup ini. Kedekatan dengan Allah dapat dibangun remaja dengan cara praktis, seperti berdoa, rajin beribadah, aktif mengikuti berbagai macam kegiatan berguna, dan sebagainya.

Kegiatan Kreatif
1. Bagilah remaja dalam kelompok yang terdiri dari 2 orang yang sudah cukup mengenal atau bersahabat,
2. Minta mereka membagikan sebuah rahasia yang belum diketahui. Usahakan rahasia itu menyangkut hal fisik yang sederhana. Misalnya gigi bolong, ada panu, ada tahi lalat di kaki dan sebagainya.
3. Tanyakan perasaan remaja ketika memberitahukan soal rahasia itu. Asumsinya jika remaja cukup mengenal temannya itu, pastilah ia tidak segan untuk menceritakan.
4. Tekankan bahwa Tuhan mengenal kita, maka Dia tidak akan segan menyertai kita.

Ilustrasi
Dua orang anak terlibat dalam keributan. Seorang anak tampak memegang seekor anak anjing. Tampaknya mereka tengah memperebutkan anak anjing itu. Pak pendeta yang melihat hal itu segera menegur: "Anak-anak sedang apa kalian? Kasihan dong anak anjing itu. Memangnya ada apa sih?" Dua anak itu mencoba menjelaskan. Mereka sedang bertaruh. Siapa yang paling suka berbohong dia mendapatkan anak anjing itu. Sekarang mereka bingung menentukan siapa yang paling suka berbohong. Pak pendeta segera memarahi anak-anak itu. "Waduh kalian ini kok bangga disebut suka berbohong. Itu tidak baik. Saya pada waktu seusia kalian tidak pernah berbohong." Kebetulan ketika Pak Pendeta mengucapkan itu, lewat penatua yang sudah tua. la berkata: "Berikan anjing itu pada Pak Pendeta. Dia yang menang. Sebab Tuhan tahu apa yang telah dilakukannya..."
Seringkali kita merasa lebih benar dari o-rang lain, bukan? Tapi Tuhan tahu siapa kita sesungguhnya!



| derap desember 0408 | derap januari 0109 | derap januari 0209 |
| derap januari 0309 | derap
januari 0409 | derap februari 0109 |
| derap februari 0
209|



 
 
 
Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi