Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA 2011

Derap Remaja Edisi 30.
Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 25.000,-
 

Cara penggunaan Derap Remaja

Anatomi Materi

Desember 2011


1.Berdamai dengan Masa Lalu
Kejadian 45:1-8

2. Menghayati Masa Kini
Matius 6:25-34

3. Meretas Masa Depan
Lukas 19:11-27

4. Natal: Dua Nama
Matius 1:18-25
 

Natal: Dua Nama
Bacaan: Matius 1:18-25
Bahan yang diperlukan: Kertas kosong, alat tulis
Natal diwarnai dengan berbagai macam simbol. Simbol itu terasa merekat erat, hingga sulit kita membedakannya dengan natal itu sendiri. Misalnya pohon cemara yang adalah simbol keabadiaan, sebagaimana cinta Tuhan yang abadi. Kini rasanya kurang afdol rasanya jika kini natal dirayakan tanpa pohon cemara, dan banyak contoh yang lainnya. Padahal natal jauh dari sekedar itu. Melalui natal ini, remaja diingatkan pada dua nama yang mengacu pada Yesus, yaitu Yesus dan Imanuel. Melalui dua makna nama itu diharapkan remaja mampu memahami natal dengan lebih baik lagi.

Penjelasan Teks
Maria dan Yusuf adalah pasangan yang telah ditunangkan. Pertunangan menjadi penjamin bahwa keduanya akan menjadi suami istri kelak di kemudian hari. Karena itu berita mengandungnya Maria amat mengejutkan Yusuf. Tak pelak lagi pasti Maria menyeleweng, itu yang ada dalam pikiran Yusuf. Hukum yang berlaku bagi para pezinah saat itu adalah dirajam hingga mati (bdk lm 20:10; Ul 22:22-24). Namun Yusuf adalah orang yang baik. Alkitab memakai kata "tulus hati." Karena itu Yusuf merencanakan akan memutuskan hubungan pertunangan (demikian terjemahan BIS) diam-diam. Tentunya pemutusan itu agar tidak mencemarkan istrinya. Artinya, kalau kandungan Maria semakin besar dan orang sudah tahu, tentulah orang akan menyalahkan dirinya sebagai pria yang (pernah) paling dekat dengan Maria. Dengan memutuskan Maria, Yusuf berarti bersedia menerima malu (bersama dengan Maria tentunya), jika orang mengatakan bahwa dirinya adalah pria yang tidak bertanggung jawab.

Namun Tuhan mengingatkan melalui mimpi, bahwa anak yang dikandung Maria
adalah dari Roh Kudus. Apapun alasannya tidaklah mudah menerima kenyataan hamilnya Maria. Jika dipandang dari peristiwa ini, natal adalah peristiwa penerimaan hal-hal yang mungkin tidak menyenangkan atau yang tidak diharapkan.

Nama yang diberikan Malaikat kepada calon anak Yusuf adalah Yesus. Berkaitan dengan pemberian nama, Lukas mencatat kebiasaan yang berlaku saat itu:

  ... mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian" (Luk 1:59-62).

Jika nama sudah diberikan, artinya Yusuf harus menerima apa adanya. Segala kebiasaan yang melekat tentang pemberian nama lenyap sudah.

Kata Yesus oleh Matius diberi arti: "Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (ay 21). Yang diselamatkan  oleh Yesus adalah dosa. Mengapa dosa? Karena dosa adalah akar dari keserakahan, ketidakadilan dan lain sebagainya. Dalam kerangka pengharapan mesianis, telah jelas semenjak awal bahwa Yesus tidaklah dinubuatkan menjadi menjadi mesias politis. Sebab kedatangan-Nya adalah untuk menghapus dosa manusia.

Dalam kerangka itulah nama lain yang diberikan kepada Yesus adalah Imanuel, yang diartikan Matius sebagai: "Allah menyertai kita." Penyertaan Allah kerap kali identik dengan keberadaan sebuah simbol. Misalnya Bait Allah atau tabut Perjanjian. Jika Yesus disebut Allah yang menyertai tersirat di dalamnya keyakinan bahwa melalui Yesuslah penyertaan Tuhan hadir.

Pengenaan
Ada dua pokok yang dapat direnungkan remaja berkaitan dengan identitas Yesus. Pertama, Yesus bukanlah sekedar nama biasa. Nama Yesus menunjuk pada peristiwa penebusan manusia dari dosa. Mengapa dosa? Karena itulah akar dari keserakahan, ketidakpedulian dan lain sebagainya, yang mengakibatkan derita dalam hidup manusia. Kesadaran ini seharusnya membuat remaja merenung diri, meminta pengampunan dengan sungguh. Natal dengan demikianlah bukan sekedar peristiwa pesta tapi perenungan yang mendalam.
Kedua, Yesus adalah Imanuel, Allah yang menyertai. Jika Allah yang menyertai apakah yang membuat kita gentar. Bayangkanlah jika kita disertai dengan aparat keamanan semua serasa mudah dan enak. Apalagi disertai Tuhan!

Langkah-langkah Penyampaian
1. Apalah arti sebuah nama? Itu ungkapan yang terkenal dari Shakespeare. Namun bagi orangTimur, nama mengandungkan bukan sekedar identitas. Di dalam nama ada pengharapan, doa dan sebagainya. Itulah sebabnya banyak orang diberi nama dengan makna yang mendalam. Misalnya Surya yang artinya matahari. Tentu di balik nama itu adalah harapan agar anak itu nanti mampu bersinar terang bagai matahari. Carilah nama remaja yang punya makna dan berikan penjelasan.
2. Dalam Injil Matius, ada 2 (dua) nama yang disampaikan pada anak yang dikandung Maria: Yesus dan Imanuel. Tegaskan makna dua nama itu. Yesus berarti pengampunan dosa. Hal itu menunjukkan bahwa natal bukanlah pesta, melainkan ajang bermenung diri. Imanuel berarti Allah menyertai kita, yang memberikan kekuatan dalam menghadapi persoalan dalam hidup ini.
3. Masuklah dalam ilustrasi. Jika Allah yang menyertai kita, apalagi yang masih kurang?
4. Masuklah dalam kegiatan di bawah.

Kegiatan
Jejak Penyertaan Tuhan

• Persiapkan seorang remaja membacakan
puisi jejak kaki. Ada baiknya dengan iringan musik atau petikan gitar.
' Setelah itu mintalah setiap remaja untuk merenungkan jejak penyertaan Tuhan dalam hidupnya.
• Mintalah mereka membuat gambar dua tapak kaki. Di tapak yang satu, mintalah mereka menuliskan apa saja hal-hal sulit yang pernah mereka rasakan. Di tapak yang satu lagi, mintalah mereka menuliskan penyertaan Tuhan yang mereka rasakan.

  Pada suatu malam aku bermimpi,
Berjalan di tepi pantai bersama dengan Tuhan.
Di bentangan langit gelap tampak kilasan adegan hidupku.
Di tiap adegan, aku melihat dua pasang jejak kaki di pasir,
Satu pasang jejak kakiku, yang lain jejak kaki Tuhan.
Ketika adegan terakhir terlintas di depanku
Aku menengok jejak kaki di pasir
Di situ hanya ada satu pasang jejak kaki.
Aku mengingat kembali bahwa itu adalah
bagian tersulit dalam hidupku
dan yang paling menyedihkan dalam hidupku.
Aku bertanya kepadaTuhan:
"Tuhan Engkau berkata ketika aku mau mengikut Engkau,
Engkau akan berjalan, berbicara dengan aku sepanjang jalan.
Namun, ternyata, pada saat yang paling sulit dalam hidupku
Di sana hanya ada satu pasang jejak kaki.
Aku tidak mengerti, mengapa pada saat aku sangat membutuhkan Engkau, Engkau meninggalkan aku".
Kudengar Tuhan berbisik:
"Anakku yang kukasihi, aku mencintai kamu dan takkan meninggalkan kamu pada saat sulit dan penuh bahaya sekalipun.
Kalau kamu melihat hanya ada satu pasang jejak kaki
Itu adalah jejakKu ketika Aku menggendong kamu"

Ilustrasi
Seorang Pendeta di minta berkhotbah natal di sebuah gereja. Jauh-jauh hari, koster menelpon meminta tema khotbah untuk membuat spanduk informasi. Karena belum terlalu siap, pak Pendeta menjawab pendek: "Temanya Imanuel." "Itu saja pak?" Tanya koster lagi. "Saya rasa itu sudah cukup." "Baik pak terimakasih," kata Koster sambil menutup telepon. Di hari natal, pak Pendeta datang dan ia sangat terkejut dengan tema yang terpampang di depan gereja: IMANUEL, SAYA RASA ITU SUDAH CUKUP. Ia jengkel pada koster yang salah mengerti maksud perkataannya di telepon itu. Namun ketika ia membaca ulang tema itu, ia mendapatkan inspirasi khotbah bahwa jika memang kita mengaku Imanuel, Allah menyertai kita, bukan semuanya sudah cukup?

A R S I P


Segenap Redaksi & Staf Derap Remaja
dan
Sahabat Surgawi

Mengucapkan:
"Selamat Hari Natal 2011
& Tahun Baru 2012

 
Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999
Tim Sahabat Surgawi