 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun
XIII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
april 2009 |
Minggu 1: Salib Solusi llahi
Lukas 23:33-43
Minggu 2: Selanjutnya Terserah Anda
Kisah Para Rasul 17:29-34
Minggu 3: Berita Dusta, Integritas, dan Moralitas
Matius 28:11-15 dan Matius 5:37
Minggu 4: Ini Aku, Jangan Takut
Matius 14:22-33
|
Selanjutnya Terserah Anda
|
Bacaan: Kisah Para Rasul 17:29-34
Bahan yang diperlukan: gambar kota Athena,
alat-alat kebersihan
|
FOKUS |
|
Orang bilang: jangan sia-siakan kesempatan, sebab kesempatan hanya datang sekali dan tidak terulang kembali. Hal inilah yang dilakukan Rasul Paulus ketika berada di kota Athena. Pada awalnya ia hanya mampir saja di Athena, tetapi ketika dilihatnya kesempatan memberitakan Injil, ia tidak menyia-nyiakannya. Kepada banyak orang Rasul Paulus memberitakan Yesus yang bangkit dari antara orang mati. Bagaimana dengan kita? Apakah kita menangkap kesempatan memberitakan injil atau menyia-nyiakannya? In¬gat, melalui cara sederhanapun kita dapat menjadi saksi Injil, seperti tutur kata yang baik, perbuatan yang terpuji, senyuman dan sapaan ke¬pada orang lain. Di mana dan kapan saja, kita harus mewartakan Injil. Apapun reaksi orang atas pewartaan injil, itu terserah mereka. Dengan kata lain, saya sudah berbuat yang terbaik menurut In¬jil, selanjutnya terserah Anda. Melalui pelajaran ini remaja bertekad memanfaatkan setiap ke¬sempatan yang ia miliki untuk menjadi saksi Kristus.
|
Penjelasan Teks
Ketika Rasul Paulus berada di Athena, ia melihat orang-orang Athena sibuk melakukan penyembahan terhadap dewa-dewa mereka. Hal ini tidak aneh, sebab Athena terkenal sebagai pusat pemujaan patung-patung sesembahan di kuil-kuil yang tersebar di berbagai tempat. Di Athena juga Paulus bertemu dengan banyak orang dari kalangan akademis seperti pujangga, seniman dan ahli filsafat. Di kota Athena, Paulus berjalan-jalan di pasar. Rupanya pasar bukan hanya tempat berjual-beli, tetapi juga menjadi tempat dan pusat pertemuan orang-orang yang bertukar pikiran dan wawasan. Tidak jarang, terjadi perdebatan publik di tempat ramai dekat pasar.
Di tempat itu terjadilah pertemuan antara Paulus dengan golongan Epikuros dan Stoa. Kedua golongan ini tidak meyakini kebangkitan Yesus. Dalam ajaran mereka diyakini tidak ada ke bangkitan orang mati. Mengapa kaum Epikuros dan Stoa tidak percaya kebangkitan? Dalam keyakinan mereka, Tuhan tidak terlibat dalam hidup manusia. Menurut Stoa, Tuhan apatis. Menurut Epikuros, Tuhan ada dalam kedamaian yang kedap tidak tertembus apapun juga. Di sinilah terjadi perbedaan pendapat yang sangat mendasar antara Paulus dengan Epikuros dan Stoa.
Ketika orang-orang dari golongan Epikuros dan Stoa me¬lihat Paulus menceritakan kebangkitan Kristus, mereka menganggap Paulus sebagai seorang peleter, penuh omongan kosong. Bagaimana dengan orang banyak yang menyaksikan debat itu? Ada yang heran, tetapi ada juga yang mencemooh Paulus. Pada mulanya perbincangan itu terjadi di pasar, selan¬jutnya Paulus diundang untuk menyampaikan kisah kebangkitan Yesus Kristus di tempat lain yaitu sebuah tempat yang bernama Aeropagus. Aeropagus sendiri adalah suatu bukit kecil yang dipakai oleh mahkamah untuk melakukan penghakiman serta acara-acara yang bersifat akademis (mimbar bebas). Di sana Paulus berkhotbah tentang kasih Allah, pengampunan dosa dan kuasa kebangkitan Kristus.
Penekanan khotbah Paulus yang paling dalam adalah tentang pertobatan kepada Allah. Pentingnya pertobatan karena suatu saat Allah akan menghadirkan penghakiman yang sejati terhadap semua manusia. Hakim yang sejati itu adalah Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati. Yesus yang bangkit mampu melepaskan kita dari maut yang merupakan upah atas dosa manusia.
Setelah mendengar penjelasan itu muncullah beberapa reaksi dari khalayak ramai. Sikap mereka antara lain:
1. Mengejek. Sikap ini bisa jadi dilakukan oleh golongan Epikuros dan Stoa sebab mereka tidak percaya pada kebangkitan orang mati.
2. Menunda perbincangan dengan Paulus. Hal ini dilakukan oleh orang-orang yang ragu-ragu terhadap ajaran Paulus tetapi juga ragu-ragu terhadap ajaran golongan Stoa dan Epikuros.
3. Menerima ajaran Paulus, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang terkemuka di sana yaitu anggota Mahkamah Agama Yahudi yang bernama Dionisius.
Ketika mendengar reaksi khalayak ramai yang mengejek dan menunda, Paulus meninggalkan mereka. Sikap itu dilakukan Paulus agar mereka merenungkan kembali apakah yang telah dipidatokannya. Yang terpenting bagi Paulus adalah bahwa ia telah memberitakan kebenaran sejati tentang kebangkitan Kristus dan selanjutnya terserah mereka menanggapinya.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Awali dengan mengajak remaja melihat gambar-gambar kota Athena dengan kemegahannya. Pembimbing dapat menyebutkan hal-hal yang ada di kota Athena, seperti kemegahan kota, dewa-dewa yang ada di kota ini serta banyaknya kaum intelektual seperti seniman, filsuf. Salah satu aliran filsafat yang besar di kota ini adalah golongan Epikuros dan Stoa. Inti ajaran mereka sama yaitu tidak ada kebangkitan orang mati. Rasul Paulus pernah mampir di kota ini dan ia memperhatikan apa yang terjadi di sana. Dari apa yang dilihatnya itu, Paulus menemukan kesempatan untuk memberitakan Injil dan ia tidak menyia-nyiakannya (seperti dalam Penjelasan Teks).
2. Sampaikan kepada remaja bagaimana Rasul Paulus menceritakan kebangkitan Yesus kepada orang-orang Athena dan bagaimana reaksi orang-orang di kota itu: dari pertentangan hingga akhirnya terdapat orang-orang yang percaya kepada Yesus (seperti dalam Penjelasan Teks).
3. Terangkan pada remaja bahwa merekapun memiliki banyak kesempatan memberitakan Injil dalam kehidupan sehari-hari, melalui perkataan, perbuatan yang baik serta hal-hal yang lain. Berilah contoh-contoh: di antara teman, di dalam keluarga, di sekolah, di tempat umum dsb. Dalam pewartaan Injil, tidak ada target "memenangkan jiwa." Yang terpenting adalah remaja terlibat dalam pewartaan Injil. Selanjutnya terserah mereka yang melihat dan mendengarnya. 4. Pembimbing mengakhiri penyampaian bahan dengan mengajak remaja menangkap kesempatan, melalui kegiatan kreatif di bawah ini.
Kegiatan Kreatif
Sebuah ruangan dibuat acak-acakan. Misalnya kalender yang terpasang di dinding dijatuhkan. Kursi dibalik, kertas-kertas berserakan dan sebagainya. Kepada remaja, pendamping berkata, "Berita terkini: ruang ini (atau ruangan sebelah yang telah dipersiapkan pendamping) dalam keadaan acak-acakan dan kotor. Kalender jatuh di lantai, kursi terbalik, kertas berserakan dan sebagainya. Apakah yang akan kalian lakukan melihat keadaan itu? Membiarkan begitu saja, menunda untuk merapikan, atau segera merapikannya? Sekian berita dari saya, selanjutnya terserah Anda...." Lihatlah reaksi remaja: apa yang mereka lakukan setelah mendengar berita ini?
Kegiatan ini menunjukkan kepada re¬maja bagaimana reaksi setiap orang dalam menanggapi sebuah berita: membiarkan/cuek; atau menunda untuk bertindak; atau segera bertindak. Setelah aktivitas usai pembimbing bisa mengajak remaja berdiskusi: apakah mereka memiliki kebiasaan membiarkan kesempatan, atau menangkap kesempatan?
Ilustrasi
"Menunda atau Menolak?"
Paul Lee Tan melaporkan data tentang pertobatan seperti ini:
1 dari 10 orang bertobat sebelum mencapai usia 25 tahun.
1 dari 10.000 orang bertobat setelah mencapai usia 25 tahun.
1 dari 50.000 orang bertobat setelah mencapai usia 35 tahun.
1 dari 200.000 orang bertobat setelah mencapai usia 45 tahun.
1 dari 300.000 orang bertobat setelah mencapai usia 55 tahun.
1 dari 500.000 orang bertobat setelah mencapai usia 65 tahun.
1 dari 700.000 orang bertobat setelah mencapai usia 75 tahun.
(Gambar - gambar kota Athena dapat diperoleh antara lain dari situs Wikipedia:
http://www.wikipedia.org/wiki/Athens)
| derap desember 0408 | derap januari 0109 | derap januari 0209 |
| derap januari 0309 |
derap januari 0409 | derap februari 0109 |
|
derap februari 0209|derap februari 0309 | derap februari 0409 |
| derap maret 0109 |
derap maret 0209 | derap maret 0309 |
|
derap maret 0409| derap maret 0509 | derap april 0109 |
|
|
|
 |
 |
|
|
|
|