 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
|
|
|
|
|
derap remaja adalah bahan
pembinaan untuk remaja.
disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu
bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan
metode penyampaian.
telah terbit edisi 25. tahun
XIII
para penulis derap remaja
2008 : pdt. addi soselia
patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. widi
artanto, pdt. didik
tridjatmiko, pdt. wisnu
sapto nugroho,
pdt. tabita
kartika christiani,
margaritifera
lystiakusumadewi
tata letak: abiya wyanto
kontak: widi artanto,
samirono baru 72 komp. lpps,
yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592
fax. 0274) 543001
Harga per eksemplar Rp.
25.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan
memakai blangko yang
dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA
cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi
Artanto.
Segera kirimkan
pemberitahuan pengiriman
bank.
|
|
|
|
|
agustus 2009 |
Minggu 1: Bhinneka Tunggal Ika
Kejadian 1:26-31
Minggu 2: Antara Aku, Kamu, dan Dia
Kejadian 49:1-28
Minggu 3: Susah, Gak, Ya, Untuk Bersatu?
Kejadian 25:19-28
Minggu 4: I Love My Church
1 Korintus 3:1-9
Minggu 5: Mereka Juga Saudara Kita
Yunus 4:1-11
|
Mereka Juga Saudara Kita
|
Bacaan: Yunus 4:1-11
Bahan yang diperlukan:fotocopy 3 kasus untuk
bahan studi kasus dalam kelompok
|
FOKUS |
|
Ketegangan antar agama terjadi di mana-mana. Indonesia pun memiliki sejarah konflik yang disebabkan oleh perbedaan agama, Sebenarnya konflik antar agama tidak akan terjadi apabila kita memahami bahwa kita semua bersaudara. Keselamatan dari Tuban berIaku untuk semua makhluk tanpa melihat lalar belakang agama yang dianut oleh manusia. Tuhan pun mengasihi seluruh ciptaan-Nya tanpa membedakan apa latar belakang agama dan kepercayaan mereka. Hanya sikap yang mau mengasihi, menghargai, menghormati dan memberi kebebasan saudara-saudara kita yang berbeda agama dapat menghentikan konflik agama yang masih terjadi saat ini. |
Penjelasan Teks
1. Ay. 1-3. Yunus bereaksi atas sikap Tuhan yang mengampuni penduduk Niniwe. Yunus marah karena seolah Tuhan sudah mempermainkan dirinya. Sejak awal Yunus sudah menunjukkan sikap tidak bersedia menjadi nabi bagi Niniwe dengan cara melarikan diri ke kota lain, Tarsis. Penolakannya terhadap tugas menyampaikan berita kepada Niniwe adalah Yunus menganggap Niniwe berbeda dengannya. Perbedaan Niniwe selain Niniwe terkenal jahat, Niniwe bukanlah bagian dari Israel. Niniwe juga tidak menyembah Allah yang sama dengannya. Niniwe pun mempunyai karakteristik budaya dan kebiasaan yang berbeda dengan dirinya. Setelah pengalaman masuk ke perut ikan selama 3 hari, Yunus akhirnya menyanggupi untuk membawa berita penghukuman kepada Niniwe. Namun dia tidak membayangkan bahwa Tuhan akan mengampuni Niniwe ketika Niniwe bertobat. Dalam bayangannya, Tuhan adalah Allah yang konsisten da-lam penghukuman terhadap Niniwe. Walaupun Yunus mengenal Tuhan yang maha penyayang dan pengasih serta pengampun, tetapi tindakan Tuhan terhadap Niniwe tidak sejalan dengan prinsip Yunus. Pertentangan prinsip antara Tuhan dan Yunus itu membuat Yunus berseru bahwa lebih baik dia mati saja.
2. Ay. 4-8: Tuhan mendidik Yunus untuk memahami tindakan kasih-Nya kepada Niniwe melalui peristiwa pohon jarak. Tuhan memberi pohon jarak kepada Yunus untuk menghibur hatinya yang penuh kemarahan. Ketika Yunus mulai suka dan sayang terhadap pohon jarak, Tuhan membuat pohon jarak itu mati karena ulat, sehingga pohon jarak itu tidak bisa lagi melindungi dirinya dari panas terik. Kembali Yunus marah karena seolah Tuhan mempermainkan dirinya lagi. Seolah dia menyesali mengapa Tuhan harus memberikan pohon jarak yang sudah dia sayangi kalau akhirnya Tuhan mengambil pohon itu dari hidupnya. Yunus kembali merasa bertentangan dengan Tuhan, karenanya dia ingin mati saja.
3. Ay. 9-11: Didikan Tuhan atas Yunus melalui pohon jarak mengajarkan kepada Yunus bahwa betapa Tuhan mengasihi Niniwe, walaupun Niniwe bukanlah bangsa/kota yang sama seperti bangsa di mana Yunus berasal. Tuhan mengasihi semua bangsa, termasuk Niniwe yang berbeda kepercayaan, budaya dan kebiasaan. Tuhan mengasihi mereka karena mereka adalah ciptaan Tuhan dan tidak menghendaki semua ciptaan-Nya binasa. Tuhan pun mengajarkan Yunus untuk mengerti dan memahami bangsa Niniwe yang melakukan kejahatan karena mereka tidak mengerti akan tindakan mereka. Ketika Niniwe sadar akan ketidakmengertiannya, Tuhan ingin mengajak Yunus untuk memahami mengapa Tuhan mengampuni Niniwe.
Langkah-langkah Penyampaian
1. Lakukan kegiatan studi kasus di bawah ini (lihat bagian Kegiatan). Bicarakan hasil diskusi kelompok, dan arahkan remaja untuk bersikap terbuka terhadap orang-orang yang beragama lain.
2. Diskusikan bersama remaja tentang persepsi-persepsi negatif yang berkembang di sekitar mereka yang menghambat kita mengasihi sesama yang berbeda agama. Contohnya: ada orang Kristen yang menyangka orang Muslim adalah kelompok anarki yang sering melakukan kekerasan terhadap agama lainnya. Atau kelompok Muslim mengira orang Kristen cenderung melakukan upaya kristenisasi. Jelaskan juga ke¬pada remaja bahwa situasi atau persepsi-persepsi negatif ini semakin menyulitkan persatuan dan kesatuan antar pemeluk agama.
3. Jelaskan pembahasan teks tentang kisah Yunus yang marah atas tindakan Tuhan. Tekankanlah pembahasan teks ini yaitu betapa Tuhan mengasihi semua ciptaan-Nya tanpa membedakan latar belakang ras, suku, kebiasaan, budaya, bahkan agama atau kepercayaan mereka. Tuhan pun menghendaki semua ciptaan-Nya memahami bahwa mereka adalah saudara yang diciptakan Tuhan menurut gambar dan rupa-Nya. Dengan demikian Allah mengajar kita untuk menghargai, menghormati dan mampu bekerja sama dengan sesama yang berbeda agama. Kita pun harus mampu menghilangkan persepsi-persepsi negatif yang menghambat kerja sama dan keharmonisan hubungan kita dengan sesama yang berbeda agama.
4. Berikanlah beberapa contoh yang terjadi di Indonesia tentang konflik yang terjadi di antara pemeluk agama di Indonesia atau dunia. Misalnya: Palestina dengan Israel (walaupun bukan sepenuhnya masalah agama); India dan Pakistan (antara orang Hindu dan Muslim); Nigeria (antara kelompok Kristen dan Muslim); ketegangan hubungan antara orang Kristen dan Muslim di Indonesia.
5. Akhiri kegiatan dengan mengajak remaja untuk membuat satu program bersama dengan remaja-remaja dari agama lain (misalnya dengan kelompok remaja mesjid terdekat; atau dengan kelompok remaja Hindu, Buddha untuk melakukan aksi sosial).
Kegiatan Kreatif
1. Bagilah remaja dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah kehadiran mereka dalam kegiatan remaja (satu kelompok terdiri dari 4-6 orang).
2. Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan studi kasus yang diberikan. Ada 3 kasus yang disiapkan. Apabila ada 6 kelompok maka satu kasus dibahas oleh dua kelompok. Hasil dari diskusi dituliskan dalam bentuk yang sudah disiapkan seperti tabel di bawah.
SIKAP YANG AKAN DILAKUKAN |
SIKAP YANG TIDAK AKAN DILAKUKAN |
1.
2.
3. |
4.
5.
6. |
ALASAN KELOMPOK MELAKUKAN HAL TERSEBUT |
ALASAN KELOMPOK TIDAK MELAKUKAN HAL TERSEBUT |
1.
2.
3.
4. |
5.
6.
7. |
Contoh:
SIKAP YANG AKAN DILAKUKAN
(oleh tiap kelompok) |
SIKAP YANG TIDAK AKAN DILAKUKAN
(oleh tiap kelompok) |
1. Membantu Wati yang beragama Islam untuk dapat melanjutkan sekolah.
|
2. Membiarkan Wati yang beragama Islam tidak melanjutkan pendidikannya. |
ALASAN KELOMPOK MELAKUKAN HAL TERSEBUT |
ALASAN KELOMPOK TIDAK MELAKUKAN HAL TERSEBUT |
| 1. Sekalipun berbeda kepercayaan,namun Tuhan menginginkan kita membantu Wati |
2. Kita hanya diwajibkan untuk membantu sesama yang memiliki iman yang sama dengan kita. |
Bahan Studi Kasus
KASUS 1:
Wati baru saja naik kelas 3. Hasil belajarnya sangat bagus dan dia menjadi juara 1 di kelasnya. Sayangnya Wati memutuskan untuk tidak melanjutkan studinya karena dia tidak punya biaya untuk sekolahnya. Maklumlah
karena Wati hanyalah anak seorang penjual koran eceran, sedangkan ibunya sedang sakit keras. Wisnu, teman sekelas Wati, mengetahui pergumulan Wati. Kebetulan Wisnu adalah anak seorang kaya raya di kotanya. Wisnu menceritakan masalah Wati ini kepada kedua orangtuanya dan berharap mereka dapat membantu kesulitan Wati. Dalam diskusi dengan orangtuanya, Wisnu diperhadapkan dengan kenyataan bahwa Wati berbeda agama dengannya dan keluarganya. Wati berasal dari keluarga Muslim, sedangkan Wisnu dari keluarga Kristen. Haruskah Wisnu dan keluarganya membantu Wati agar Wati dapat bersekolah kembali?
KASUS 2:
Minggu depan adalah batas waktu penyerahan tugas kelompok untuk pelajaran Biologi di kelas Ambar. Tugas biologi kali ini adalah mengamati pertumbuhan bunga bangkai yang kebetulan sedang berkembang di Kebun Raya Bogor. Kelompok Ambar sudah sepakat akan pergi ke Kebun Raya Bogor pada hari Kamis yang akan datang. Hari Kamis itu adalah hari raya Nyepi. Sekolah libur dan kelompok Ambar menganggap inilah waktu yang paling tepat untuk pergi ke Bogor. Setelah berdiskusi, ternyata Kaka ti¬dak bisa ikut pergi. Dia adalah penganut agama Hindu. Dia mengatakan bahwa pada hari itu dia harus melakukan tradisi agamanya yaitu menyepi dan tidak melakukan pekerjaan apapun. Seluruh anggota kelompok menjadi bingung dengan pernyataan Kaka. Apakah yang harus mereka perbuat? Haruskah mereka memaksa Kaka untuk ikut pergi ke Bogor? Bagaimanakah kelompok Ambar harus menyelesaikan masalah ini?
KASUS 3:
Suatu hari kelas Oscar kedatangan teman baru, pindahan dan Sulawesi. Nama anak baru ini Benny. Sudah sebulan ini Benny menghuni kelas Oscar, tetapi tidak ada seorang pun yang mau berteman dengannya. Karena itu dia mendekati Benny dan menjalin persahabatan dengan Benny. Namun tiba-tiba saja, saat pulang sekolah, Oscar didatangi oleh kelompok Charles. Charles dan ganknya meminta Oscar untuk tidak bersahabat dengan Benny bahkan menjauhi Benny. Oscar bertanya kepada Charles mengapa dia harus melakukan perintah Charles? Charles menjawab bahwa Benny berbeda agama dan keyakinan dengan seluruh isi sekolah yang merupakan sekolah Kristen. Charles pun mengancam: kalau Oscar tetap bersahabat dengan Benny, maka Charles dan ganknya tidak segan-segan untuk mencelakai Oscar. Jika kamu menjadi Oscar, apa yang harus dilakukan Oscar? Apakah dia harus tetap bersahabat dengan Benny?
Ilustrasi
Seringkali kelompok-kelompok agama "membangun tembok" masing-masing untuk melindungi diri. Sikap ini menyebabkan agama-agama terkotak-kotak, tidak ada dialog sama sekali. Bagaimana jika kita bongkar tembok itu, dan sebagai gantinya kita bangun jembatan? Jembatan berarti pengenalan satu sama lain: apa yang dipercayai orang yang berbeda agama dari kita. Jembatan ini dapat menghilangkan prasangka, dan menggantinya dengan saling menerima dan menghargai.
| derap desember 0408 | derap januari 0109 | derap januari 0209 |
| derap januari 0309 |
derap januari 0409 | derap februari 0109 |
|
derap februari 0209|derap februari 0309 | derap februari 0409 |
| derap maret 0109 |
derap maret 0209 | derap maret 0309 |
|
derap maret 0409| derap maret 0509 | derap april 0109 | derap april 0209 |
| derap april 0309 | derap april 0409 | derap april 0509 |
|
derap juni 0109 | derap juni 0209 | derap juni 0309 | derap juni 0409 |
| derap juli 0109 |
derap juli 0209 | derap juli 0309 | derap juli 0409 |
| derap agustus 0109 | derap agustus 0209 | derap agustus 0309 |
| derap agustus 0409 |
|
|
|
 |
 |
|
|
|
|