Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


september 2007

Wajah Berseri vs, Muram Durja

Membangun Impian

Give Me Home

Aku Ingin Mati

Life Must Go On
 


september 2007minggu 5
Life Must Go On

bacaan: ayub 42:10-17 bahan:-

 

                                 
                                          
SEKILAS
Penderitaan dan pergumulan sering menghampiri manusia. Termasuk remaja. Hal itu membuat banyak orang takut menghadapi kehidupan. Mereka tidak ingin lagi terjebak atau merasakan kembali penderitaan yang pernah menimpa mereka. Tak jarang, hal ini membuat mereka tidak berani hidup. Pada saat yang sama mereka menyadari bahwa mereka masih hidup. Melalui pelajaran ini remaja diingatkan penderitaan tidak seharusnya membuat mereka terpuruk. Sebaliknya, justru penderitaan memacu mereka untuk terus berjuang.

PENJELASAN TEKS
Ayub Mendapat Penghiburan dari Saudara-saudaranya (ay. 11)
Penderitaan yang dialami oleh Ayub ternyata tidak ia rasakan sendiri. Selain teman-temannya yang yang telah menemaninya dengan setia (duduk diam bersama Ayub selama 7 hari), ia juga mempunyai saudara laki-laki dan perempuan serta teman-teman yang lain. Mereka menghibur Ayub dengan cara yang berbeda. Mereka menyatakan turut berduka cita atas malapetaka yang menimpanya. Mereka juga menghibur Ayub dengan kehadiran mereka. Tidak hanya itu, mereka juga makan bersama dan memberikan kepada Ayub uang dan cincin emas sebagai tanda simpati dan persahabatan yang tetap terjalin. Mereka tidak meninggalkan Ayub. Kehadir¬an mereka jelas sangat menghibur Ayub dan menguatkannya.
Hal ini tentu mengingatkan kita bahwa keberadaan saudara dan teman sering dipakai Tuhan untuk menguatkan dan menghibur. Kesediaan diri untuk hadir dalam kehidupan sesama juga disertai kesediaan diri untuk berbagi. Bukan jumlah atau nilai yang menjadi ukuran utama. Lebih dari itu, kesediaan diri untuk berbagi menjadi sumber kekuatan untuk mereka yang mengalami penderitaan.

Tuhan memulihkan keadaan Ayub (ay. 12-15)
Ayub tidak hanya mendapatkan empati dan bantuan dari saudara dan teman-temannya. Tuhan juga melimpahkan berkat-Nya lebih banyak lagi dalam kehidupan Ayub selanjutnya. Pertama. Tuhan memberikan kepada Ayub kekayaan dua kali lipat banyaknya. Kambing domba, unta, lembu, dan keledai kembali melimpah dalam kehidupan Ayub. Kedua. Tuhan memberikan kepada Ayub 7 orang anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Bahkan dikatakan bahwa di seluruh negeri tidak ada anak-anak yang secantik anak-anak Ayub. Sungguhlah tepat apa yang dikatakan Ayub, "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan (Ayub 1:21b)." Tuhan memiliki kuasa untuk memberikan dan memulihkan sesuatu dalam kehidupan umat-Nya. Berkat Tuhan tidak bisa dihalangi ketika Ia berkenan memberikan-Nya.
Hal ini seharusnya menjadi pengalaman yang berharga dan menguatkan setiap orang beriman yang mengalami pergumulan dan penderitaan dalam kehidupannya. Pen¬deritaan yang mereka alami tidak harus membuat mereka berputus asa dan tidak berani menjalani hidup.Menerima penderitaan yang saat ini mereka alami akan menyiapkan mere¬ka untuk menerima sesuatu yang membahagiakan. Pemulihan yang datang dari Tuhan sungguh akan dialami oleh setiap orang yang berharap kepada-Nya. Keberanian menjalani hidup bersama Tuhan sungguh-sungguh akan memampukan mereka mengalami pemeliharaan Tuhan yang sungguh luar biasa.

Hidup ini indah (ay. 16-17)
Keberanian Ayub untuk melanjutkan hidupnya, merangkul penderitaan yang menyapanya membuat ia bisa mengecap
kebahagiaan dalam hidupnya. Sesungguhnya penderitaan adalah sisi lain dari kebahagiaan. Manusia yang sanggup merangkul penderitaan tanpa pernah kehilangan iman dan peng-harapannya akan menjadi manusia yang juga siap menikmati kebahagiaan hidup. Ayub diberkati dengan umur panjang di atas seratus tahun (bdk. Yesaya 65:20). Ia juga menyaksikan anak cucunya sampai keturunan yang keempat. Menyaksikan anak cucunya tidak kekurangan karena menjadi umat yang diberkati Tuhan (bdk. Yes.65:23). Ayub merasakan dan melihat kebaikan Tuhan dalam tahun-tahun yang dialaminya dengan keturunannya. Keberaniannya untuk menghadapi kehidupan yang penuh penderitaan sungguh telah memberinya kebahagiaan yang tiada taranya.
Berani hidup berarti berani berjuang. Berani hidup juga berarti tidak mudah putus asa dan kehilangan pengharapan. Orang yang berani hidup adalah orang yang masih memiliki pengharapan akan hari esok. Apakah akan hujan ataukah berawan tidak takut untuk menghadapinya. Keindahan hidup tersedia bagi mereka yang berani menghadapinya.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Awali pertemuan dengan pertanyaan, mengapa penderitaan sering menciptakan trauma? Katakan, penderitaan tidak akan pernah merasuk hati jika kita tidak mengijinkannya. Sampaikan cerita di bawah. Tegaskan: luka di hati akan terjadi bilamana kita mengijinkannya.
2. Kemudian dilanjutkan dengan masuk pada penjelasan teks dengan poin-poin yang ada. Lihat penjelasan teks.
3. Aplikasi dalam kehidupan remaja dise-suaikan dengan kondisi remaja setempat. Apapun yang terjadi dalam kehidupan mereka saat ini kehidupan harus terus berlanjut. Keterbatasan dan kelemahan bukanlah alasan untuk takut menghadapi hidup. Penderitaan dan pergumulan juga tidak harus membuat remaja kehilangan pengharapan dan usaha. Berani menjalani hidup berarti memiliki pengharapan akan hari esok. Hidup bersama Tuhan yang empunya hari dan kehidupan.
4. Akhiri pertemuan dengan menyanyikan dari KJ 332:1-2, "Kekuatan Serta Penghiburan."

KEGIATAN
"Ayo Kamu Bisa"

1. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong remaja untuk berani bersaksi tentang pengalaman hidup mereka. Baik itu kecemasan, ketakutan, kegagalan, kekhawatiran, ataupun kelemahan dalam kehidupan mereka. Semua hal yang sering membuat mereka takut menghadapi hidup. Tetapi pengalaman membuat mereka bisa mengatasi itu semua dengan pertolongan Tuhan melalui teman, saudara, orang tua, atau sesama.
2. Peserta disuruh duduk secara melingkar dengan jarak yang tidak terlalu rapat.
3. Pemimpin menunjuk kepada salah satu peserta untuk mulai berhitung. Misalnya hitungan sampai lima. Remaja yang menyebutkan angka lima maka ia harus bersaksi atau bercerita. Salah satu pengalaman dalam hidupnya yang membuat ia berani menghadapi hidup sampai saat ini.
4. Pada saat remaja yang bersangkutan tidak berani atau malu maka remaja yang lain secara bersama-sama berkata:
Hai Anton! (misalnya yg akan bercerita namanya Anton) Jangan takut! Kamu pasti bisa!
5. Pemimpin bisa membuat variasi dengan mengubah angka hitungan 1 atau 2 atau 3 dst, agar setiap remaja mendapat giliran secara acak.

                                                 


KJ 332:1-2 "KEKUATAN SERTA PENGHIBURAN"

Kekuatan serta penghiburan
diberikan Tuhan padaku.
Tiap hari aku dibimbingnya,
tiap jam dihibur hatiku.
Dan sesuai dengan hikmat Tuhan
ku dib'rikan apa yang perlu.
Suka dan derita bergantian
memperkuat imanku.

Tiap hari Tuhan besertaku
diberi rahmat-Nya tiap jam.
Diangkatnya bila aku jatuh
dihalaunya musuhku kejam.
Yang namanya Raja Maha Kuasa
Bapa yang Kekal dan Abadi.
Mengimbangi duka dengan suka
dan menghibur yang sedih.

 


Tidak Menyentuh Hati

Katherina Bevis, seorang dosen, menceritakan ada seorang mahasiswa yang menggunakan kruk. Pemuda ini amat menarik perhatian karena memiliki optimisme yang tinggi dan supel sehingga dihormati dan dicintai teman-temannya.
Suatu hari Katherine bertanya :” Mengapa engkau cacat?” “Infantile Paralysis (Penyakit lumpuh yang menyerang anak-anak)” ujarnya tanpa mencoba membesar-besarkan apa yang dialaminya.
”Dengan keadaan semacam ini, bagaimana engkau sedemikian optimis?”
”Oh, penyakit ini tidak menyentuh jantung hatiku!” jawabnya. Orang boleh terserang penyakit apapun, selama hatinya belum tersentuh penyakit, ia tetap punya semangat punya kekuatan untuk bertahan.
 

                                                                                                                 

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

Agustus0107

Agustus0207

Agustus0307

Agustus 0407

September 0107

September 0207

September 0307

September 0407

     
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi