Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


september 2007

Wajah Berseri vs, Muram Durja

Membangun Impian

Give Me Home

Aku Ingin Mati

Life Must Go On
 


september 2007minggu 2
Membangun Impian

bacaan: kejadian 45:1-15
bahan: sulaman, ulartangga
 

                                 
                                              
                                                      
SEKILAS
Setiap orang memiliki impian dalam hidupnya. Hampir kebanyakan, impian itu amat menyenangkan. Semua orang ingin impian yang menyenangkan itu terwujud dalam hidupnya. Sayang tidak semua orang bisa membangun impiannya menjadi suatu kenyataan. Sebab, impian itu ternyata membutuhkan semangat dan perjuangan bahkan pengorbanan untuk mewujudkannya. Melalui pelajaran ini remaja diajak untuk mewujudkan impian mereka melalui perjuangan dalam hidup mereka. Setiap bagian dari hidup mereka adalah langkah untuk membangun impian mereka menjadi suatu kenyataan.

PENJELASAN TEKS
Yusuf Sang Pemimpi
Sejak muda Yusuf kerap mendapatkan mimpi-mimpi. Karena itu tepat sekali jika ia dijuluki si tukang mimpi (Kej. 37:19). Ia belum paham akan makna mimpinya. Ia pun men-ceritakan mimpi-mimpinya kepada saudara-saudaranya dan orang tuanya. Alhasil, mimpinya itu seringkali menimbulkan rasa tidak senang dari saudara-saudaranya. Mengapa? Siapa yang tidak marah. Yusuf pernah bermimpi, saudara-saudaranya sedang mengikat berkas-berkas gandum di ladang,. lalu bangkitlah berkas gandum Yusuf dan berkas-berkas gandum semua saudara-nya sujud menyembah berkas gandumnya (Kej. 37:7). Mimpinya bahkan pernah membuatnya ditegur orang tuanya. Kala itu ia bermimpi bahwa matahari,bulan, dan sebelas bintang sujud menyembah kepadanya (Kej. 37:9).
Ketidaksenangan saudaranya itu ter-akumulasi dalam rencana mencelakakan Yusuf. Akhirnya, mereka menjualnya kepada orang Ismael. Agaknya, mimpi Yusuf tinggal mimpi belaka. Benarkah?

Jalan Panjang Membangun Impian
Mewujudkan mimpi menjadi kenyata¬an tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Apa yang dialami Yusuf membuktikan bahwa bermimpi adalah Iebih mudah daripada mewujudkannya. Ketika ia dijual oleh saudara-saudaranya, maka ia terpisah dari orang tua yang mencintainya. Ia juga terpisah dari keluarga dan lingkungan sosial yang melindunginya. Ia kini menjadi budak yang tidak tahu ke mana nasib akan membawanya.
Tetapi satu hal yang pasti: Tuhan tidak pernah meninggalkannya. Ia hidup dalam pemeliharaan-Nya. Yusuf mendapatkan tuan yang baik yaitu Potifar (Kej. 39:1-2). Ia menda¬patkan kepercayaan dari Potifar untuk mengurusi harta dan rumah Potifar. Namun, persoalan seakan tak berhenti datang. Ia digoda istri Potifar (Kej. 39:7). Yusuf menolak godaan itu. Akibatnya, istri Potifar yang kecewa memfitnahnya. Ia mengatakan kepada orang-orang di rumahnya dan juga kepada suami-nya bahwa Yusuf mencoba mempermainkannya. Potifar yang mendengar laporan istrinya menangkap Yusuf dan memasukkannya ke dalam penjara (Kej. 39:20).
Grafik kehidupan Yusuf semakin menurun. Ia bukan hanya hidup di negeri orang, tetapi kini ia juga seorang tahanan. Secara manusiawi Yusuf menjalani kehidup¬an yang sulit. Tetapi karena Tuhan menyertainya, di penjara pun ia mendapat perlakuan yang baik. Ia dipercaya oleh kepala penjara untuk mengurus segala pekerjaan yang ada di penjara. Rupanya Yusuf tidak hanya menda¬patkan mimpi tetapi ia juga memiliki kemampuan untuk mengartikan mimpi orang lain.
Di penjara ia mengartikan mimpi dari juru minuman dan juru roti. Apa yang dikatakan Yusuf ternyata benar. Juru minuman kembali mendapatkan kedudukannya sedangkan juru roti dihukum mati oleh Firaun (Kej. 40:20-22). Cukup lama Yusuf mendekam di penjara, juru minum yang dulu berjanji akan menolongnya ternyata tidak menepati janjinya. Mimpi Yusuf untuk menjadi orang yang berkuasa jelas semakin kabur dan sulit untuk diwujudkan.

Yusuf Menjadi Penguasa di Mesir
Kesabaran dan ketabahan Yusuf akhirnya berbuah manis juga. Saat ia sedang di penjara, Firaun bermimpi. Ia sangat gelisah dengan mimpinya. Ia juga tidak tahu arti dari mimpinya. Bahkan semua ahli dan orang ber-ilmu di Mesir tidak mampu menafsirkannya. Pada saat itulah, juru minum teringat akan keahlian Yusuf, orang Ibrani yang ada di pen¬jara. Maka dipanggilah Yusuf untuk menafsirkan mimpi Firaun (Kej. 41:14). Kemudian Yusuf menafsirkan mimpi itu. Kemampuan Yusuf mengartikan mimpi Firaun menjadi jalan bagi Yusuf untuk mendapatkan kepercayaan dari Firaun. Firaun melantik Yusuf menjadi orang yang berkuasa atas seluruh tanah Mesir (Kej. 41:41). Ia bertugas untuk mengelola persediaan bahan makanan di Mesir. Mesir akan mengalami kelimpahan selama 7 tahun dan kemudian diikuti masa kelaparan selama 7 tahun juga. Yusuf harus mengelola dengan baik agar pada masa kelaparan rakyat Mesir tidak kekurangan makanan.
Mimpi Yusuf mulai terwujud. Ia menjadi orang yang berkuasa. Hidupnya mulai merangkak naik. Ketika masa kelaparan mulai terjadi di Mesir, hal yang sama juga terjadi di tanah kelahirannya. Juga menimpa orang tua dan saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya datang untuk membeli gandum karena disuruh oleh Yakub ayahnya, Yusuf telah menjadi seorang mangkubumi yang menangani penjualan gandum di Mesir. Semua saudaranya itu harus menghadap dan sujud kepadanya (Kej. 42:6). Mimpi Yusuf menjadi kenyataan. Saudara-saudaranya tunduk sujud kepadanya.

Mimpi itu Menjadi Kenyataan. (Kej. 45:1-15)
Pada akhirnya Yusuf mengungkapkan siapa ia sebenarnya. Ia tidak dapat lagi menyembunyikan identitasnya kepada saudara-saudaranya. Tentu saja ini mengejutkan sau¬dara-saudaranya. Mereka bukan saja terkejut tetapi juga takut. Jangan-jangan Yusuf akan membalas dendam kepada mereka.
Ternyata ketakutan mereka tidak terbukti karena Yusuf ternyata tidak ingin mem¬balas dendam. Ia menyadari bahwa apa yang terjadi pada dirinya tidak terlepas dari karya Tuhan yang ingin memelihara hidup umat-Nya. Saudara-saudaranya bisa saja melakukan segala sesuatu yang jahat tetapi Tuhan memakai untuk kebaikan umat-Nya (Kej. 45:7-8). Mimpi Yusuf kini telah menjadi kenyataan. Perjalanan panjang telah ia tempuh untuk membangun mimpinya. Mimpi yang semula menimbulkan iri hati dari saudara-saudaranya kini justru menyelamatkan mereka. Penafsiran mereka terhadap mimpi Yusuf ternyata salah besar. Memang Yusuf telah menjadi pemimpin dan kini mereka menghadapi kenyataan itu. Hanya saja Yusuf bukanlah penguasa yang bertindak arogan kepada orang tua dan saudara-saudaranya.
Membangun mimpi menjadi kenyata¬an bukanlah perkara mudah. Setiap orang harus bersedia berjuang dan berkorban. Memiliki kesediaan untuk menjalani proses yang panjang, jalan yang terjal berliku, dan ketabahan hati yang didasari pada keyakinan akan tuntunan Tuhan.

PENEGASAN
Jangan pernah takut untuk bermimpi. Setiap orang berhak untuk memiliki mimpi-mimpi indah dalam hidupnya. Mimpi dapat menjadi pemacu untuk hidup lebih baik. Perjalanan hidup adalah upaya untuk membangun impian. Jangan takut dengan terjalnya jalan kehidupan. Tempuhlah itu semua dengan ketekunan dan kesabaran.
Percayalah kepada penyertaan dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan ini. Inilah dasar yang kokoh karena Ia adalah pemilik kehidupan. Tuhan tidak pernah membiarkan umatNya berjuang sendirian. Perjalanan pahit akan menjadi pengalaman yang manis kalau kita jalani bersama dengan Tuhan.
Jangan cepat putus asa menghadapi rin-tangan dan kegagalan. Kegagalan adalah tangga menuju puncak keberhasilan di tahap selanjutnya. Hindari godaan untuk mencari jalan pintas dan berlaku curang. Jangan mudah tergoda pada kenikmatan dunia yang bersifat sesaat. Penyesalan senantiasa datang di kemudian hari. Lebih baik berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Tunjukkan kepada remaja bagian belakang sebuah sulaman/kruisteek. Apakah indahnya bagian itu? Tentu tidak ada, yang ada adalah carut-marutnya benang-benang yang tidak beraturan. Balik gambarnya dan tunjukkan kepada peserta bagian gambarnya. Kini mereka bisa melihat indahnya gambar di balik carut-marutnya benang yang tidak beraturan. Membangun mimpi menjadi kenyataan bukanlah perkara mudah. Jalan yang ditempuh penuh dengan kejutan, bisa mendaki bukit terjal, bisa juga menuruni lembah curam. Jatuh bangun bahkan pengorbanan adalah jalan yang harus ditempuh.

2. Masuk pada kisah Yusuf yang berjuang mewujudkan mimpinya. Lihat penjelasan teks. Jelaskan perjuangan dan pergumulan dalam perjalanan hidup Yusuf yang akhirnya mewujudkan mimpinya. Tekankan, kesetiaan Yusuf pada proses dalam hidupnya adalah salah satu kunci suksesnya. Takut akan Tuhan juga menjadi bagi¬an mendasar dari hidupnya untuk menjaganya agar tidak jatuh pada godaan-godaan dalam hidupnya. Perhatikan bagian penekanan.
3. Aplikasikan pada kehidupan remaja.Siapa di antara mereka yang tidak memiliki mimpi-mimpi dalam hidupnya?
Tentu semua punya, misalnya ingin berprestasi dalam studinya, ingin berhasil dalam karirnya, ingin memiliki profesi tertentu, dan sebagainya. Itu semua membutuhkan perjuangan untuk mewujudkannya. Sudahkan remaja menyadari dan memulai itu semua dari sekarang? Kalau belum, mereka belum terlambat untuk memulainya. Mulai dengan membangun kebiasaan baik dan memangkas kebiasaan-kebiasaan jelek. Seperti mencontek, membeli soal ujian, atau jalan pintas lain dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun impian memang membutuhkan kerja keras.
4. Akhiri dengan kegiatan

KEGIATAN
"Bermain UlarTangga"

1. Bagi peserta dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3-4 orang remaja.
2. Sediakan satu set alat permainan "ular tangga" dan jelaskan kepada peserta mereka akan berlomba menyelesaikan permainan secara bersama-sama. Setiap kelompok harus membagi tugas, misal-nya ada yang melempar dadu, ada yang menjalankan pionnya, ada yang menga-wasi kelompok yang lain.
3. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk melempar dadu sebanyak 15 kali misalnya (hal ini berhubungan dengan waktu).
4. Pemimpin memperhatikan proses yang ada. Misalnya apakah ada yang curang, apakah ada yang saling menyalahkan ketika terjadi kegagalan, bagaimana sikap mereka ketika pion mereka turun tangga. Perhatikan juga apakah mereka cukup sabar dan tidak mudah menyerah ketika mereka sulit menyelesaikan permainan dengan sukses.
                                  
                                     
                                

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

Agustus0107

Agustus0207

Agustus0307

Agustus 0407

September 0107

   
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi