|

SEKILAS
Masa remaja adalah masa yang penuh gairah dan keceriaan.
Ibarat matahari, masa ini adalah matahari pada jam sembilan
atau sepuluh pagi. Sebuah masa yang mestinya menyenangkan.
Namun tidak semua remaja mengalami kesenangan dan keceriaan
tersebut. Masa remaja malah menjadi masa yang suram dan
muram laksana matahari yang hampir tenggelam. Ada banyak
faktor yang menjadi penyebabnya. Bisa karena sebuah
pengalaman buruk, konsep diri yang salah atau bisa karena
kesalahan mengisi hidup. Bagaimana mengisi hidup dalam masa
remaja agar penuh keceriaan? Pelajaran ini dirancang untuk
menolong remaja agar menjadi remaja yang ceria.
PENJELASAN TEKS
Berhadapan dengan Allah yang Berdaulat
Menyadari bahwa korbannya ditolak oleh Tuhan, hati Kain
menjadi panas dan mukanya muram. Mengapa Tuhan menolak
korban Kain? Penolakan tersebut bukan kareŽna faktor jenis
korban atau kualitas korban Kain. Bahkan juga tidak terletak
pada motivasi Kain. Hal penting yang perlu dicatat dalam
kasus ini adalah: Allah tidak menolak totalitas diri Kain,
namun hanya persembahannya saja. Artinya masalahnya tidak
terletak pada diri Kain. Jika demikian, apa inti
persoalannya? Begini. Kisah ini mesti ditempatkan dalam
konteks tema-tema penting kitab Kejadian, terutama dalam
kaitannya dengan kisah penciptaan. Dalam Kej. 1-2 Allah
diperkenalkan sebagai Allah yang mencipta segala sesuatu.
Tema sentralnya adalah Allah: Sang Pencipta. Lalu dalam Kej
3-4, dikisahkan tentang manusia yang berhadapan dengan
kedaulatan Allah. Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa karena
melawan kedaulatan Allah. Nah, kisah Kain dan Habil adalah
kelanjutan kisah tentang manusia yang berhadapan dengan
kedaulatan Allah. Isu sentralnya adalah Allah yang berdaulat.
Jadi kisah penolakan korban persembahan ini sebenarnya
hendak menekankan tema kedaulatan Allah atas seluruh
ciptaan,vtermasuk kepada Kain. Justru karena Ia berdaulat
atas segala sesuatu, maka ia bebas melakukan segala sesuatu
sesuai dengan kebebasan kehendak-Nya. Ia bebas menolak atau
menerima sesuai dengan kehendak-Nya.
Allah adalah pemegang otoritas tertinggi.
Tapi kok subyektif? Ya, itu justru membuktikan bahwa Ia
adalah Allah yang hidup. Beda dengan berhala dan patung yang
mati. Bukankah semua yang hidup mempunyai subyektivitas?
TUHAN adalah Allah yang hidup dan berdaulat, karena
itu Ia berhak mengintervensi kehidupan Kain.
MUKA MURAM DAN HATINYA PANAS
Agaknya Kain salah memahami tindakan Allah. Ia berprasangka
buruk ; terhadap Allah. Ia tidak mampu menghargai ; Allah
sebagai pemegang kedaulatan tertinggi atas segala yang hidup.
Akibatnya hatinya panas dan mukanya muram. Ketika Allah
menolak korban persembahannya, ia berpikir bahwa Allah juga
menolak totalitas dirinya. Benarkah pandangan Kain? Tidak!
Allah tiŽdak menolak totalitas hidup Kain, melainkan hanya
persembahannya saja. Allah juga bukan Allah yang puas dan
senang melihat umat-Nya bermuram durja. Malahan Ia cemas dan
sedih. Buktinya? Allah masih memperhatikan Kain. Ketika
mengetahui bahwa hati Kain panas dan mukanya muram, Allah
mengundang Kain untuk melawan dosa. Allah cemas kalau-kalau
Kain terjerat dosa seperti bapak dan ibunya. Itulah sebabnya,
Allah mengingatkan Kain (tindakan ini tidak terjadi
terhadap Adam dan Hawa). Bahkan Allah masih merencanakan
"hidup yang berseri" kepada Kain, ketika Ia berkata:
"Apakah mukamu tidak akan berseri jika kamu berbuat baik?".
Ini semua menunjukkan kasih dan sayang Allah kepada Kain.
Namun sayang Kain lebih suka mengurung diri dalam kegelapan.
Apa yang membuat Kain terperangkap dalam kegelapan?
Pikiran negatif terhadap Allah, diri sendiri,dan sesama.
Ibaratnya Kain mengenakan kaca mata hitam pekat, sehingga
semua yang dilihatnya tampak gelap. Ia kemudian merayakan
hidup dengan kebencian, kemarahan dan kemuraman. Ia menjadi
sosok yang mengisi hidup dengan sikap agresif dan merusak.
Maka rusaklah hidup Habil dan hidupnya sendiri. Sebenarnya
Allah tidak menjatuhkan hukuman apa-apa kepada Kain sebelum
Kain bersikap agresif dan destruktif. Allah baru marah dan
menghukum Kain ketika ia membunuh Habil dan tidak
mengakuinya. Allah murka, ketika Kain mencari kepuasan hidup
dengan pilihan-pilihan yang merusak kehidupan. Sejak itu
kesulitan hidup Kain berlipat ganda: hidup terasing di bumi.
Terasing dari manusia dan bahkan dari alam. Tanah tidak
memberikan hasil sepenuhnya baginya. Lebih dari itu ia hidup
dalam ketakutan.
LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Di awal pertemuan, mintalah remaja mengenakan kacamata
dengan lensa dalam berbagai warna (yang sudah dipersiapkan
sebelumnya) secara bergiliran. Usahakan ada sejumlah
kacamata dengan berbagai warna. Jika tidak ada kacamata,
maka bisa diganti dengan plastik transparan dengan berbagai
warna.
Dari pengalaman tersebut jelaskan bahwa warna kacamata yang
kita pakai ternyata mempengaruhi pandangan kita. Jika kita
memakai kacamata hitam, maka segala sesuatu yang kita lihat
akan tampak gelap. Jika kacamata ungu, atau coklat, atau
merah muda yang kita pakai, maka pan-dangan kita tampak
lebih berwama. Kaca-mata yang kita pakai mempengaruhi pan-dangan
kita tentang segala sesuatu. Bukan hanya kacamata yang ada
di depan mata kita, tetapi juga "kacamata" psikologis yang
ada di belakang mata kita. Kacamata psikologis yang ada di
belakang mata kita menentukan sudut pandang kita terhadap
hidup. Jika "kacamata" itu suram dan gelap, maka cara kita
melihat dan meraya-kan hidup juga akan dipenuhi dengan
kesuraman. Hidup tidak menggairahkan dan terasa menyiksa.
2. Dengan memperhatikan Penjelasan Teks, ajaklah peserta
belajar dari kisah Kain. Jelaskan bahwa penolakan Allah
terhadap korban Kain itu bukan berarti penolakan terhadap
seluruh hidup Kain. Penolakan itu awalnya juga bukan
penolakan abadi. Allah merindukan kehidupan Kain "berseri",
bukan muram dan suram. Allah hanya ingin diakui dan
dihormati sebagai Allah yang berdaulat. Kain diundang
menghargai secara positif kedaulatan tersebut dan sekaligus
sedia menerima jika hidupnya diintervensi oleh Allah. Kain
diingatkan untuk membuka "kacaŽmata hitam"-nya, agar dapat
melihat hal-hal baik yang sudah, sedang, dan akan dilakukan
Allah terhadapnya. Jika itu dilakukan maka "mukamu akan
berseri". "Bukankah mukamu akan berseri jika engkau berbuat
baik?" kata Allah. Di balik ungkap-an ini terdapat
panggilan agar Kain ber-sedia bekerja sama dengan Allah
untuk mengisi hidupnya dengan berpandangan positif, dengan
hal-hal yang baik dan konstruktif. Inilah rahasia dari
keceriaan hidup: Berpikir positif! Sayang Kain menolak
panggilan itu. Ia lebih memilih mengisi hidup dengan hati
yang panas dan muka yang suram. Lalu mengejar kepuasan hidup
dalam tindakan destruktif dan mematikan. Akibatnya Allah
kini bukan saja menolak korban persembahannya, malahan
seluruh hidupnya. Terbuang jauh dari Allah, Sang sumber
hidup. Hidup penuh ketakutan dan kemuraman.
|
 |
3. Ingatkanlah bahwa masa remaja adalah masa yang indah: jika
diibaratkan kuntum bunga ia sedang mekar. Hidup yang penuh
keceriaan dan berseri akan terjadi jika remaja selalu
belajar berpikir positif dan melakukan tindakan yang positif
dalam mengisi hidupnya. Hidup akan berseri jika tidak diisi
dengan hal-hal yang destruktif. Jadi untuk menjadi remaja
yang ceria dan berseri, tidak perlu merusak diri dengan
rokok, minuman keras, nge-drug, dll. Apalagi dengan merusak
kehidupan orang lain. Isilah hidup dengan hal-hal yang
menyenangkan dan positif. Contohnya: berolah raga, menyanyi,
membaca, mencari teman bergaul yang baik, rileks, boleh juga
bermimpi. Tuhan memberi kamu tubuh yang sehat, jadi
peliharalah dengan berolah raga. Jadikanlah olah raga
sebagai kegiatan yang membuat kamu senang. Ketika berolah
raga hingga berkeringat, tubuh memproduksi zat-zat kimia
yang memŽbuat kita senang. Olah raga juga memberi kita
tantangan dan perasaan terhibur. Secara psikologis juga
menghasilkan perasaan yang lebih baik. Dengan mencari
pergaulan yang baik, hidup akan berkembang secara positif.
Kita punya teman untuk berbagi, mendengar, mengkritik,
mendoakan, dan memberi dukungan. Relaksasi, menyanyi, dan
berkesenian membuat kita lebih tenang, dapat menghayati dan
mensyukuri anugrah dan kebaikan Tuhan, dan pada akhirnya
memunculkan hal-hal positif dalam hidup kita. Bermimpi juga
penting! Hidup ini menjemukan tanpa mimpi. Orang yang tidak
pernah bermimpi adalah orang yang tidak pernah memikirkan
masa depannya. Buatlah impian yang besar dan menakjubkan.
Buatlah hal-hal yang berharga dalam hidupmu. Jika kita tidak
punya impian, maka kita akan hidup menurut impian orang
lain. Jika kita punya mimpi, maka kita akan bekerja keras
untuk meraih mimpi itu. Pikiran positif dan kegiatan-
kegiatan positif di atas akan membuat hidup kita bergairah,
ceria, dan berseri.
4. Akhiri penyajian bahan dengan bermain: IT'S ME!
KEGIATAN
It's Me!
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih remaja mengenali dan
antusias terhadap nilai-nilai unggul dari setiap hal yang
dikerjakannya. Dalam kehidupan sesehari banyak remaja tidak
menyadari bahwa dalam dirinya terdapat potensi-potensi luar
biasa yang bisa membuat "hidup berseri". Kesadar-an tersebut
terkubur oleh cara memandang diri sendiri secara negatif.
Untuk mengenali nilai-nilai unggul itu dibutuhkan kebiasaan
berpikir positif dan bertindak positif. Inilah kunci
antusiasme dan keceriaan hidup. Bagaimana aturan mainnya?
- Mintalah setiap remaja memperkenalkan diri dengan cara
yang paling atraktif tentang: nama, hobi, sekolah, status,
pacar, kegiatan yang sedang ditekuni, rencana-rencana
kegiatan yang akan dilakukan, juga mimpi dan cita-citanya,
dll.
- Ketika menyebut hal-hal di atas peserta tidak boleh hanya
sekadar menyebutkan saja, melainkan harus melakukan
eksplorasi keunggulan-keunggulan yang terkandung didalam
identitasnya.
- Sebelum memperkenalkan diri, remaja boleh membuat
catatan lebih dulu.
- Ketika ia mempresentasikan dirinya, peserta lain boleh
bertepuk tangan dan memberi dukungan positif, namun tidak
boleh mencela.
|
 |
Contoh:
Nama: Eirene.Artinya"damai".
Nama ini diberikan orang tuaku ketika situasi negeri
ini penuh kekacauan.
Pengharapan di balik nama ini adalah agar
kehadiranku selalu membawa damai.
Aku senang ada di sini di antara anda semua. Anda
mau menjadi pembawa damai? Mari bersamaku! Karena
untuk itulah aku dilahirkan.
Hoby: Bernyanyi.
Kata orang suaraku lembut, merdu, dan dahsyat. Jadi
bukan saja namaku yang membawa tentram tapi juga
suaraku. Hati gundah, atau kepala mau pecah pasti
dapat dicegah jika aku bemyanyi. Jangankan manusia,
seluruh semesta akan terpesona jika aku buka suara.
Tapi aku tidak akan bernyanyi jika tujuannya hanya
untuk tebar pesona. Aku hanya akan bernyanyi untuk
tujuan yang lebih mulia. Suaraku hanya untuk
keagungan asthma Tuhan!
Cita-cita:
............................................. |
|