Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


september 2007

Wajah Berseri vs, Muram Durja

Membangun Impian

Give Me Home

Aku Ingin Mati

Life Must Go On
 


september 2007minggu1
Wajah Berseri vs. Muram Durja

bacaan: kejadian 4:1-16
bahan: sejumlah kacamata dengan berbagai warna
 

                                 
                                              

SEKILAS
Masa remaja adalah masa yang penuh gairah dan keceriaan. Ibarat matahari, masa ini adalah matahari pada jam sembilan atau sepuluh pagi. Sebuah masa yang mestinya menyenangkan. Namun tidak semua remaja mengalami kesenangan dan keceriaan tersebut. Masa remaja malah menjadi masa yang suram dan muram laksana matahari yang hampir tenggelam. Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Bisa karena sebuah pengalaman buruk, konsep diri yang salah atau bisa karena kesalahan mengisi hidup. Bagaimana mengisi hidup dalam masa remaja agar penuh keceriaan? Pelajaran ini dirancang untuk menolong remaja agar menjadi remaja yang ceria.

PENJELASAN TEKS
Berhadapan dengan Allah yang Berdaulat
Menyadari bahwa korbannya ditolak oleh Tuhan, hati Kain menjadi panas dan mukanya muram. Mengapa Tuhan menolak korban Kain? Penolakan tersebut bukan kareŽna faktor jenis korban atau kualitas korban Kain. Bahkan juga tidak terletak pada motivasi Kain. Hal penting yang perlu dicatat dalam kasus ini adalah: Allah tidak menolak totalitas diri Kain, namun hanya persembahannya saja. Artinya masalahnya tidak terletak pada diri Kain. Jika demikian, apa inti persoalannya? Begini. Kisah ini mesti ditempatkan dalam konteks tema-tema penting kitab Kejadian, terutama dalam kaitannya dengan kisah penciptaan. Dalam Kej. 1-2 Allah diperkenalkan sebagai Allah yang mencipta segala sesuatu. Tema sentralnya adalah Allah: Sang Pencipta. Lalu dalam Kej 3-4, dikisahkan tentang manusia yang berhadapan dengan kedaulatan Allah. Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa karena melawan kedaulatan Allah. Nah, kisah Kain dan Habil adalah kelanjutan kisah tentang manusia yang berhadapan dengan kedaulatan Allah. Isu sentralnya adalah Allah yang berdaulat. Jadi kisah penolakan korban persembahan ini sebenarnya hendak menekankan tema kedaulatan Allah atas seluruh ciptaan,vtermasuk kepada Kain. Justru karena Ia berdaulat atas segala sesuatu, maka ia bebas melakukan segala sesuatu sesuai dengan kebebasan kehendak-Nya. Ia bebas menolak atau menerima sesuai dengan kehendak-Nya.
Allah adalah pemegang otoritas tertinggi.
Tapi kok subyektif? Ya, itu justru membuktikan bahwa Ia adalah Allah yang hidup. Beda dengan berhala dan patung yang mati. Bukankah semua yang hidup mempunyai subyektivitas? TUHAN adalah Allah yang  hidup dan berdaulat, karena itu Ia berhak  mengintervensi kehidupan Kain.

MUKA MURAM DAN HATINYA PANAS
Agaknya Kain salah memahami tindakan Allah. Ia berprasangka buruk ; terhadap Allah. Ia tidak mampu menghargai ; Allah sebagai pemegang kedaulatan tertinggi atas segala yang hidup. Akibatnya hatinya panas dan mukanya muram. Ketika Allah menolak korban persembahannya, ia berpikir bahwa Allah juga menolak totalitas dirinya. Benarkah pandangan Kain? Tidak! Allah tiŽdak menolak totalitas hidup Kain, melainkan hanya persembahannya saja. Allah juga bukan Allah yang puas dan senang melihat umat-Nya bermuram durja. Malahan Ia cemas dan sedih. Buktinya? Allah masih memperhatikan Kain. Ketika mengetahui bahwa hati Kain panas dan mukanya muram, Allah mengundang Kain untuk melawan dosa. Allah cemas kalau-kalau Kain terjerat dosa seperti bapak dan ibunya. Itulah sebabnya, Allah mengingatkan Kain (tindakan ini tidak terjadi terhadap Adam dan Hawa). Bahkan Allah masih merencanakan "hidup yang berseri" kepada Kain, ketika Ia berkata: "Apakah mukamu tidak akan berseri jika kamu berbuat baik?". Ini semua menunjukkan kasih dan sayang Allah kepada Kain.
Namun sayang Kain lebih suka mengurung diri dalam kegelapan. Apa yang membuat Kain terperangkap dalam kegelapan?
Pikiran negatif terhadap Allah, diri sendiri,dan sesama. Ibaratnya Kain mengenakan kaca mata hitam pekat, sehingga semua yang dilihatnya tampak gelap. Ia kemudian merayakan hidup dengan kebencian, kemarahan dan kemuraman. Ia menjadi sosok yang mengisi hidup dengan sikap agresif dan merusak.
Maka rusaklah hidup Habil dan hidupnya sendiri. Sebenarnya Allah tidak menjatuhkan hukuman apa-apa kepada Kain sebelum Kain bersikap agresif dan destruktif. Allah baru marah dan menghukum Kain ketika ia membunuh Habil dan tidak mengakuinya. Allah murka, ketika Kain mencari kepuasan hidup dengan pilihan-pilihan yang merusak kehidupan. Sejak itu kesulitan hidup Kain berlipat ganda: hidup terasing di bumi. Terasing dari manusia dan bahkan dari alam. Tanah tidak memberikan hasil sepenuhnya baginya. Lebih dari itu ia hidup dalam ketakutan.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Di awal pertemuan, mintalah remaja mengenakan kacamata dengan lensa dalam berbagai warna (yang sudah dipersiapkan sebelumnya) secara bergiliran. Usahakan ada sejumlah kacamata dengan berbagai warna. Jika tidak ada kacamata, maka bisa diganti dengan plastik transparan dengan berbagai warna.
Dari pengalaman tersebut jelaskan bahwa warna kacamata yang kita pakai ternyata mempengaruhi pandangan kita. Jika kita memakai kacamata hitam, maka segala sesuatu yang kita lihat akan tampak gelap. Jika kacamata ungu, atau coklat, atau merah muda yang kita pakai, maka pan-dangan kita tampak lebih berwama. Kaca-mata yang kita pakai mempengaruhi pan-dangan kita tentang segala sesuatu. Bukan hanya kacamata yang ada di depan mata kita, tetapi juga "kacamata" psikologis yang ada di belakang mata kita. Kacamata psikologis yang ada di belakang mata kita menentukan sudut pandang kita terhadap hidup. Jika "kacamata" itu suram dan gelap, maka cara kita melihat dan meraya-kan hidup juga akan dipenuhi dengan kesuraman. Hidup tidak menggairahkan dan terasa menyiksa.
2. Dengan memperhatikan Penjelasan Teks, ajaklah peserta belajar dari kisah Kain. Jelaskan bahwa penolakan Allah terhadap korban Kain itu bukan berarti penolakan terhadap seluruh hidup Kain. Penolakan itu awalnya juga bukan penolakan abadi. Allah merindukan kehidupan Kain "berseri", bukan muram dan suram. Allah hanya ingin diakui dan dihormati sebagai Allah yang berdaulat. Kain diundang menghargai secara positif kedaulatan tersebut dan sekaligus sedia menerima jika hidupnya diintervensi oleh Allah. Kain diingatkan untuk membuka "kacaŽmata hitam"-nya, agar dapat melihat hal-hal baik yang sudah, sedang, dan akan dilakukan Allah terhadapnya. Jika itu dilakukan maka "mukamu akan berseri". "Bukankah mukamu akan berseri jika engkau berbuat baik?" kata Allah. Di balik ungkap-an ini terdapat panggilan agar Kain ber-sedia bekerja sama dengan Allah untuk mengisi hidupnya dengan berpandangan positif, dengan hal-hal yang baik dan  konstruktif. Inilah rahasia dari keceriaan hidup: Berpikir positif! Sayang Kain menolak panggilan itu. Ia lebih memilih mengisi hidup dengan hati yang panas dan muka yang suram. Lalu mengejar kepuasan hidup dalam tindakan destruktif dan mematikan. Akibatnya Allah kini bukan saja menolak korban persembahannya, malahan seluruh hidupnya. Terbuang jauh dari Allah, Sang sumber hidup. Hidup penuh ketakutan dan kemuraman.

3. Ingatkanlah bahwa masa remaja adalah masa yang indah: jika diibaratkan kuntum bunga ia sedang mekar. Hidup yang penuh keceriaan dan berseri akan terjadi jika remaja selalu belajar berpikir positif dan melakukan tindakan yang positif dalam mengisi hidupnya. Hidup akan berseri jika tidak diisi dengan hal-hal yang destruktif. Jadi untuk menjadi remaja yang ceria dan berseri, tidak perlu merusak diri dengan rokok, minuman keras, nge-drug, dll. Apalagi dengan merusak kehidupan orang lain. Isilah hidup dengan hal-hal yang menyenangkan dan positif. Contohnya: berolah raga, menyanyi, membaca, mencari teman bergaul yang baik, rileks, boleh juga bermimpi. Tuhan memberi kamu tubuh yang sehat, jadi peliharalah dengan berolah raga. Jadikanlah olah raga sebagai kegiatan yang membuat kamu senang. Ketika berolah raga hingga berkeringat, tubuh memproduksi zat-zat kimia yang memŽbuat kita senang. Olah raga juga memberi kita tantangan dan perasaan terhibur. Secara psikologis juga menghasilkan perasaan yang lebih baik. Dengan mencari pergaulan yang baik, hidup akan berkembang secara positif. Kita punya teman untuk berbagi, mendengar, mengkritik, mendoakan, dan memberi dukungan. Relaksasi, menyanyi, dan berkesenian membuat kita lebih tenang, dapat menghayati dan mensyukuri anugrah dan kebaikan Tuhan, dan pada akhirnya memunculkan hal-hal positif dalam hidup kita. Bermimpi juga penting! Hidup ini menjemukan tanpa mimpi. Orang yang tidak pernah bermimpi adalah orang yang tidak pernah memikirkan masa depannya. Buatlah impian yang besar dan menakjubkan. Buatlah hal-hal yang berharga dalam hidupmu. Jika kita tidak punya impian, maka kita akan hidup menurut impian orang lain. Jika kita punya mimpi, maka kita akan bekerja keras untuk meraih mimpi itu. Pikiran positif dan kegiatan- kegiatan positif di atas akan membuat hidup kita bergairah, ceria, dan berseri.
4. Akhiri penyajian bahan dengan bermain: IT'S ME!

KEGIATAN
It's Me!

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih remaja mengenali dan antusias terhadap nilai-nilai unggul dari setiap hal yang dikerjakannya. Dalam kehidupan sesehari banyak remaja tidak menyadari bahwa dalam dirinya terdapat potensi-potensi luar biasa yang bisa membuat "hidup berseri". Kesadar-an tersebut terkubur oleh cara memandang diri sendiri secara negatif. Untuk mengenali nilai-nilai unggul itu dibutuhkan kebiasaan berpikir positif dan bertindak positif. Inilah kunci antusiasme dan keceriaan hidup. Bagaimana aturan mainnya?
- Mintalah setiap remaja memperkenalkan diri dengan cara yang paling atraktif tentang: nama, hobi, sekolah, status, pacar, kegiatan yang sedang ditekuni, rencana-rencana kegiatan yang akan dilakukan, juga mimpi dan cita-citanya, dll.
- Ketika menyebut hal-hal di atas peserta tidak boleh hanya sekadar menyebutkan saja, melainkan harus melakukan eksplorasi keunggulan-keunggulan yang terkandung didalam identitasnya.
-  Sebelum memperkenalkan diri, remaja boleh membuat catatan lebih dulu.
- Ketika ia mempresentasikan dirinya, peserta lain boleh bertepuk tangan dan memberi dukungan positif, namun tidak boleh mencela.

Contoh:
Nama: Eirene.Artinya"damai".
Nama ini diberikan orang tuaku ketika situasi negeri ini penuh kekacauan.
Pengharapan di balik nama ini adalah agar kehadiranku selalu membawa damai.
Aku senang ada di sini di antara anda semua. Anda mau menjadi pembawa damai? Mari bersamaku! Karena untuk itulah aku dilahirkan.
Hoby: Bernyanyi.
Kata orang suaraku lembut, merdu, dan dahsyat. Jadi bukan saja namaku yang membawa tentram tapi juga suaraku. Hati gundah, atau kepala mau pecah pasti dapat dicegah jika aku bemyanyi. Jangankan manusia, seluruh semesta akan terpesona jika aku buka suara. Tapi aku tidak akan bernyanyi jika tujuannya hanya untuk tebar pesona. Aku hanya akan bernyanyi untuk tujuan yang lebih mulia. Suaraku hanya untuk keagungan asthma Tuhan!
Cita-cita: .............................................

                                  
                                     
                                

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

Agustus0107

Agustus0207

Agustus0307

Agustus 0407

     
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright Đ 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi