Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


oktober 2007

Masalah Keluargaku, Masalahku Juga

Ribut Rukun dalam Keluarga

Keluargaku Manis, Keluargaku Harmonis

Lilin Kecil di Tengah Keluarga
 


oktober 2007minggu4
Lilin Kecil di Tengah Keluarga

bacaan: roma 13:12-14 I
bahan: lilin dan korek api
 

                                                                        
                                              
SEKILAS
Cahaya lilin memiliki arti yang penting bukan pada siang hari, atau pada saat lampu listrik menyala. Melainkan pada malam hari, pada saat listrik padam. Memang cahayanya kecil. Tetapi sekecil apapun cahayanya, dalam kegelapan ia sangat dibutuhkan. Ketika lilin dinyalakan dan cahayanya memancar, apakah yang terjadi dengan lilin? Lilin hancur karena meleleh. Ia sangat berarti meski harus mengorbankan diri. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk memberi arti kepada sesama. Meskipun untuk itu terkadang dibu¬tuhkan pengorbanan. Apakah remaja dapat memberi arti bagi sesama? Tentu saja, dan itu diawali dari dalam keluarga masing-masing.

PENJELASAN TEKS
Seruan Untuk Meninggalkan Dosa

Rasul Paulus mengingatkan kita untuk waspada dalam hidup di dunia ini. Nasihat untuk selalu berjaga-jaga selalu dinyatakannya agar orang Kristen dapat hidup kudus dan menjadi teladan bagi sesamanya. Hidup kudus yang dimaksud Rasul Paulus dimulai dari kesediaan menanggalkan manusia lama atau perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan senjata terang yakni kesopanan. Kesopanan bukan hanya sekedar etiket sopan santun saja. Kata sopan dikaitkan dengan kehidupan pada siang hari. Artinya, kehidupan orang kristen harus dilihat dan menjadi teladan orang lain. Kehidupan yang "terang." Rasul Paulus mempertentangkan kehidupan "terang" dan kehidupan "gelap." Kehidupan gelap ditandai dengan berbagai tindakan yang menunjukkan ketidakmampuan manusia mengendalikan diri. Paulus memaparkan enam dosa. Keenam dosa itu terkait pada tiga pokok dosa:

Pertama: pesta pora dan kemabukan.
Bahasa Indonesia sehari-hari (BIS) menerjemahkan kata komos dengan berpesta pora melampaui batas. Pesta semacam ini akan mengganggu orang lain. Pesta pora semacam ini memiliki arti yang lebih luas yaitu memuja gaya hidup hedonis. Hanya peduli pada kesenangan sendiri dan menutup mata pada kepentingan orang lain. Pesta semacam itu berkait dengan kemabukan. Bagi orang Yunani, kemabukan adalah hal yang memalukan, sebab mereka terbiasa dengan minuman beralkohol. Makna yang lebih dalam lagi dari kata kemabukan ini adalah jangan mempermalukan diri dengan hal-hal yang tidak pantas. Sebab biasanya orang yang mabuk tidak sadar diri.
Kedua: percabulan dan hawa nafsu. Kata percabulan (koite) berarti tempat tidur dan/atau keinginan akan tempat tidur yang terlarang. Kata ini menggambarkan hilangnya kesetiaan akibat keinginan untuk menikmati kesenangan sesaat dan ketidakmampuan mengekang hawa nafsu. Ketidakmampuan mengekang hawa nafsu membuat manusia seperingkat dengan hewan.
Ketiga: perselisihan dan iri hati. Perselisihan timbul dari adanya persaingan yang kotor. Dalam persaingan yang kotor, segala hal boleh dipergunakan asal tujuan tercapai. Itu semua berangkat dari iri hati. Sikap iri hati muncul atas ketidakpuasan dalam diri jika membandingkan diri dengan orang lain.
Dosa itu harus ditinggalkan. Sebab mereka yang hidup dalam dosa seperti itu adalah manusia kegelapan dan kegelapan tidak akan memancarkan terang.

Mengenakan Kristus sebagai senjata terang agar memancarkan terang
Pada ayat 14, Rasul Paulus mengatakan; "Kenakanlah Kristus sebagai senjata terang" . Dalam beberapa perikop, Rasul Paulus menyatakan bahwa terang adalah lambang kekudusan hidup. Jadi jika kita dipanggil untuk mempergunakan Kristus sebagai senjata terang, maka kita dipanggil untuk hidup kudus di dalam Tuhan. Bagaimanakah senjata terang itu didapat? Terang itu didapatkan dari kesediaan menyangkal diri (dalam Roma 13:14 disebut dengan merawat tubuh agar tidak terjatuh pada keinginan untuk memuaskan diri) dan hal itu dilakukan dengan menghindarkan diri dari kehidupan dalam dosa seperti yang ditulis dalam Roma 13:12-13. Mengenakan Tuhan Yesus Kristus sebagai senjata terang juga memiliki makna agar kita memancarkan terang Kristus kepada banyak orang.
Untuk menjadi terang, berarti dibutuhkan pengorbanan. Salah satunya adalah melawan kesenangan diri sendiri. Sebab, menjadi terang juga berarti bersedia menjadi teladan bagi sesama. Bisa dibayangkan, apalagi buat remaja, betapa tidak mudah tampil melawan larus. Tetapi, itulah yang Tuhan minta. Seperti sebuah lilin yang memberi terang dan harus meleleh karenanya, demikianlah anak-anak terang.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Mulailah dengan permainan adu cepat memegang anggota tubuh. Aturan mainnya, minta remaja memperhatikan pemimpin yang akan mengecohkan mereka. Lalu mereka diminta melakukan sesuai dengan apa yang dikatakan pemimpin. Misalnya, pemimpin berkata pegang telinga, dia sendiri memegang hidung. Perhatikan berapa banyak remaja yang salah. Katakan pada remaja, sering dalam hidup kita mengikuti apa yang terjadi di sekitar kita. Tak jarang, itu justru menjerumuskan remaja pada persoalan besar.
2. Remaja diajak melihat panggilan orang Kristen yaitu menjadi terang bagi sesamanya dengan jalan meninggalkan kehidup¬an dalam dosa dan memasuki kehidupan Kristus, seperti yang terdapat dalam Roma 13:12-14. Berikan penekanan bahwa kita dipanggil untuk mengenakan Tuhan Yesus Kristus sebagai senjata terang.
Dengan menjadikan Kristus sebagai senjata terang, maka hidup kita pun akan memancarkan terang Kristus.
3. Untuk menjadi terang tidak mudah, sebab dibutuhkan kesediaan untuk "melelehkan diri" dengan menyangkal diri.
4. Ajak remaja belajar menjadi terang, pertama-tama dalam lingkup terkecil, yaitu dari dalam keluarga masing-masing. Mencoba untuk tidak bersikap egois, mulailah untuk tidak mudah menjadi pribadi yang senang dengan perselisihan, mulailah dengan membuang segala bentuk iri hati terhadap sesama anggota keluarga. Berikanlah contoh-contoh praktis. Tekankan, terang tidak mungkin disembunyikan. Ketika kita menjadi terang, mereka yang ada di sekitar kita akan melihatnya.

KEGIATAN
1. Pemandu dapat mengajak remaja mem¬perhatikan lilin yang dinyalakan. Jika persekutuan dilakukan pada siang hari, tunjukkanlah bahwa cahaya lilin itu tidak memiliki arti. Jika persekutuan dilakukan pada malam hari, ajaklah remaja mengamati lilin yang dinyalakan bersamaan dengan lampu listrik dinyalakan. Cahaya itu juga tidak memiliki arti. Matikanlah lampu dan lihatlah, dalam kegelapan lilin yang kecil dengan cahaya yang kecil itu ternyata memiliki arti yang besar bagi kita.
2. Ajaklah remaja mengamati, bagaimana lilin itu meleleh ketika dinyalakan. Apa yang akan terjadi jika lilin itu tidak meleleh? Tentu tidak akan ada terang, sebab untuk dapat menghasilkan cahaya, lilin harus dibakar dan meleleh. Dari aktivitas ini, ajaklah remaja untuk menarik kesimpulan dari pertanyaan ini: bagaimana dengan diri kita, beranikah kita melelehkan diri untuk menyalakan hidup yang benar? Maukah kita memulainya dari dalam rumah kita masing-masing?

                                                                                                                

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

Agustus0107

Agustus0207

Agustus0307

Agustus 0407

September 0107

September 0207

September 0307

September 0407

 September 0507

Oktober 0107

Oktober 0207

Oktober 0307

     
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi