Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


oktober 2007

Masalah Keluargaku, Masalahku Juga

Ribut Rukun dalam Keluarga

Keluargaku Manis, Keluargaku Harmonis

Lilin Kecil di Tengah Keluarga
 


oktober 2007minggu1
Masalah Keluargaku, Masalahku Juga

bacaan:rut 1:1-22

bahan: sebuah bola
 

                                                                        
                                           
SEKILAS
Masalah dalam keluarga bukan hanya "beban" bagi orang tua, tetapi juga bagi seluruh anggota keluarga. Jika keluarga ibarat tubuh, luka di jari manis juga pasti dirasakan lengan. Kepala turut terasa nyut-nyutan akibat gigi yang berlobang dan sakit. Masalah keluargaku adalah masalahku juga. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh lepas tangan dari problematika dalam keluarga kita. Pelajaran ini dirancang agar remaja memiliki kepedulian atas persoalan keluarganya.

PENJELASAN TEKS
Masalah adalah kenyataan hidup

Elimelekh dan Naomi adalah orang Efrata, dari Betlehem-Yehuda. Pada jaman hakim-hakim memerintah, terjadilah kelaparan di tanah Israel. Mereka bersama kedua anaknya, Mahlon dan Kilyon, meninggalkan tanah airnya dan pergi ke Moab. Tak lama setelah Elimelekh dan keluarganya menetap di Moab, matilah Elimelekh. Naomi tinggal di Moab dengan kedua anaknya. Di Moab, Mahlon dan Kilyon menikah dengan wanita dari Moab. Nama mereka adalah Orpa dan Rut. Setelah 10 tahun mereka menetap di sana, matilah Mahlon dan Kilyon. Naomi, Orpa, dan Rut menjadi janda. Sebuah perso¬alan keluarga terlihat di sana. Namun, dari cerita selanjutnya, tampak bahwa kematian para suami tidaklah membuat mereka patah semangat. Masalah adalah kenyataan hidup yang harus dihadapi bersama. Bagaimana mereka menghadapinya?

Mencari solusi adalah jalan terbaik mengatasi masalah
Setelah kematian Mahlon dan Kilyon, Naomi berniat pulang ke tanah airnya bersama kedua menantunya. Pernyataan ini menunjukkan mereka kompak menghadapi persoalan bersama. Mereka bersatu sebagai sebuah keluarga untuk mengatasi persoalan.
Kepulangan mereka oleh sebab ada kabar bahwa Tuhan telah memulihkan keadaan Betlehem. Ketika mereka berada di tengah jalan, berkatalah Naomi kepada kedua menantunya: "Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya, Tuhan kiranya menunjukkan kasih-Nya". Apakah Naomi tidak sayang pada kedua menantunya? Tentu saja tidak. Ia sayang dan karena itu memikirkan masa depan menantunya. Ia pernah merasakan tinggal di negeri asing. Ia merasakan ketidaknyamanan, homesick. Ia menyuruh pulang agar kedua menantunya dapat hidup lebih baik.
Namun, kedua menantunya menolak, Mereka tidak ingin meninggalkan Naomi sen-dirian. Siapa lagi yang dimiliki Naomi kalau bukan mereka berdua? Karena itu berkatalah Orpa dan Rut: "Tidak, kami akan ikut dengan engkau, pulang ke bangsamu". Naomi memberi argumentasi lain. Katanya: "Pulanglah anak-anakku, pergilah, sebab aku tidak mungkin lagi melahirkan laki-laki bagi kalian, seandainyapun aku punya anak, masakan engkau akan menantinya sampai dewasa? Janganlah kiranya demikian anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan Tuhan teracung padamu?" (ayat 10-13). Argumentasi Naomi berkaitan dengan aturan perkawinan levirat. Levirat (dari kata Ibrani levir, artinya saudara laki-laki suami) adalah aturan menggantikan kedudukan suami yang meninggal jika tidak memiliki anak. Penggantinya adalah saudara laki-laki itu. Penjelasan Naomi menunjukkan bahwa Orpa dan Rut tidak memiliki anak. Dalam tradisi Yahudi, kedudukan perempuan sangat rendah. Ditambah lagi kalau ia seorang janda tanpa anak. Dengan demikian, perkataan Naomi menegaskan kemungkinan penderitaan yang menimpa Orpa dan Rut jika memutuskan hendak mengikutinya.
Dialog antara mertua dan menantu di atas menunjukkan bahwa komunikasi dalam rumah tangga sangat diperlukan. Dengan itu, persoalan sebesar apapun dapat dibicarakan.
Darinya keputusan terbaik dapat dipilih.

Pilihan Yang Terbaik
Mendengar penjelasan itu, Orpa meninggalkan Naomi dan kembali ke tanah airnya. Kepergiannya bukan karena ia tidak mengasihi Naomi. Justru karena ia mendengar kata-kata Naomi, ia mengasihi Naomi, untuk itu ia memutuskan pulang. Bagi Orpa inilah solusi yang terbaik untuknya dan untuk Naomi, mertuanya.
Sedangkan Rut memilih tetap mengikuti perjalanan Naomi. Solusi yang diambil Rut tidak langsung diterima oleh Naomi, karena itu ia berkata: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada allahnya, pulanglah dan ikuti iparmu itu" (ayat 15).
|Naomi berusaha menyakinkan Rut bahwa meninggalkan dirinya adalah lebih baik.
Tetapi Rut berkeras, katanya: "Jangan desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau, sebab ke mana engkau pergi, ke situ juga aku pergi, dan ke mana engkau bermalam, ke situlah aku akan bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku, di mana engkau mati, akupun mati di sana dan di sanalah aku dikuburkan. "Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih lagi daripada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain daripada maut!" (ayat 16-18). Rut tetap pada pendiriannya. Bukan karena ia mengeraskan hati, tetapi karena ia memang ingin mendampingi ibu mertuanya dalam segala keadaan. Keputusan Rut tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk Naomi, Ia mengasihi ibu mertuanya. Untuk itu, ia menyatakan tekadnya: "Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih lagi daripada itu...". Setelah Naomi mendengar pernyataan Rut, ia pun menerimanya. Mereka berdua berjalan menuju tanah Betlehem.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Sebagai pembuka, ceritakanlah Kisah Yanto (lihat di bawah). Ajak remaja mendiskusikan kisah ini dengan bertanya: Apakah lari dari rumah adalah solusi yang terbaik? Apakah setelah lari dari rumah, Yanto betul-betul terlepas dari persoalan? Apakah dengan sepeninggal Yanto, keluarganya menjadi lebih baik?
2. Tuntun remaja menyadari bahwa jalan keluar Yanto adalah jalan keluar yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Padahal masalah keluarga adalah masalah kita. Untuk itu remaja harus berani menghadapinya, jangan mencari kambing hitam, tidak menyalahkan orang lain/keadaan atau bahkan lari dari kenyataan.
3. Tanyakan, apakah selama ini remaja mengetahui masalah-masalah yang terjadi dalam keluarga? Tahukah mereka berapa gaji orang tua mereka? Apakah dengan gaji itu sanggup memenuhi kebutuhan sehari-hari atau malah kurang? Tahukah mereka persoalan yang dihadapi adik atau kakak mereka? Mungkin remaja berpikir, buat apa mikirin itu. Itu kan bukan urusannya. Bisa pusing... pusing... pusing, deh. Daripada jadi remaja Echa alias: E... Capek Deh... lebih baik mencari pelampiasan lain. Main playstation, aktif di gereja, nge-band, dll.
4. Tekankan bahwa remaja merupakan bagian dari keluarga. Sebuah persoalan me¬nimpa seorang anggota keluarga, yang lain terkena imbasnya. Misalnya Ayah di-PHK, pasti sangat mempengaruhi kehidupan. Untuk itu ajak remaja untuk tidak cuek, tetapi ikut memikirkan persoalan keluarganya. Pembimbing memperlihatkan kisah Naomi, Rut, dan Orpa (lihat penjelasan teks). Tegaskan bahwa keputusan Orpa dan Rut adalah keputusan yang memikirkan orang lain (keluarga) dan dirinya.
5. Berikan aplikasi kepada remaja. Misalnya, ketika keluarga punya masalah ekonomi, tidak menuntut uang jajan. Malah menabung dan memberikan uangnya untuk membeli beras. Ingatkan, melarikan diri dari permasalahan keluarga artinya turut "menghancurkan" keluarga.

                                                   RUTH, NAOMI

Bahan Diskusi; Kisah Yanto
Yanto, seorang remaja yang berusia 14 tahun. Ia berasal dari sebuah sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Sudah 2 tahun Yanto meninggalkan rumahnya. Bersama-sama teman sebayanya ia tinggal di sebuah gubug kecil dekat stasiun kota Jogja. Sehari-hari Yanto ngamen di jalanan. Mengapa Yanto meninggalkan rumahnya dan memilih tinggal di gubug kecil dekat stasiun? Menurut pengakuannya, ia memilih meninggalkan rumahnya karena tidak betah dengan permasalahan dalam rumahnya. Ayahnya terkena PHK, kakaknya diperkosa laki-laki tidak dikenal, ibunya meninggal dunia akibat sakit parah, setiap hari ia hanya melihat kesedihan-kesedihan dalam rumahnya dan semakin lama ia tidak kerasan dengan masalah-masalah di rumahnya. Sejak 2 tahun yang lalu, ia memilih meninggalkan rumahnya dan memilih tinggal di jalanan. Yanto merasa bebas dari masalah-masalah setelah ia meninggalkan masalah-masalah dalam keluarganya.

KEGIATAN
Permainan bolapanas

Bahan: sebuah bola (ukuran bebas) disebut dengan " Bola Panas".
1. Remaja diminta duduk melingkar.
2.Salah satu peserta diminta duduk membe-lakangi lingkaran peserta dan menyanyikan lagu atau memutar musik dari tape. Sewaktu-waktu peserta yang menyanyikan lagu/memutar musik dapat menghentikan nyanyiannya atau musiknya sesuai kehendak hatinya.
3.Sementara musik diputar/dinyanyikan, peserta mengelilingkan bola dengan tangan (mengoper dengan tangan) dan bola berhenti dikelilingkan ketika nyanyian berhenti/tidak ada nyanyian.
4.Jika terdapat peserta yang kedapatan memegang bola saat nyanyian berhenti dinyanyikan, ia dikeluarkan dari lingkaran dan permainan dilanjutkan lagi hingga terdapat 4 peserta yang "tertangkap" dan terpisah dari lingkaran.
5.Setelah permainan berakhir, mereka yang kalah akan dihukum. Sebelum dihukum mereka diminta membela diri menjawab pertanyaan, mengapa mereka kok memegang bola?

Reaksi jawaban yang mungkin muncul: Menyalahkan orang lain yang mengoper bola cepat-cepat. Menyalahkan pembimbing yang menghentikan lagu. Atau menerima kalau dirinya kurang tanggap. Pemimpin menerangkan makna permainan ini, seringkali manusia bersikap menyalahkan orang lain sebagai reaksi keinginan dirinya keluar dari masalah (hukuman). Pola ini yang sering dipakai ketika persoalan datang, khususnya dalam rumah tangga.                                               

                                  

                                                                                                                 

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

Agustus0107

Agustus0207

Agustus0307

Agustus 0407

September 0107

September 0207

September 0307

September 0407

 September 0507

   
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi