Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  DERAP REMAJA


derap remaja adalah bahan pembinaan untuk remaja. disusun secara tematis.
setiap tema didasarkan satu bacaan alkitab.
dilengkapi pula dengan metode penyampaian.
telah terbit edisi 21. satu edisi per enam bulan.
para penulis derap remaja 2007 : pdt. addi soselia patriabara,
pdt. tri santoso, pdt. natan kristiyanto,  pdt. widi artanto, pdt. didik tridjatmiko,
pdt.waskito wibowo, anna marsiana, pdt. tabita kartika christiani
kontak: widi artanto, samirono baru 72 komp. lpps, yogyakarta, 55281.
telp.(0274) 514721-551592 fax. 0274) 543001
 e-mail: w_artanto@yahoo.com

Harga Rp. 20.000,-
Cara pengiriman ongkos cetak:
1. Lewat POS WESEL dengan memakai blangko yang dilampirkan
dalam surat pengantar
2. Lewat Bank ke TAHAPAN BCA cab. Sudirman Yogyakarta
No. 0371994881 a.n. Widi Artanto.
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
 

       Bagaimana menggunakan Derap Remaja?

Seni Hidup


november 2007

Cara Baptis yang Bener Kaya' Apa Sih?

Follow Me, I Have Jesus

Menyingkap yang Terselubung

Apokrif

 


november 2007minggu4
Apokrif

Bacaan: yohanes 20:30-31
bahan: kitab apokrif atau alkitab katolik (deuterokanonik)
 

                                                                                                              

                                              
SEKILAS
Belakangan, banyak orang kristen bertanya-tanya tentang Alkitab. Salah satu persoalannya adalah, munculnya kitab Injil Yudas di pasar buku. Menurut informasi, buku itu termasuk kitab yang penulisannya dapat disejajarkan dengan zaman penulisan Alkitab. Bagaimana kita dapat menyikapi hal itu? Pelajaran ini dirancang untuk memberikan sedikit informasi bagi remaja tentang keberadaan kitab-kitab lain di sekitar Alkitab kita.

PENJELASAN TEKS
Teks kita merupakan tujuan dari pem-beritaan, sekaligus penutup Injil Yohanes. Sebagaimana penutup yang lazim pada waktu itu, tujuan penulisan ditegaskan: yaitu supaya orang percaya pada Yesus.
Ayat 30 mengatakan: "memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan murid-muridNya, yang tidak tercatat dalam kitab ini." Hal ini menunjukkan bahwa Injil Yohanes (dan juga Injil yang lainnya) bukanlah sebuah biografi atau autobiografi tentang Yesus. Yang dicatat oleh Injil Yohanes adalah tanda (Yunani: semeia) yang dibuat Yesus. Dengan demikian, Injil Yohanes adalah tulisan yang ditulis berdasarkan iman dan bertujuan mengajak orang percaya kepada Yesus.
Adakah orang yang mencatat hal lain di luar yang dicatat Yohanes? Ya! Menurut analisa ahli tafsir Alkitab, pasal 21 dari kitab Yohanes berasal dari sumber tulisan lain, yang kemudian dihimpun menjadi satu. Alhasil ada kalimat penutupan kitab lagi dalam kitab Yohanes, yaitu pada Yohanes 21:30.
Dengan demikian, dari Injil Yohanes kita dapat menduga adanya banyak cerita lain, atau tulisan lain, di luar kitabnya. Tulisan-tulisan atau kitab-kitab lain itulah yang disebut sebagai apokrif.

Seputar Apokrif
Apokrif (atau apokrifa) berasal dari bahasa Yunani apokryphos (krypto artinya menyembunyikan dan apo: "jauh dari, di luar...") yang berarti: "disembunyikan dari pandangan atau rahasia" [Xavier Leon-Dufour, Ensiklopedi Perjanjian Baru], Dengan demikian, kitab apokrif adalah kitab yang dianggap rahasia atau memuat berita dalam bahasa rahasia. Tulisan-tulisan apokrif memang beredar di masa itu. Jumlahnya juga cukup banyak. Di Alkitab Gereja Katholik terdapat beberapa. Yaitu kitab-kitab: Tobit, Yudit, 1 dan 2 Makabe, Kebijaksanaan, Sirakh dan Barukh. Gereja Katholik sendiri menyebutnya dengan istilah deuterokanonika (artinya, kanon yang kedua).
Mengapa di kalangan Gereja Protestan kitab-kitab itu tidak termasuk dalam Alkitab? Inilah akibat dari proses kanonisasi. Kanon dalam bahasa Yunani, berarti alat pengukur. Kanon Alkitab adalah sebuah daftar tulisan-tulisan yang dinilai memenuhi patokan yang sesuai dengan ketetapan/keyakinan iman. Patokan iman yang dimaksud di atas tentu saja iman yang bertumbuh pada waktu itu. Umumnya standar yang digunakan adalah: popularitas, klaim kewibawaan (misalnya melalui nama penulis), kesepakatan, dukungan tokoh-tokoh gereja, isi kitab dalam menangani isu kekristenan yang muncul saat itu.
Dengan melihat itu, kita bisa menduga bahwa penyusunan kanon Alkitab tidaklah mudah. Sejarah mencatat daftar susunan yang senantiasa mengalami perubahan.

Kanonisasi Alkitab dimulai pada Perjanjian Lama (PL). Sebenarnya sulit mengetahui kapan proses itu berlangsung. Yang perlu mendapat catatan adalah proses kanonisasi Perjanjian Lama berakhir lewat sebuah "penutupan" dalam Sidang Raya di Jamnia (+/- 100 M). Penutupan itu muncul didorong hadirnya terjemahan PL dalam bahasa Yunani (Septuaginta). Di dalam terjemahan itu terdapat kitab lain yang kemudian masuk dalam daftar Alkitab gereja Katholik. Jadi, kita bisa menyimpulkan, Gereja Katholik berpegang pada kanon Yunani (Septuaginta), sedangkan gereja protestan pada kanon Ibrani.
Sedangkan kanon Perjanjian Baru (PB) terjadi karena didorong oleh kenyataan kebencian orang Yahudi kepada orang kristen. Lebih-lebih setelah peristiwa penghancuran Yerusalem di tahun 70 M. Dampak peristiwa itu dituduhnya orang kristen sebagai biang keladi kehancuran itu. Di sisi lain, di kalangan kelompok kristen sendiri muncul berbagai macam aliran. Kanon kemudian dipakai sebagai salah satu senjata gereja melawan aliran yang dianggap sesat tersebut. Kanon Perjan¬jian baru dinyatakan selesai tahun 380 M.

LANGKAH-LANGKAH PENYAMPAIAN
1. Mulailah dengan menunjukkan buku Injil Yudas (atau kitab apokrif lain) atau kitab Gereja Katholik. Tanyakan komentar mereka atas perbedaan (dengan kitab Gereja Katholik) dan ketiadaan (Injil Yudas) dalam Alkitab. Apakah mereka tahu, mengapa terjadi perbedaan?
2. Jelaskan pola - dalam bahasa remaja yang sederhana - proses perbedaan Alkitab Gereja Protestan dengan Alkitab Gereja Katholik. Perbedaan itu tidaklah seharusnya menjadi persoalan. Sebab tujuannya adalah - seperti yang terdapat dalam kitab Yohanes - membuat orang percaya pada Yesus.
3. Masuklah dalam penjelasan Injil Yohanes (lihat Penjelasan Teks). Tekankan bahwa kehidupan Yesus terlalu sukar ditulis hanya dalam beberapa kitab. Sebagai contoh dapat dipakai kitab Injil. Satu cerita ditulis 4 orang berbeda, menghasilkan berita yang berbeda. Itu berarti, semua orang punya cara pandang yang berbeda terhadap kehidupan Yesus. Kekayaan tulisan yang ada harus juga dihargai, sebab menyiratkan kenyataan sejarah pada waktu itu. Tulisan-tulisan yang kemudian tidak masuk dalam Alkitab itulah yang disebut sebagai apokrifa (lihat Seputar Apokrifa).
4. Jelaskan pula bahwa memang ada kitab-kitab lain, yang usia penulisaannya sama tuanya dengan kitab-kitab yang terdapat dalam Alkitab. Contoh yang ada Injil Yudas (tunjukkan buku Injil Yudas jika ada). Tetapi gereja tidak mengakuinya sebagai sumber kebenaran. Kitab itu bisa dipakai sebagai sumber informasi, tetapi bukan sebagai sumber kebenaran.
5. Tekankan pada para remaja, jangan bingung dengan begitu banyaknya informasi tentang keberadaan kitab-kitab lain. Semua itu telah dianggap selesai dengan adanya kanonisasi. Saat ini, yang penting adalah, bagaimana berita Alkitab itu terlihat dalam keseharian para remaja. Masuklah dalam ilustrasi di bawah.

Ilustrasi:
Tiga orang ahli Alkitab berdebat seputar terjemahan Alkitab terbaik. Semua punya argumentasi yang hebat. Mereka terus berde¬bat, sampai agak kelelahan. Tiba-tiba seorang ahli mengatakan: "Menurutku, terjemahan yang paling baik adalah terjemahan ibuku!" Ketiga temannya terkejut dan bertanya: "Apakah ibumu seorang penerjemah Alkitab? Apa nama versi terjemahan ibumu?" Dengan tersenyum, ahli kitab itu mengatakan, "Ibuku, menerjemahkan Alkitab dalam kehidupannya sehari-hari" (disadur dari Renungan Harian).

KEGIATAN
Tanya jawab

Berikan kesempatan buat remaja untuk bertanya. Pancing mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang menantang. Misalnya, menurut Anda mana yang benar, Alkitab versi protestan atau katholik. Jika kemudian pertanyaan berkembang dan pembimbing tidak mampu menjawab, dapat meminta bantuan pendeta.                                           

                                                                                                                                                   

Juli0107

Juli0207

Juli0307

Juli0407

Juli0507

Agustus0107

Agustus0207

Agustus0307

Agustus 0407

September 0107

September 0207

September 0307

September 0407

 September 0507

Oktober 0107

Oktober 0207

Oktober 0307

Oktober 0407

November 0107

November 0207

November 0307

     
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi